alshifacharity.com – Sebagai bagian dari komitmen dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, tangguh, terampil, dan berdaya saing, As-Syifa Boarding School menggelar Jambore As-Syifa Raya (JAMBARA) II. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Divisi Pendidikan dan Pondok Pesantren As-Syifa ini menjadi salah satu program pembinaan Pramuka Penggalang dan Penegak sekaligus wadah penguatan karakter dan ukhuwah antarmurid dari berbagai unit pendidikan As-Syifa.
Digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Indonesia Ke-81, JAMBARA II diikuti oleh ratusan peserta dari unit SMPIT, SMAIT, MTs, MA, dan SMKIT yang berasal dari empat kampus As-Syifa, yakni Jalancagak, Wanareja, Sagalaherang, dan Jalancagak 2.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari dua malam, 13–15 Agustus 2026, bertempat di Camping Ground T8 As-Syifa Jalancagak. Mengusung tema “Mencetak Generasi Muslim, Melahirkan Pemimpin Masa Depan Yang Gemilang”, JAMBARA dirancang sebagai ruang pembelajaran yang memadukan pengalaman berkemah, keterampilan kepramukaan, kepemimpinan, kerja sama, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai keislaman.

Pelaksanaan JAMBARA juga menjadi bagian dari semangat Hari Pramuka ke-65 tahun ini yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Semangat tersebut diterjemahkan melalui rangkaian kegiatan yang mendorong peserta untuk menjadi generasi yang tangguh, mandiri, terampil, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat serta bangsa.
Dalam amanat pada upacara pembukaan JAMBARA 2026, Ketua Yayasan, TGH. Dr. Lalu Agus Pujiartha, MA, mengajak seluruh peserta menyadari bahwa mereka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia dan memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita bangsa.
“Kita adalah anak kandung negara Indonesia, kita adalah generasi penerus cita-cita bangsa Indonesia,” tegasnya di hadapan ratusan peserta JAMBARA.
Menurutnya, setiap peserta telah dianugerahi potensi yang berbeda-beda yang kelak akan menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia. Karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri menjadi pribadi yang saleh dan salehah, sekaligus siap mengisi berbagai sektor kehidupan di masa depan.

Dalam amanat berikutnya, TGH. Dr. Lalu Agus Pujiartha menekankan tiga bekal utama yang harus dimiliki setiap generasi muda. Pertama, mengintegrasikan nilai, moral, dan akhlak dengan agama, diri sendiri, masyarakat, hingga bangsa. Kedua, mempersiapkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing. Ketiga, memastikan seluruh potensi tersebut dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi sesama.
Pesan tersebut menjadi landasan yang sejalan dengan tujuan JAMBARA sebagai ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian bagi generasi penerus bangsa.
JAMBARA II menghadirkan pendekatan yang memadukan kegiatan kepramukaan dengan pembinaan spiritual. Selama mengikuti perkemahan, peserta menjalankan berbagai pembiasaan ibadah, seperti qiyamul lail, shalat berjamaah, Al-Matsurat, murojaah, dan khataman Al-Qur’an.
Pendekatan tersebut menjadi wujud filosofi pendidikan As-Syifa yang berupaya membentuk pribadi secara utuh dan seimbang, tidak hanya unggul dalam aspek intelektual dan keterampilan, tetapi juga memiliki kematangan emosional, kepedulian sosial, kemampuan kepemimpinan, dan kekuatan spiritual.

Melalui JAMBARA II, As-Syifa menegaskan bahwa pembinaan karakter, keterampilan, kepemimpinan, dan prestasi dapat berjalan secara beriringan. Setiap pengalaman selama perkemahan diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk tumbuh sebagai pribadi yang disiplin, mandiri, tangguh, serta mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan kepramukaan, JAMBARA menjadi bagian dari ikhtiar As-Syifa dalam mempersiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan yang berakhlak mulia, berwawasan luas, serta siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa dengan nilai-nilai Islam sebagai landasan kehidupan.***



