Posts

by : Abdullah Muadz
Bumi langit dan semua isi yang terkandung didalamnya termasuk diri kita adalah milik Allah SWT milik Allah, ayatnya begitu banyak silahkan buka Al-Qur’an lagi…

Manusia bukan pemilik, lahir ke dunia tanpa selembar benangpun, mati juga hanya membawa kain kafan. Tidak sepantasnya punya obsesi untuk memiliki sesuatu. Kebahagiaan dan kenikmatan tidak harus dengan jalan memiliki.

Yang paling menikmati rumah megah dan mewah mungkin para pembantunya..
Yang paling manikmati villa-vila mewah mungkin para penjaganya, ,
Yang paling menikmati gonta ganti mobil mungkin para da’i atau penceramah dengan jemputan panitianya. Jadi ketika kita bisa menikmati sesuatu tidak harus berfikir memiliki..

Berbagai kasus konflik dari yang kecil misalnya rebutan waris, sampai yang paling besar perang antar negara, sebagian besar sebabnya adalah soal kepemilikan..
Rusaknya persaudaraan, ributnya organisasi, pecahnya kongsi dagang, sebagian besar adalah karna soal kepemilikan, ,

Sebaliknya kebahagiaan banyak didapatkan sebagian besar oleh orang yang tidak memiliki apa apa.. lihat fakta sejarah. Kematian tragis dan mengenaskan atau kisah-kisah tragis sebagian besar adalah orang yang banyak memiliki apa apa.

Konflik pertama yang menjadi tragedi manusia angkatan pertama anak-anak Nabi Adam adalah soal kepemilikan. Penyakit hasad bisa menghanguskan semua amal kita, berasal dari paradigma yang salah soal kepemilikan.

Akankah kita lari dari fakta-fakta tersebut ? disisi lain ada manusia yang rela diatur oleh ideologi sosialis yang meniadakan sebagian besar hak kepemilikan. Ideologi sosialis memang bertentangan dengan islam karena menutup fitrah manusia yang ingin memiliki, tetapi itu adalah sebuah fakta pilihan untuk menekan kesenjangan, dengan cara diluar Islam. Terbukti dapat mengatasi kesenjangan dan meredam konflik masyarakatnya

Islam tidak membatasi hak kepemilikan, kecuali yang memang sudah dibatasi Allah SWT melalui kitab suciNya, karena itu adalah fitrah manusia ingin memiliki, sepanjang cara pendapatkannya, cara pengeluarannya, dan bagian-bagian kewajiban terhadap hartanya dipenuhi..

Tetapi Islam juga tidak menutup orang yang ingin mengambil jalan hidup sederhana seperti Rasulullaah membiarkan gaya hidup Abu Zar al-Ghifari. Sementara itu Rasulullaah sendiri sebagai kepala negara sampai akhir hayatnya mengambil jalan hidup sederhana. Padahal Beliau pernah menjadi pedagang sukses yang kaya raya, terbukti dengan emas kawin yang diberikan kepada Khodijah yang luarr biasa..

Tetapi setelah diutus menjadi rasul dan sekaigus menjadi publik figur, Beliau mencontohkan gaya hidup sederhana. Sebagai kepala negara beliau sering kelaparan, sering ganjal perut dengan batu pakai ikat pinggang, pernah solat rakaat berikutnya gak kuat berdiri karena menahan lapar, pernah puasa sunnah niatnya baru siang karena tidak makanan siang, , dll

Seorang Umar bin khottob mantan preman, harusnya tegar, tetapi bisa nangis tersedu ketika masuk kedalam rumah Rasulullah, kepala negara yang tidak punya apa-apa kecuali baju perang dan tiker dari pelepah kurma,

Rasulullah meninggal sebagai kepala negara tidak banyak mewariskan harta benda kepada anak anaknya. Sekedar memenuhi permintaan anaknya Fathimah untuk memiliki pembantu, untuk menumbuk tepung gandum, karena tangannya lecet, Beliaupun menolak.
Kita akan mendapat deretan cerita panjang orang-orang yang mencari kebahagiaan dengan jalan mengambil cara hidup sederhana. Masihkah kita ragu ?

Semakin banyak yang kita miliki, semakin banyak beban fikiran yang harus kita tanggung, baik untuk menjaga, melindungi, melengkapi, merawat, memelihara, menggunakan, membelanjakan, mangatur, memanfaatkan, membagi, mewariskan, mempertanggung jawabkan, dan segudang beban lainnya…

Kebahagiaan, kesedihan, itu ada dihati, semantara panca indra dan akal fikiran yang akan terus memberi masukan-masukan kepada hati untuk bisa mengolah sebagai bahan pertimbangan. Jika bahan masukannya lebih banyak beban-beban fikiran serta rangsangan Indra yang berhadapan dengan serba materi, maka bisa dipastikan hati akan tidak kuat mengolah untuk mencari rumus kebahagiaan yang sejati. Kareana semua akan menuntut, tanpa ada ujungnya…

Begitu mata melihat baju, maka fikiran yang berkembang memenuhi tuntutan baju mulai dari Mesin cuci, ember, sikat, gayung, keran, selang, mesin pompa air, sabun cuci, cairan pewangi, jemuran, jepitan, hanger, keranjang, sterika, meja sterika, lemari pakaian, kamper, jarum, benang, mesin jahit, motor pengerak mesin, listri dan seterusnya…. tanpa akhir, tanpa ujung, terus menuntut…

Jadi dimana letaknya kebahagiaan.. itu.???

SYI’AR DZULHIJJAH 1436 H

YAYASAN AS-SYIFA AL-KHOERIYYAH

A -KHATIB IDUL ADHA                : H.LALU AGUS PUJIARTHA,.MA

– IMAM SHALAT IDUL ADHA  : UST.AHMAD DURAJAT

 

B. – PRAKTEK PENYEMBELIHAN SYAR’I UNTUK PARA MURID

– LOMBA KREATIF

– DISTRIBUSI DAGING QURBAN KE MASYARAKAT SEKITAR

 

#PANITIA QURBAN 1436 H#

 

 

Mari Ber-Qurban, Mari Bahagiakan sesama, Bersama As Syifa Peduli ” Berbagi Kepedulian Menebar Senyuman”.

Rincian Donasi Tebar Qurban Peduli :

Domba :

Type A                  : Berat (Kg) : 23 – 24 Kg   Harga : Rp. 2.250.000 = Domba Bertanduk

Type Standar     : Berat (Kg) : 25 – 28 Kg   Harga : Rp. 2.425.000 = Domba Bertanduk

Type Premium : Berat (Kg) : 29 – 32 Kg   Harga : Rp. 2.575.000 = Domba Bertanduk

Type Super         : Berat (Kg) : 33 – 35 Kg   Harga : Rp. 3.075.000 = Domba Bertanduk

Type Istimewa : Berat (Kg) : 36 – 38 Kg   Harga : Rp. 3.425.000 = Domba Bertanduk

 

Sapi :

Type A                  : Berat (Kg) : 200 – 250 Kg              Harga : Rp. 15.750.000 = Sapi PO / Cross

Type Standar     : Berat (Kg) : 251 – 300 Kg              Harga : Rp. 17.750.000 = Sapi PO / Cross

Type Premium : Berat (Kg) : 301 – 350 Kg              Harga : Rp. 18.750.000 = Sapi PO / Cross / Bali

Type Super         : Berat (Kg) : 351 – 400 Kg              Harga : Rp. 21.250.000 = Sapi PO / Cross / Bali

Type Istimewa : Berat (Kg) : 401 – 450 Kg              Harga : Rp. 23.250.000 = Sapi PO / Simental / Limousin

 

*) biaya donasi di atas sudah termasuk biaya operasional perawatan, penyembelihan dan pendistribusian

 

Salurkan Donasi Qurban anda melalui Rekening :

  • BSM Kcp. Subang No Rek : 7020373061 a.n As Syifa Peduli
  • BNI Cab. Subang No Rek : 0300169422 a.n As Syifa Peduli

 

Konfirmasi Donasi via SMS ke : 085624703801

Mari kita meriahkan HUT RI yang ke 70 dengan berbagai perlombaan diantaranya:

akan dilaksanakan hari:

Senin, 17 Agustus 2015

Jam : 07.00 – selesai

Tempat : Area Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah

Jenis Perlombaan

1. Translate Brosur As-Syifa  (Arab & Inggris)

2. Futsal

3. Paper Craft

4. Bakiak

5. Seni Bela Diri

6. Panjat Pinang

7. Bola Tangan

8. Masukan Benang ke Jarum

9. Memasukan belut ke botol

10. Cerpen & Puisi

11. Lagu Nasional & Bebas

Dan Menangkan Hadiah menarik

 

Diikuti Oleh Seluruh Guru & Karyawan

Sukseskan HUT RI ke 70 (keluarga Besar As-Syifa Al-Khoeriyyah)

Hari/Tanggal : Rabu, 29 Juli 2015 M / 13 Syawal 1436 H

Waktu              : 08.00 s/d selesai

Tempat            : Halaman SMAIT Putra (Samping Gor)

Tema                : Family Gathering Keluarga Besar Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah “Culinary Festival”

http://alshifacharity.com/

End of Mind

Dunia adalah tempat menanam, barangsiapa ingin mendapatkan sukses negeri akhirat, maka harus menyiapka diri ketika di dunia. Pada QS Al Mukminuun,23:1-11, diterangkan ciri-ciri orang mukmin shalih yang akan mendapatkan sukses negeri akhirat, yaitu memiliki ciri-ciri sewaktu di dunia adalah sebagai berikut :

1.       Kekuatan Spiritual

Orang yang akan masuk surge hanyalah orang yang khusuk dalam shalatnya. Dia akan memiliki kemampuan imajinasi positif untuk membayangkan bahwa : Allah itu ada, surga itu ada, neraka itu ada, malaikat itu ada, siksa padang mahsyar itu ada, siksa kubur itu ada, dan perjumpaan dengan Allah itu sesuatu yang pasti. Nilai-nilai asasi yang harus dimilki seseorang agar memiliki kekuatan spiritual meliputi :

·         Keseluruhan akidah (salimul ‘aqidah-rukun iman)

·         Kebenaran ibadah (shahihul ibadah-rukun islam)

·         Sifat ihsan dalam bentuk kekokohan akhlak (matinul khuluq).

Ihsan adalah engkau menyembah (percaya dan mengabdikan diri) kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, sekalipun engkau tidak melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu. (Hadist Shahih Muslim No.2)

2.       Amal Shalih

Orang yang akan masuk surga hanyalah orang yang menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak memiliki manfaat.(laghwi). Jadi, dia selalu melakukan pekerjaan, baik amal maupun ucapannya selalu produktif dan bermanfaat. Seorang muslim harus dapat bekerja dengan konsep efektivitas, efisiensi, dan optimal. Untuk dapat bkerja dengan konsep tersebut, maka seorang muslim harus memiliki wawasan yang luas (mutsaqaful fikr) terhadap berbagai disiplin ilmu yang diperlukan.

Seorang muslim harus mampu memanfaatkan seluruh sumber daya dan memperbaiki system secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dalam bekerja dan melakukan teknoligi transformasi  dari input (sumber daya) mampu melakukan optimalisasi teknik. Seluruh proses kegiatan dan amal dikalkulasikan untung ruginya, dengan cermat, tidak ada nilai nilai yang mubazir. Seorang muslim harus mampu melakukan sinergisitas dalam memanfaatkan potensi yang ada.

Dengan menerapkan tehnik manajemen untuk memperoleh nilai-nilai efektivitas,efisiensi dan optimalisasi, maka kerja akan dapat memberikan berkah untuk diri dan pelanggan. Pelanggan dalam beramal dapat berupa keluarga, oranglain, lembaga, atau masyarakat. Konsep produksi dan kerja dalam islam dapat menggunakan teknologi yang menghindarkan nilai mubazirm yaitu prinsip produksi dengan :

·         High profit production

·         High utilities production.

·         Zero defect production

·         Low cost production

·         Low reject rate production.

Dengan demikian, konsep menjauhi perkataan dan perbuatan mubazir dapat terwujud. Jadi, untuk beramal shalih dan mendapatkan produktivitas tanpa mubazier, maka diperlukan kemempuan manajemen diri (munazham fi syu’nihi) dan manajemen waktu (haritsun ‘ala waqtihi).

3.       Kepekaan Sosial.

Orang yang masuk surga hanyalah orang yang menunaikan zakat. Orang paling baik adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain (nafiun lighairihi), dan kemampuan seseorang  membayar zakat adalah wujud bermanfaatnya seseorang bagi orang lain. Orang yang mampu menunaikan zakat dengan baik hanyalah mereka yang memiliki kepekaan sosisal yang tinggi, memiliki harta dan memiliki kekuatan spiritual. Untuk itu seorang muslim harus mampu hidup dengan kecukupan agar dapat memberi berkah kepada orang lain (Qadirun ala kasbi). Untuk mampu hidup dengan baik, maka kita harus membekali diri dengan berbagai keterampilan hidup (life skill) sesuai dengan wilayah zaman saat kita hidup.

Kita hidup harus mau peduli dan memiliki empati kepada orang lain, keluarga, tim, dan seluruh anggota dalam berorganisasi. Kita harus mampu merasakan bagaimana perasaan sahabat dan anggota tim kita. Orang yang dapat melayani sepenuh hati kepada tamu, orang tua, anak, istri,sahabat, masyarakat hanyalah mereka yang memilki kepekaan bathin yang tinggi . Kemampuan komunikasi kepada seluruh orang yang bersama kita menjadi keharusan untuk dimilki.

Kepekaan social dapat diasah dengan intensitas bergaul bersama orang yang berstatus lebih rendah dari pada kita secara kontinyu. Jika kita selalu melihat hanya pada sekumpulan orang yang berstatus di atas kita, maka kepekaan social akan menjadi berkurang. Untuk itu, kita harus memilki konsep yang kita tanamkan dalam diri tentang pelayan sepenuh hati, pelayanan yang penuh kasih. Ingat, kita masuk surga karena justru karena adanya yatim piatu, kesulitan orang, dan kesengsaraan orang. Dengan kondisi buruk itulah kemudian kita beramal dan diterima Allah SWT.

4.       Kredibilitas Moral

Oramg yang akan masuk surga hanyalah orang yang dapat menjaga dan meyalurkan kebutuhan seksualnya dengan benar, memiliki pasangan hidup yang sah dan tidak berzina.Prediksi masa depan penyakit seksual dan moral semakin meningkat. Ini merupakan indicator kegagalan seseorang dalam mengendalikan dorongan kebutuhan seksual yang begitu hebat. Bahwa kesuksesan seseorang tidak dipengaruhi oleh kekuatan intelktual mereka.

Melainkan kekuatan emosional dan moral mereka. Orang yang cerdas adalah mereka yang dapat mengendalikan hawa nafsunya dan mampu berpikir ke depan hingga pasca kematian, dan tidak hanya berangan-angan tentang masa depan (Hadist). Untuk dapat sukses dalam kredibilats moral, maka kita membutuhkan kemampuan bermujahadah terhadap diri sendiri, kemampuan disiplin diri, dan pengendalian diri (mujahiduna li nafsihi)

5.       Memenuhi Amanah : Kepemimpinan Sosial

Orang yang akan masuk surga hanyalah orang yang dapat memenuhi apa yang telah diamanahkan kepadanya. Amanah adalah sesuatu yang harus dikerjakan bukan karena kemauan diri sendiri  saja, melainkan sudah menjadi kebutuhan standar sosial. Seseorang yang bekerja dikantor, tentunya mendapatkan amanah mengelola keuangan.

Seseorang yang ditunjuk menjadi pemimpin, dia akan mendapatkan amanah untuk mengelola sumber daya demi kemakmuran rakyatnya. Seseorang yang ingin mendapatkan sukses akhirat, maka harus mampu memenuhi  apa yang diamanahkan kepadanya, ini adalah nilai-nilai kepemimpinan social. Untuk dapat memenuhi amanah, maka sangat diperlukan disiplin tinggi dan penuh kesadaran. Seseorang akan dapat menjaga amanahnya dengan baik jika memiliki soliditas moral dan spiritual. Ingat, bahwa salah satu ciri orang munafik yaitu apabila dia diberi amanah dia ingkar, dan orang munafik tempatnya dikerak neraka

6.       Memenuhi Janji (Integritas)

Orang yang akan masuk surga hanyalah mereka yang dapat memenuhi janjinya dengan baik. Janji adalah sesuatu harus dikerjakan karena konsekuensi terhadap apa yang telah disetujui atau diikrarkan oleh diri nya sendiri. Ingat, salah satu ciri orang munafik adalah apabila berkata (janji) maka dia berbohong. Seseorang yang ingin mendapatkan sukses akhirat maka harus mampu memenuhi apa yang telah ia janjikan. Untuk dapat memenuhi janji, maka sangat diperlukan pengetahuan dan prediksi cukup tinggi, yaitu apakah dia sanggup melaksanakannya atau tidak.

Janjihanya dapat dipenuhi jika kita memeiliki kebiasaan disiplin tinggi. Janji dapat dipenuhi dengan baik jika melakukan janji dengan penuh kesdaran. Iman kita mengalami kondisi naik turun, Rasulullah Saw mengatakan “al imanu yazid way ankus”, sehingga kita harus mampu dan selalu menyegerakan janji kita untuk dapat selalu konsisten terhadap apa yang kita janjikan, Seseorang akan dapat menjaga janjinya dengan baik jika memiliki soliditas moral dan spiritual.

Kata kunci yang harus kita miliki adalah integritas diri, yaitu kesatuan antar keyakinan, ucapan dan tindakan. Integritas merupakan wujud dari sehatnya prinsip moral, sifat keutamaan yang tidak membusuk, terutama dalam hubungan dalam kebenaran dan perlakuan adil, kejujuran, ketulusan, dan keikhlasan. Integritas merupakan landasan kepercayaan, dan kepercayaan diperlukan untuk memperoleh kesuksesan dalam tim dan organisasi.

7.       Konsisten : Program Menjaga Mutu Amal

Orang yang akan masuk surge hanyalah orang yang mampu memelihara (Istiqomah) shalat. Untuk mendapatkan sukses dengan mutu tinggi, maka kita harus bekerja secara konsisten atau memiliki karakter : “Small, Continuous, and improvement” Bekerja memulai dari yang kecil-kecil, tetapi secara terus menerus  dan sambil meningkatkan diri untuk mencapai kualitas prima. Dalam manajemen kita mengenal tehnik benchmarking, yaitu suatu tehnik untuk mendapatkan sukses, maka lembaga atau seseorang harus mencari model (qudwa) secara terus menerus. Lembaga atau diri kita dapat dibandingkan dengan lembaga model sapai kita kuasi, dari proses penguasaan menuju proses penerapan yang kita sebut sebagai benchlearning. Dengan adanya program benchmarking dan benchkearning, kita akan meniru model (qudwah) yang telah kita pilih.

NAMA DAN TEMA PROGRAM

Untuk Ramadhan Tahun 1436 H / 2015 M, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menamakan program kegiatannya dengan nama “ Indahnya Ramadhan di Bumi Peradaban”.

Adapun tema besarnya adalah : “Berbagi Sepenuh Hati, Raih Keberkahan Ilahi

Sebuah refleksi dari Firman Allah SWT :

MAKSUD DAN TUJUAN PROGRAM

“Indahnya Ramadhan di Bumi Peradaban” merupakan program sosial-kemasyarakatan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah yang memiliki maksud :

  1. Terselenggaranya kegiatan sosial-keagamaan yang berkenaan dengan momentum bulan suci Ramadhan
  2. Terhimpunnya segenap sumber daya kebajikan dari berbagai kalangan, baik perusahaan, pemerintah maupun perorangan.
  3. Terdistribusikannya segenap potensi yang terhimpun, baik berupa benda, barang, maupun fasilitas pendukung lainnya secara sinergis, terarah, dan tepat sasaran.

Adapun program “Indahnya Ramadhan di Bumi Peradaban”bertujuan untuk :

  1. Menumbuhkembangkan solidaritas dan kesetiakawanan sosial ditengah-tengah masyarakat, baik korporasi, komunitas, maupun individu agar menjadikan Ramadhan sebagai milik bersama.
  2. Menguatkan budaya ta’awun (saling membantu) dalam bentuk pelibatan langsung (partisipatif) dari seluruh pihak agar dapat dirasakan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat.

Menstimulasi masyarakat penerima manfaat agar memperoleh energi positif dalam meningkatkan kepekaan sosial sehingga mampu menggerakkan dan mendayagunakan potensinya untuk berbagi dengan sesama dikemudian hari.

JENIS DAN BENTUK PROGRAM

  1. TARHIB RAMADHAN

1. Jalan Sehat Sambut Ramadhan

2. Tabligh Akbar

3. Mendistribusikan Buletin Ramadhan dan Jadwal Imsakiyah

– Target penerima manfa’at : Minimal 2500 Orang

– Waktu Pelaksanaan : Senin, 27 Sya’ban 1436 H / 15 Juni 2015 M

 

  1. IFTHOR JAMA’I

Peserta Iftor Jama’I :

  1. Komunitas anak yatim
  2. Dhuafa
  3. Pekerja informal
  4. Lansia, dll

Target penerima manfaat :

30.000 orang di 100 titik kegiatan di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat

Waktu pelaksanaan :

Tanggal 3 – 20 Ramadhan 1436 H / 20 Juni – 7 Juli 2015 M

 

  1. HADIAH AL-QURAN ( Hadiah-Qu )
  • Target penerima manfaat :

Minimal 1500 Mushaf untuk 100 titik komunitas penerima manfaat di kabupaten Subang.

  • Waktu pelaksanaan:

Disesuaikan dengan kegiatan Ansyithah Ramadhan.

 

  1. PESANTREN UMMAHAT ( Majlis Ta’lim )
  • Peserta :

Komunitas perempuan / Majelis ta’lim ummahat

– Target penerima manfaat :

Minimal 30 komunitas perempuan/ majelis ta’lim Ummahat Se-Wilayah Subang Selatan.

  • Waktu pelaksanaan :

Tanggal 2 – 4 Ramadhan 1436 H/ 19 – 21 Juni 2015 M

 

  1. PESANTREN SANLATIF
  • Peserta : Pelajar usia TK – SD
  • Target : Minimal 100 peserta
  • Waktu : Tanggal 5 – 7 Ramadhan 1436 H/ 22 – 24 Juni 2015 M

 

  1. PESANTREN TARUNA
  • Peserta : Pelajar usia SMP – SMA/ Sederajat
  • Target : Minimal 100 peserta
  • Waktu : Tanggal 9 – 11 Ramadhan 1436 H/ 26 – 28 Juni 2015

 

  1. MADRASAH RAMADHAN
  • Peserta :

Keluarga besar & masyarakat umum

 

  • Waktu pelaksanaan :

Tanggal 14 Sya’ban – 22 Ramadhan 1436 H/ 1 Juni – 9 Juli 2015 M

 

  • Tempat :

Masjid As-Suwaidy, Masjid An-Nur, Masjid AD-Duha, Masjid Umar bin Al-Khattab

 

  1. ELSHIFA RAMADHAN CHANNEL

 – Wilayah jangkauan :

Subang, Lembang, Sumedang, Indramayu, Cikampek, dan Purwakarta.

 

  • Waktu pelaksanaan :

Tanggal 25 Sya’ban s/d 30 Ramadhan 1436 H

  1. TARAWIH KELILING (TARLING)

 

  • Target peserta : masyarakat umum
  • Frekuensi : 7 Kali
  • Waktu pelaksanaan : Tanggal 5 – 20 Ramadhan 1436 H / 22 Juni – 7 Juli 2015 M

 

  1. KADO LEBARAN

 

      • Peserta sasaran                 : Yatim dan Dhuafa
      • Target penerima : minimal 3500 orang

Waktu pelaksanaan : Tanggal 21-29 Ramadhan 1435 H / 19-27 Juli 201

5

 11. PESANTREN EKSEKUTIF

  • Peserta                 : Pelajar usia SMP – SMA/ Sederajat
  • Target : Minimal 100 peserta
  • Waktu : Tanggal 16 – 18 Ramadhan 1436 H/ 3 – 5 Juli 2015

Yayasan As Syifa Al Khoeriyyah kembali mengadakan sebuah pelatihan untuk meningkatkan kulitas SDM. Di bawah koordinasi As Syifa Boarding School, kegiatan ini diselenggarakan selama 2 hari berturut-turut, yaitu Senin – Selasa (8-9/ 06/ 2015).

Menurut Ust. Suryono, S.Pd., selaku penanggungjawab program, bahwa pelatihan ini adalah sarana untuk meningkatkan kualitas SDM yang unggul terutama bagi Guru Tahfidz Quran. Untuk itu kemampuan dan pemahaman akan Metodologi Pembelajaran Menghafal Al Qur’an menjadi satu hal yang penting dikuasai.

Lebih lanjut, Ust. Suryono menjelaskan bahwa di pelatihan kali ini akan memberikan bekal tentang pengajaran Tahfidzul Quran dengan Metodologi Karantina Al Qur’an. Dengan sistem karantina ini diharapkan setiap smesternya mendorong murid untuk mencapai target Tahfidz minimal 10 juz setelah lulus SMP/ SMA IT As Syifa Boarding School.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Profesi SDM Guru Tahfidz dalam memberikan pembinaan menghafal al Qur’an, serta mempersiapkan Guru Tahfidz dalam menghadapi pelaksanaan sistem pengajaran Al Qur’an tahun ajaran 2015-2016. Adapun program ini dibimbing sepenuhnya oleh Asatidz dari Yayasan Karantina Tahfidz Nasional (YKTN) pimpinan Ust. Ma’mun Al Qurtuby (alhafidz).

(*NIS/ Humas Yys)

BAGAIMANA MEMPEROLEH SUKSES

Orang yang ingin sukses, sebaiknya iya memiliki sesuatu yang ingin dicapai. Sesuatu yang ingin dicapai itulah yang disebut dengan cita-cita. Cita-cita itu harus mampu menggambarkan kebahagian dan kesenangan yang ingin diperoleh. Keinginan besar atau visi pribadi yang baik, adalah sebuah visi yang dapat memberikan dorongan semangat dan inspirasi jika di kenang. Semakin jelas cita-cita seseorang, maka ia semakin bersemangat dan termotivasi untuk berusaha mencapainya.

 

Kehidupan ini penuh onak dan duri, setiap orang akan menghadapi berbagai masalah, baik itu masalah pribadi yang spesifik maupun masalah umum yang setiap orang juga menghadapinya. Di dunia ini kita akan berhadapan dengan problem hidup yang luar biasa, yaitu  berupa kondisi-conditions lingkungan yang penuh dengan : Change, Conflict, Chalenge, Competitive, Complexity, Crowded, Uncertainty.

 

Tetapi, Dibalik problem yang rumit, menantang, dan komplek tersebut, ada peluang-peluang –Opportunities. Itu semua tergantung kemampuan kita untuk memilah, memanfaatkannya menjadi peluang yang memihak kepada kita. Allah mengajarkan kepada kita dengan firmannya “kami memberimu minum dari air susu yang bersih antara tahi dan darah (QS.An-nahl,16:66). Dunia kini dihadapkan pada transisi demografi, teknologi, epidemiologi, dan perubahan global lainnya. Akibatnya,dunia pekerjaan dihadapan anda kini penuh dengan tantangan. Untuk mampu mengubah kondisi yang menantang  menjadi peluang yang memihak kepada anda, maka anda perlu menyiapkan empat kekuatan dasar manusia, yaitu

 

Ø  Spiritual (True-T)

Ø  Emosional (Responsible-R)

Ø  Intelektual (Unique-U)

Ø  Fisik (Scarify-S)

Dan

Ø  Penguasaan dan penggunaan teknologi yang relevan (Technologi-T) di bidangnya masing-masing, yaitu untuk mengubah

Ø  Kondisi (conditions-C) dan kendala yang berupa perubahan, tantangan, kompleksitas, ketidakpastian, dan konflik agar menjadi

Ø  Peluang (Opportunities-O), baik itu peluang berupa kemenangan dunia dan kemenangan akhirat,

Ø  Kemudian kami menyebutnya sebagai model dengan nama T.R.U.S.T.C.O           

Jadi, agar memiliki kemampuan mengubah dari kondisi-C menjadi peluang –O, maka kita harus menyiapkan TRUST. Camkan pengajaran Allah dalam QS.Alam Nasyrah, 94: 4-8 berikut

 

“ Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Camkan…

 

Kita mampu mengubah kondisi-C menjadi peluang-O yang menguntungkan kepada kita, bahkan memperoleh kemenangan dengan syarat kita harus mampu menyiapkan diri dengan aspek TRUST yang baik, dengan membiasakan diri bekerja propesional dengan menggunakan berbagai teknologi terapan-T, yaitu sarana (wasail), system (ijraat), dan metode (uslub) yang terus kita perbaharui. Dengan tetap bersikap tawakal kepada Allah, tidak sombong, angkuh, maka kemenangan akan dapat kita raih.

 

Self Development : Memeulai membangun  Diri Dengan Belajar      

Bagaimanakah hubungan antara belajar dengan perubahan tingkah laku dengan diri seseorang.

·         Belajar adalah proses mendapatkan informasi, kemudian

·         Informasi akan mampu mengubah paradigm seseorang, kemudian

·         Paradigma akan mengubah persepsi seseorang, kemudian

·         Persepsi akan mengubah motivasi seseorang, kemudian

·         Motivasi yang akan menggerakan tingkah laku seseorang.

 

Untuk itu, kita perlu belajar Al-Quran, mengkaji dan mendapatkan informasi sebanyak mungkin, tentang kehidupan dan tujuan dalam hidup kita. Ingat : Moco Quran angen-angen sak maknane – Baca Quran sekaligus mentadaburi maknanya.

Pendidikan merupakan alat perubahan yang paling dapat diandalkan, karena dalam pendidikan terjadi proses tranformasi informasi dan pengetahuan yang sistematis. Kita harus belajar untuk mengubah kehidupan kita sendiri. “Nasib seseorang tidak akan berubah, kecuali dia sendirilah yang akan merubahnya.” (QS.Ar-Ra’d,13:11). Hanya manusia, diantara seluruh makhluk Allah yang dapat mengubah diri menjadi lebih baik, karena diilhamkan dalam diri manusia itu sifat keburukan (fujur) dan kebaikan (takwa) (QS.Asy-Syams,91:8). Allah telah menciptakan manusia, kemudian

Allah mengeluarkan manusia dan memberikan kemampuan untuk mendengarkan, melihat, berpikir dengan akal dan hati (QS.An-Nahl,16:78)

 

Kita harus mampu memilih yang terbaik, mengasah peruntungan, dan mengatur hidup kita sendiri. Ini berarti kita harus menjalani suatu program pelatihan untuk membuat kebiasaan kita akan :

·         Perubahan Diri (Taghyirun Nafs)

·         Menyusun Kurikulum Pribadi (Self Cirriculum)

·         Pendidikan Diri (Tarbiyah Dzatiyah)

·         Belajar Mandiri ( Inquiry)

Jadi, kita dapat mengubah diri kita sendiri dengan cara mengubah persepsi, pemikiran, sikap dan tindakan kita secara kreatif. Kita dapat mengubah diri kita dengan :

1.       Membaca.

2.       Mendengar.

3.       Belajar.

4.       Perenungan.

5.       Berbicara dengan diri sendiri.

6.       Berjanji dengan diri sendiri

7.       Beribadah.

8.       Berdoa.

9.       Tawakal kepada Allah.

10.   Bersedia bertaubat dan menghukum diri sendiri jika bersalah.

 

Penggunaan akal dan hati (al afidhah) adalah kunci keberhasilan. Sel-sel otak bagaikan otot manusia, dia memiliki kelenturan. Semakin sering otot digunakan, maka kelenturan semakin baik. Demikian pula dengan otak dan hati kita, Semakin sering digunakan semakin baik. Namun demikian, unsur  tawakal  harus kuat kita miliki, karena factor kegagalan selain datang dari kita juga datang dari syaitn, iblis atau manusia yang selalu mengganggu kita menuju jalan yang lurus. Untuk itu, control diri, kesedian untuk bertobat jika bersalah dan kemampuan menghukum diri menjadi instrument mahal dalam meraih sukses dunia dan akhirat.

 

Marilah kita merenung lebih jauh, apakah kita akan sukses melewati proses sakaratul maut, proses alam kubur, dan sidang pengadilan kebenaran di padang mahsyar ? Apakah kita menerima hasil catatan perbuatan kita selama di dunia dengan tangan kanan atau tangan kiri, berapa lama kita akan di Neraka ? semua ini memerlukan perenungan mendalam dan memerlukan manajemen kesuksesan.

Pada Sabtu dan Minggu (6-7/06/2015) Bimbingan Konseling (BK) SMPIT As Syifa Boarding School Subang mengadakan kegiatan BK Empati. Kegiatan ini dilaksanakan di dua desa, yaitu Desa Kumpay dan Desa Tambakan Kecamatan Jalancagak, Subang – Jawa Barat. Keduanya merupakan desa tetangga di mana lokasi sekolah berada.

Menurut Ratna Setianingrum, S.Psi, selaku ketua panitia bahwa BK Empati ini merupakan program kerja rutin tahunan Bimbingan Konseling SMP, di mana bertujuan untuk menumbuhkan semangat berbagi pada diri murid SMPIT As Syifa, terutama berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu juga sebagai sarana memupuk rasa empati kepada sesama manusia.

Sementara itu dalam sambutannya, perwakilan dari Pemerintah Desa Kumpay, menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh SMPIT As Syifa ini adalah kegiatan yang sangat baik sekali, apalagi juga diselenggarakan tepat mendekati bulan Ramadhan 1436 H. Selain bersentuhan langsung dengan masyarakat, juga dapat dijadikan ajang silaturahmi antara As Syifa dengan warga sekitar.

Selain diisi dengan kegiatan pengajian umum, juga diisi dengan Bazar Pakaian Murah dan Sembako, Berbagi Parsel untuk Dhuafa, Penempelan stiker ajakan menyambut Ramadhan, dan juga Games (permainan) bagi adik-adik Sekolah Dasar.
Semoga kegiatan ini dapat terus dilestarikan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

(NIS, Humas Yys)