Posts

by  : Abdullah Muadz

AS-SYIFA BOARDING SCHOOL – Minat masyarakat untuk mendaftar Assyifa semakin tidak terbendung lagi. Seluruh karyawan dan tenaga kependidikan Assyifa harus kerja Marathon dan hati hati untuk bisa mengakomodir  berbagai kepentingan, tentu saja tidak bisa semuanya bisa diakomodir. Setelah melalui serangkaian kerja marathon  yang sangat melelahkan sejak dari  November  2015  melayani Calon Orang Tua Santri yang ingin mendaftarkan anaknya ke Assyifa yang mencapai lebih dari 2.600 Pendaftar, sementara daya tampung cuma tersedia kurang lebih 500 kursi saja. setelah ditutup pendaftran pun masih banyak orang tua yang datang karena tertinggal informasinya. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil,  adalah sebagai berikut :

Pertama :

Kami belum bisa mengkomodir bahkan masih jauh dari kemampuan untuk memenuhi semua keinginan dan tuntutan masyarakat  pendaftar yang begitu banyak. Kebutuhan sekolah / lembaga pendidikan boarding yang dianggap sebagai alternatife yang lebih baik, masih sangat kurang jumlahnya. Tidak seimbang dengan peminat yang begitu banyak. Berbagai kalimat keluhan, permohonan dengan nada mengiba sangat menyayat hati kami, tidak tega rasanya membiarkan antusias masyarakat yang begitu tinggi.

Kedua :

Kesadaran orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di boarding school itu sangat banyak jumlahnya dan terus bertambah.  Ketika seorang minta agar anaknya diprioritaskan diterima di Assyifa, maka akan ada orang tua lain yang juga minta diprioritaskan, yang jumlahnya jauh melebihi kapasitas yang kami miliki. Kalo orang tua punya alasan mengapa anaknya perlu diprioritaskan, maka akan ada orang tua yang lain pula mengemukakan alasan yang sama, untuk bisa diprioritaskan. Jika ini tidak kita sadari dan fahami, maka munculah suu’ zhon, bahkan lontaran kalimat yang tidak enak didengar, ketika anaknya belum bisa kami diterima. Kami sikapi dengan positif,  itu karena mereka terlalu tinggi pengharapannya kepada Assyifa. Sementara kami belum punya solusinya untuk mengobati kekecewaan dari para calon yang belum bisa kami tampung.

Ketiga

Kini lembaga Pesantren pamornya meningkat, tidak lagi menjadi tempat buangan seperti zaman dahulu. Seiring dengan kecemasan orang tua terhadap nasib anak-anaknya di masa mendatang, terlebih ditengah-tengah lingkungan yang sudah carut marut seperti ini, maka Pesantren manjadi lembaga alternatif tempat orang tua menitip anaknya sehingga hatinya menjadi lebih tenang. Apalagi bagi mereka yang kedua orang tuanya bekerja, maka pesantren seolah menjadi pilihan yang tepat untuk pendidikan anak-anak mereka

Keempat

Menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus pesantren untuk menjaga amanah orang tua yang menyerahkan anaknya. Mereka menitip anaknya bukan sekedar dititip badan atau fisiknya saja. Jika hanya itu maka pesantren tidak lebih dari sekedar peternakan manusia. Mereka menitip anaknya untuk ditumbuh kembangkan dalam semua aspek kehidupannya, baik itu aspek jasadiyah, fikiriyah juga aspe ruhiyah atau ruhaninya. Jika pengurus lembaga pesantren menyadari akan amanah yang diembannya ini, harus sangat hati-hati dalam mengelola pesantren juga harus sangat serius serta fokus dalam mengurusnya.

Kelima :

Sistem Penerimaan Murid Baru (PMB) di Assyifa memakai SK Yayasan mulai dari kepanitiaannya sampai pedomannya, diberikan tembusan kesemua fihak yang bersangkutan, dilihat oleh banyak orang. Sehingga terlihat indah apabila semua fihak mau mematuhinya. Tetapi kalo terlalu banyak intervensi untuk minta dispensasi maka rusaklah system yang kita bangun.. omong kosong kita bisa membangun negeri yang baik, kalau system yang kecil ini tidak bisa kita jaga.. lagi lagi kita berhadapan dengan banyaknya keinginan yang minta terpenuhi, dan terbatasnya kemampuan kita untuk bisa mengakomodir semuanya.

Keenam :

System PMB yang kami buat sudah cukup komprehensif, melihat semua semua aspek penilaian, sehingga faktor kelulusan tidak hanya ditinjau dari satu aspek saja. Jika setelah disekor  semua hasil penilaian calon murid itu ada di wilayah aman (papan atas) maka dialah yang paling berhak mendapatkan kursi di assyifa tanpa melihat apapun latar belakangnya, maka kami berupaya menjaga dan mengamankan agar tidak di intervensi, supaya tidak berubah atau tergeser.   Pedebatan panitia dalam menentukan kelulusan hanya  di wilayah skor papan tengah,  karena harus dilihat banyak faktor pertimbangannya sehingga untuk menentuka kelulusan satu orang saja butuh perdebatan panjang.

Ketujuh :

Ada hasil tes akademis yang nilainya sangat miris. Yang sulit kami perjuangkan dengan alasan apapun, apakah karena orang tua sibuk, atau dengan alasan multiple intelegent, bahwa anak itu punya kecerdasan lain… sementara kami punya dua kesimpulan. Pertama orang tuanya yang sangat lalai mendidik  anaknya, kedua atau anak itu yang tidak mau masuk di assyifa jadi sengaja jawabannya dibuat salah… jika dipaksakan juga harus masuk di Assyifa peluang besar akan tidak mampu mengikuti program dan akan minta keluar dari assyifa, sehingga mubazzir dana yang telah dikeluarkan orang tua.

Kedelapan :

Assyifa hanyalah satu diantara banyak sarana pendidikan lainnya, masih banyak alternatif sekolah boarding lainnya. Tidak kiamat kalau anak kita belum bisa diterima diassyifa. Sehingga tidak perlu dijadikan obsesi berlebihan yang menambah terpuruknya kejiwaan si anak jika tidak diterima. Orang tua memegang peranan penting dalam upaya menentramkan serta memberi ketenangan anaknya, sehingga anak tetap tegar menerima kenyataan yang ada jika belum diterima… masih banyak sekolah lain yang lebih baik..

 

Kesembilan :

Kita harus bisa belajar dari Reformasi, batapa pentingnya kita berpegang kepada sistem, agar semua bisa berjalan dengan rapih, teratur dan indah terlihatnya. Tetapi resiko yang harus dihadapi sistem sebagus apapun tidak bisa memuaskan semua fihak. Sehingga kalau kita berfikir rasional dan realistis, kita harus memberikan apresiasi meskipun hal itu kita yang terkena dampak ketidak nyamanan, misalnya anak kita yang termasuk tidak diterima…

Kesepuluh:

Kami mengetuk hati kepada siapa saja yang masih peduli terhadap pendidikan, untuk membangun 1001 model assyifa laiinya bukanlah personalan yang sulit, masalahnya mau atau tidak, peduli atau tidak. Kami melihat banyak lembaga pendidikan lain yang potensi dan peluangnya jauh lebih besar dari Assyifa..dan inilah faktanya lembaga lain itu :

  1. Pengalaman lebih panjang, sementara assyifa baru 9 tahun
  2. SDM berkualitas dan berpengalaman, sementara di assyifa lebih banyak ABG

nya…

  1. Para ownernya punya Kaliber international, dikenal di manca Negara..sehingga

sehingga punya lobby yang kuat dalam pencariaan dana. Sementara Assyifa sangat terbatas akses luar negerinya.

  1. Donaturnya dari berbagai Negara khususnya timur tengah. Sementara assyifa

donaturnya lebih banyak dari satu Negara saja.

Jika kita tidak peduli dan tidak mau, maka dengan mudah mencari 1001 alasan untuk mengatakan sulit, tetapi kalo kita mau dan peduli akan ada 1001 jalan dan peluang untuk merealisasikannya…  Jadi modalnya adalah Kamauaan dan Kepedulian…

Kesebelas :

Semakin menambah kepercayaan kita akan janji Allah yang begitu banyak. Bahwa Allah akan memberi jalan keluar bagi orang yang bertakwa (Q.S 65 : 2 ),  Allah akan menolong bagi siapa saja yang menolong agamanya (Q.S 47 : 12 ),  Allah akan memberikan jalan jalanNya bagi siapa saja yang mau serius berjuan dijalanNya(Q.S 29 : 69).  Allah akan menurunkan pintu keberkahan dari langit dan bumi untuk hambanya yang beriman dan bertakwa (Q.S. 7 : 96 )

Maka tidak perlu ragu-ragu lagi ketika ketika kita ingin berbuat kebaikan, terutama ketika kita mau mepertahankan Visi kerakyatan dan Keummatan, terutama dalam menetapkan Biaya Pendidikan yang dibebankan kepada Orang Tua Murid.

Keduabelas :

Hitungan matematis itu penting, untuk mengkalkulasi biaya pendidikan, tetapi tidak kemudian kita menjadi seorang yang matrialistis, tidak percaya kepada pertolongan Allah SWT, ketika kita ingin membantu sesama saudara kita. Jangan menjadikan hitungan matematis sebagai satu satunya standar untuk menetapkan pembiayaan. Apalagi ketika kita berbicara pendidikan yang jelas jelas sebuah aktifitas soasial kemanusiaan, yang dikelola oleh lembaga Nirlaba atau Non profit.

Jangan menuggu pertolongan Allah secara Riil sebelum kita mencoba memenuhi syarat-syarat yang telah Allah Tetapkan terhadap janji-janjinya, karena semua janji Allah SWT bersyarat. Mudah-mudahan kita terhindar  dari sifat kaum Nabi Musa sangat matrialistik empirik, mereka baru mau percaya Tuhan kalau sudah dilihat dengan mata kepala sendiri

(Q.S. 2 : 55 )

Subang,  10 Jumadil Awal  1437 H

19 Februrari  2016-02-18

by : Abdullah Muadz
Bumi langit dan semua isi yang terkandung didalamnya termasuk diri kita adalah milik Allah SWT milik Allah, ayatnya begitu banyak silahkan buka Al-Qur’an lagi…

Manusia bukan pemilik, lahir ke dunia tanpa selembar benangpun, mati juga hanya membawa kain kafan. Tidak sepantasnya punya obsesi untuk memiliki sesuatu. Kebahagiaan dan kenikmatan tidak harus dengan jalan memiliki.

Yang paling menikmati rumah megah dan mewah mungkin para pembantunya..
Yang paling manikmati villa-vila mewah mungkin para penjaganya, ,
Yang paling menikmati gonta ganti mobil mungkin para da’i atau penceramah dengan jemputan panitianya. Jadi ketika kita bisa menikmati sesuatu tidak harus berfikir memiliki..

Berbagai kasus konflik dari yang kecil misalnya rebutan waris, sampai yang paling besar perang antar negara, sebagian besar sebabnya adalah soal kepemilikan..
Rusaknya persaudaraan, ributnya organisasi, pecahnya kongsi dagang, sebagian besar adalah karna soal kepemilikan, ,

Sebaliknya kebahagiaan banyak didapatkan sebagian besar oleh orang yang tidak memiliki apa apa.. lihat fakta sejarah. Kematian tragis dan mengenaskan atau kisah-kisah tragis sebagian besar adalah orang yang banyak memiliki apa apa.

Konflik pertama yang menjadi tragedi manusia angkatan pertama anak-anak Nabi Adam adalah soal kepemilikan. Penyakit hasad bisa menghanguskan semua amal kita, berasal dari paradigma yang salah soal kepemilikan.

Akankah kita lari dari fakta-fakta tersebut ? disisi lain ada manusia yang rela diatur oleh ideologi sosialis yang meniadakan sebagian besar hak kepemilikan. Ideologi sosialis memang bertentangan dengan islam karena menutup fitrah manusia yang ingin memiliki, tetapi itu adalah sebuah fakta pilihan untuk menekan kesenjangan, dengan cara diluar Islam. Terbukti dapat mengatasi kesenjangan dan meredam konflik masyarakatnya

Islam tidak membatasi hak kepemilikan, kecuali yang memang sudah dibatasi Allah SWT melalui kitab suciNya, karena itu adalah fitrah manusia ingin memiliki, sepanjang cara pendapatkannya, cara pengeluarannya, dan bagian-bagian kewajiban terhadap hartanya dipenuhi..

Tetapi Islam juga tidak menutup orang yang ingin mengambil jalan hidup sederhana seperti Rasulullaah membiarkan gaya hidup Abu Zar al-Ghifari. Sementara itu Rasulullaah sendiri sebagai kepala negara sampai akhir hayatnya mengambil jalan hidup sederhana. Padahal Beliau pernah menjadi pedagang sukses yang kaya raya, terbukti dengan emas kawin yang diberikan kepada Khodijah yang luarr biasa..

Tetapi setelah diutus menjadi rasul dan sekaigus menjadi publik figur, Beliau mencontohkan gaya hidup sederhana. Sebagai kepala negara beliau sering kelaparan, sering ganjal perut dengan batu pakai ikat pinggang, pernah solat rakaat berikutnya gak kuat berdiri karena menahan lapar, pernah puasa sunnah niatnya baru siang karena tidak makanan siang, , dll

Seorang Umar bin khottob mantan preman, harusnya tegar, tetapi bisa nangis tersedu ketika masuk kedalam rumah Rasulullah, kepala negara yang tidak punya apa-apa kecuali baju perang dan tiker dari pelepah kurma,

Rasulullah meninggal sebagai kepala negara tidak banyak mewariskan harta benda kepada anak anaknya. Sekedar memenuhi permintaan anaknya Fathimah untuk memiliki pembantu, untuk menumbuk tepung gandum, karena tangannya lecet, Beliaupun menolak.
Kita akan mendapat deretan cerita panjang orang-orang yang mencari kebahagiaan dengan jalan mengambil cara hidup sederhana. Masihkah kita ragu ?

Semakin banyak yang kita miliki, semakin banyak beban fikiran yang harus kita tanggung, baik untuk menjaga, melindungi, melengkapi, merawat, memelihara, menggunakan, membelanjakan, mangatur, memanfaatkan, membagi, mewariskan, mempertanggung jawabkan, dan segudang beban lainnya…

Kebahagiaan, kesedihan, itu ada dihati, semantara panca indra dan akal fikiran yang akan terus memberi masukan-masukan kepada hati untuk bisa mengolah sebagai bahan pertimbangan. Jika bahan masukannya lebih banyak beban-beban fikiran serta rangsangan Indra yang berhadapan dengan serba materi, maka bisa dipastikan hati akan tidak kuat mengolah untuk mencari rumus kebahagiaan yang sejati. Kareana semua akan menuntut, tanpa ada ujungnya…

Begitu mata melihat baju, maka fikiran yang berkembang memenuhi tuntutan baju mulai dari Mesin cuci, ember, sikat, gayung, keran, selang, mesin pompa air, sabun cuci, cairan pewangi, jemuran, jepitan, hanger, keranjang, sterika, meja sterika, lemari pakaian, kamper, jarum, benang, mesin jahit, motor pengerak mesin, listri dan seterusnya…. tanpa akhir, tanpa ujung, terus menuntut…

Jadi dimana letaknya kebahagiaan.. itu.???

Kesuksesan abadi adalah kesuksesan dunia dan akhirat. Barang siapa buta hatinya di dunia niscaya akan lebih buta di akhirat. Untuk itu, membangun diri harus dimulai dengan kesuksesan dunia. Desain sukses harus dimulai dengan …

1.       Kita dengan diri kita.

Yaitu dengan mengembangkan potensi spiritual, Emisonal, Intelektual, Fisik dan menguasaai Teknologi terapan pada berbagai bidang yang kita butuhkan. Kata kunci sukses pada wilayah ini adalah integritas, dan pada puncak sukses posisi kita pada wilayah ini berupa karakter Shalih.

Kata kunci : Spiritual, Emosional, Intelektual, Fisik, Integritas, Shalih.

2.       Kita dengan orang lain

Yaitu Bagaimana kemampuan kita dalam melakukan komunikasi untuk menyampaikan ide dan mempengaruhi mereka, Kenyamanan dan kesuksesan dengan orang lain dimulai dengan dari keluarga dan masyarakat sosial kita. Setelah lingkungan prima kita sukses, maka kita membangun tim  hingga memperoleh kesuksesan. Sukses tanpa proses regenerasi dan dakwah, maka akan berusia pendek.

Untuk sukses jangka panjang, maka kita memerlukan proses pembinaan sumber daya manusia, regenerasi, learning dan menyiapkan insfratruktur pendidikan yang kuat. Kata kunci kesuksesan pada wilayah ini  adalah bekerja dengan sinergi. Hidup ini harus sinergi dan menghasilkan sesuatu yang positif, dan puncak sukses posisi kita adalah sebagai pemimpin.

Kata kunci : Komunikasi, keluarga-Sosial, Tim, Regenerasi, Sinergi, Kepemimpinan.

3.       Kita dengan lembaga

Yaitu bagaimana kemampuan kita dalam bekerja dilembaga kita. Kita harus mampu mengelola system organisasi dan manajemen kelembagaan kita, yaitu arah dan strategis transformasi organisasi. Desain arah dan strategi akan berjalan jika kita memiliki sumber daya, sehingga kemampuan menyiapkan dan mengelola sumber daya yang kita butuhkan menjadi sangat vital. Dengan sumber daya yang berkualitas, kita melakukan kegiatan produksi yang dapat menghasilkan produk, baik itu barang maupun jasa. Setelah produk yang berkualitas kita miliki, maka kemampuan pemasaran untuk menjual produk menjadi indicator keberhasilan yang  penting. Inilah puncak nafiun lighairihi dari aspek kelembagaan.

Kata Kunci : Organisasi Sumber Daya, Produksi, Pemasaran, Teknologi, Profesional.

Mengubah kondisi menjadi peluang sukses

Sesungguhnya, bersama kesulitan itu adan kemudahan (QS.alam nasyrah,94:5-6). Kita harus mampu mengubah kondisi dan tantangan menjadi peluang. Kondisi yang diistilahkan dengan Change, Challenge, Complexity, Crowded, Un-Certanty, Conflict, kami beri nama dengan cincin millennium, karena bagaikan atmosfer yang melingkari bumi yang hanya dapat dilewati kecuali dengan kekuatan. Untuk meraih kesuksesan pada wilayah tersebut hingga memperoleh kesuksesan akhir, kita memerlukan mutu dan kekuatan dalam bekerja (QS.Ar-rahman,55:33).

Sukses bukanlah sesuatu yang mudah diperoleh, karena kondisi eksternal organisasi sangat menantang, sehingga diperlukan mutu kerja yang tinggi agar kita dapat meraih peluang yang kita harapkan. Ada kondisi eksternal yang terlihat adalah syaithan, penggoda abadi dan musuh sebenarnya manusia. Dia tidaki terlihat tetapi ada. Sebagaimana keberadaan Allah yang tidak terlihat tetapi ada. Hanya konsep Ihsan yang dapat meraih sukses, itulah kekuatan sipiritual yang menjadi dasar dari segala kekuatan kita.

Jadi, Model TRUSTCO adalah salah satu alternative untuk mendapatkan sukses dalam mengembangkan diri, penerapan tim, dan lembaga. Sebagai Kunci keseluruhan , untuk  mudah mengingat model TRUSTCO, selalu bekerjalan dengan :

·         Kerja Ikhlas ; Spiritual

·         Kerja Mawas ; Emosional

·         Kerja Cerdas ; Intelektual

·         Kerja Keras ; Fisik

·         Kerja Tuntas ; Profesional

Kata Kunci Sukses

True, kebenaran, Spiritual

Untuk mengembangkan manusia kita perlu menguatkan nilai, system nilai dan keyakinan yang kuat dalam dirinya. Landasan keyakinan yang paling kuat dapat digali dari nilai-nilai spiritual. Kerja Ikhlas.

Responsible, Tanggung jawab, Emosional

Banyak orang yang telah mengerti kebenaran, namun kita harus menumbuhkan tanggung jawab untuk membuat seseorang lebih sukses. Tanggung jawab merupakan puncak kesadaran emosi yang  harus dibangun. Hasilnya akan terbentuk pengendalian diri . Kerja Mawas.

Unique, Berbeda, Kreativitas, Intelektual

Kita harus membangun manusia diatas kekuatan intelektual untuk dapat menghasilkan konsep, ide yang baru, unik dan lebih menarik, sesuatu yang lebih efektif, efisien. Kerja Cerdas

Sacrifice, Pengorbanan, Fisik

Ide dan keyakinan belum dihitung sebagai kerja, karena puncak kerja pada amal. Seluruh konsep harus dapat diwujudkan dalam amal nyata.Puncak ilmu adalah amal, sehingga kita hrus beramal dan berkorban untuk mewujudkan cita-cita. Kerja Keras

Technology, Penerapan Ilmu, Teknologi

Kita memerlukan kemampuan penguasaan, penerapan dan pengembangan teknologi dalam berbagai bidang.Teknologi yang paling universal adalah manajemen, karena manusia sebagai Khalifah. Kerja Tuntas

Condition, Kondisi, keadaan lingkungan Sosial

Kondisi lingkungan social manusia penuh dengan tantangan, dinamis, tidak menentu, penuh persaingan, dan tidak dapat dipastikan. Kondisi inilah yang memaksa kita untuk melakukan amal dengan baik dan professional.

Opportunities, Peluang, Sukses Dunia Akhirat.

Untuk dapat mengubah kondisi menjadi peluang sesuai dengan cita –cita atau obsesi kita,maka diperlukan pribadi yang memiliki karakter TRUST di atas. Kita harus bekerja dengan standar mutu untuk meraih sukses

Sumber utama perubahan pribadi dapat berasal dari banyak hal, dua diantara nya adalah penderitaan (Khauf) dan ilmu (Informasi) serta keyakinan mendalam yang dapat menyadarkan seseorang untuk mendambakan sesuatu (Raja’) yaitu rasa takut-Cemas dan rasa harap-Bahagia.

Penderitaan yang berasal dari kekecewaan, kecemasan, kegagalan, kematian, hubungan yang putus dengan keluarga atau temen, sikap percaya yang di langgar, kelemahan pribadi yang disadari, ketawaran hati, kebosanan, ketidakpuasan, kesehatan yang lemah, kecacatan fisik, akibat keputusan yang buruk, kesepian, ketakutan, tekanan leuangan, ketidakamanan pekerjaan, ketidakseimbangan hidup.

Hal-hal tersebut diatas  akan mampu menyebabkan perubahan besar dalam diri seseorang. Umumnya potensi yang luar biasa akan muncul ketika dalam kondisi yang terdesak, semua akan mungkin. Jika kita tidak merasakan penderitaan, jarang kita termotivasi untuk melakukan hal-hal yang besar.

Rasa takut yang mendalam juga dapat mendorong seseorang untuk melakukan pekerjaan, dan kreativitas akan mumcul. Ingatlah Siksa neraka, bayangkan neraka itu ada dan siksa yang sangat pedih atas diri kita. Semuanya akan mampu menggerakan diri kita secara luar biasa.

Rasa harap juga mampu mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Ingatlah, ketika seorang remaja jatuh cinta, maka mereka siap berkorban. Bayangkan sekuat tenaga kita. Bahwa kita berharap bertemu dengan Allah swt di surge, dan relakan diri kita untuk siap berkorban demi memenuhi harapan yang kita nantikan. Semua tergantung kekuatan imajinasi kita, karena itulah nilai-nilai yang ghaib seperti surge dan neraka harus mampu kita hadirkan dengan utuh dalam  keyakinan dan mimpi kita. Miliki kekuatan untuk perubahan.

SYI’AR DZULHIJJAH 1436 H

YAYASAN AS-SYIFA AL-KHOERIYYAH

A -KHATIB IDUL ADHA                : H.LALU AGUS PUJIARTHA,.MA

– IMAM SHALAT IDUL ADHA  : UST.AHMAD DURAJAT

 

B. – PRAKTEK PENYEMBELIHAN SYAR’I UNTUK PARA MURID

– LOMBA KREATIF

– DISTRIBUSI DAGING QURBAN KE MASYARAKAT SEKITAR

 

#PANITIA QURBAN 1436 H#

 

 

Mari Ber-Qurban, Mari Bahagiakan sesama, Bersama As Syifa Peduli ” Berbagi Kepedulian Menebar Senyuman”.

Rincian Donasi Tebar Qurban Peduli :

Domba :

Type A                  : Berat (Kg) : 23 – 24 Kg   Harga : Rp. 2.250.000 = Domba Bertanduk

Type Standar     : Berat (Kg) : 25 – 28 Kg   Harga : Rp. 2.425.000 = Domba Bertanduk

Type Premium : Berat (Kg) : 29 – 32 Kg   Harga : Rp. 2.575.000 = Domba Bertanduk

Type Super         : Berat (Kg) : 33 – 35 Kg   Harga : Rp. 3.075.000 = Domba Bertanduk

Type Istimewa : Berat (Kg) : 36 – 38 Kg   Harga : Rp. 3.425.000 = Domba Bertanduk

 

Sapi :

Type A                  : Berat (Kg) : 200 – 250 Kg              Harga : Rp. 15.750.000 = Sapi PO / Cross

Type Standar     : Berat (Kg) : 251 – 300 Kg              Harga : Rp. 17.750.000 = Sapi PO / Cross

Type Premium : Berat (Kg) : 301 – 350 Kg              Harga : Rp. 18.750.000 = Sapi PO / Cross / Bali

Type Super         : Berat (Kg) : 351 – 400 Kg              Harga : Rp. 21.250.000 = Sapi PO / Cross / Bali

Type Istimewa : Berat (Kg) : 401 – 450 Kg              Harga : Rp. 23.250.000 = Sapi PO / Simental / Limousin

 

*) biaya donasi di atas sudah termasuk biaya operasional perawatan, penyembelihan dan pendistribusian

 

Salurkan Donasi Qurban anda melalui Rekening :

  • BSM Kcp. Subang No Rek : 7020373061 a.n As Syifa Peduli
  • BNI Cab. Subang No Rek : 0300169422 a.n As Syifa Peduli

 

Konfirmasi Donasi via SMS ke : 085624703801

Mari kita meriahkan HUT RI yang ke 70 dengan berbagai perlombaan diantaranya:

akan dilaksanakan hari:

Senin, 17 Agustus 2015

Jam : 07.00 – selesai

Tempat : Area Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah

Jenis Perlombaan

1. Translate Brosur As-Syifa  (Arab & Inggris)

2. Futsal

3. Paper Craft

4. Bakiak

5. Seni Bela Diri

6. Panjat Pinang

7. Bola Tangan

8. Masukan Benang ke Jarum

9. Memasukan belut ke botol

10. Cerpen & Puisi

11. Lagu Nasional & Bebas

Dan Menangkan Hadiah menarik

 

Diikuti Oleh Seluruh Guru & Karyawan

Sukseskan HUT RI ke 70 (keluarga Besar As-Syifa Al-Khoeriyyah)

Hari/Tanggal : Rabu, 29 Juli 2015 M / 13 Syawal 1436 H

Waktu              : 08.00 s/d selesai

Tempat            : Halaman SMAIT Putra (Samping Gor)

Tema                : Family Gathering Keluarga Besar Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah “Culinary Festival”

http://alshifacharity.com/

End of Mind

Dunia adalah tempat menanam, barangsiapa ingin mendapatkan sukses negeri akhirat, maka harus menyiapka diri ketika di dunia. Pada QS Al Mukminuun,23:1-11, diterangkan ciri-ciri orang mukmin shalih yang akan mendapatkan sukses negeri akhirat, yaitu memiliki ciri-ciri sewaktu di dunia adalah sebagai berikut :

1.       Kekuatan Spiritual

Orang yang akan masuk surge hanyalah orang yang khusuk dalam shalatnya. Dia akan memiliki kemampuan imajinasi positif untuk membayangkan bahwa : Allah itu ada, surga itu ada, neraka itu ada, malaikat itu ada, siksa padang mahsyar itu ada, siksa kubur itu ada, dan perjumpaan dengan Allah itu sesuatu yang pasti. Nilai-nilai asasi yang harus dimilki seseorang agar memiliki kekuatan spiritual meliputi :

·         Keseluruhan akidah (salimul ‘aqidah-rukun iman)

·         Kebenaran ibadah (shahihul ibadah-rukun islam)

·         Sifat ihsan dalam bentuk kekokohan akhlak (matinul khuluq).

Ihsan adalah engkau menyembah (percaya dan mengabdikan diri) kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, sekalipun engkau tidak melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu. (Hadist Shahih Muslim No.2)

2.       Amal Shalih

Orang yang akan masuk surga hanyalah orang yang menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak memiliki manfaat.(laghwi). Jadi, dia selalu melakukan pekerjaan, baik amal maupun ucapannya selalu produktif dan bermanfaat. Seorang muslim harus dapat bekerja dengan konsep efektivitas, efisiensi, dan optimal. Untuk dapat bkerja dengan konsep tersebut, maka seorang muslim harus memiliki wawasan yang luas (mutsaqaful fikr) terhadap berbagai disiplin ilmu yang diperlukan.

Seorang muslim harus mampu memanfaatkan seluruh sumber daya dan memperbaiki system secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dalam bekerja dan melakukan teknoligi transformasi  dari input (sumber daya) mampu melakukan optimalisasi teknik. Seluruh proses kegiatan dan amal dikalkulasikan untung ruginya, dengan cermat, tidak ada nilai nilai yang mubazir. Seorang muslim harus mampu melakukan sinergisitas dalam memanfaatkan potensi yang ada.

Dengan menerapkan tehnik manajemen untuk memperoleh nilai-nilai efektivitas,efisiensi dan optimalisasi, maka kerja akan dapat memberikan berkah untuk diri dan pelanggan. Pelanggan dalam beramal dapat berupa keluarga, oranglain, lembaga, atau masyarakat. Konsep produksi dan kerja dalam islam dapat menggunakan teknologi yang menghindarkan nilai mubazirm yaitu prinsip produksi dengan :

·         High profit production

·         High utilities production.

·         Zero defect production

·         Low cost production

·         Low reject rate production.

Dengan demikian, konsep menjauhi perkataan dan perbuatan mubazir dapat terwujud. Jadi, untuk beramal shalih dan mendapatkan produktivitas tanpa mubazier, maka diperlukan kemempuan manajemen diri (munazham fi syu’nihi) dan manajemen waktu (haritsun ‘ala waqtihi).

3.       Kepekaan Sosial.

Orang yang masuk surga hanyalah orang yang menunaikan zakat. Orang paling baik adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain (nafiun lighairihi), dan kemampuan seseorang  membayar zakat adalah wujud bermanfaatnya seseorang bagi orang lain. Orang yang mampu menunaikan zakat dengan baik hanyalah mereka yang memiliki kepekaan sosisal yang tinggi, memiliki harta dan memiliki kekuatan spiritual. Untuk itu seorang muslim harus mampu hidup dengan kecukupan agar dapat memberi berkah kepada orang lain (Qadirun ala kasbi). Untuk mampu hidup dengan baik, maka kita harus membekali diri dengan berbagai keterampilan hidup (life skill) sesuai dengan wilayah zaman saat kita hidup.

Kita hidup harus mau peduli dan memiliki empati kepada orang lain, keluarga, tim, dan seluruh anggota dalam berorganisasi. Kita harus mampu merasakan bagaimana perasaan sahabat dan anggota tim kita. Orang yang dapat melayani sepenuh hati kepada tamu, orang tua, anak, istri,sahabat, masyarakat hanyalah mereka yang memilki kepekaan bathin yang tinggi . Kemampuan komunikasi kepada seluruh orang yang bersama kita menjadi keharusan untuk dimilki.

Kepekaan social dapat diasah dengan intensitas bergaul bersama orang yang berstatus lebih rendah dari pada kita secara kontinyu. Jika kita selalu melihat hanya pada sekumpulan orang yang berstatus di atas kita, maka kepekaan social akan menjadi berkurang. Untuk itu, kita harus memilki konsep yang kita tanamkan dalam diri tentang pelayan sepenuh hati, pelayanan yang penuh kasih. Ingat, kita masuk surga karena justru karena adanya yatim piatu, kesulitan orang, dan kesengsaraan orang. Dengan kondisi buruk itulah kemudian kita beramal dan diterima Allah SWT.

4.       Kredibilitas Moral

Oramg yang akan masuk surga hanyalah orang yang dapat menjaga dan meyalurkan kebutuhan seksualnya dengan benar, memiliki pasangan hidup yang sah dan tidak berzina.Prediksi masa depan penyakit seksual dan moral semakin meningkat. Ini merupakan indicator kegagalan seseorang dalam mengendalikan dorongan kebutuhan seksual yang begitu hebat. Bahwa kesuksesan seseorang tidak dipengaruhi oleh kekuatan intelktual mereka.

Melainkan kekuatan emosional dan moral mereka. Orang yang cerdas adalah mereka yang dapat mengendalikan hawa nafsunya dan mampu berpikir ke depan hingga pasca kematian, dan tidak hanya berangan-angan tentang masa depan (Hadist). Untuk dapat sukses dalam kredibilats moral, maka kita membutuhkan kemampuan bermujahadah terhadap diri sendiri, kemampuan disiplin diri, dan pengendalian diri (mujahiduna li nafsihi)

5.       Memenuhi Amanah : Kepemimpinan Sosial

Orang yang akan masuk surga hanyalah orang yang dapat memenuhi apa yang telah diamanahkan kepadanya. Amanah adalah sesuatu yang harus dikerjakan bukan karena kemauan diri sendiri  saja, melainkan sudah menjadi kebutuhan standar sosial. Seseorang yang bekerja dikantor, tentunya mendapatkan amanah mengelola keuangan.

Seseorang yang ditunjuk menjadi pemimpin, dia akan mendapatkan amanah untuk mengelola sumber daya demi kemakmuran rakyatnya. Seseorang yang ingin mendapatkan sukses akhirat, maka harus mampu memenuhi  apa yang diamanahkan kepadanya, ini adalah nilai-nilai kepemimpinan social. Untuk dapat memenuhi amanah, maka sangat diperlukan disiplin tinggi dan penuh kesadaran. Seseorang akan dapat menjaga amanahnya dengan baik jika memiliki soliditas moral dan spiritual. Ingat, bahwa salah satu ciri orang munafik yaitu apabila dia diberi amanah dia ingkar, dan orang munafik tempatnya dikerak neraka

6.       Memenuhi Janji (Integritas)

Orang yang akan masuk surga hanyalah mereka yang dapat memenuhi janjinya dengan baik. Janji adalah sesuatu harus dikerjakan karena konsekuensi terhadap apa yang telah disetujui atau diikrarkan oleh diri nya sendiri. Ingat, salah satu ciri orang munafik adalah apabila berkata (janji) maka dia berbohong. Seseorang yang ingin mendapatkan sukses akhirat maka harus mampu memenuhi apa yang telah ia janjikan. Untuk dapat memenuhi janji, maka sangat diperlukan pengetahuan dan prediksi cukup tinggi, yaitu apakah dia sanggup melaksanakannya atau tidak.

Janjihanya dapat dipenuhi jika kita memeiliki kebiasaan disiplin tinggi. Janji dapat dipenuhi dengan baik jika melakukan janji dengan penuh kesdaran. Iman kita mengalami kondisi naik turun, Rasulullah Saw mengatakan “al imanu yazid way ankus”, sehingga kita harus mampu dan selalu menyegerakan janji kita untuk dapat selalu konsisten terhadap apa yang kita janjikan, Seseorang akan dapat menjaga janjinya dengan baik jika memiliki soliditas moral dan spiritual.

Kata kunci yang harus kita miliki adalah integritas diri, yaitu kesatuan antar keyakinan, ucapan dan tindakan. Integritas merupakan wujud dari sehatnya prinsip moral, sifat keutamaan yang tidak membusuk, terutama dalam hubungan dalam kebenaran dan perlakuan adil, kejujuran, ketulusan, dan keikhlasan. Integritas merupakan landasan kepercayaan, dan kepercayaan diperlukan untuk memperoleh kesuksesan dalam tim dan organisasi.

7.       Konsisten : Program Menjaga Mutu Amal

Orang yang akan masuk surge hanyalah orang yang mampu memelihara (Istiqomah) shalat. Untuk mendapatkan sukses dengan mutu tinggi, maka kita harus bekerja secara konsisten atau memiliki karakter : “Small, Continuous, and improvement” Bekerja memulai dari yang kecil-kecil, tetapi secara terus menerus  dan sambil meningkatkan diri untuk mencapai kualitas prima. Dalam manajemen kita mengenal tehnik benchmarking, yaitu suatu tehnik untuk mendapatkan sukses, maka lembaga atau seseorang harus mencari model (qudwa) secara terus menerus. Lembaga atau diri kita dapat dibandingkan dengan lembaga model sapai kita kuasi, dari proses penguasaan menuju proses penerapan yang kita sebut sebagai benchlearning. Dengan adanya program benchmarking dan benchkearning, kita akan meniru model (qudwah) yang telah kita pilih.

NAMA DAN TEMA PROGRAM

Untuk Ramadhan Tahun 1436 H / 2015 M, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menamakan program kegiatannya dengan nama “ Indahnya Ramadhan di Bumi Peradaban”.

Adapun tema besarnya adalah : “Berbagi Sepenuh Hati, Raih Keberkahan Ilahi

Sebuah refleksi dari Firman Allah SWT :

MAKSUD DAN TUJUAN PROGRAM

“Indahnya Ramadhan di Bumi Peradaban” merupakan program sosial-kemasyarakatan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah yang memiliki maksud :

  1. Terselenggaranya kegiatan sosial-keagamaan yang berkenaan dengan momentum bulan suci Ramadhan
  2. Terhimpunnya segenap sumber daya kebajikan dari berbagai kalangan, baik perusahaan, pemerintah maupun perorangan.
  3. Terdistribusikannya segenap potensi yang terhimpun, baik berupa benda, barang, maupun fasilitas pendukung lainnya secara sinergis, terarah, dan tepat sasaran.

Adapun program “Indahnya Ramadhan di Bumi Peradaban”bertujuan untuk :

  1. Menumbuhkembangkan solidaritas dan kesetiakawanan sosial ditengah-tengah masyarakat, baik korporasi, komunitas, maupun individu agar menjadikan Ramadhan sebagai milik bersama.
  2. Menguatkan budaya ta’awun (saling membantu) dalam bentuk pelibatan langsung (partisipatif) dari seluruh pihak agar dapat dirasakan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat.

Menstimulasi masyarakat penerima manfaat agar memperoleh energi positif dalam meningkatkan kepekaan sosial sehingga mampu menggerakkan dan mendayagunakan potensinya untuk berbagi dengan sesama dikemudian hari.

JENIS DAN BENTUK PROGRAM

  1. TARHIB RAMADHAN

1. Jalan Sehat Sambut Ramadhan

2. Tabligh Akbar

3. Mendistribusikan Buletin Ramadhan dan Jadwal Imsakiyah

– Target penerima manfa’at : Minimal 2500 Orang

– Waktu Pelaksanaan : Senin, 27 Sya’ban 1436 H / 15 Juni 2015 M

 

  1. IFTHOR JAMA’I

Peserta Iftor Jama’I :

  1. Komunitas anak yatim
  2. Dhuafa
  3. Pekerja informal
  4. Lansia, dll

Target penerima manfaat :

30.000 orang di 100 titik kegiatan di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat

Waktu pelaksanaan :

Tanggal 3 – 20 Ramadhan 1436 H / 20 Juni – 7 Juli 2015 M

 

  1. HADIAH AL-QURAN ( Hadiah-Qu )
  • Target penerima manfaat :

Minimal 1500 Mushaf untuk 100 titik komunitas penerima manfaat di kabupaten Subang.

  • Waktu pelaksanaan:

Disesuaikan dengan kegiatan Ansyithah Ramadhan.

 

  1. PESANTREN UMMAHAT ( Majlis Ta’lim )
  • Peserta :

Komunitas perempuan / Majelis ta’lim ummahat

– Target penerima manfaat :

Minimal 30 komunitas perempuan/ majelis ta’lim Ummahat Se-Wilayah Subang Selatan.

  • Waktu pelaksanaan :

Tanggal 2 – 4 Ramadhan 1436 H/ 19 – 21 Juni 2015 M

 

  1. PESANTREN SANLATIF
  • Peserta : Pelajar usia TK – SD
  • Target : Minimal 100 peserta
  • Waktu : Tanggal 5 – 7 Ramadhan 1436 H/ 22 – 24 Juni 2015 M

 

  1. PESANTREN TARUNA
  • Peserta : Pelajar usia SMP – SMA/ Sederajat
  • Target : Minimal 100 peserta
  • Waktu : Tanggal 9 – 11 Ramadhan 1436 H/ 26 – 28 Juni 2015

 

  1. MADRASAH RAMADHAN
  • Peserta :

Keluarga besar & masyarakat umum

 

  • Waktu pelaksanaan :

Tanggal 14 Sya’ban – 22 Ramadhan 1436 H/ 1 Juni – 9 Juli 2015 M

 

  • Tempat :

Masjid As-Suwaidy, Masjid An-Nur, Masjid AD-Duha, Masjid Umar bin Al-Khattab

 

  1. ELSHIFA RAMADHAN CHANNEL

 – Wilayah jangkauan :

Subang, Lembang, Sumedang, Indramayu, Cikampek, dan Purwakarta.

 

  • Waktu pelaksanaan :

Tanggal 25 Sya’ban s/d 30 Ramadhan 1436 H

  1. TARAWIH KELILING (TARLING)

 

  • Target peserta : masyarakat umum
  • Frekuensi : 7 Kali
  • Waktu pelaksanaan : Tanggal 5 – 20 Ramadhan 1436 H / 22 Juni – 7 Juli 2015 M

 

  1. KADO LEBARAN

 

      • Peserta sasaran                 : Yatim dan Dhuafa
      • Target penerima : minimal 3500 orang

Waktu pelaksanaan : Tanggal 21-29 Ramadhan 1435 H / 19-27 Juli 201

5

 11. PESANTREN EKSEKUTIF

  • Peserta                 : Pelajar usia SMP – SMA/ Sederajat
  • Target : Minimal 100 peserta
  • Waktu : Tanggal 16 – 18 Ramadhan 1436 H/ 3 – 5 Juli 2015

Yayasan As Syifa Al Khoeriyyah kembali mengadakan sebuah pelatihan untuk meningkatkan kulitas SDM. Di bawah koordinasi As Syifa Boarding School, kegiatan ini diselenggarakan selama 2 hari berturut-turut, yaitu Senin – Selasa (8-9/ 06/ 2015).

Menurut Ust. Suryono, S.Pd., selaku penanggungjawab program, bahwa pelatihan ini adalah sarana untuk meningkatkan kualitas SDM yang unggul terutama bagi Guru Tahfidz Quran. Untuk itu kemampuan dan pemahaman akan Metodologi Pembelajaran Menghafal Al Qur’an menjadi satu hal yang penting dikuasai.

Lebih lanjut, Ust. Suryono menjelaskan bahwa di pelatihan kali ini akan memberikan bekal tentang pengajaran Tahfidzul Quran dengan Metodologi Karantina Al Qur’an. Dengan sistem karantina ini diharapkan setiap smesternya mendorong murid untuk mencapai target Tahfidz minimal 10 juz setelah lulus SMP/ SMA IT As Syifa Boarding School.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Profesi SDM Guru Tahfidz dalam memberikan pembinaan menghafal al Qur’an, serta mempersiapkan Guru Tahfidz dalam menghadapi pelaksanaan sistem pengajaran Al Qur’an tahun ajaran 2015-2016. Adapun program ini dibimbing sepenuhnya oleh Asatidz dari Yayasan Karantina Tahfidz Nasional (YKTN) pimpinan Ust. Ma’mun Al Qurtuby (alhafidz).

(*NIS/ Humas Yys)