alshifacharity.com – Sebanyak 120 jamaah Masjid Al-Istiqomah, Kampung Sindangaso, Desa Cikaramas, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, mengikuti Pelatihan Pengurusan Jenazah yang diselenggarakan oleh Departemen Syiar dan Pembinaan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah pada Senin (27/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam sekaligus memperkuat pembinaan terhadap masjid-masjid binaan.
Pelatihan merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Syiar dan Pembinaan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah bersama DKM Masjid Al-Istiqomah. Sinergi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas jamaah melalui program pembinaan keislaman yang aplikatif, relevan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Hadir sebagai narasumber, Ustadz Rida Miftahul Alim, S.H.I., S.Pd.I., M.M.Pd., yang memaparkan pentingnya penguasaan ilmu pengurusan jenazah sebagai bagian dari pelaksanaan fardu kifayah.
“Sebagai seorang muslim, mengurus jenazah sesama muslim merupakan kewajiban kolektif (fardu kifayah). Terlebih lagi ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia, maka pihak keluarga menjadi orang yang paling utama untuk mengurus jenazah sebelum dibantu oleh pihak lain. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai pengurusan jenazah perlu dipahami oleh masyarakat,” jelasnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik langsung mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga proses pemakaman. Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga pengalaman langsung sehingga lebih siap ketika harus mengaplikasikannya di tengah masyarakat.
Salah seorang peserta, Asep Nauval (24), mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari pelatihan tersebut. Meskipu n sebelumnya pernah terlibat dalam proses pengurusan jenazah, ia menilai pelatihan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif.
”Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan ini wawasan saya semakin bertambah. Banyak hal yang sebelumnya belum saya ketahui, sekarang menjadi lebih paham. Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Manajer Departemen Syiar dan Pembinaan External Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Ustadz Taupik Hidayat, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan kepada masjid-masjid binaan. Hingga saat ini, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah telah membina lebih dari 100 masjid yang tersebar di berbagai wilayah.

”Pelatihan ini menjadi sarana untuk terus menjalin silaturahim dan menjaga komunikasi dengan masjid binaan. Selain itu, tema pengurusan jenazah masih sangat jarang dibahas secara khusus dalam majelis taklim, padahal kebutuhan masyarakat terhadap sumber daya manusia yang memahami tata cara pengurusan jenazah sangat besar. Selama ini masyarakat masih banyak bergantung kepada tokoh agama atau tokoh masyarakat. Kami berharap semakin banyak jamaah yang memiliki kemampuan ini sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat ketika dibutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para ustadz di daerah untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat, sehingga kompetensi umat dalam melaksanakan kewajiban fardu kifayah dapat terus meningkat.
Melalui pelatihan ini, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan sekaligus keterampilan dalam mengurus jenazah sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Dengan demikian, pelaksanaan fardu kifayah dapat dilakukan secara benar, sekaligus memperkuat semangat pelayanan dan kepedulian umat terhadap sesama muslim.***



