Posts

Perhatikanlah  .. Renungkanlah.. dan Gunakanlah..

Rambu-Rambu Untuk Sukses – Sekecil apa pun kesempatan yang tersedia bagi Anda, manfaatkanlah! Sebesar apa pun penghalang di depan Anda, loncatilah!Marshall Field, salah seorang pebisnis paling sukses di dunia, menceritakan rahasia suksesnya yang kemudian disebut sebagai “10 Petunjuk Sukses Marshall Field”, yaitu:
index1. Nilai waktu, jangan membuang-buangnya
George Downing pernah mengatakan, “Istilah tidak ada waktu jarang selalu merupakan alasan yang jujur karena pada dasarnya kita semua memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat.” Hari ini, sudahkah kita memaksimalkan waktu yang ada untuk menghasilkan karya terbaik untuk kelangsungan masa depan kita?

2. Nilai kegigihan, jangan menyerah
Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kita jatuh. Sang pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang menyerah tidak akan pernah menang. Jadi, putuskanlah untuk menjadi pemenang sejati dan jangan biarkan apa pun mengalahkan kita.

3. Kenikmatan kerja keras, jangan malas
Si pemalas dibunuh oleh keinginannya karena tangannya enggan bekerja. Dan, tangan yang lamban membuat miskin. Akan tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Jangan pernah menunda apa yang seharusnya kita lakukan hari ini sebelum datang penyesalan yang tiada akhir.

4. Martabat kesederhanaan, jangan memperumit
Hidup ini sudah sulit. Jadi jangan mempersulitnya lagi dengan mengisi hari-hari kita dengan keraguan dan kekhawatiran. Janganlah kita khawatir akan hari esok karena esok memiliki kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

5. Harga watak, jangan curang
Johan Wolfgang Goethe mengatakan, “Manusia bisa berbuat salah, tetapi berpura-pura itulah yang sebenarnya menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan.”

6. Kekuatan budi baik, jangan masa bodoh
“Orang tidak peduli berapa banyak yang Anda ketahui sampai mereka mengetahui berapa banyak Anda peduli,” demikian ungkap John C. Maxwell. Kita tak dapat hidup seorang diri di dunia ini. Oleh karena itu belajarlah untuk bersosialisasi dengan sesama. Berikan waktu untuk mendengarkan curahan hati sahabat, terbarkan senyum terbaik kepada setiap orang yang kita temui setiap hari, dan berikan peluk hangat bagi orang-orang yang kita kasihi.

7. Panggilan tugas, jangan menghindari tanggung jawab
Erich Watson berkata, “Kualitas seseorang tidak hanya dilihat dari kecerdasannya, tetapi juga dari bisa dipercaya atau tidaknya seseorang.” Karena itu, kerjakanlah setiap pekerjaan dan kewajiban kita dengan sebaik-baiknya. Ketika kita memberikan yang terbaik, percayalah alam semesta ini pun akan memberi kita yang terbaik juga.

8. Kebijaksanaan ekonomi, jangan boros
Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya. Belajarlah untuk mengendalikan keinginan mata. Sesuatu yang kita inginkan belum tentu menjadi kebutuhan utama kita. Jadi, bijaklah dalam mengelola keuangan. Dan, yang tidak kalah penting, ingatlah untuk selalu menabung dan berinvestasi untuk hari depan.

9. Kebajikan kesabaran, jangan mudah kesal.
Setiap manusia tidak hanya dituntut untuk bersikap sabar terhadap sesamanya, tetapi juga bersabar terhadap Sang Pencipta dalam menunggu janji-janji-Nya. Jeremy Collier berkata, “Menanti dengan penuh kesabaran kerap kali merupakan jalan terbaik untuk melakukan kehendak Ilahi.”

10. Peningkatan keahlian, jangan berhenti berlatih
Setiap hari, bertanyalah pada diri kita sendiri, “Bagaimana saya bisa menjadi lebih baik?” Bacalah suatu hal yang positif atau tulislah catatan tentang hal yang positif. Denis Waitley pernah mengatakan, “Pembelajaran berkesinambungan merupakan persyaratan minimum untuk sukses dalam bidang apa pun.”

Semoga petunjuk sukses Marshall Field di atas, berguna bagi kehidupan kita. Selamat mencoba, sukses untuk Anda! untuk info artikel tentang tips sukses terupdate lainnya bisa lihat www.alshifacharity.com . Terimakasih sudah berkunjung.

by : Abdullah Muadz
Bumi langit dan semua isi yang terkandung didalamnya termasuk diri kita adalah milik Allah SWT milik Allah, ayatnya begitu banyak silahkan buka Al-Qur’an lagi…

Manusia bukan pemilik, lahir ke dunia tanpa selembar benangpun, mati juga hanya membawa kain kafan. Tidak sepantasnya punya obsesi untuk memiliki sesuatu. Kebahagiaan dan kenikmatan tidak harus dengan jalan memiliki.

Yang paling menikmati rumah megah dan mewah mungkin para pembantunya..
Yang paling manikmati villa-vila mewah mungkin para penjaganya, ,
Yang paling menikmati gonta ganti mobil mungkin para da’i atau penceramah dengan jemputan panitianya. Jadi ketika kita bisa menikmati sesuatu tidak harus berfikir memiliki..

Berbagai kasus konflik dari yang kecil misalnya rebutan waris, sampai yang paling besar perang antar negara, sebagian besar sebabnya adalah soal kepemilikan..
Rusaknya persaudaraan, ributnya organisasi, pecahnya kongsi dagang, sebagian besar adalah karna soal kepemilikan, ,

Sebaliknya kebahagiaan banyak didapatkan sebagian besar oleh orang yang tidak memiliki apa apa.. lihat fakta sejarah. Kematian tragis dan mengenaskan atau kisah-kisah tragis sebagian besar adalah orang yang banyak memiliki apa apa.

Konflik pertama yang menjadi tragedi manusia angkatan pertama anak-anak Nabi Adam adalah soal kepemilikan. Penyakit hasad bisa menghanguskan semua amal kita, berasal dari paradigma yang salah soal kepemilikan.

Akankah kita lari dari fakta-fakta tersebut ? disisi lain ada manusia yang rela diatur oleh ideologi sosialis yang meniadakan sebagian besar hak kepemilikan. Ideologi sosialis memang bertentangan dengan islam karena menutup fitrah manusia yang ingin memiliki, tetapi itu adalah sebuah fakta pilihan untuk menekan kesenjangan, dengan cara diluar Islam. Terbukti dapat mengatasi kesenjangan dan meredam konflik masyarakatnya

Islam tidak membatasi hak kepemilikan, kecuali yang memang sudah dibatasi Allah SWT melalui kitab suciNya, karena itu adalah fitrah manusia ingin memiliki, sepanjang cara pendapatkannya, cara pengeluarannya, dan bagian-bagian kewajiban terhadap hartanya dipenuhi..

Tetapi Islam juga tidak menutup orang yang ingin mengambil jalan hidup sederhana seperti Rasulullaah membiarkan gaya hidup Abu Zar al-Ghifari. Sementara itu Rasulullaah sendiri sebagai kepala negara sampai akhir hayatnya mengambil jalan hidup sederhana. Padahal Beliau pernah menjadi pedagang sukses yang kaya raya, terbukti dengan emas kawin yang diberikan kepada Khodijah yang luarr biasa..

Tetapi setelah diutus menjadi rasul dan sekaigus menjadi publik figur, Beliau mencontohkan gaya hidup sederhana. Sebagai kepala negara beliau sering kelaparan, sering ganjal perut dengan batu pakai ikat pinggang, pernah solat rakaat berikutnya gak kuat berdiri karena menahan lapar, pernah puasa sunnah niatnya baru siang karena tidak makanan siang, , dll

Seorang Umar bin khottob mantan preman, harusnya tegar, tetapi bisa nangis tersedu ketika masuk kedalam rumah Rasulullah, kepala negara yang tidak punya apa-apa kecuali baju perang dan tiker dari pelepah kurma,

Rasulullah meninggal sebagai kepala negara tidak banyak mewariskan harta benda kepada anak anaknya. Sekedar memenuhi permintaan anaknya Fathimah untuk memiliki pembantu, untuk menumbuk tepung gandum, karena tangannya lecet, Beliaupun menolak.
Kita akan mendapat deretan cerita panjang orang-orang yang mencari kebahagiaan dengan jalan mengambil cara hidup sederhana. Masihkah kita ragu ?

Semakin banyak yang kita miliki, semakin banyak beban fikiran yang harus kita tanggung, baik untuk menjaga, melindungi, melengkapi, merawat, memelihara, menggunakan, membelanjakan, mangatur, memanfaatkan, membagi, mewariskan, mempertanggung jawabkan, dan segudang beban lainnya…

Kebahagiaan, kesedihan, itu ada dihati, semantara panca indra dan akal fikiran yang akan terus memberi masukan-masukan kepada hati untuk bisa mengolah sebagai bahan pertimbangan. Jika bahan masukannya lebih banyak beban-beban fikiran serta rangsangan Indra yang berhadapan dengan serba materi, maka bisa dipastikan hati akan tidak kuat mengolah untuk mencari rumus kebahagiaan yang sejati. Kareana semua akan menuntut, tanpa ada ujungnya…

Begitu mata melihat baju, maka fikiran yang berkembang memenuhi tuntutan baju mulai dari Mesin cuci, ember, sikat, gayung, keran, selang, mesin pompa air, sabun cuci, cairan pewangi, jemuran, jepitan, hanger, keranjang, sterika, meja sterika, lemari pakaian, kamper, jarum, benang, mesin jahit, motor pengerak mesin, listri dan seterusnya…. tanpa akhir, tanpa ujung, terus menuntut…

Jadi dimana letaknya kebahagiaan.. itu.???

Kesuksesan abadi adalah kesuksesan dunia dan akhirat. Barang siapa buta hatinya di dunia niscaya akan lebih buta di akhirat. Untuk itu, membangun diri harus dimulai dengan kesuksesan dunia. Desain sukses harus dimulai dengan …

1.       Kita dengan diri kita.

Yaitu dengan mengembangkan potensi spiritual, Emisonal, Intelektual, Fisik dan menguasaai Teknologi terapan pada berbagai bidang yang kita butuhkan. Kata kunci sukses pada wilayah ini adalah integritas, dan pada puncak sukses posisi kita pada wilayah ini berupa karakter Shalih.

Kata kunci : Spiritual, Emosional, Intelektual, Fisik, Integritas, Shalih.

2.       Kita dengan orang lain

Yaitu Bagaimana kemampuan kita dalam melakukan komunikasi untuk menyampaikan ide dan mempengaruhi mereka, Kenyamanan dan kesuksesan dengan orang lain dimulai dengan dari keluarga dan masyarakat sosial kita. Setelah lingkungan prima kita sukses, maka kita membangun tim  hingga memperoleh kesuksesan. Sukses tanpa proses regenerasi dan dakwah, maka akan berusia pendek.

Untuk sukses jangka panjang, maka kita memerlukan proses pembinaan sumber daya manusia, regenerasi, learning dan menyiapkan insfratruktur pendidikan yang kuat. Kata kunci kesuksesan pada wilayah ini  adalah bekerja dengan sinergi. Hidup ini harus sinergi dan menghasilkan sesuatu yang positif, dan puncak sukses posisi kita adalah sebagai pemimpin.

Kata kunci : Komunikasi, keluarga-Sosial, Tim, Regenerasi, Sinergi, Kepemimpinan.

3.       Kita dengan lembaga

Yaitu bagaimana kemampuan kita dalam bekerja dilembaga kita. Kita harus mampu mengelola system organisasi dan manajemen kelembagaan kita, yaitu arah dan strategis transformasi organisasi. Desain arah dan strategi akan berjalan jika kita memiliki sumber daya, sehingga kemampuan menyiapkan dan mengelola sumber daya yang kita butuhkan menjadi sangat vital. Dengan sumber daya yang berkualitas, kita melakukan kegiatan produksi yang dapat menghasilkan produk, baik itu barang maupun jasa. Setelah produk yang berkualitas kita miliki, maka kemampuan pemasaran untuk menjual produk menjadi indicator keberhasilan yang  penting. Inilah puncak nafiun lighairihi dari aspek kelembagaan.

Kata Kunci : Organisasi Sumber Daya, Produksi, Pemasaran, Teknologi, Profesional.

Mengubah kondisi menjadi peluang sukses

Sesungguhnya, bersama kesulitan itu adan kemudahan (QS.alam nasyrah,94:5-6). Kita harus mampu mengubah kondisi dan tantangan menjadi peluang. Kondisi yang diistilahkan dengan Change, Challenge, Complexity, Crowded, Un-Certanty, Conflict, kami beri nama dengan cincin millennium, karena bagaikan atmosfer yang melingkari bumi yang hanya dapat dilewati kecuali dengan kekuatan. Untuk meraih kesuksesan pada wilayah tersebut hingga memperoleh kesuksesan akhir, kita memerlukan mutu dan kekuatan dalam bekerja (QS.Ar-rahman,55:33).

Sukses bukanlah sesuatu yang mudah diperoleh, karena kondisi eksternal organisasi sangat menantang, sehingga diperlukan mutu kerja yang tinggi agar kita dapat meraih peluang yang kita harapkan. Ada kondisi eksternal yang terlihat adalah syaithan, penggoda abadi dan musuh sebenarnya manusia. Dia tidaki terlihat tetapi ada. Sebagaimana keberadaan Allah yang tidak terlihat tetapi ada. Hanya konsep Ihsan yang dapat meraih sukses, itulah kekuatan sipiritual yang menjadi dasar dari segala kekuatan kita.

Jadi, Model TRUSTCO adalah salah satu alternative untuk mendapatkan sukses dalam mengembangkan diri, penerapan tim, dan lembaga. Sebagai Kunci keseluruhan , untuk  mudah mengingat model TRUSTCO, selalu bekerjalan dengan :

·         Kerja Ikhlas ; Spiritual

·         Kerja Mawas ; Emosional

·         Kerja Cerdas ; Intelektual

·         Kerja Keras ; Fisik

·         Kerja Tuntas ; Profesional

Kata Kunci Sukses

True, kebenaran, Spiritual

Untuk mengembangkan manusia kita perlu menguatkan nilai, system nilai dan keyakinan yang kuat dalam dirinya. Landasan keyakinan yang paling kuat dapat digali dari nilai-nilai spiritual. Kerja Ikhlas.

Responsible, Tanggung jawab, Emosional

Banyak orang yang telah mengerti kebenaran, namun kita harus menumbuhkan tanggung jawab untuk membuat seseorang lebih sukses. Tanggung jawab merupakan puncak kesadaran emosi yang  harus dibangun. Hasilnya akan terbentuk pengendalian diri . Kerja Mawas.

Unique, Berbeda, Kreativitas, Intelektual

Kita harus membangun manusia diatas kekuatan intelektual untuk dapat menghasilkan konsep, ide yang baru, unik dan lebih menarik, sesuatu yang lebih efektif, efisien. Kerja Cerdas

Sacrifice, Pengorbanan, Fisik

Ide dan keyakinan belum dihitung sebagai kerja, karena puncak kerja pada amal. Seluruh konsep harus dapat diwujudkan dalam amal nyata.Puncak ilmu adalah amal, sehingga kita hrus beramal dan berkorban untuk mewujudkan cita-cita. Kerja Keras

Technology, Penerapan Ilmu, Teknologi

Kita memerlukan kemampuan penguasaan, penerapan dan pengembangan teknologi dalam berbagai bidang.Teknologi yang paling universal adalah manajemen, karena manusia sebagai Khalifah. Kerja Tuntas

Condition, Kondisi, keadaan lingkungan Sosial

Kondisi lingkungan social manusia penuh dengan tantangan, dinamis, tidak menentu, penuh persaingan, dan tidak dapat dipastikan. Kondisi inilah yang memaksa kita untuk melakukan amal dengan baik dan professional.

Opportunities, Peluang, Sukses Dunia Akhirat.

Untuk dapat mengubah kondisi menjadi peluang sesuai dengan cita –cita atau obsesi kita,maka diperlukan pribadi yang memiliki karakter TRUST di atas. Kita harus bekerja dengan standar mutu untuk meraih sukses

Sumber utama perubahan pribadi dapat berasal dari banyak hal, dua diantara nya adalah penderitaan (Khauf) dan ilmu (Informasi) serta keyakinan mendalam yang dapat menyadarkan seseorang untuk mendambakan sesuatu (Raja’) yaitu rasa takut-Cemas dan rasa harap-Bahagia.

Penderitaan yang berasal dari kekecewaan, kecemasan, kegagalan, kematian, hubungan yang putus dengan keluarga atau temen, sikap percaya yang di langgar, kelemahan pribadi yang disadari, ketawaran hati, kebosanan, ketidakpuasan, kesehatan yang lemah, kecacatan fisik, akibat keputusan yang buruk, kesepian, ketakutan, tekanan leuangan, ketidakamanan pekerjaan, ketidakseimbangan hidup.

Hal-hal tersebut diatas  akan mampu menyebabkan perubahan besar dalam diri seseorang. Umumnya potensi yang luar biasa akan muncul ketika dalam kondisi yang terdesak, semua akan mungkin. Jika kita tidak merasakan penderitaan, jarang kita termotivasi untuk melakukan hal-hal yang besar.

Rasa takut yang mendalam juga dapat mendorong seseorang untuk melakukan pekerjaan, dan kreativitas akan mumcul. Ingatlah Siksa neraka, bayangkan neraka itu ada dan siksa yang sangat pedih atas diri kita. Semuanya akan mampu menggerakan diri kita secara luar biasa.

Rasa harap juga mampu mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Ingatlah, ketika seorang remaja jatuh cinta, maka mereka siap berkorban. Bayangkan sekuat tenaga kita. Bahwa kita berharap bertemu dengan Allah swt di surge, dan relakan diri kita untuk siap berkorban demi memenuhi harapan yang kita nantikan. Semua tergantung kekuatan imajinasi kita, karena itulah nilai-nilai yang ghaib seperti surge dan neraka harus mampu kita hadirkan dengan utuh dalam  keyakinan dan mimpi kita. Miliki kekuatan untuk perubahan.

End of Mind

Dunia adalah tempat menanam, barangsiapa ingin mendapatkan sukses negeri akhirat, maka harus menyiapka diri ketika di dunia. Pada QS Al Mukminuun,23:1-11, diterangkan ciri-ciri orang mukmin shalih yang akan mendapatkan sukses negeri akhirat, yaitu memiliki ciri-ciri sewaktu di dunia adalah sebagai berikut :

1.       Kekuatan Spiritual

Orang yang akan masuk surge hanyalah orang yang khusuk dalam shalatnya. Dia akan memiliki kemampuan imajinasi positif untuk membayangkan bahwa : Allah itu ada, surga itu ada, neraka itu ada, malaikat itu ada, siksa padang mahsyar itu ada, siksa kubur itu ada, dan perjumpaan dengan Allah itu sesuatu yang pasti. Nilai-nilai asasi yang harus dimilki seseorang agar memiliki kekuatan spiritual meliputi :

·         Keseluruhan akidah (salimul ‘aqidah-rukun iman)

·         Kebenaran ibadah (shahihul ibadah-rukun islam)

·         Sifat ihsan dalam bentuk kekokohan akhlak (matinul khuluq).

Ihsan adalah engkau menyembah (percaya dan mengabdikan diri) kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, sekalipun engkau tidak melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu. (Hadist Shahih Muslim No.2)

2.       Amal Shalih

Orang yang akan masuk surga hanyalah orang yang menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak memiliki manfaat.(laghwi). Jadi, dia selalu melakukan pekerjaan, baik amal maupun ucapannya selalu produktif dan bermanfaat. Seorang muslim harus dapat bekerja dengan konsep efektivitas, efisiensi, dan optimal. Untuk dapat bkerja dengan konsep tersebut, maka seorang muslim harus memiliki wawasan yang luas (mutsaqaful fikr) terhadap berbagai disiplin ilmu yang diperlukan.

Seorang muslim harus mampu memanfaatkan seluruh sumber daya dan memperbaiki system secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dalam bekerja dan melakukan teknoligi transformasi  dari input (sumber daya) mampu melakukan optimalisasi teknik. Seluruh proses kegiatan dan amal dikalkulasikan untung ruginya, dengan cermat, tidak ada nilai nilai yang mubazir. Seorang muslim harus mampu melakukan sinergisitas dalam memanfaatkan potensi yang ada.

Dengan menerapkan tehnik manajemen untuk memperoleh nilai-nilai efektivitas,efisiensi dan optimalisasi, maka kerja akan dapat memberikan berkah untuk diri dan pelanggan. Pelanggan dalam beramal dapat berupa keluarga, oranglain, lembaga, atau masyarakat. Konsep produksi dan kerja dalam islam dapat menggunakan teknologi yang menghindarkan nilai mubazirm yaitu prinsip produksi dengan :

·         High profit production

·         High utilities production.

·         Zero defect production

·         Low cost production

·         Low reject rate production.

Dengan demikian, konsep menjauhi perkataan dan perbuatan mubazir dapat terwujud. Jadi, untuk beramal shalih dan mendapatkan produktivitas tanpa mubazier, maka diperlukan kemempuan manajemen diri (munazham fi syu’nihi) dan manajemen waktu (haritsun ‘ala waqtihi).

3.       Kepekaan Sosial.

Orang yang masuk surga hanyalah orang yang menunaikan zakat. Orang paling baik adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain (nafiun lighairihi), dan kemampuan seseorang  membayar zakat adalah wujud bermanfaatnya seseorang bagi orang lain. Orang yang mampu menunaikan zakat dengan baik hanyalah mereka yang memiliki kepekaan sosisal yang tinggi, memiliki harta dan memiliki kekuatan spiritual. Untuk itu seorang muslim harus mampu hidup dengan kecukupan agar dapat memberi berkah kepada orang lain (Qadirun ala kasbi). Untuk mampu hidup dengan baik, maka kita harus membekali diri dengan berbagai keterampilan hidup (life skill) sesuai dengan wilayah zaman saat kita hidup.

Kita hidup harus mau peduli dan memiliki empati kepada orang lain, keluarga, tim, dan seluruh anggota dalam berorganisasi. Kita harus mampu merasakan bagaimana perasaan sahabat dan anggota tim kita. Orang yang dapat melayani sepenuh hati kepada tamu, orang tua, anak, istri,sahabat, masyarakat hanyalah mereka yang memilki kepekaan bathin yang tinggi . Kemampuan komunikasi kepada seluruh orang yang bersama kita menjadi keharusan untuk dimilki.

Kepekaan social dapat diasah dengan intensitas bergaul bersama orang yang berstatus lebih rendah dari pada kita secara kontinyu. Jika kita selalu melihat hanya pada sekumpulan orang yang berstatus di atas kita, maka kepekaan social akan menjadi berkurang. Untuk itu, kita harus memilki konsep yang kita tanamkan dalam diri tentang pelayan sepenuh hati, pelayanan yang penuh kasih. Ingat, kita masuk surga karena justru karena adanya yatim piatu, kesulitan orang, dan kesengsaraan orang. Dengan kondisi buruk itulah kemudian kita beramal dan diterima Allah SWT.

4.       Kredibilitas Moral

Oramg yang akan masuk surga hanyalah orang yang dapat menjaga dan meyalurkan kebutuhan seksualnya dengan benar, memiliki pasangan hidup yang sah dan tidak berzina.Prediksi masa depan penyakit seksual dan moral semakin meningkat. Ini merupakan indicator kegagalan seseorang dalam mengendalikan dorongan kebutuhan seksual yang begitu hebat. Bahwa kesuksesan seseorang tidak dipengaruhi oleh kekuatan intelktual mereka.

Melainkan kekuatan emosional dan moral mereka. Orang yang cerdas adalah mereka yang dapat mengendalikan hawa nafsunya dan mampu berpikir ke depan hingga pasca kematian, dan tidak hanya berangan-angan tentang masa depan (Hadist). Untuk dapat sukses dalam kredibilats moral, maka kita membutuhkan kemampuan bermujahadah terhadap diri sendiri, kemampuan disiplin diri, dan pengendalian diri (mujahiduna li nafsihi)

5.       Memenuhi Amanah : Kepemimpinan Sosial

Orang yang akan masuk surga hanyalah orang yang dapat memenuhi apa yang telah diamanahkan kepadanya. Amanah adalah sesuatu yang harus dikerjakan bukan karena kemauan diri sendiri  saja, melainkan sudah menjadi kebutuhan standar sosial. Seseorang yang bekerja dikantor, tentunya mendapatkan amanah mengelola keuangan.

Seseorang yang ditunjuk menjadi pemimpin, dia akan mendapatkan amanah untuk mengelola sumber daya demi kemakmuran rakyatnya. Seseorang yang ingin mendapatkan sukses akhirat, maka harus mampu memenuhi  apa yang diamanahkan kepadanya, ini adalah nilai-nilai kepemimpinan social. Untuk dapat memenuhi amanah, maka sangat diperlukan disiplin tinggi dan penuh kesadaran. Seseorang akan dapat menjaga amanahnya dengan baik jika memiliki soliditas moral dan spiritual. Ingat, bahwa salah satu ciri orang munafik yaitu apabila dia diberi amanah dia ingkar, dan orang munafik tempatnya dikerak neraka

6.       Memenuhi Janji (Integritas)

Orang yang akan masuk surga hanyalah mereka yang dapat memenuhi janjinya dengan baik. Janji adalah sesuatu harus dikerjakan karena konsekuensi terhadap apa yang telah disetujui atau diikrarkan oleh diri nya sendiri. Ingat, salah satu ciri orang munafik adalah apabila berkata (janji) maka dia berbohong. Seseorang yang ingin mendapatkan sukses akhirat maka harus mampu memenuhi apa yang telah ia janjikan. Untuk dapat memenuhi janji, maka sangat diperlukan pengetahuan dan prediksi cukup tinggi, yaitu apakah dia sanggup melaksanakannya atau tidak.

Janjihanya dapat dipenuhi jika kita memeiliki kebiasaan disiplin tinggi. Janji dapat dipenuhi dengan baik jika melakukan janji dengan penuh kesdaran. Iman kita mengalami kondisi naik turun, Rasulullah Saw mengatakan “al imanu yazid way ankus”, sehingga kita harus mampu dan selalu menyegerakan janji kita untuk dapat selalu konsisten terhadap apa yang kita janjikan, Seseorang akan dapat menjaga janjinya dengan baik jika memiliki soliditas moral dan spiritual.

Kata kunci yang harus kita miliki adalah integritas diri, yaitu kesatuan antar keyakinan, ucapan dan tindakan. Integritas merupakan wujud dari sehatnya prinsip moral, sifat keutamaan yang tidak membusuk, terutama dalam hubungan dalam kebenaran dan perlakuan adil, kejujuran, ketulusan, dan keikhlasan. Integritas merupakan landasan kepercayaan, dan kepercayaan diperlukan untuk memperoleh kesuksesan dalam tim dan organisasi.

7.       Konsisten : Program Menjaga Mutu Amal

Orang yang akan masuk surge hanyalah orang yang mampu memelihara (Istiqomah) shalat. Untuk mendapatkan sukses dengan mutu tinggi, maka kita harus bekerja secara konsisten atau memiliki karakter : “Small, Continuous, and improvement” Bekerja memulai dari yang kecil-kecil, tetapi secara terus menerus  dan sambil meningkatkan diri untuk mencapai kualitas prima. Dalam manajemen kita mengenal tehnik benchmarking, yaitu suatu tehnik untuk mendapatkan sukses, maka lembaga atau seseorang harus mencari model (qudwa) secara terus menerus. Lembaga atau diri kita dapat dibandingkan dengan lembaga model sapai kita kuasi, dari proses penguasaan menuju proses penerapan yang kita sebut sebagai benchlearning. Dengan adanya program benchmarking dan benchkearning, kita akan meniru model (qudwah) yang telah kita pilih.

BAGAIMANA MEMPEROLEH SUKSES

Orang yang ingin sukses, sebaiknya iya memiliki sesuatu yang ingin dicapai. Sesuatu yang ingin dicapai itulah yang disebut dengan cita-cita. Cita-cita itu harus mampu menggambarkan kebahagian dan kesenangan yang ingin diperoleh. Keinginan besar atau visi pribadi yang baik, adalah sebuah visi yang dapat memberikan dorongan semangat dan inspirasi jika di kenang. Semakin jelas cita-cita seseorang, maka ia semakin bersemangat dan termotivasi untuk berusaha mencapainya.

 

Kehidupan ini penuh onak dan duri, setiap orang akan menghadapi berbagai masalah, baik itu masalah pribadi yang spesifik maupun masalah umum yang setiap orang juga menghadapinya. Di dunia ini kita akan berhadapan dengan problem hidup yang luar biasa, yaitu  berupa kondisi-conditions lingkungan yang penuh dengan : Change, Conflict, Chalenge, Competitive, Complexity, Crowded, Uncertainty.

 

Tetapi, Dibalik problem yang rumit, menantang, dan komplek tersebut, ada peluang-peluang –Opportunities. Itu semua tergantung kemampuan kita untuk memilah, memanfaatkannya menjadi peluang yang memihak kepada kita. Allah mengajarkan kepada kita dengan firmannya “kami memberimu minum dari air susu yang bersih antara tahi dan darah (QS.An-nahl,16:66). Dunia kini dihadapkan pada transisi demografi, teknologi, epidemiologi, dan perubahan global lainnya. Akibatnya,dunia pekerjaan dihadapan anda kini penuh dengan tantangan. Untuk mampu mengubah kondisi yang menantang  menjadi peluang yang memihak kepada anda, maka anda perlu menyiapkan empat kekuatan dasar manusia, yaitu

 

Ø  Spiritual (True-T)

Ø  Emosional (Responsible-R)

Ø  Intelektual (Unique-U)

Ø  Fisik (Scarify-S)

Dan

Ø  Penguasaan dan penggunaan teknologi yang relevan (Technologi-T) di bidangnya masing-masing, yaitu untuk mengubah

Ø  Kondisi (conditions-C) dan kendala yang berupa perubahan, tantangan, kompleksitas, ketidakpastian, dan konflik agar menjadi

Ø  Peluang (Opportunities-O), baik itu peluang berupa kemenangan dunia dan kemenangan akhirat,

Ø  Kemudian kami menyebutnya sebagai model dengan nama T.R.U.S.T.C.O           

Jadi, agar memiliki kemampuan mengubah dari kondisi-C menjadi peluang –O, maka kita harus menyiapkan TRUST. Camkan pengajaran Allah dalam QS.Alam Nasyrah, 94: 4-8 berikut

 

“ Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Camkan…

 

Kita mampu mengubah kondisi-C menjadi peluang-O yang menguntungkan kepada kita, bahkan memperoleh kemenangan dengan syarat kita harus mampu menyiapkan diri dengan aspek TRUST yang baik, dengan membiasakan diri bekerja propesional dengan menggunakan berbagai teknologi terapan-T, yaitu sarana (wasail), system (ijraat), dan metode (uslub) yang terus kita perbaharui. Dengan tetap bersikap tawakal kepada Allah, tidak sombong, angkuh, maka kemenangan akan dapat kita raih.

 

Self Development : Memeulai membangun  Diri Dengan Belajar      

Bagaimanakah hubungan antara belajar dengan perubahan tingkah laku dengan diri seseorang.

·         Belajar adalah proses mendapatkan informasi, kemudian

·         Informasi akan mampu mengubah paradigm seseorang, kemudian

·         Paradigma akan mengubah persepsi seseorang, kemudian

·         Persepsi akan mengubah motivasi seseorang, kemudian

·         Motivasi yang akan menggerakan tingkah laku seseorang.

 

Untuk itu, kita perlu belajar Al-Quran, mengkaji dan mendapatkan informasi sebanyak mungkin, tentang kehidupan dan tujuan dalam hidup kita. Ingat : Moco Quran angen-angen sak maknane – Baca Quran sekaligus mentadaburi maknanya.

Pendidikan merupakan alat perubahan yang paling dapat diandalkan, karena dalam pendidikan terjadi proses tranformasi informasi dan pengetahuan yang sistematis. Kita harus belajar untuk mengubah kehidupan kita sendiri. “Nasib seseorang tidak akan berubah, kecuali dia sendirilah yang akan merubahnya.” (QS.Ar-Ra’d,13:11). Hanya manusia, diantara seluruh makhluk Allah yang dapat mengubah diri menjadi lebih baik, karena diilhamkan dalam diri manusia itu sifat keburukan (fujur) dan kebaikan (takwa) (QS.Asy-Syams,91:8). Allah telah menciptakan manusia, kemudian

Allah mengeluarkan manusia dan memberikan kemampuan untuk mendengarkan, melihat, berpikir dengan akal dan hati (QS.An-Nahl,16:78)

 

Kita harus mampu memilih yang terbaik, mengasah peruntungan, dan mengatur hidup kita sendiri. Ini berarti kita harus menjalani suatu program pelatihan untuk membuat kebiasaan kita akan :

·         Perubahan Diri (Taghyirun Nafs)

·         Menyusun Kurikulum Pribadi (Self Cirriculum)

·         Pendidikan Diri (Tarbiyah Dzatiyah)

·         Belajar Mandiri ( Inquiry)

Jadi, kita dapat mengubah diri kita sendiri dengan cara mengubah persepsi, pemikiran, sikap dan tindakan kita secara kreatif. Kita dapat mengubah diri kita dengan :

1.       Membaca.

2.       Mendengar.

3.       Belajar.

4.       Perenungan.

5.       Berbicara dengan diri sendiri.

6.       Berjanji dengan diri sendiri

7.       Beribadah.

8.       Berdoa.

9.       Tawakal kepada Allah.

10.   Bersedia bertaubat dan menghukum diri sendiri jika bersalah.

 

Penggunaan akal dan hati (al afidhah) adalah kunci keberhasilan. Sel-sel otak bagaikan otot manusia, dia memiliki kelenturan. Semakin sering otot digunakan, maka kelenturan semakin baik. Demikian pula dengan otak dan hati kita, Semakin sering digunakan semakin baik. Namun demikian, unsur  tawakal  harus kuat kita miliki, karena factor kegagalan selain datang dari kita juga datang dari syaitn, iblis atau manusia yang selalu mengganggu kita menuju jalan yang lurus. Untuk itu, control diri, kesedian untuk bertobat jika bersalah dan kemampuan menghukum diri menjadi instrument mahal dalam meraih sukses dunia dan akhirat.

 

Marilah kita merenung lebih jauh, apakah kita akan sukses melewati proses sakaratul maut, proses alam kubur, dan sidang pengadilan kebenaran di padang mahsyar ? Apakah kita menerima hasil catatan perbuatan kita selama di dunia dengan tangan kanan atau tangan kiri, berapa lama kita akan di Neraka ? semua ini memerlukan perenungan mendalam dan memerlukan manajemen kesuksesan.

Belajar dan Berpikir

Jalan mudah dan cepat untuk menciptakan perubahan dalam diri, yaitu dengan mempunyai sasaran dan bekerja keras untuk mencapainya.

diantara tantangan, hambatan, cita-cita, dan kesuksesan hidup di dunia dan akhirat                                                                          

Berjuta-juta orang telah mengubah dirimya sendiri dari lemah menjadi kuat, dari pengecut menjadi pahlawan, dari malas menjadi ambisius, dari pelit menjadi dermawan, dari tak berguna menjadi suka membantu orang lain. Lebih jauh proses perubahan itu diawali dengan perubahan :

  • Persepsi kita
  • Diri kita.
  • Keluarga kita.
  • Tim Kita.
  • Lembaga Kita.
  • Komunitas Kita.

Itu semua adalah wilayah jelajah yang harus kita lalui untuk mendapatkan perubahan untuk sukses dunia.

 

Model Sukses Dunia – Akhirat : Tujuh Model Strategi Sukses.

Dunia adalah tempat menanam barangsiapa ingin mendapatkan sukses negeri akhirat, maka harus menyiapkan diri ketika di dunia. Hal ini juga berlaku agar kita sukses di alam kubur dan padang mahsyar, maka kita harus beramal dengan baik di dunia. Sebuah hadist terkenal yang diriwayatkan Imam Bukhari : Dari Abu Hurairah ra dari nabi Muhammad SAW, beliau bersabda : Tujuh golongan yang dilindungi oleh Allah SWTdi bawah lindungan Nya, waktu tidak ada lindungan selain lindungan Nya :

  1. Imam yang adil
  2. Pemuda yang dalam masa mudanya beribadah kepada Allah.
  3. Orang yang menyebut Allah ketika sendirian, lalu meneteskan air matanya.
  4. Laki-laki yang tergantung hidupnya di masjid
  5. Orang yang berkasih sayang karena Allah semata-mata.
  6. Laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan cantik, tetapi dia mengatakan (menolak) : Sesungguhnya saya takut kepada Allah.
  7. Orang yang bersedekah dan disembunyikan, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat (diberikan) oleh tangan kanan.

Tujuh Kelompok inilah yang kita jadikan sebagai model dalam manajemen sukses pribadi. Dari hadist tersebut di atas, kita dapat mengambil pelajaran penting untuk mendapatkan sukses di padang mahsyar, yaitu perlu nya kita memilki keterampilan :

  1.      Keterampilan Kepemimpinan (Leadership Skill) : Adil

Imam yang adil, yaitu ciri seseorang memilki keterampilan kepemimpinan. Kalau kita ingin sukses dan selamat akhirat, maka didunia ini kita harus memilki keterampilan dalam memimpin. Kita harus dapat menjadi pejabat, manejer dan pemimpin yang baik. Kita harus mampu mengelola rumah tangga, pekerjaan kita masing-masing, dan pemimpin terhadap orang yang kita pimpin. Jadilah kita sebagai pemimpin yang adil.

 

    Pemuda shalih : Generasi, Regenerasi

Pemuda yang dalam masa mudanya beribadah kepada Allah, adalah ciri seseorang dengan sosok pribadi generasi penerus yang shalih. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka didunia ini kita harus mampu mencetak anak cucu kita, para pemuda yang shalih sebagai generasi penerus pengganti kita. Harus ada mekanisme tauritsulajyali (regeneerasi) yang baik. Yaa Allah, ampunilah dosa ayah dan ibu kami, jadikanlah anak-anak kami menjadi anak yang shalih, yaitumereka yang mau mendoakan kami ketika kami sudah terbujur di kubur. Mari kita siapkan pemuda yang dalam masa mudanya beribadah kepada Allah.

 

     Kekuatan Spiritual

Orang yang menyebut Allah ketika sendirian, lalu meneteskan air matanya, adalah ciri seseorang yang memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka didunia harus memiliki kekuatan spiritual. Hidup penuh dengan Cobaan, jangan sampai kita tidak mampu mengendalikan hawa nafsu diri, jangan sampai menipu diri kita sendiri. Seorang pemikir besar mengatakan, bahwa :

  • Anda bisa membohongi seseorang.
  • Anda bisa membohongi sekelompok orang dalam satu waktu
  • Anda bisa membohongi sekelompok orang dalam rentang waktu yang panjang. Tetapi
  • Anda tidak mampu membohongi diri anda sendiri (hati nurani)
  • Anda tidak dapat  membohongi seluruh manusia dan seluruh waktu.
  • Anda tidak dapat membohongi Tuhan anda.

Marilah kita mulai sering mengenali diri kita dengan dosa-dosa kita, sudahkah kita siap untuk mati. Jadilah kita orang yang menyebut Allah (berdoa dan memohon ampunan) ketika sendirian, lalu meneteskan air matanya.

   Membangun institusi dakwah : Propesional

Laki-laki yang tergantung hidupnya di masjid adalah seseorang yang memiliki kemauan dan kemampuan membangun kekuatan institusi dakwah. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka selama didunia kita harus menjadi orang yang dapat profesional menguasai teknologi dalam mengelola lembaga, sumber daya, asset, dan potensi umat. Selain itu, kita juga harus Profesional dalam  mengelola aktivitas produksi  lembaga, mempunyai kemampuan mempromosikan, dan menyiarkan nilai-nilai islam kepada masyarakat. Masjid merupakan institusi pusat perubahan, sehingga untuk dapat berfungsi dengan baik diperlukan orang orang yang professional untuk mengelola dan istiqomah pada lembaga tersebut.

Gambaran istiqomahnya adalah ia tetap bekerja untuk masjid dari muda hingga tua. Untuk menjadi terikat dengan masjid, maka memerlukan proses pembiasaan sehingga kita menjadi seorang multadzim, orang yang memiliki iltizam dan menjadi terbiasa lazim dalam pekerjaan baik, bahkan tanpa beban. Agar sesuatu menjadi habit, maka kita memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan kemauan untuk melakukan pekerjaan tersebut.

 

   Teamwork : Ta’liful Qulb

Orang yang berkasih sayang karena Allah semata-mata, adalah ciri seseorang yang mampu melakukan amal jama’i. Sikap tersebut memerlukan integritas moral dianggota tim. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka di dunia jadilah orang yang dapat berkasih sayang karena Allah semata-mata, khususnya kita dengan keluarga kita. Kita harus membangun ikatan keluarga kita kepada yang lebih baik.

Masa depan kehidupan manusia diberbagai bidang kehidupan semakin sulit, sehingga banyak pekerjaan yang harus dikerjakan dengan mengandalkann kekuatan hubungan tim (Teamwork). Pada masa depan nanti, kemampuan kerjasama merupakan indicator sukses yang kuat. Sukses masa depan sangat mengandalkan komitmen bersama, loyalitas bersama, kemampuan berbagai pengalaman, pikiran dan bekerja bersama.

 

     Kredibilitas Moral

Laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan cantik, tetapi dia mengatakan (menolak): sesungguhnya saya takut kepada Allah adalah ekspresi jika ingin sukses memerlukan kredibilitas moral. Menurut pemeo orang atau riset non formal, godaan dunia adalah tahta, harta, dan wanita. Tetapi jika dikaji lebih dalam dengan pernyataan dalam QS.Ali ‘Imran,3:14, bahwa urutan godaan manusia adalah syahwat terhadap wanita, anak-anak,harta kendaraan (gengsi,tahta), harta dll.

 

  Kekuatan Ekonomi

Orang yang bersedekah dan disembunyikan, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat (diberikan) oleh tangan kanannya. Orang dapat bersedekah dengan baik jika mereka memiliki hartadan ikhlas dalam beramal (qadirun ‘ala kasbi). Empat orang sahabat yang dijamin masuk surga oleh rasulullah saw ternyata tiga orang memiliki harta yang cukup, kecuali Ali Bin Abu Tholib ra. Sepuluh orang yang dijamin masuk surge oleh Rasulullah saw, memiliki harta yang cukup, kecuali Ali Bin Abu Thalib rad an bilal Bin Rabbah. Karakter ini menunjukan seseorang yang telah memiliki kemapanan ma’isyahnya dan meletakan dunia dan isinya (harta) tidak dihati, melainkan ditelapak tangan : seraya berdo’a : Ya Allah, letakan dunia ini ditanganku, jangan letakan dunia ini dihatiku – Allahuma ja’alna dunya fi aidina wala taj’alna dunya fiqlbina. Kalau kita ingin sukses dan selamat diakhirat, maka didunia jadilah kita sebagai orang yang betrsedekah untuk orang lain.

 

Ciri akhir : Menjadi Muttaqin.

Orang yang bersedekah dan disembunyikan, sehingga tangan kirinya tidakmengetahui apa yang diperbuat (diberikan) oleh tangan kanannya (full power empathy). Orang yang dapat bersedekah dengan ikhlas tanpa mengungkit-ungkit amalannya adalah ciri orang yang tidak sekedar muslim, mukmin, shalih, mushlih (melakukan perubahan, pemimpin, da’i), mutqin (propesional)tetapi sudah pada level muttaqin (memenuhi seluruh tuntutan Allah). Kita dilarang memiliki sifat iri dengki, tetapi kita boleh iri terhadap oramng kaya tapi dermawan atau kepada orang yang memiliki ilmu dan mau mengajarkan kepada orang lain. Jadilah kita menjadi diri kita sendiri. Kita akan menjadi apa yang ada dalam pikiran kita.

Pengertian Sukses

Semua orang berharap untuk mendapatkan sukses atau kemenangan (al falah). Manusia akan hidup dalam dua alam, yaitu dunia dan akhirat. Kemenangan di akhirat dan kemenangan dunia adalah sesuatu yang tidak dipisahkan, dia bagaikan sisi mata uang yang tidak akan bermakna jika salah satu sisinya hilang. Bahkan Allah SWT berfirman, “ Barangsiapa yang buta hatinya di dunia, niscaya di akhirat nanti akan lebih buta.” ( QS.Al Israa’,17:72 ). Kemenangan bukanlah suatu yang tiba-tiba, melainkan sebuah pencapaian yang perlu perencanaan yang matang. Perencanaan yang matang sangat dipengaruhi oleh sejauh mana ketersediaan informasi dalam memprediksi ke depan, sedangkan masa depan tanpa perencanaan dan ridho Allah adalah sesuatu yang mustahil untuk sukses. Untuk itu, kita perlu mengkaji bagaimana kita harus mengatur diri kita agar mendapatkan sukses tersebut

Berpikir strategis (strategic thingking ) biasanya dimulai dari tujuan akhir yang kita inginkan                  ( begin with end of mind ), orang kemudian menyebut dengan istilah :

 

Think big, Start small, Act now

Yaitu berpikir besar, mulai dari yang kecil dan aksi sekarang juga, atau istilah lain dengan think globally-act locally. Teknik strategic thingking ini sama dengan hadist Rasulullah SAW yang mengatakana “ Amal itu tergantung pada niatnya.“ Maksudnya, bahwa niat adalah sesuatu yang penting dan diletakan pada awal. Niat adalah gambaran akhir yang ingin kita capai dan dipengaruhi oleh keyakinan seseorang. Nilai-nilai ini ditegaskan Hasan Al Banna dalam Ushul Isryn, yang mengatakan bahwa Al Aqidah Asasul Amal,Wal Amalul Qalb Minal Amal Jahir. Akidah adalah fondasi amal, dan amalan hatu lebih penting dari amalan fisik.

 

Makna Kemenangan dan Sukses Dunia-Akhirat

Kita perlu menelusuri motif diri kita yang paling dalam.Hal –hal apakah yang mampu menggerakan diri kita untuk melakukan hal-hal yang sangat besar, serta kemenangan apakah yang kita harapkan ? Banyak pejuang islam dalam mengelola hidupnya telah rela meneteskan darah segar dari dadanya, keringat dari tubuhnya, dan air mata untuk rela berjuang di jalan Allah.

 

Sukses itu ada yang bersifat jangka panjang dan ada juga yang bersifat jangka pendek. Sukses yang bersifat jangka panjang (long term success) adalah kesuksesan akhirat. Sedangkan sukses yang bersifat jangka pendek (short term success) adalah kesuksesan negeri dunia.

 

1.       Sukses yang bersifat jangka panjang  (long term success)

Makna sukses akhirat adalah sebagaimana Allah SWT katakana, “ Maka Allah akan menga,puni dosa-dosamu, dan memasukan kedalam surga yang indah.” ( QS.Ash-Shaf,61:12). Makna sukses yang lain, yaitu “Jika seseorang dijauhkan dari api neraka dan dimasukan dalam surga itulah orang yang sukses.” (QS.Ali’Imran,3:185) Gambaran sukses negeri akhirat menurut Al quran, secara garis besar dapat dikelompokan menjadi 4 bagian berikut :

 

1.       Pertemuan dengan Tuhannya (Liqai Rabbihii).

2.       Mendapatkan ampunan akan kesalahannya (maghfirah).

3.       Terbebaskan dari api neraka.

4.       Tinggal di surga dengan segala keindahannya, dan secara otomatis dijauhkan dari neraka.

 

Tentunya ini semua akan dapat diperoleh dengan keridhaan Allah SWT. Untuk mampu menimbulkan Imajinasi kreatif dalam diri kita akan tujuan jangka panjang akhirat,maka kekuatan “rukun iman” sebagai ekspresi percaya pada yang ‘ghaib’. Percaya pada Allah, para Malaikat, Kebenaran kitab-kitab-Nya, iman hendak bertemu dengan Allah, risalah kenabian, hari kebangkitan dan kiamat,serta akan qadar-Nya (shahih muslim no.3) adalah sarana terbesar untuk memahami sukses jangka panjang sebelum kita berpikir dengan apa yang harus kita kerjakan. Dengan demikian, membiasakan diri dengan selalu berpikir dari tujuan aktivitas kita (niat) adalah sesuatu yang penting. Covey kemudian meletakan kebiasaan efektif keduanya dengan mulai dari tujuan akhir (begin with end mind) sebagai kebiasaan efektif yang harus kita miliki. Rasulullah Saw mengatakan bahwa niat adalah apa yang akan dituju atau “end of mind”. Sesungguhnya, yang akhir itu lebih baik dan lebih abadi,dan yang akhir itu lebaik baik dari yang awal (QS Al A’laa,87:17).

2.       Sukses yang bersifat jangka pendek (Short Term Succes)

Makna sukses dunia adalah sebagaimana Allah Swt katakan,”Dan ada lagi yang lain yang kamu sukai, yaitu pertolongan Allah SWT dan kemenangan yang dekat.” (QS.Ash-Shaff,61:13) Berkatalah dengan jujur kepada diri kita, Mintalah kepada Allah : Apa yang sebenarnya kita inginkan tentang do’a “fii dun ya hasanah”. Tuliskan versi anda tentang kebaikan dunia yang kita inginkan !!

 

Sukses negeri dunia menurut beberapa buku dan ensiklopedia bahwa kesuksesan manusia di dunia dikelompokan menjadi 14 bagian berikut :

 

1.       Peningkatan pekerjaan dan karier (‘amal).

2.       Kesehatan (qawiyul jism) dan kenikmatan hidup.

3.       Peningkatan keuangan dan rasa nyaman (qadirun ‘alakasb).

4.       Keteguhan hati dan kepercayaan diri (matinul khuluq).

5.       Kepribadian dan pergaulan dengan orang lain (ukhuwah).

6.       Kebahagiaan dan kedamaian akal budi (akal sehat)

7.       Pengembangan diri dan pendidikan diri (mutsaqaful fikr).

8.       Sasaran dan arah hidup, serta keteraturan program diri (munazham fi syu ‘nihi)

9.       Disiplinj diri dan penguasaan diri (mujahiduna linafs).

10.   Cinta dan kehidupan keluarga

11.   Kaidah emas dan tanggung jawab (haritsun ‘ala waqtihi)

12.   Kawan dan persahabatan.

13.   Matang secara altruistic (bermanfaat bagi orang lain-nafiun lighairi) dan menjadi tua secara mulus.

14.   Kemampuan mengaitkan hidup dengan kematian (ketenangan batin dan kebenaran jiwa).

 

Visi sukses dunia setiap individu mungkin akan bervariasi, hal ini sangat tergantung dari sejauh mana dia mmpu merumuskan visi sukses akhirat. Visi tersebut sangat tergantung dengan value (nilai) yang kita yakini kebenarannya. Dari 14 poin tersebut diatas, bisa jadi skala prioritas seseorang

 

Kesimpulan :

 

Sukse adalah tercapainya cita-cita yang kita inginkan, dengan mendapat kebahagian zhahir bathin, dunia akhira, dengan mendapat Ridha Allah SWT, dan pengakuan minimal orang-orang terdekat..