Home Blog Page 8

Ini Dia Empat Santri Teladan As-Syifa Tahun 2025, Unggul di Akademik, Tahfiz dan Leadership

0

Di tengah peringatan Hari Santri Nasional yang digelar serentak di empat kampus As-Syifa Boarding School, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melalui Divisi Pendidikan dan Pondok Pesantren (Diktren) memberikan apresiasi dengan mengumumkan Santri Teladan As-Syifa Tahun 2025.

Keempat santri teladan ini tidak dipilih secara instan. Aspek penilaian tidak hanya dilihat dari prestasi akademik maupun tahfiz. Ada juga faktor karakter kepemimpinan (leadership), hingga penyaringan final melalui interview dan presentasi tentang tema khusus yang sudah ditentukan di sekolah, untuk benar-benar mengukur kesesuaian kompetensi mereka di segala aspek.

Proses seleksi ini memastikan bahwa gelar santri teladan diberikan kepada mereka yang memiliki keseimbangan antara ilmu agama, pengetahuan umum, dan karakter kepemimpinan yang kuat, sebagaimana motto As-Syifa Boarding School sebagai “Sekolah Calon Pemimpin: Berakhlak, Hafiz dan Berprestasi”.

Santri Teladan As-Syifa 2025 terpilih adalah:

  1. Tingkat SMPIT/ MTs Ikhwan: Muhammad Ibnu Zarkasih (MTs Sagalaherang)
  2. Tingkat SMPIT/MTs Akhwat: Ince Aqila Izzatun Nafiah (SMPIT Wanareja)
  3. Tingkat SMAIT/ MA/ SMK Ikhwan: Muhammad Gibran Arrasyid (MA Sagalaherang)
  4. Tingkat SMAIT/ MA/ SMK Akhwat: Hasna Nabila (MA Sagalaherang)

 

Nasihat Ketua Dewan Pembina As-Syifa di Peringatan Hari Santri: Investasi Waktu, Raih Prestasi dan Jadilah Pemimpin Masa Depan

0

Pada Peringatan Hari Santri 2025, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menggelar upacara secara serentak di empat lokasi, yaitu di Lapang Aula Mubarok Assyifa Jalancagak dan tiga lokasi kampus As-Syifa Boarding School lainnya, yang diikuti seluruh keluarga besar As-Syifa mulai dari para peserta didik, pegawai, hingga jajaran pengurus yayasan. Momen ini digelar untuk mengenang dan menegaskan kembali peran penting santri bagi bangsa.

Di Lapang Aula Mubarok, DR. K.H. Lalu Agus Pujiartha, MA., bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan pesan yang sarat makna. Ia mengingatkan bahwa Hari Santri adalah momen untuk meneladani para pemuda pemberani yang memiliki prinsip jelas dan tegas.

“Para santri mampu memadukan antara prinsip keagamaan dan akidah Islam serta prinsip nasional bahkan internasional, mampu bergaul di tengah peradaban dunia,” ujar K.H. Lalu Agus Pujiartha, yang juga menekankan peran santri dalam pengakuan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Lebih lanjut, Hari Santri juga disebutnya sebagai pengingat tentang sosok pemersatu bangsa di tengah berbagai keberagaman. Dengan semangat santri, muncul ikrar-ikrar pemuda, mengingatkan pada Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Kahfi ayat 13, yang mengisahkan tentang pemuda-pemuda yang beriman.

“Ayat ini menggambarkan tentang semangat santri yang tidak pernah padam sampai yaumil akhir. Maka pada hari santri ini kita semua berikrar dan berjanji pada Allah untuk terus melanjutkan perjuangan santri dalam rangka mempertahakan kemerdekaan RI dan persatuan bangsa dari Sabang sampai Merauke, dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.

Peringatan Hari Santri 2025

Mengakhiri rangkaian upacara, Ketua Dewan Pembina Yayasan As-Syifa, dr. Suleiman Omar Qush, memberikan pesan inspiratif kepada para santri. Ia menekankan agar semangat santri tidak hanya hidup pada satu hari peringatan, melainkan setiap hari.

“Anak-anakku, setiap hari adalah hari santri. Jadi selalu hidupkan semangat jiwa santri dalam keseharianmu,” pesan pak dokter —sapaan akrabnya di As-Syifa. beliau juga mendorong para murid untuk ‘menginvestasikan waktu’ mereka untuk belajar demi meraih target terbaik. “Setelah lulus dari As-Syifa bisa masuk kuliah hingga lulus dan menjadi orang besar di Indonesia, ada yang pemimpin seperti Presiden, Gubernur atau Bupati. Insyaa Allah aamiin,” harapnya.

Puncak upacara ditutup dengan pengumuman tentang pemilihan santri teladan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi para peserta didik As-Syifa Boarding School. Ada sejumlah nama santri yang masuk nominasi, dan empat diantaranya dipilih setelah lolos seleksi panjang dari segi penilaian prestasi akademik maupun tahfiz (hafalan Al-Qur’an). Faktor karakter kepemimpinan (leadership) juga menjadi pertimbangan.

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah Bersama Pertuni Subang, Wujudkan Kepeduliaan Sosial Lewat Program ” Menyapa dengan Hati “

0

Dalam upaya memperkuat semangat kepeduliaan dan pemberdayaan sosial bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Subang, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melalui Departemen Pelayanan Masyarakat (Yanmas) dengan berkolaborasi dengan As-Syifa Peduli, menggelar kegiatan Pembinaan Komunitas Tunanetra (Pertuni) Kabupaten Subang, pada hari Sabtu (18/10/2025)

Dengan mengusung tema ” Menyapa Dengan Hati “, kegiatan ini dilaksanakan di Masjid B. Hj. Eem, SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak 2 Putri dan dihadiri oleh 30 anggota Pertuni Kabupaten Subang, serta ratusan santri SMPIT As-Syifa Putri Jalancagak 2.

Kolaborasi ini menjadi momentum berharga untuk menumbuhkan empati, memahami perbedaan, dan menguatkan nilai kemanusiaan di lingkungan pendidikan pesantren.

Dalam sambutannya, Taufik Hidayat, S.Pd, selaku Manager Departemen Pelayanan Masyarakat (Yanmas), menyampaikan bahwa kegiatan pemberdayaan ini sudah direncanakan sejak tahun lalu, namun baru terselenggara mulai bulan januari tahun 2025.

” Program ini mulai dikoordinasikan tahun 2024, tapi programnya baru terlaksana bulan januari 2025 sampai dengan sekarang, ” jelasnya.

Kemudian, ia juga menyampaikan apresiasi dan harapan atas sinergi positif antara As-Syifa dan Pertuni ini.

” Terima kasih kepada anggota Pertuni yang sudah hadir, mudah mudahan menjadi keberkahan untuk As-Syifa. Kami berharap program Pertuni di As-Syifa bisa berkembang lebih luas, baik dalam bidang pemberdayaan maupun kegiatan sosial lainnya, ” ujarnya.

HMD08117

Lebih lanjut, Ikhsan Nuryamin, selaku perwakilan dari As-Syifa Peduli (AIP), juga menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan pengelola zakat dalam mendukung komunitas difabel.

” Sebagai lembaga amil zakat di bawah naungan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, kami mengelola dana infaq, zakat, dan sedekah dari masyarakat. Bapak dan ibu dari komunitas Pertuni menjadi salah satu penerimanya. Ke depan, kami berharap dapat mengusung program-program permberdayaan yang mampu menunjang kebutuhan bapak ibu, baik secara personal maupun komunitas, ” jelasnya.

Selain diisi dengan pengajian bersama yang diisi langsung oleh Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Dr. H. Lalu Agus Pujiartha, MA, kegiatan ini juga menampilkan sesi edukasi seputar ketunanetraan bagi para santri. Melalui dialog interaktif dan simulasi, santri diajak memahami bagaimana penyandang tunanetra menjalani aktivitas sehari-hari, serta bagaimana cara mendampingi mereka dengan penuh kepedulian dan kesantunan.

Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara komunitas Pertuni dan keluarga besar As-Syifa, tetapi juga menjadi media pembelajaran karakter bagi para santri — bahwa keistimewaan setiap manusia adalah anugerah yang harus disyukuri dan dihargai.

As-Syifa Tetapkan Guru Model Sebagai Pionir Pendidikan Berkarakter dan Kompeten

0

Subang (06/10/2025) — Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Melalui Divisi Pendidikan dan Pondok Pesantren, As-Syifa menetapkan enam guru terpilih sebagai nominator Guru Model As-Syifa, figur inspiratif yang akan menjadi pionir dalam pengembangan kualitas pendidikan dan keteladanan di lingkungan As-Syifa.

Kepala Divisi Pendidikan, Ustadz Abdurahim Casim, M.Pd., menjelaskan bahwa program Guru Model merupakan bagian dari komitmen jangka panjang As-Syifa dalam menghadirkan pendidikan yang berkelanjutan, berkualitas, dan berkarakter.

“Guru Model As-Syifa adalah wujud nyata dari tagline kami: Mendidik dengan Hati, Menginspirasi dengan Aksi. Kami ingin setiap guru memiliki ruang untuk berkembang, berbagi, dan memberi teladan bagi rekan sejawat,” ungkapnya.

Melalui peran mereka, para Guru Model akan menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan pelatihan, mentoring, dan knowledge sharing. Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan As-Syifa agar semakin kolaboratif dan berdampak positif tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam pengembangan karakter dan mutu lembaga secara menyeluruh.

Selain penetapan nominator Guru Model, Yayasan As-Syifa juga memberikan apresiasi kepada 28 pegawai terbaik yang meraih nilai tertinggi dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Pegawai di seluruh unit dan divisi. Apresiasi dan penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan As-Syifa, Tuan Guru Dr. Lalu Agus Pujiartha, M.A., sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, profesionalisme, dan kinerja unggul mereka.

Manajer Pusdiklat, Gatot Wijiatno, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan Uji Kompetensi ini merupakan bagian dari langkah strategis lembaga dalam memastikan kualitas dan keselarasan kompetensi seluruh pegawai dengan visi besar As-Syifa.

“Uji Kompetensi ini tidak hanya bertujuan menilai kemampuan, tetapi juga memastikan setiap pegawai siap tumbuh bersama lembaga profesional, adaptif, dan berorientasi pada mutu,” jelasnya.

Dengan terlaksananya dua program ini, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah meneguhkan langkahnya dalam mencetak SDM yang berintegritas tinggi, berkarakter islami, dan memiliki daya saing nasional. Sinergi antara guru model dan pegawai berprestasi diharapkan menjadi fondasi kuat menuju terwujudnya visi besar As-Syifa sebagai lembaga pendidikan terdepan tingkat nasional. (Humas As-Syifa)

Ponpes As-Syifa Sagalaherang Tegaskan Komitmen: “Pesantren Anti-Bullying” Demi Lingkungan Belajar Aman dan Nyaman

0

Sagalaherang, 15 September 2025 — Pondok Pesantren (Ponpes) As-Syifa Sagalaherang menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Bersama Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Subang dan Polsek Sagalaherang, pesantren ini menggelar kampanye bertajuk “Pesantren Anti-Bullying”.

Dengan mengusung tema “Dari Kesadaran Menjadi Aksi: Menghentikan Bullying, Mengatasi LGBT, dan Cegah NAPZA”, kegiatan ini diikuti ratusan santri, guru, serta seluruh jajaran pengurus pesantren.

Wakil Mudir Ponpes As-Syifa Sagalaherang, Kyai Muflih, S.Ag., CT, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesepakatan bersama untuk menjaga keharmonisan di lingkungan pesantren.

“Apa yang kita sepakati dan tandatangani hari ini adalah komitmen bersama. Kita berjanji menjaga kerukunan, menolak kekerasan, dan mewujudkan pesantren yang aman bagi semua,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan amanah Permendikbud No. 46 Tahun 2023 tentang pencegahan perundungan di satuan pendidikan.

Dukungan penuh juga datang dari aparat kepolisian. Kapolsek Sagalaherang, IPTU H.M. Irfan Taufik Firmansyah, S.Pd., MM, menegaskan pihaknya siap bersinergi dengan pesantren.

“Bullying tidak bisa ditoleransi di manapun, termasuk di pesantren. Kami siap mendukung upaya pencegahan agar santri merasa aman dan terlindungi,” tegasnya.

Melalui kampanye ini, Ponpes As-Syifa Sagalaherang berharap tercipta suasana pesantren yang kondusif, mendukung tumbuh kembang karakter positif santri, sekaligus menjadi inspirasi bagi pesantren lain untuk bersama-sama menggaungkan gerakan Pesantren Anti-Bullying.

Keakraban Jadi Kunci Kolaborasi As-Syifa dan Jurnalis Dalam Momen PMB As-Syifa

0

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah kembali menggelar acara tahunan Media Gathering bersama puluhan jurnalis di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang kerap berlangsung formal, gathering kali ini mengusung konsep outdoor yang lebih santai dan penuh keakraban, bertempat di Muara Jambu Recreation & Camp, Desa Wisata Cibeusi.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi yang supportif antara As-Syifa dan rekan media. Melalui berbagai aktivitas outbond yang menyenangkan, suasana formal diganti dengan kehangatan, sehingga diharapkan semakin terjalin komunikasi yang lebih akrab dan personal. Manajer Departemen Humas Media As-Syifa, Niki Kosasih, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pendekatan ini adalah membangun kedekatan emosional.

“Kami ingin hubungan antara As-Syifa dengan rekan media lebih akrab. Dengan keakraban ini, kami berharap media bisa lebih terbuka dalam mendukung program dan kegiatan As-Syifa, khususnya dalam meluaskan informasi tentang keunggulan pendidikan di As-Syifa Boarding School dan informasi penerimaan murid baru (PMB),” ujarnya.

Pendekatan yang unik ini disambut baik oleh para jurnalis yang hadir. Salah satunya adalah Yudy Heryawan, Jurnalis MNC Media.

“Saya Yudy dari MNC Media mengucapkan terima kasih kepada As-Syifa yang selalu mengajak teman-teman, khususnya untuk media gathering yang tahun ini berbeda dari yang lainnya. Kami teman-teman media merasa bahagia, merasa senang karena jarang-jarang bisa berkumpul dan bermain seperti ini.” Ungkapnya.

Yudy berharap As-Syifa dan media dapat terus menjalin silaturahmi yang semakin erat dan komunikasi yang semakin lancar. “Harapannya, PMB As-Syifa semakin banyak peminatnya, masyarakat bisa lebih tahu tentang As-Syifa, dan kami bisa membantu PMB tahun 2026 ini. As-Syifa semakin maju, As-Syifa untuk Indonesia!” tambahnya penuh semangat.

Sebagaimana tema acara yang diusung, yakni peran media dalam mensukseskan PMB As-Syifa menuju sekolah calon pemimpin yang berkarakter, berprestasi dan hafiz Qur’an, maka dalam kesempatan ini As-Syifa memperkenalkan terobosan baru dalam pelaksanaan PMB, yaitu program Affiliate Marketing. Program ini terbuka untuk siapa saja, mulai dari alumni, masyarakat umum, termasuk rekan media yang memiliki jaringan sosial luas dan spesifik. Melalui program ini, diharapkan informasi mengenai keunggulan As-Syifa Boarding School dapat tersebar lebih luas dan menjangkau audiens yang lebih besar, membuat As-Syifa semakin dikenal di masyarakat.

Di penghujung acara, Niki Kosasih menegaskan komitmen As-Syifa untuk menguatkan program afiliasi bagi rekan media. “Di momen ini, kami melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama. Kami berharap program afiliasi ini menjadi peluang baik yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh rekan media, serta membawa keberkahan untuk semua.” tutup Niki.

Melalui Media Gathering yang penuh keakraban ini, As-Syifa tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga membuka jalan baru untuk kolaborasi yang lebih kuat dan saling menguntungkan dengan para jurnalis, demi menyebarluaskan informasi positif dan membangun pendidikan yang unggul bagi masa depan Indonesia.