Home Blog Page 97

SMA IT As Syifa Selenggarakan UNBK

0

UNBK1

Hari ini (Senin, 4/4/2016) SMAIT As Syifa Boarding School memulai melaksanakan Ujian Nasional 2015-2016. Berbeda dengan Ujian Nasional tahun sebelumnya, kali ini UN yang dilaksanakan berbasis komputer, atau yang disebut dengan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

UNBK2Terkait pelaksanaan UNBK kali ini Ketua Umum Yayasan As Syifa Al Khoeriyah, Ust. Abdullah Muadz, M.Si., mengajak kepada seluruh keluarga besar Yayasan As Syifa untuk memanjatkan doa di setiap sholat

“Mari kita doakan dalam sholat-sholat kita semoga Alloh SWT memberi kesehatan, kelancaran, kemudahan dan kejujuran kepada mereka sehingga mereka memperoleh hasil terbaik. Terbaik untuk akhirat dan terbaik untuk dunianya,” ajak Ust. Abdullah Muadz, M.Si., selaku Ketua Umum Yayasan As Syifa Al Khoeriyah.

Sementara itu Ust. Feri Rustandi, S.Pd., berharap selama pelaksanaan UNBK ini semua dapat berjalan dengan lancar, tanpa ada halangan suatu apapun. Mengingat ujian ini menggunakan komputer tentu pengamanan data menjadi hal yang sangat penting. Oleh karena itu pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Bidang IT dan Bidang Sarana Prasarana, demi kelancaran pelaksaan ujian ini.

Sebagaimana diketahui pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMA/ SMK/ MA ini berlangsung mulai 4 April 2016. Hanya saja, selesainya yang tidak serupa. Untuk siswa SMA sendiri bisa mengadakan ujian hingga 6 April 2016. Sedangkan untuk SMK s/d 7 April 2016. (humas yys)

Pesantren Ar Rahmat Palasah Majalengka Studi Banding Ke As Syifa

0

IMG_2484Pondok Pesantren Ar Rahmat Weragati, Palasah , Majalengka pada Sabtu (2/4/2016) ini berkenan melakukan studi banding ke As Syifa Boarding School Subang. Rombongan yang datang sekira pukul 13.30 ini langsung disambut oleh Ketua RnD (Research and Development), Ust. Suparman S.Si dan didampingi oleh Staf Ahli Kurikulum dan Pelatihan Kependidikan, Ust. Nurul Qomar, S.PdI dan Staf Ahli Kemuridan, Ust. Marhusin, S.Pd.

Pesantren Ar Rahmat yang dalam aktifitas pendidikannya memadukan Kurikulum Nasional, Kurikulum Kementrian Agama, serta Kurikulum Kepesantrenan Gontor dan Salaf ini bermaksud ingin mendapatkan informasi terkait pelaksanaan pembelajaran dan penerapan kurikulum khas di lingkungan As Syifa Boarding School Subang. Turut serta dalam rombongan ini selain pimpinan pesantren, para Ustadz dan Ustadzah juga beberapa perwakilan santri pondok.

Semoga dengan kunjungan ini semakin mempererat ukhuwah dan silaturahmi antar lembaga dalam rangka memajukan dunia pendidikan di Indonesia. (humas yys).

GERHANA MATAHARI TOTAL, ASSYIFA GELAR SHOLAT KUSYUF

0

IMG_20160309_065720Gerhana Matahri Total yang terjadi pada hari ini (Rabu/ 9 Maret 2106) adalah sebuah peristiwa yang sangat langka dan terjadi di Indonesia. Terakhir terjadi pada 24 Oktober 1995 atau sudah 20 tahun yang lalu. Waktu itu gerhana matahari melewati Pulau Sangihe di utara Sulawesi. Setelah tanggal tersebut belum ada lagi gerhana matahari yang melintasi Indonesia, kecuali yang terjadi hari ini 9 Maret 2016.

Lintasan gerhana matahari total umumnya hanya ratusan kilometer, namun panjangnya bisa mencapai puluhan ribu kilometer. Artinya suatu gerhana matahari total akan melintasi banyak negara di dunia. Namun pada gerhana matahari total kali ini, suatu keistimewaan bagi Indonesia mengingat menjadi satu-satunya negara yang daratannya dilalui. Ya, tidak ada daratan dari negara lain yang dilalui selain Indonesia. Dengan begitu Indonesia menjadi destinasi pengamatan gerhana yang dilakukan oleh para ahli di seluruh dunia.

Adanya gerhana matahari total sebagai sebuah fenomena yang terjadi di alam semesta adalah salah satu bukti kekuasaan Alloh SWT, Tuhan langit dan bumi. Untuk itu sebagi bentuk rasa penghambaan kita sebagai manusia akan ke Mahakuasaan Alloh SWT, maka Keluarga Besar Yayasan As Syifa Al Khoeriyyah menyelenggarakan pelaksanaan Sholat Kusyuf (Sholat Gerhana Matahari Total). Sholat Kusyuf ini dilaksanakan di dua tempat, yaitu di halaman SMPIT As Syifa Putra dan di Masjid Ad Doha kompleks SMPIT As Syifa Putri.

Dalam khotbahnya Ust. Muhammad Sahirul Alim, M.A menyampaikan bahwa dalam menghadapi fenomena Gerhana Matahari ini, sikap manusia terbagi menjadi tiga, yaitu :
1. Yang merespon peristiwa tersbut dengan suasana biasa-biasa saja
2. Yang meresponnya dengan sesuatu yang bersifat hura-hura dan pesta pora, yaitu dengan mengadakan berbagai macam hiburan terkait gerhana matahari
3. Yang meresponnya dengan penuh ketundukan dan penghambaan kepada Alloh SWT, yaitu melalui pelaksanaan

Sholat Kusyuf sebagai salah satu amalan yang disunnahkan oleh Rosululloh SAW.
Setelah mengikuti kegiatan sholat Kusyuf ini, aktifitas kegiatan juga berlangsung sebagaimana mestinya. Sholat gerhana ini dimulai pada pukul 06.15 WIB dan berakhir sekitar pukul 07.30 WIB. (humas yys)

Catatan Penerimaan Murid Baru 2016 Pelajaran Berharga dibalik PMB Assyifa 2016

0

by  : Abdullah Muadz

AS-SYIFA BOARDING SCHOOL – Minat masyarakat untuk mendaftar Assyifa semakin tidak terbendung lagi. Seluruh karyawan dan tenaga kependidikan Assyifa harus kerja Marathon dan hati hati untuk bisa mengakomodir  berbagai kepentingan, tentu saja tidak bisa semuanya bisa diakomodir. Setelah melalui serangkaian kerja marathon  yang sangat melelahkan sejak dari  November  2015  melayani Calon Orang Tua Santri yang ingin mendaftarkan anaknya ke Assyifa yang mencapai lebih dari 2.600 Pendaftar, sementara daya tampung cuma tersedia kurang lebih 500 kursi saja. setelah ditutup pendaftran pun masih banyak orang tua yang datang karena tertinggal informasinya. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil,  adalah sebagai berikut :

Pertama :

Kami belum bisa mengkomodir bahkan masih jauh dari kemampuan untuk memenuhi semua keinginan dan tuntutan masyarakat  pendaftar yang begitu banyak. Kebutuhan sekolah / lembaga pendidikan boarding yang dianggap sebagai alternatife yang lebih baik, masih sangat kurang jumlahnya. Tidak seimbang dengan peminat yang begitu banyak. Berbagai kalimat keluhan, permohonan dengan nada mengiba sangat menyayat hati kami, tidak tega rasanya membiarkan antusias masyarakat yang begitu tinggi.

Kedua :

Kesadaran orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di boarding school itu sangat banyak jumlahnya dan terus bertambah.  Ketika seorang minta agar anaknya diprioritaskan diterima di Assyifa, maka akan ada orang tua lain yang juga minta diprioritaskan, yang jumlahnya jauh melebihi kapasitas yang kami miliki. Kalo orang tua punya alasan mengapa anaknya perlu diprioritaskan, maka akan ada orang tua yang lain pula mengemukakan alasan yang sama, untuk bisa diprioritaskan. Jika ini tidak kita sadari dan fahami, maka munculah suu’ zhon, bahkan lontaran kalimat yang tidak enak didengar, ketika anaknya belum bisa kami diterima. Kami sikapi dengan positif,  itu karena mereka terlalu tinggi pengharapannya kepada Assyifa. Sementara kami belum punya solusinya untuk mengobati kekecewaan dari para calon yang belum bisa kami tampung.

Ketiga

Kini lembaga Pesantren pamornya meningkat, tidak lagi menjadi tempat buangan seperti zaman dahulu. Seiring dengan kecemasan orang tua terhadap nasib anak-anaknya di masa mendatang, terlebih ditengah-tengah lingkungan yang sudah carut marut seperti ini, maka Pesantren manjadi lembaga alternatif tempat orang tua menitip anaknya sehingga hatinya menjadi lebih tenang. Apalagi bagi mereka yang kedua orang tuanya bekerja, maka pesantren seolah menjadi pilihan yang tepat untuk pendidikan anak-anak mereka

Keempat

Menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus pesantren untuk menjaga amanah orang tua yang menyerahkan anaknya. Mereka menitip anaknya bukan sekedar dititip badan atau fisiknya saja. Jika hanya itu maka pesantren tidak lebih dari sekedar peternakan manusia. Mereka menitip anaknya untuk ditumbuh kembangkan dalam semua aspek kehidupannya, baik itu aspek jasadiyah, fikiriyah juga aspe ruhiyah atau ruhaninya. Jika pengurus lembaga pesantren menyadari akan amanah yang diembannya ini, harus sangat hati-hati dalam mengelola pesantren juga harus sangat serius serta fokus dalam mengurusnya.

Kelima :

Sistem Penerimaan Murid Baru (PMB) di Assyifa memakai SK Yayasan mulai dari kepanitiaannya sampai pedomannya, diberikan tembusan kesemua fihak yang bersangkutan, dilihat oleh banyak orang. Sehingga terlihat indah apabila semua fihak mau mematuhinya. Tetapi kalo terlalu banyak intervensi untuk minta dispensasi maka rusaklah system yang kita bangun.. omong kosong kita bisa membangun negeri yang baik, kalau system yang kecil ini tidak bisa kita jaga.. lagi lagi kita berhadapan dengan banyaknya keinginan yang minta terpenuhi, dan terbatasnya kemampuan kita untuk bisa mengakomodir semuanya.

Keenam :

System PMB yang kami buat sudah cukup komprehensif, melihat semua semua aspek penilaian, sehingga faktor kelulusan tidak hanya ditinjau dari satu aspek saja. Jika setelah disekor  semua hasil penilaian calon murid itu ada di wilayah aman (papan atas) maka dialah yang paling berhak mendapatkan kursi di assyifa tanpa melihat apapun latar belakangnya, maka kami berupaya menjaga dan mengamankan agar tidak di intervensi, supaya tidak berubah atau tergeser.   Pedebatan panitia dalam menentukan kelulusan hanya  di wilayah skor papan tengah,  karena harus dilihat banyak faktor pertimbangannya sehingga untuk menentuka kelulusan satu orang saja butuh perdebatan panjang.

Ketujuh :

Ada hasil tes akademis yang nilainya sangat miris. Yang sulit kami perjuangkan dengan alasan apapun, apakah karena orang tua sibuk, atau dengan alasan multiple intelegent, bahwa anak itu punya kecerdasan lain… sementara kami punya dua kesimpulan. Pertama orang tuanya yang sangat lalai mendidik  anaknya, kedua atau anak itu yang tidak mau masuk di assyifa jadi sengaja jawabannya dibuat salah… jika dipaksakan juga harus masuk di Assyifa peluang besar akan tidak mampu mengikuti program dan akan minta keluar dari assyifa, sehingga mubazzir dana yang telah dikeluarkan orang tua.

Kedelapan :

Assyifa hanyalah satu diantara banyak sarana pendidikan lainnya, masih banyak alternatif sekolah boarding lainnya. Tidak kiamat kalau anak kita belum bisa diterima diassyifa. Sehingga tidak perlu dijadikan obsesi berlebihan yang menambah terpuruknya kejiwaan si anak jika tidak diterima. Orang tua memegang peranan penting dalam upaya menentramkan serta memberi ketenangan anaknya, sehingga anak tetap tegar menerima kenyataan yang ada jika belum diterima… masih banyak sekolah lain yang lebih baik..

 

Kesembilan :

Kita harus bisa belajar dari Reformasi, batapa pentingnya kita berpegang kepada sistem, agar semua bisa berjalan dengan rapih, teratur dan indah terlihatnya. Tetapi resiko yang harus dihadapi sistem sebagus apapun tidak bisa memuaskan semua fihak. Sehingga kalau kita berfikir rasional dan realistis, kita harus memberikan apresiasi meskipun hal itu kita yang terkena dampak ketidak nyamanan, misalnya anak kita yang termasuk tidak diterima…

Kesepuluh:

Kami mengetuk hati kepada siapa saja yang masih peduli terhadap pendidikan, untuk membangun 1001 model assyifa laiinya bukanlah personalan yang sulit, masalahnya mau atau tidak, peduli atau tidak. Kami melihat banyak lembaga pendidikan lain yang potensi dan peluangnya jauh lebih besar dari Assyifa..dan inilah faktanya lembaga lain itu :

  1. Pengalaman lebih panjang, sementara assyifa baru 9 tahun
  2. SDM berkualitas dan berpengalaman, sementara di assyifa lebih banyak ABG

nya…

  1. Para ownernya punya Kaliber international, dikenal di manca Negara..sehingga

sehingga punya lobby yang kuat dalam pencariaan dana. Sementara Assyifa sangat terbatas akses luar negerinya.

  1. Donaturnya dari berbagai Negara khususnya timur tengah. Sementara assyifa

donaturnya lebih banyak dari satu Negara saja.

Jika kita tidak peduli dan tidak mau, maka dengan mudah mencari 1001 alasan untuk mengatakan sulit, tetapi kalo kita mau dan peduli akan ada 1001 jalan dan peluang untuk merealisasikannya…  Jadi modalnya adalah Kamauaan dan Kepedulian…

Kesebelas :

Semakin menambah kepercayaan kita akan janji Allah yang begitu banyak. Bahwa Allah akan memberi jalan keluar bagi orang yang bertakwa (Q.S 65 : 2 ),  Allah akan menolong bagi siapa saja yang menolong agamanya (Q.S 47 : 12 ),  Allah akan memberikan jalan jalanNya bagi siapa saja yang mau serius berjuan dijalanNya(Q.S 29 : 69).  Allah akan menurunkan pintu keberkahan dari langit dan bumi untuk hambanya yang beriman dan bertakwa (Q.S. 7 : 96 )

Maka tidak perlu ragu-ragu lagi ketika ketika kita ingin berbuat kebaikan, terutama ketika kita mau mepertahankan Visi kerakyatan dan Keummatan, terutama dalam menetapkan Biaya Pendidikan yang dibebankan kepada Orang Tua Murid.

Keduabelas :

Hitungan matematis itu penting, untuk mengkalkulasi biaya pendidikan, tetapi tidak kemudian kita menjadi seorang yang matrialistis, tidak percaya kepada pertolongan Allah SWT, ketika kita ingin membantu sesama saudara kita. Jangan menjadikan hitungan matematis sebagai satu satunya standar untuk menetapkan pembiayaan. Apalagi ketika kita berbicara pendidikan yang jelas jelas sebuah aktifitas soasial kemanusiaan, yang dikelola oleh lembaga Nirlaba atau Non profit.

Jangan menuggu pertolongan Allah secara Riil sebelum kita mencoba memenuhi syarat-syarat yang telah Allah Tetapkan terhadap janji-janjinya, karena semua janji Allah SWT bersyarat. Mudah-mudahan kita terhindar  dari sifat kaum Nabi Musa sangat matrialistik empirik, mereka baru mau percaya Tuhan kalau sudah dilihat dengan mata kepala sendiri

(Q.S. 2 : 55 )

Subang,  10 Jumadil Awal  1437 H

19 Februrari  2016-02-18

RIBUAN PESERTA IKUTI TES AKADEMIK PMB AS SYIFA

0

FB_IMG_1454989877640Lebih dari 2600 peserta mengikuti tes akademik Penerimaan Murid Baru (PMB) 2016-2017 di As Syifa Boarding School Subang, pada Sabtu – Ahad (6-7 Feb 2016). Mereka akan memperebutkan 500 an kursi yang disediakan untuk SMP dan SMA.

Ketua Panitia PMB, Ust. Suparman, S.Si menjelaskan, lokasi ujian seleksi PMB tersebut diselenggarakan di dua lokasi yang berbeda, yaitu di As Syifa Boarding School Subang, dan di PP PON Cibubur Jawa Barat.
Ia menambahkan, panitia sengaja menyelenggarakan ujian di Cibubur untuk mempermudah bagi peserta yang berada di wilayah Jababeka terutama Jabodetabek, mengingat jika diharus ke As Syifa akan memakan waktu yang cukup lama juga karena jarak yang cukup jauh.

“Materi yang diujikan meliputi Tes Kemampuan Bahasa dan Tes Kemampuan MIPA,” papar Ust. Suparman. Total peserta untuk PMB kali ini mencapai 2600 an orang peserta, dan khusus untuk pelaksanaan di Cibubur sendiri diikuti oleh sekitar 800 peserta.

Sebagaimana diketahui bahwa PMB As Syifa Boarding School telah dilaksanakan mulai 200 Nopember 2015 dan berakhir pada 7 Februari 2016. Dalam rentang waktu tersebut dibagi menjadi 3 peride pendaftaran, yaitu Periode pertama adalah pendaftaran Online, kemudian periode kedua yakni pendaftaran On Site, dan periode ketiga yaitu Tes Akademik.

Selain pelaksanaan ujian serentak pada 6-7 Februari 2016 kemarin, juga menyusul akan dilaksanakan tes akademik regional, di mana panitia akan menyelenggarakan ujian di berbagai tempat di tanah air yang waktunya satu minggu setelah tes akademik kemarin. Program ini untuk menjangkau lebih banyak lagi kesempatan bagi calon murid di seluruh penjuru nusantara untuk dapat bersekolah di As Syifa Boarding School. (humas yys)

MERIAH, PEMBUKAAN SYIFEST 2016

0
Syifest 1
Tampilan Murid As Syifa

Gelaran tahunan As Syifa Festival (Syifest) 2016 kali ini di laksanakan dengan sangat meriah. Pembukaan dilakukan oleh Ketua Umum Yayasan As Syifa Al Khoeriyyah, Ust. Abdullah Muadz, M.Sc., ditandai dengan melantunkan lagu OST Syifest As Syifa.

Dalam sambutannya, Ust. Abdullah menuturkan bahwa semakin tahun tantangan penyelenggaraan Syifest semakin besar. Agar seluruh usaha yang telah dilakukan tidak sia-sia, dan agar acara yang telah menghabiskan banyak tenaga, pikiran, biaya dan sumber daya manusia menjadi kurang bermakna hanya karena kemasan acara yang jauh dari tujuan semula, yaitu visi membangun peradaban Rabbani. Sehingga diharapkan seluruh daya dan upaya yang dilakukan mengarah pada tujuan tersebut, pesannya.

Selanjutnya Ust. Feri Rustandi, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SMAIT As Syifa memberikan apresiasi penuh atas kerja-kerja panitia yang seluruhnya adalah para murid. Mereka sangat kreatif sehingga mampu menghadirkan Fund Rising yang cukup besar. Bahkan total hadiah yang diperebutkan adalah 40 juta rupiah. Ini sekaligus menjadi sarana bagi murid melatih kemampuan organisasi dan kemandirian mereka.

Syifest 2
Sambutan Drs. Abur Mustikawanto, Me.D.Ed

Hadir pula dalam acara ini Drs. Abur Mustikawanto, Med.D.Ed, Kepala Seksi Pelestarian dan Pembelajaran, BPBDK Propinsi Jawa Barat. Dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi yang sangat besar dari kegiatan Syifest ini, apalagi penyelenggaranya adalah Murid sendiri. Ini jarang ditemukan di sekolah lain, katanya. Ia juga menyampaikan bahwa untuk menghadapi MEA dan AFTA yang mulai berlaku 2016 ini dibutuhkan manusia-manusia yang kreatif, dan diharapkan kreatifitas yang dimiliki oleh murid As Syifa Boarding School ini menjadi modal dalam menghadapi perdagangan bebas tersebut.

Ditambahkannya juga bahwa untuk menghadapi masa depan Indonesia dibutuhkan manusia Indonesia yang sadar hukum. Ini berlaku bagi siapapun termasuk seluruh murid yang ada di sekolah. Dengan sadar hukum ini diharapkan dapat meminimalisir pelanggaran hukum, yang akan berdampaknegatif bagi bangsa.

Perlu diketahui bahwa Syifest (As Syifa Festival) adalah sebuah kegiatan eksternal tahunan As Syifa Boarding School yang berisi kompetisi olahraga, keterampilan, dan olimpiade antar pelajar tingkat SMP & SMA yang dikhususkan kepada pelajar yang berada di pulau Jawa agar dapat menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat mereka khususnya dibidang olahraga, keterampilan, dan akademik sehingga mampu menjadi pemuda yang kompetitif dan berprestasi. Untuk tahun ini Syifest berlangsung selama satu pekan, terhitung mulai 23 – 31 Januari 2016. (humas yys)