UBANG – Siswa MTs Plus Nurul Iman Kupang, Nusa Tenggara Timur mengikuti program Sister School di As Syifa Boarding School Subang. Kegiatan yang diikuti oleh 9 siswa tersebut, dalam rangka melihat secara langsung proses belajar mengajar yang dilaksanakan di SMPIT As Syifa Boarding School. Selain melihat sistem pendidikan dengan penerapan kurikulum khas As Syifa, kegiatan ini juga dalam rangka pengenalan penerapan sistem kurikulum aktivitas 24 jam.

Menurut Kepala MTs Nurul Iman, Fatimah, S.Psi, Sister School ini dalam rangka mengetahui secara langsung proses pembelajaran yang lebih inovatif serta penerapan kurikulum khas As Syifa dalam membentuk generasi Bertaqwa, Cerdas dan Berkarakter.

Fatimah menambahkan, selama 4 hari di As Syifa (22-26 Feb 2015) Alhamdulillah banyak mendapatkan informasi terutama dalam pembiasaan menghafal Al Qur’an, penerapan nilai-nilai Islami (Islamic Value), dan pembentukan karakter siswa. Selain itu juga dengan adanya sharing dan tukar pengalaman terkait pendidikan ini sangat bermanfaat bagi kami yang tinggal jauh di daerah Kupang.

Menurut Imam Suroso, S.Si dari bidang Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, BPP Yayasan As Syifa Al Khoeriyyah menjelaskan bahwa program Sister School semacam ini adalah program yang sangat positif terutama untuk mendapatkan inspirasi baru terkait proses pembelajaran yang ada di tempat lain. Dari sinilah nantinya akan muncul inovasi dan pengembangan pendidikan sehingga akan memunculkan suasana baru dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing.

Lebih lanjut Imam menjelaskan, “As Syifa Boarding School membuka kesempatan yang seluas luasnya kepada siapapun yang ingin belajar bersama dalam rangka pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan Islam, agar dunia pendidikan Islam terus mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi dunia pendidikan di Indonesia.”

Sedang Heri Sugianto, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMPIT As Syifa Boarding School mengharapkan agar persaudaraan yang telah terjalin antara As Syifa Boarding School dan MTs Plus Nurul Iman ini dapat terus berlanjut, dan tidak berhenti hanya sampai di sini.

Heri menambahkan, As Syifa membuka komunikasi seluas-luasnya jika sekiranya ada hal-hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut, terkait penerapan program yang ada di As Syifa, agar dapat pula diterapkan di Nurul Iman.

Selain siswa kegiatan ini juga diikuti oleh para guru yang berjumlah kurang lebih 5 orang. Harapannya semoga kegiatan ini mampu menghadirkan Inspirasi baru yang nantinya dapat diterapkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

 

(NIS/ Kurikutekpendik)

SUBANG – Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menerima Tamu kunjungan dari PT FCC Indonesia Karawnag Untuk Melaksanakan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa), Jum’at (20/02). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua Bidang Dakwah, H Lalu Agus Pujiarta.,Lc Ketua LPPD, H M Ihsan.,Lc, dan Para Staff BDS, di Aula As-Sweidy . Kunjungan yang dipimpin oleh Ust.Adi,  selaku Ketua Rombongan dari PT FCC Indonesia ini bertujuan untuk MABIT di Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah. MABIT ini diperlukan sebagai bahan untuk menambah keimanan, kesemangatan dalam beribadah kepada Allah SWT dan Sebagai Bahan motivasi. Read more

Bagi Anda yang akan menikah atau sebentar lagi akan menikah. Pernikahan adalah babak baru dari kehidupan, awal dari kebahagiaan dan kebersamaan. Hendaknya dua insan yang telah terikat dalam suatu janji pernikahan, mengawali bahtera hidupnya dengan kebaikan untuk memperoleh kebahagiaan yang hakiki. Kebahagiaan yang hakiki adalah semuanya didasarkan karena cinta kepada Allah hanya mengharapkan wajah-Nya. Read more

Ajang Pamer dan Atraksi Kemaksiatan
Setiap tahun berganti berarti umur berkurang. Bagi akal dan jiwa yang sehat jika umur dikurangi tentu akan bersedih, merenung, introspeksi, evaluasi, prihatin serta lebih berhati-hati dalam melangkah. Sangat aneh jika seseorang yang tahu umurnya berkurang malah kegirangan, jingkrak-jingkrak, jogged-joged, meniup trompet sambil bakar kembang api.  Kalau perlu kita periksa kesehatan akal dan jiwa, sehingga selalu terjaga dari segala perbuatan dan tindakan yang irrasional.

Allah berfirman :
“ Janganlah kamu ikut-ikutan  terhadap segala sesuatu yang belum kamu miliki pengetahuannya, karena sesungguhnya pendengaran, penghlihatan dan hati  akan diminta pertanggung jawabannya..
( Q.S. Al-Isra’ (17) ayat : 36 )

Ada beberapa hal yang menjadi bahan renungan setiap mengakhiri tahun, agar kita mampu mempertanggung jawabkan akal fikiran serta jiwa kita dihadapan Allah SWT.

Hilangnya Akal Sehat 

Allah SWT senantiasa menyuruh kita berbuat dan bertindak Rasional, mengembangkan kreatifitas positif. Segudang kalimat perintah untuk mengaktifkan akal fikiran kita dalam Al-Qur’an bisa kita jumpai, misalnya “apakah mereka tidak berfikir”,  “ apakah kamu tidak memakai otak” , “ apakah kamu tidak memperhatikan”, “ apakah kamu tidak mentadabburkan” , “ apakah kamu tidak berjalan dimuka bumi kemudian perhatikan “ dan sebagainya.

Prilaku Irrasional yang bertentangan dengan akal dan jiwa yang sehat,  tetapi jika dikemas sedemikian rupa dengan gebyar iklannya serta dilakukan banyak orang, bisa mematikan akal sehat. Sekedar contoh mengekspresikan kegembiraan lulus sekolah dengan corat-coret baju, jelas-jelas irrasional dan jaka sembung naik ojek. Faktanya dilakukan oleh hampir seluruh siswa, bahkan ada oknum guru yang ikut menandatangi di baju muridnya dengan spidol.

Begitu juga kalo ada orang dewasa meniup lilin pada kue ulang tahun, kemudian diberikan tepuk tangan..? dimana hebatnya, ? biasanya tepuk tangan mengiringi prestasi, terus hebatnya dimana orang dewasa niup lilin..? kalo dijadikan symbol batas bertambahnya usia, lalu apa hubungannya batas usia dengan lilin..? nahloh makin banyak kebingungan jika kita mau bertanya kepada akal dan jiwa yang sehat.

Sebentar lagi kita akan menyaksikan dipenghujung akhir tahun tengah malam orang-orang yang secara masal melakukan perbuatan dan tindakan irrasional, mulai dari jingkrak-jingkrak, menyanyi, berjoged, bakar kembang api, trek-trekan, konvoi malam, sampai kepada pergaulan bebas. Saat itu akal dan jiwa yang sehat semakin terkekang karena gebyar malam tahun baru didukung oleh media informasi yang sedemikian meriahnya. Jika akal dan fikiran sehat sudah terkekang maka yang terjadi adalah nafsu semakin liar, buas, ganas, semakin tak terkendali. Larisnya berbagai macam merek Kondom satu indikator bahwa perayaan malam tahun baru adalah malam mengumbar nafsu.

Hancurnya Eksistensi Manusia

Allah SWT telah menjadikan kita makhluq yang paling sempurna (Q.S Attiin (95) ayat : 1 ), Makhluq paling mulai serta dilebihkan dari semua makhluk yang lain (Q.S Al-Isra’ (17) ayat 70 ), serta memberi kedudukan manusia sebagai Khalifatullah fil Ardh ( Q.S Al-Baqarah(2)   ayat : 30). Diantara keistimewaan yang diberikan kepada manusia lagi lagi Akal dan fikiran. Dengan akal dan fikiran ini  manusia menjadi makhluq yang berbudaya, makhluq yang berkembang, makhluq yang mempunyai Visi , misi serta orientasi serta tujuan hidup yang sangat jauh berbeda dengan binatang.

Aktifitas hari-hari binatang adalah makan, tidur, kawin, buang air terus beranak, anaknya bisa makan lagi, tidur, kawin, buang air dan seterusnya. Apabila akal fikiran manusia tidak dikembangkan untuk menjaga visi, misi serta orientasi yang jelas berbeda, maka fungsinya hanya akan berkembang untuk mempercanggih sarana aktifitas kehewanan, budayanya berkembang hanya untuk melengkapi serta memfasilitasi nafsu hewannya, makan dengan piring, tidur dengan kasur, buang air dengan toilet dan seterusnya, tujuannya tetap sama makan, tidur, kawin, buang air, beranak, anaknya bisa makan, tidur, kawin, buang air dan seterusnya .

Allah SWT berfirman :
“Orang-orang kafir kerjanya Cuma bisa bersenang-senang, dan mereka hanya memikirkan makan dan minum persis sama dengan makan dan minumnya hewan…                                            (Q.S. Muhammad(47) ayat : 12 )

Menjaga harga diri kita sebagai manusia, berarti menjaga akal dan fikiran kita agar tidak terkekang oleh hawa nafsu, agar terpelihara dari segala tindakan dan aktifitas yang tidak masuk akal, agar kita melangkah dengan penuh kepastian, agar kita mampu menatap masa depan dengan tajam sampai ke negeri akhirat, agar kita tidak melakukan aktifitas dan tindakan murahan, amoral serta harus berbeda dengan binatang dan makhluq lainnya. Mudah-mudahan main Facebook nya kita juga bukan hanya mencari kesenangan dan kenikmatan.
.
Kehilangan Visi, Misi dan Orientasi

Allah SWT, menyuruh kita agar memelihara dari segala perkataan dan perbuatan jangan sampai ada yang sia-sia (Q.S Al-Mu’minuun(23) ayat : 3 ). Ukuran perbuatan seseorang itu sia-sia atau tidak, sangat jelas, apabila seluruh aktifitas kita dalam rangka zikir dan fikir (dalam arti luas), maka itulah aktifitas yang bermanfa’at (Q.S Ali Imran (3) ayat : 190-191)

Bagaimana jika suatu acara terdapat pemandangan mengumbar aurat, goyang bokong, syair serta lirik lagu-lagu murahan, sperti goyang dombret, wakuncar, kucing garong, bang toyyib, sms dan sebagainya, lawakan tidak berbobot… jadi sering kali bukan saja acaranya sia-sia, tetapi sudah banyak unsur kamaksiatannya. Padahal ciri masyarakat modern adalah sangat menghargai waktu, mereka akan sangat sensitive terhadap segala aktifitas yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Income.

Percayalah tidak akan bisa membawa ketenangan dan kebahagiaan yang hakiki jika hanya memenuhi keinginan nafsu. Yang ada cuma kesenangan dan kenikmatan, semakin dipenuhi semakin haus, semakin menuntut, tak akan berakhir, tak berujung, tak akan puas, kalaupun terjadi kepuasan itu hanya ada pada detk-detik pertama saja selanjutnya akan muncul tuntutan yang jauuuh… lebih besar lagi.. Begitulah sifat nafsu manusia.

Berteman sekaligus Menyembah Syaithan

Terjadi pemborosan/mubazzir yang luar biasa, dengan segala atribut dan perlengkapan termasuk pembakaran kembang api besar-besaran. Allah SWT berfirman bahwa Mubazzir/Pemborosan itu adalah saudaranya syaithan. Dan syaithan itu selalu mengajak ke Neraka. (Q.S Al-Israa’ (17) ayat : 27). Pemborosan yang paling besar dan banyak adalah kerugian  Sumber Daya Manusia, berupa  menghambur-hamburkan waktu, tenaga, fikiran, perasaan dengan rela menuggu sampai tengah malam hanya untuk pesta-pesta, menyanyi, jingkrak-jingkrak, jogged, meniup trompet, bakar kembang api dan sebagainya.

Sekian banyak orang terlibat dari rakyat jelata sampai para pemimpinnya, menampilkan gaya hidup jetset, gelamor, hedonis, seolah-olah Negara kita sudah makmur dan maju. Padahal fakta berbicara sebaliknya, bahwa Negara dalam keadaan kere, pengangguran semakin banyak, pengamen dan pengemis bertambah sesak, yang tidur di tenda pengungsian belum dapat rumah, gembel, gelandangan ada dimana-mana, belum lagi yang makan nasi aking, gaplek semakin biasa. Sementara hutang Negara semaking bertumpuk, rakyat banyak yang pada ngamuk, kerusuhan terjadi dimana-mana, bencana alam datang silih berganti, dan seterusnya.

Belum lagi pemborosan material, berupa penghamburan uang untuk membeli atribut, perlengkapan, serta sarana hiburan yang digelar dimalam harinya, tak terhingga jumlahnya, catatan impor bahan-bahan untuk kembang api saja  menunjukan angka yang sangat fantastis, sekaligus ironis. Satu sisi Negara kita sedang dalam keadaan terpuruk, miskin, kere, sisi lain gaya hdup masyarakatnya tidak menunjukan hal demikian.

Terjadi kesenjangan yang semakin melebar. Ada yang dengan mudahnya mengluarkan uang sekian besar hanya untuk hura-hura, ada kehidupannya semakin tercekik, terhimpit dan semakin sempit tinggal menunggu ajal dari langit. Hati semakin keras, hilang rasa sensitive, bantuan-bantuan bencana hanya menjadi lift servis atau komoditas politik untuk menarik simpatik, tetapi tidak pernah tuntas penyelesaiannya. Bahkan tega-teganya masih ada yang berani menilep dana bantuan.

Ajang Penumpukan Dosa

Sudah menjadi “Pengetahuan Umum” bahwa malam tahun baru dan valentine day adalah malam yang paling laris penjualan peralatan Sex. Memang tidak semuanya orang melakukan kebebasan seks malam tahun baru, tetapi kalau tidak kita antisipasi dari sekarang, kejadiannya akan bisa sama dengan corat-coret baju ketika lulus ujian, awalnya memang dianggap aneh, tetapi lama-lama kelamaan sekarang menjadi lumrah, bahkan seolah menjadi ceremony wajib bagi yang lulus ujian.

Begitulah kehebatan syaithan menggiring manusia dalam menciptakan budaya maksiat. Di salah satu sudut kota Sidney setiap tahunnya ada festival homo sedunia, orang homo bisa melakukan apa saja, dimana saja di sekitar sudut kota tersebut. Jadi perbuatan segila apapun, sejijik bagaimanapun kalau terus-menerus diiklankan dengan gebyarnya, maka nanti akan menjadi biasa dan lumrah.

Syaithan punya strategi secara bertahap, kalau sekarang belum semua melakukan, paling tidak opini umum terbentuk lebih dahulu, bahwa dibalik acara tahun baru ada acara kebebasan yang sangat menyenangkan dan penuh kenikmatan biologis. Lama-lama kelaman akan bisa sama seperti di Negara-negara lainnya, kebebasan tanpa batas. Nauzubillah min zaalik

Mudah-mudahan kita masih punya akal sehat, jiwa  bersih, fikiran  kritis, sehingga kita mampu menangkap fenomena dan fakta apa yang sedang terjadi sesungguhnya. Mudah mudahan pula kita masih punya kekuatan untuk bisa berkorban apa saja dari segala yang kita miliki, demi keutuhan rumah tangga dan keselamatan anak-anak kita. Amiiien…

Saudariku yang semoga dirahmati Allah, dalam tulisan ini kita akan membahas mengenai apakah lewatnya seorang wanita di hadapan orang yang shalat dapat membatalkan shalat orang tersebut?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَقطعُ صلاةَ الرجُلِ المُسلمِ -إذا لمْ يَكُنْ بين يديه مثل مُؤخرةِ الرحل- المَرأةُ, و الحمارُ و الكلب الأسودُ. الحديث. و فيه: “الكلب الأسود شيطانٌ”

“Shalat seseorang akan terputus jika lewat di hadapannya wanita, keledai, dan anjing hitam (jika di depannya tidak terdapat sutrah seukuran pelana kendaraan).” al-hadits… Dalam hadits ini pula disebutkan bahwa,”Anjing hitam adalah setan.” (HR. Muslim)

Faidah-faidah yang dapat diambil dari hadits ini antara lain adalah:

1. Lewatnya tiga hal di atas (yaitu wanita, keledai dan anjing hitam) di hadapan orang yang shalat dapat membatalkan shalat. Baik shalat yang dilakukan itu shalat wajib maupun sunat. baik orang tersebut shalat menjadi imam maupun shalat sendiri. Adapun ma’mum, jika lewat di depannya seorang wanita, maka tidak batal shalatnya karena sutrah ma’mum adalah sutrahnya imam.

2. Hadits ini menjelaskan tentang pentingnya sutrah dalam shalat, karena sutrah dapat mencegah batalnya shalat seseorang jika ketiga hal di atas lewat di depan sutrah.

3. Tidak batalnya shalat jika yang lewat di hadapannya adalah anak perempuan yang masih kecil atau seorang gadis yang belum baligh.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa’i dari sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

يقطع الصلاة المرأة الحائض و الكلب

“Shalat seseorang akan terputus jika di hadapannya dilewati oleh wanita yang telah haidh dan anjing.” (HR. Abu Dawud dan an-Nasa’i)

Syaikh ‘Utsaimin rahimahullahu menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan wanita yang telah haidh adalah wanita yang telah baligh.

4. Tidak ada perbedaan hukum apakah wanita yang lewat itu belum mengetahui hukum ataupun wanita tersebut sudah faham hukumnya.

5. Lewatnya keledai di hadapan orang yang shalat dapat membatalkan shalat. Sama saja apakah keledai tersebut besar ataupun kecil, hitam maupun putih. Hal ini berdasarkan keumuman lafadz hadits yang hanya menyebutkan keledai.

6. Lewatnya anjing hitam di hadapan orang yang shalat dapat membatalkan shalat. Sama saja apakah anjing hitam tersebut kecil maupun besar. Adapun anjing yang tidak berwarna hitam tidak membatalkan sholat. Karena Abu Dzar bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai anjing hitam, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa anjing hitam adalah setan.

7. Besarnya semangat para sahabat radhiyallahu ‘anhum dalam mencari hikmah-hikmah yang tersembunyi dalam syari’at. Karena Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hikmah mengapa anjing hitam dapat membatalkan shalat sedangkan yang lainnya tidak.

8. Bahwa semua hukum-hukum syari’at mengandung hikmah. Akan tetapi, tidak semua hikmah yang ada bisa diketahui oleh kita. Kewajiban kita adalah tetap beribadah kepada Allah dengan syari’at tersebut meskipun kita belum mengetahui hikmah yang ada di dalamnya. Karena sesungguhnya hal ini merupakan hakikat dari peribadatan.


Penulis: Wakhidatul Latifah

Pemuraja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits

Referensi :
Fathu Dzil Jalali wal Ikram bi Syarhi Bulughil Maram, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, Darul Wathan lin Nasyr.

Sebuah akad nikah dikatakan sah jika memiliki 5 syarat berikut:

  1. Ta’yin Az Zaujain, menyebutkan secara pasti individu pasangan yang dinikahkan, bukan dengan ungkapan yang membuat ragu. Tidak boleh wali nikah hanya mengatakan: “saya nikahkan anda dengan anak saya“, padahal ia memiliki banyak anak. Harus disebutkan secara pasti anaknya yang mana yang ia nikahkan, dengan menyebutkan namanya. Misal dengan mengatakan: “saya nikahkan anda dengan anak saya, Aisyah“, ini sah.Tidak boleh juga sekedar menyebutkan: “saya nikahkan anda dengan anak saya yang besar (atau yang kecil)“, yang memungkinkan salah paham.
  2. Adanya keridhaan dari kedua mempelai
  3. Adanya wali, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

    لا نكاح إلا بولي

    tidak ada pernikahan kecuali dengan wali” (HR. Ahmad dan Abu Daud).
    dan juga hadits:

    أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل. فنكاحها باطل. فنكاحها باطل

    Perempuan mana saja yang menikah tanpa izin walinya, maka nikahnya batal, nikahnya batal, nikahnya batal” (HR. Ahmad, Abu Daud, dishahihkan oleh As Suyuthi dan Al Albani)
    Dan urutan yang paling berhak menjadi wali untuk menikahkan seorang wanita adalah ayahnya, lalu kakeknya, lalu anaknya, lalu saudara kandung, lalu paman dari bapak, lalu lelaki yang paling dekat jalur kekerabatannya setelah paman, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama. Sebagian ulama ada yang lebih mengutamakan anak lelaki yang sudah baligh dari seorang wanita, daripada ayahnya untuk menjadi wali

  4. Adanya saksi. Berdasarkan hadits Imran bin Hushain secara marfu‘:

    لا نكاح إلا بولي وشاهدي عدل

    tidak ada pernikahan kecuali dengan wali dan dua saksi yang adil” (HR. Ibnu Hibban, Al Baihaqi dan dishahihkan oleh Adz Dzahabi)

  5. Tidak terdapat hal yang menghalangi keabsahan nikah, atau dengan kata lain, kedua mempelai halal untuk menikah. Hal-hal yang menghalangi keabsahan nikah misalnya:
    • Keduanya termasuk mahram
    • Masih ada hubungan saudara sepersusuan
    • Beda agama, kecuali jika mempelai suami Muslim dan mempelai wanita dari ahlul kitab maka dibolehkan dengan syarat wanita tersebut afifah (wanita yang menjaga kehormatannya).
    • Sang wanita masih dalam masa iddah

Wallahu a’lam.

 

Sumber: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=1766

Penerjemah: Yulian Purnama

Artikel Muslimah.Or.Id

Diantara aurat wanita yang sering dilalaikan untuk ditutup oleh banyak Muslimah adalah kaki. Bahkan Muslimah yang sudah berjilbab lebar pun banyak yang masih terbuka kakinya sehingga bisa terlihat lelaki yang bukan mahramnya. Padahal sejak dahulu masyarakat kita, walhamdulillah, memahami bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuh selain wajah dan telapak tangan. Read more

Ada satu komunitas berjilbab gaul yang menamakan diri dengan jilboobs. Yang dimaksud di sini adalah memakai penutup kepala namun pakaiannya ketat. Hingga -maaf- bokong dan payudara masih terlihat seksi dan montok. Bagaimana hukum wanita yang berpenampilan seperti ini? Sudahkah menemuhi ketentuan jilbab yang sempurna? Read more

LIR IBARAT SAPU NYERE PEGAT SIMPAY

(bagai sapu lidi putus tali simpulnya)

“But, AsSyifa in Our Heart always, IsyaAllah”

sore itu (jum’at, 30 Mei 2014) ku terpekur sendiri di kamar depan,

di lantai dua Perum Annur3.

di atas ranjang berseprai coklat

kurebahkan badan yang telah letih

sepulang dari kantor bidang dakwah

sambil pandangan ke langit2

diiringi suara hewan menjelang maghrib

Read more

Awal cerita, kenapa saya terlempar, terhempas dan akhirnya terdampar dimuara LTIQ As-Syifa Al-Khoeriyyah

Dulu waktu usiaku sekitar 18 tahun lebih, ya… bisa dibilang hampir 19 tahunlah. Lebih tepatnya saya masuk kelas XII SMK, Smk tercinta yang terkenal dengan SMK Candiolo. Serem juga sih dengernya, kayak setan aja julukannya, hehehe….

Dulu saya sekolah di SMK Muhammadiyah Kedugwuni, bertempat di Jawa Tengah kab. Pekalongan kecamatan Kedungwuni. Nah disitulah saya sekolah, SMK tempatku sekolah itu berangkatnya siang, masuk jam 13.00 pulang jam 17.30 kadang sampe magrib, inilah asal muasal kenapa SMK Muh Kdw mendapat julukan SMK Candiolo. Read more