Posts

Dewan Pembina Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, dr. Suleiman Omar Qush, menyambut kunjungan silaturrahim Kapolres Subang AKBP. Teddy Fanani, S.I.K., M.H., beserta Wakapolres KOMPOL Ahmad Faisal Pasaribu S.H.,S.I.K., Kabag Ops. AKP. Dony Eko Wicaksono, S.H., Kasat Lantas, Kasat Sabhara, Kabag Reskrim, Kasie Propam, Kasat Intel, Kapolsek Jalncagak dan jajarannya di Ruang Pertemuan R3 Yayasan As-Syifa.

(Dewan Pembina Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menyambut kedatangan Kapolres Subang beserta jajarannya)

(Pengalungan sorban oleh Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah kepada Kapolres Subang sebagai simbolis penyambutan)

Dalam menyambut Kapolres, Dewan Pembina didampingi jajaran pengurus diantaranya Dewan Pengawas Yayasan Ustadz Ir. Nurul Fatoni, Dewan Penasehat Yayasan Ustadz H. Lalu Agus Pujiartha, Lc., MA. & Ustadz H. Kamsi, M.T., Ketua Umum Yayasan K.H. Abdullah Muadz, MSc, Ketua I Bid. Dakwah dan Sosial Ustadz H. Budi Mulia, Ketua II Bid. Pendidikan Ustadz H. Sudiman, S.Pd., Ketua III Bid. Kerumahtanggaan Ustadzah Lulu Ludiawaty, M.Psi., Bendahara Yayasan H. Ata Suparta, S.H.I., Sekretaris Yayasan yang diwakili oleh Romi Kadarusman serta sejumlah Kabag Kesekretariatan Yayasan.

(-kiri ke kanan- Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Wakapolres Subang, Kabag Ops. Polres Subang)

Selain mempererat tali silaturrahim antara Polri dengan Ponpes As-Syifa, dalam kesempatan ini Kapolres juga menyampaikan pesan kamtibmas, diantaranya mengajak As-Syifa untuk bersama-sama dalam mengangkal issue yang belum jelas kebenarannya atau hoax serta hate speech, berhati-hati dari gerakan-gerakan radikal yang dapat memecah persatuan. “Santri merupakan generasi penerus bangsa yang mempunyai mental dan akhlak yang baik. Untuk itu, diharapkan bisa menjadi penerus bangsa selanjutnya.” Ungkap Teddy.

Hal ini disambut baik oleh pihak As-Syifa. Ketua Umum Yayasan, Ustadz Mu’adz menyatakan kunjungan silaturrahim ini semoga bisa meningkatkan sinergitas Yayasan As-Syifa dengan Kepolisian yang selama ini sudah terjalin dengan baik. “Mengingat kondusifitas di Indonesia saat ini terganggu akibat maraknya berita hoax, khususnya pemberitaan pesantren-pesantren yang disinyalir sebagai sarang radikalisme atau terorisme, maka dengan kegiatan ini diharapkan menjadi ajang check & re-check tentang informasi pesantren khususnya As-Syifa” ungkapnya.

Sesuai dengan visi-misi yayasan bahwa As-Syifa hadir di tengah masyarakat untuk membangun suasana lingkungan dengan nilai-nilai islam yang sejuk, membina pribadi generasi dan masyarakat yang berakhlaqul karimah serta melayani masyarakat di lingkup sosial. Di akhir pertemuan, digelar do’a bersama dan serah terima cinderamata dari kedua pihak.

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melalui bagian Litbang kembali menyelenggarakan As-Syifa Researchers and Inventors Awards (ARIA) tahun ini. ARIA merupakan kompetisi ilmiah yang diantara tujuannya adalah untuk mencari dan mendapatkan solusi atas permasalahan sekitar, dan setelah sukses penyelenggaraannya di tahun 2018, tahun ini As-Syifa kembali menyelenggarakan kompetisi serupa yang kegiatannya dirangkaian dalam rangka menyemarakkan acara Milad ke 17 tahunAs-Syia.

Dengan tema besar “Pembangunan Manusia Era 4.0 dalam mewujudkan Masyarakat Rabbani” ARIA menyasar peserta yang lebih luas yakni untuk tingkat Nasional.

Dalam kompetisi ini, peserta dapat memilih subtema yang sudah ditentukan tetapi tidak terbatas, yakni tentang; Pekerjaan sosial, Pertanian Terpadu, Edukasi dan Rekreasi serta Go Green dan Teknologi Ramah Lingkungan Terbarukan.

Kompetisi ini sudah dibuka pendaftarannya untuk masyarakat umum di seluruh Indonesia sejak tanggal 1 Agustus 2019 dan akan ditutup pada tanggal 1 Desember 2019. Informasi lebih lanjut bisa diakses pada laman website https://aria.alshifacharity.com.

Pelaksanaan ARIA tahun ini diharapkan lebih banyak solusi yang ditawarkan yang tidak hanya berguna bagi masyarakat sekitar tetapi juga Indonesia secara umum.

Mari, Jadilah Bagian dari Solusi Indonesia!!

::Dokumentasi ARIA 2018:

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah kembali menerima kunjungan tamu. Kali ini, tamu datang dari Pondok Pesantren Persis Tarogong, Garut. Kunjungan digelar mulai Kamis sore (15/8/2019) hingga Jum’at pagi (16/8/2019) di Aula Yusuf Kampus As-Syifa Jalancagak.

Dalam kesempatan ini, ada sejumlah agenda yang dilakukan. Mulai dari fieldtrip di area kampus As-Syifa, visit room asrama, hingga sharing session di kegiatan Focus Group Discussion (FGD), bersama dengan perwakilan pengurus yayasan, bagian kurikulum, keasramaan, dan sejumlah bidang lainnya. Ada enam hal yang dibahas dalam FGD ini, yakni;

  1. seputar Kurikulum Pembinaan Santri Asrama
  2. Qoyyimul Masjid (Kegiatan Memakmurkan Masjid)
  3. Administrasi, Keuangan dan Layanan Komunikasi
  4. Manajemen Sarana dan Kebersihan
  5. Manajemen Kesejahteraan dan kesehatan
  6. Manajemen Organisasi Santri dan Kedisiplinan

Pihak Pontren Persis tarogong menyatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi baru dari kegiatan, habbit maupun aturan yang dapat diterapkan disana dalam merumuskan strategi inovasi pembelajaran di sekolah maupun di asrama yang lebih efektif.

Kegiatan ini diakhiri dengan pertukaran cinderamata oleh perwakilan pihak As-Syifa dan Pontren Persis Tarogong, yang dilanjutkan dengan foto bersama.