Home Blog Page 55

Cara Mengolah Packaging Daging Qurban Untuk Jangka Panjang

0

Meski di masa pandemi, tahun ini As-Syifa dapat kembali melaksanaan qurban dengan jumlah hewan yang tidak lebih sedikit dari tahun sebelumnya, bahkan mengalami kenaikan. Titipan hewan qurban yang didapat tahun ini sebanyak 285 ekor kambing dan 65 ekor sapi. Pelaksanaan qurban pun dilakukan dalam dua hari yakni di hari Selasa (20/7) yang berfokus pada penyembelihan kambing, dan Rabu (21/7) penyembelihan sapi.

Ketua Pelaksana Semarak Dzulhijjah 1442 Hijriyyah, Ahmad Sahirul Alim atau yang akrab disapa Salim mengatakan, as-syifa peduli mendistribusikan paket daging qurban ke berbagai daerah di Indonesia, “Sesuai tagline kami ‘Tebar qurban peduli Indonesia’, bahkan hewan qurban juga didistribusikan sampai ke palestina.” Katanya.

Ia menjelaskan, Packaging Daging Qurban yang disebar tidak hanya dalam bentuk fresh-meat, mengingat pandemi dan kebutuhan pangan di kala terjadi bencana, maka As-Syifa Peduli mengadakan program kornetisasi yang jenisnya daging murni dan rendang dengan masa simpan selama setahun. “Yang kedua abon sapi, dan terakhir frozen meat, yang bisa tahan lebih lama yakni tiga sampai enam bulan”. Jelas Salim.

Paket daging qurban yang didistribusi tidak kurang dari 30.000 paket yang disebarkan di seluruh Indonesia bahkan ke Palestina. Jumlah pequrban di As-Syifa sebanyak 740 orang dalam bentuk kambing dan sapi. “Sebetulnya yang mau menitipkan hewan qurban sampai malam tadi (19/7) masih berdatangan konfirmasinya, tapi kami batasi karena keterbatasan penangannya.” Imbuhnya. (Ajeng Ningtyas)

Tantangan Penyembelih di Kala Pandemi

0

Di tahun 1442 Hijriyyah atau 2021 Masehi, umat Islam kembali menghadapi tantangan dalam pelaksanaan ibadah qurban di tengah pandemi. Seperti tahun lalu, pelaksanaan penyembelihan hewan qurban tidak dapat dilakukan dengan melibatkan banyak orang.

Ditemui saat pelaksanaan qurban hari Rabu lalu (21/7) Perwakilan DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Subang, Andi Subastian selaku Koordinator penyembelihan hewan qurban di As-Syifa mengatakan, hal ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi tim penyembelih. “Kalau dulu kita bisa menangani ratusan ekor hewan qurban oleh ratusan orang tim. Kalau sekarang kan untuk menangani 285 ekor kambing dan 65 ekor sapi hanya mengerahkan 25  orang saja, dan itu merupakan tantangan berat buat kami” ungkapnya. Tim Juleha harus bekerja ekstra dalam menyelesaikan target penyembelihan, yakni dalam dua hari saja.

Namun Andi mengungkapkan, meskipun ada sejumlah aturan terkait pandemi yang perlu diterapkan namun ia optimis tim nya akan beres sesuai target. Ditanya soal tips dan persiapannya, ia menjelaskan bahwa anggotanya sudah dibekali pelatihan yang matang di Dauroh Qurban beberapa waktu lalu. “Insyaa Allah dengan persiapan yang sudah matang, kita bisa mengerahkan tenaga terlatih sehingga meskipun ada pembatasan insyaa Allah bisa terkonversi”.

Andi berharap pandemi segera berakhir, ia juga mengajak khalayak untuk tetap semangat dalam berqurban meskipun di masa sulit seperti saat ini. “Karena ketika kita berqurban di kala sempit justru menjadi amalan terbaik bagi kita insyaa Allah” tambahnya. (Ajeng Ningtyas)

Persiapkan Semarak Dzulhijjah 1442 H Sesuai Protokol

0

Hari raya Idul Adha tinggal menghitung hari. Jelang pelaksanaan penyembelihan hewan Qurban yang akan dilakukan di lingkungan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Sabtu pagi (17/7) panitia Semarak Dzulhijjah 1442 Hijriyyah menggelar Gladi persiapan qurban di Jabal As-Syifa, Jalancagak, Subang. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ahmad Sahirul Alim, MA. selaku ketua pelaksana, beserta seluruh koordinator, pj dan perwakilan masing-masing divisi panitia.

Salim, sapaan akrab ketua pelaksana, mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk persiapan mekanisme pelaksanaan kegiatan penyembelihan hingga pendistribusian daging maupun hewan qurban nanti.

Mengingat kondisi pandemi saat ini dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, Salim menyatakan As-Syifa melalui komunikasi Humas dengan pemerintah daerah sudah mendapatkan izin terkait pelaksanaan sholat ied dan penyembelihan hewan qurban di hari H hingga h+2, lantaran hewan qurban yang telah terkumpul sebanyak 250 ekor domba dan 53 ekor sapi.

“Meskipun dalam kondisi pandemi tapi alhamdulillah ada peningkatan jumlah titipan hewan qurban di As-Syifa dari para donatur. Pertama kita menjamin ke para pengqurban bahwa pelaksanaan qurban di As-Syifa insyaa Allah sesuai prokes, sehingga ada kepercayaan dari para donatur. Ini menjadi tantangan dan beban amanah bagi panitia untuk pelaksanaan prokes selama penyembelihan nanti”

Kedua, upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan screening kepanitiaan. Inilah yang menjadi alasan proses penerbitan SK Kepanitiaan cukup lama, sebagai bentuk selektif panitia inti dalam pemilihan tim lapangan nanti.

Selanjutnya sebagai ikhtiar panitia dalam penerapan pembatasan kerumuman, tim yang terjun akan dibekali tanda pengenal, “orang yang boleh masuk ke area ini adalah orang yang berseragam dan memiki pengenal panitia, sehingga yang nanti bisa masuk terbatas.” ungkapnya. (Ajeng Ningtyas)

190 Santri LTIQ As-Syifa dapat Beasiswa

0

Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, KH. Abdullah Muadz menyerahkan secara simbolis Beasiswa Pendidikan kepada 190 santri lembaga tahfizh dan ilmu Al-Qur’an (LTIQ) As-Syifa, Kamis (15/07) di Gedung Aula Aswediy.

Beasiswa pendidikan ini diberikan kepada santri dalam bentuk sejumlah fasiliatas penunjang kegiatan selama satu tahun pendidikan berjalan, seperti kebutuhan asrama, biaya makan, biaya kesehatan, buku-buku pelajaran serta fasilitas pembelajaran dan pendampingan keasramaan.

KH. Abdullah Muadz berharap setiap santri dapat menunaikan kegiatan pembelajarannya dengan optimal dan kedepan dapat menjadi bagian dalam generasi penyebar luas manfaat terutama dalam hal pendidikan.

“Saya berharap antum semua dapat memaksimalkan kesempatan yang telah dititipkan ini sebagai motivasi agar selalu semangat dan istiqomah dalam memaksimalkan waktu belajar dan menghapal. Karena menjadi suatu kebanggaan kepada lembaga serta para donator ketika semuanya dapat menyelesaikan proses pendidikan ini dengan sebaik mungkin”, ungkapnya. (Humas-Assyifa)

Vaksinasi Covid-19 di Lingkungan As-Syifa Al-Khoeriyyah

0

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah sudah melakukan vaksinasi terhadap pegawainya secara bertahap. Selasa pagi (13/7) giliran vaksinasi dosis kedua di As-Syifa Boarding School kampus Wanareja yang bekerjasama dengan Puskesmas Cikalapa, Subang.

Disamping memperhatikan kualitas kesehatan serta daya tahan tubuh di tengah pandemi, program ini juga sebagai upaya yayasan dalam mempersiapkan kegiatan belajar secara tatap muka di As-Syifa Boarding School.

Sebelumnya, vaksinasi dosis pertama di Wanareja sudah dilakukan pada bulan Juni lalu, dan di Jalancagak pada tanggal 9 Juli. Ketua Satgas As-Syifa, Ustadz Sudiman menyatakan, vaksinasi saat ini diprioritaskan kepada guru dan tenaga kependidikan yang akan berhubungan langsung dengan sivitas akademika di kampus As-Syifa Boarding School. “Bagi sebagian pegawai lainnya yang belum diberikan vaksin, direncanakan pada bulan Agustus kita adakan kembali vaksinasi, namun ini tentatif.” ungkapnya.

Dari data kepegawaian, sudah sekitar 40% dari jumlah seluruh pegawai As-Syifa yang divaksinasi baik dosis pertama maupun yang sudah dosis kedua. “Kurang lebih dari data kami 400 orang yang sudah divaksin di Jalancagak maupun Wanareja, ini baru data sementara yang pelaksanaannya langsung dari Yayasan. Sementara sebagian ada yang sudah melakukan vaksinasi secara mandiri ke tempat pelayanan kesehatan masyarakat masing-masing, dan kita Departemen Humas Capital masih menunggu laporan dari setiap pegawai tersebut”. Jelas Ratna Setianingrum, Manager Human Capital As-Syifa.

Yayasan menargetkan 100% pegawainya divaksin hingga bulan Agustus mendatang. Selain menjalankan protokol kesehatan, program vaksinasi ini juga sebagai salah satu ikhtiar As-Syifa untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. (Humas Assyifa)

Dari harta anda, untuk warga lanjut usia

0

Siang menjelang sore di hari Jum’at tanggal 4 Juni 2021 itulah saat kami bergegas menuju Dusun Sukamaju, Subang. Sambil ditemani tokoh agama sekitar, kami susuri jalan gang kecil khas pedesaan di Kabupaten Subang.

Tujuan kami hanya satu, menyampaikan amanah, titipan zakat dari para Muzaki. Kepada siapa ? Kepada para Ibu dan Bapak lanjut usia yang sedang dalam keadaan sulit atau berstatus dhuafa. Ada haru ketika kami sampaikan amanah ini, karena beberapa penerima ada yg hidup sebatang kara.

Pesan tersirat untuk kita #SahabatPeduli , selagi masih ada dan bersama dengan orang tua, mari kita bahagiakan beliau. Jikapun sudah tiada, ada orang tua lainnya yang menantikan perhatian kita.

Ucapan terima kasih yg terucap dari para Ibu Bapak lansia ini juga kami sampaikan untuk para Muzaki dan Donatur yang sudah menitipkan hartanya pada Assyifa Peduli.

Mari kita terus lanjutkan kebaikan-kebaikan lainnya. Ingin menunaikan zakat atau berdonasi silahkan klik Aksipeduli.id (tertera di bio profil).

Assyifa Peduli
Berbagi Kepedulian Menebar Senyuman