Home Blog Page 96

Pesantren HIDAYATULLOH Depok Kunjungi As SYIFA

0

Cheap Jerseys from chinaCheap Jerseys china
IMG_20160514_174913_1463455671950_1463455698622

 

Hari Sabtu (14/5/2016) adalah hari yang sangat membahagiakan bagi As Syifa Boarding School, karena hari tersebut mendapatkan kunjungan dari Pesantren Hidayatulloh Kota Depok. Sebuah eantren yang sangat konsen dengan dunia pendidikan Islam di Indonesia.

Kunjungan dipimpin oleh Ustadz Lalu Mabrul, M.Pd.I selaku ketua umum Yayasan Hidayatulloh Depok. Sedangkan fokus kunjungan yang dilakukan adalah untuk mendiskusikan dan memperdalam penerapan sistem sentralisasi yayasan yang meliputi keuangan, aturan kepegawaian dan penggajian serta penanganan kepengasuhan santri.

Rombongan diterima oleh Ustadz. H. Sudiman, selaku Ketua 1 Bidang Pendidikan Yayasan As Syifa Al Khoeriyyah Subang, didampingi oleh Kabag HRD, Kabag Humas, Kabag Keuangan Yayasan, dan Staf Ahli Keasramaan. (humas yys)

Mengajar itu Membahagiakan (2)

0

Bahagianya sebagai guru adalah menjadi wasilah (jalan) sampainya ilmu pada seseorang. Sebagaimana diketahui bahwa dalam kaidah islam, Ilmu itu selalu mendahului Amal.

Mengapa demikian ?

IMG-20151120-WA0007 - CopyKarena orang yang beramal tidak menggunakan ilmu, bisa jadi amalnya akan sia-sia. Misalkan saja karena ingin mendapatkan pahala yang lebih banyak, maka mengerjakan sholat subuh ditambah rakaatnya menjadi 4 rakaat. Inilah gambaran beramal tanpa ilmu, padahal aturannya sholat Subuh sejak diwajibkan hingga hari kiamat tetap 2 rakaat banyaknya.

Nah, di sinilah  guru menyampaikan ilmu agar seseorang benar dalam beramal. Yang dimaksud benar bukan hanya dalam mengerjakannya, tetapi juga benar niatnya, benar cara melakukannya dan benar tujuan akhir dalam beramal.

Selayaknya seorang guru yang beriman, maka saat menyampaikan ilmu kepada seseorang diharapkan ilmu yang disampaikan mampu menghantarkan seorang murid mengenal Tuhannya. Dengan lain kata mampu memahamkan seseorang tentang konsep Ma’rifatulloh.

Sebagai contoh seorang guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yang mengajar tanpa pengenalan terhadap Alloh (ma’rifatulloh), ia hanya akan menyampaikan bahwa “Matahari adalah sumber energi”, namun berbeda dengan seorang guru yang telah dilandasi dengan pemahaman Ma’rifatulloh. Ia akan menjelaskan bahwa “Alloh SWT menciptakan Matahari sebagai sumber Energi”.

Contoh lain seorang guru Matematika ketika menyampaikan pembahasan tentang trigonometri dapat dijelaskan bahwa penemuan sinus dan cossinus adalah seorang ilmuwan muslim, Ibnu Jabbir al Battani. Atau penemu rumus persamaan akar kuadrat (Rumus ABC) Aljabar, yaitu Al Khawarizmi yang juga seorang ilmuwan muslim. Dan masih banyak lagi beberapa bagian ilmu pengetahuan yang selalu dapat didekatkan dengan pemahaman Ma’rifatulloh.

Inilah beberapa hal yang perlu direnungkan oleh seorang guru dalam mengajarkan ilmunya kepada para murid, sehingga saat ilmu mengenal Alloh ini disematkan juga pada pembelajaran yang disampaikan semoga dapat menghasilkan murid-murid yang pandai, cerdas namun sekaligus memiliki aqidah yang lurus, ibadah yang benar dan akhlak yang mulia. Jika ini yang dihasilkan, maka cukuplah hal ini membuat seorang guru bahagia, karena ilmu yang diajarkannya menjadi ilmu yang bermanfaat, dan murid yang dihasilkan adalah murid yang sholih dan sholihat.

Untuk itu sangat amat disayangkan apabila visi seorang guru hanya sebatas visi duniawi saja, padahal ada hal yang lebih besar lagi yaitu visi akhirat, agar ilmu yang disampaikan manfaat dan murid yang dihasilkan adalah murid yang bertaqwa kepada Alloh SWT, Dzat pemberi ilmu itu sendiri. Jika ini yang diakukan, maka masihkan mengajar adalah sesuatu yang memberatkan?

Maka, selayaknya MENGAJAR itu MEMBAHAGIAKAN !

Wallohu A’lam Bishshowwab.

 

(imam_ns)

_____________

*) Penulis adalah Guru SMPIT As Syifa Boarding School

Dikutip dari : http://hepiberbagi.blogspot.co.id/2016/05/mengajar-itu-membahagiakan-2.html

As Syifa Peduli kembali berbagi

0
WhatsApp-Image-20160507
gb. Penyerahan bantuan kpd DKM Masjid Nurul Ikhwan

 

“Sebagai Lembaga yang bergerak di bidang sosial, As Syifa Peduli giat mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan bersinergi dalam membantu menyelesaikan permasalahan sosial kemanusiaan. Dengan adanya bantuan dari masyarakat inilah, nantinya dana yang terkumpul kembali akan disalurkan untuk membantu sesama yang membutuhkan,” kata Ata Suparta selaku direktur As Syifa Peduli.

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial Alhamdulillah As Syifa Peduli kembali menyelenggarakan kegiatan sosial Kemasyarakatan yg dilaksanakan di Masjid Jami Nurul Ikhwan Rt 17 desa Kumpay, Jalancagak – Subang. Adapun beberapa kegiatan yang diselenggarakan diantaranya :

a. Taklim Tarbawi
b. Pelayanan Kesehatan
c. Sembako Gratis
d. Lelang Baju Layak Pakai.
E. Berbagi Doorpize untuk anak.

WhatsApp-Image-20160507 (1)Sementara dari hasil lelang baju layak pakai terkumpul donasi sebesar Rp. 406.000 . Donasi yg terkumpul diberikan kepada DKM Masjid Nurul Ikhwan untuk Kegiatan Kemakmuran Masjid.

Sebelumnya, dlm rangka memperingati hari Yatim Sedunia (10/04/2016) di Ragunan Jakarta, As Syifa Peduli juga ikut berpartisipasi dalam berbagi bersama yatim dan dhuafa. Kegiatan yang dilaksanakan ini juga bekerja sama dengan sebuah lembaga amal (charity), sehingga target peserta yang mengikutinya menjadi lebih banyak lagi.

Ata Suparta juga mengucapkan Jazakumullah Khoiran Katsir atas donasi materi, pikiran dan do’a yg telah diberikan oleh berbagai pihak, terutama para donator sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kendala apapun. “Mari ikut serta dalam gerakan berbagi kepedulian, menebar senyuman, bersama As syifa Peduli,” ajaknya. (humas yys)

Sekolah Islamic Village Tangerang Studi Banding ke As Syifa.

0
6f8c508b-6dc5-44cc-bc05-420dd46a84d7
Gb. Suasana diskusi antara Sekolah Islamic Village & As Syifa BS

Pada Sabtu (23/4-2016) yang lalu As Syifa Boarding School menerima kunjungan dari Sekolah Islamic Village Tangerang, Banten. “Kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami, mengingat sebagai sekolah yang masih baru, As Syifa dipilih sebagai tempat kunjungan oleh sekolah besar dan terkenal seperti Islamic Village ini,” kata Ust. H. Sudiman selaku Ketua 1 Yayasan As Syifa dalam sambutan selamat datang yang disampaikan di hadapan tetamu.

Sebagaimana diketahui Sekolah Islamic Village adalah sebuah sekolah dengan sejarah yang cukup panjang, karena didirikan pada tahun 1972. Dalam kurun waktu tersebut Sekolah Islamic Village kini telah mampu menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah mulai dari Toodler, PG-TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, dengan fasilitas pendukung pembelajarannya yang lengkap dan modern, dengan jumlah siswa kurang lebih 2.350 dan tenaga pengajar dan staff sebanyak 250-an orang.

Sri Hastuti S.Pd, selaku Koordinator Kurikulum Internasional Islamic Village menyampaikan bahwa kunjungan kali ini adalah untuk mengetahui lebih jauh tentang penerapan kedisiplinan murid dan pelaksanaan kurikulum khas untuk SMP dan SMA di As Syifa.

Kunjungan yang berlangsung sejak pukul 06.30 wib tersebut sekaligus digunakan untuk melihat secara langsung penerapan nilai-nilai karakter dalam setiap memulai pelajaran pagi, dimulai dari apel rutin setiap hari. Selanjutnya diisi dengan sharing dan diskusi dan diakhiri dengan ramah tamah serta pemberian cenderamata kepada As Syifa Boarding School. (humas yys)

Mengajar itu Membahagiakan *

0

Setiap kali saya bertemu dengan murid-murid di sekolah, saya merasakan selalu ada energi, gairah dan semangat hidup yang baru. Saat menatap wajah-wajah mereka yang terlihat di mata saya adalah calon-calon pemimpin besar bagi ummat dan bangsa ini. Di sinilah saya selalu mendapatkan semangat untuk memberikan yang terbaik kepada mereka, yaitu pada saat saya mengajar.

IMG_20160314_075553
gb. Bahagiakan murid sebelum belajar

Saya jadi ingat dengan Sabda Rosululloh SAW tentang lima golongan manusia, yaitu :

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلَا تَكُنْ خَامِسًا فَتَهْلِكَ (رواه بيهقى)

“Nabi Saw bersabda : Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka” (HR. Baihaqi).

Bahkan dalam hadits yang lain disebutkan “Jadilah engkau sebagai guru, atau pelajar, atau pendengar, atau pencinta, dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima, sehingga kamu menjadi rusak”. Dalam hadis Nabi yang lain: “Tinta para ulama lebih tinggi nilainya daripada darah para shuhada”. (H.R Abu Daud dan Turmizi).

Bagi saya mengajar bukan hanya sebuah hobi tetapi lebih dari itu, mengajar adalah membangun sebuah peradaban. Oleh karena itu di saat saya sedang mengajar yang tergambar adalah mempersiapkan orang-orang yang kelak akan membawa kebaikan dan kecemerlangan bagi bangsa dan agama ini. Inilah yang saya sebut peradaban, di mana bangsa ini kelak akan meraih kecemerlangan dan kejayaan, dan pemimpin-pemimpin bangsa ini adalah mereka yang sekarang sedang saya ajar. Merekalah pemimpin-pemimpin yang memiliki hubungan baik dengan Tuhannya (iman dan taqwa) juga memiliki hubungan baik dengan masyarakat (muamalat).

Bicara tentang mengajar, ternyata jika kita merunut lagi pendapat para ulama terdahulu, misalkan saja Al-Ghozali, menurut beliau menjadi seorang guru merupakan maslikhul kabir. Bahkan bisa dikatakan di lain sisi, guru memiliki jasa lebih dibandingkan dengan orang tuanya. Hal ini lantaran kedua orang tua menyelamatkan anaknya dari godaan dunia, sedangkan guru menyelamatkan dari sengatan api neraka. Kedudukan guru dalam pendidikan Islam adalah orang yang memikul tanggungjawab dalam proses membimbing.

Selain sebagai pembimbing dan pemberi arah dalam pendidikan, guru juga berfungsi sebagai motivator sekaligus fasilitator dalam proses belajar mengajar, yaitu dalam mengaktualisasikan potensi-potensi yang ada pada diri seorang murid, agar ia dapat terhindar dari kelemahan-kelemahan yang dimilikinya.

Hal inilah yang selalu membuat saya bersemangat saat bertemu dengan murid-murid di sekolah, bahkan saat sedang membutuhkan inspirasi maka salah satu cara untuk mendapatkan inspirasi yang saya butuhkan adalah dengan bertemu mereka di sekolah. ‘Alaa kulli haal … Alhamdulillah (segala puji bagi Alloh) mengajar adalah salah satu hal yang selalu membuat saya bahagia.

Bagaimana dengan Anda ? …

 

(imam_ns)

—————

* penulis adalah Guru di SMPIT As Syifa

Dikutip dari : http://hepiberbagi.blogspot.co.id/2016/04/mengajar-itu-membahagiakan-1.html

SMPIT As Syifa raih anugerah dari Menteri Pendidikan

0

IIUNSMPIT As Syifa Boarding School Subang boleh bersyukur atas apa yang selama ini dipertahankan, yaitu nilai kejujuran dalam penyelenggaraan Ujian Nasional. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberikan Piagam Penghargaan Sekolah dengan Indeks Integritas Penyelenggaraan Ujian Nasional yang tinggi pada tahun 2015 dengan IIUN : 92,73.

Prestasi ini sebagai bukti penilaian sejauh mana SMPIT As Syifa berkomitmen kepada para siswanya dalam menghadapi ujian hingga berhasil lulus hingga melihat proses pelaksanaan UN itu sendiri, apakah dilaksakan dengan jujur atau tidak.

Penghargaan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) adalah apresiasi terhadap sekolah yang menerapkan integritas kejujuran dalam pelaksanaan UN, dan diberikan oleh Kementrian Pendidikan Republik Indonesia. SMPIT As Syifa Boarding School termasuk dari sekolah-sekolah yang dikategorikan memiliki Indeks Integritas yang tinggi dalam penyelenggaraan UN, sehingga layak untuk mendapatkan anugrah penghargaan tersebut.

Penting diketahui bahwa Indeks Integritas Penyelenggaraan UN adalah hasil gambaran tingkat kejujuran sekolah, Kabupaten dan Kotamadya, serta Provinsi dalam melaksanakan dan menjawab soal-soal Ujian Nasional. Jadi dapat disimpulkan semakin tinggi nilai indeksnya, maka semakin tinggi kejujuran sekolah, kabupaten dan kotamadya, serta provinsi dalam melaksanakan ujian nasional.

Kriteria ini mencerminkan tingkat kejujuran peserta dalam mengerjakan soal UN. Pada tingkat sekolah kriteria yang digunakan merupakan tingkat persentase jawaban siswa yang tidak menunjukkan pola kecurangan. Kecurangan yang diukur adalah gabungan persentase contek-mencontek antar siswa (kecurangan antar individu) dan persentase keseragaman pola jawaban soal Ujian Nasional (kecurangan sistemik/terorganisir) dalam suatu sekolah. Pada tingkat kabupaten/kota menunjukkan rata-rata IIUN tingkat sekolah di kabupaten/kota tersebut.

Semoga dengan penghargaan ini dapat menjadi penyemangat bagi SMPIT As Syifa Boarding School untuk selalu menjadi yang terbaik, bahkan setiap tahunnya dapat menunjukkan peningkatan kualitas UN yang diselenggarakan. (humas yys)