Home Blog Page 7

Upacara Hari Guru Nasional di As-Syifa 2025 Berlangsung Khidmat, Empat Guru Raih Penghargaan Teladan

0

As-Syifa Boarding School menyelenggarakan Upacara Hari Guru Nasional 2025 secara serentak di empat lokasi kampus pada Selasa, 25 November 2025. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh guru, pegawai, santri, serta jajaran pimpinan lembaga. Momentum ini menjadi penguatan kembali peran guru sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan bagi generasi bangsa.

Dalam amanat selaku pembina upacara, TGH Dr. Lalu Agus Pujiartha, MA., menegaskan bahwa guru merupakan sosok paling berjasa dalam kehidupan manusia. Beliau menjelaskan bahwa kedudukan guru sangat mulia, hingga dalam hadits Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa seluruh makhluk di langit dan bumi memohonkan ampun kepada Allah bagi para guru yang mengajarkan kebaikan, bahkan ikan-ikan di lautan turut memohonkan ampun untuk mereka.

Beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para guru yang senantiasa membimbing dengan hati, mengajar dengan keteladanan, dan menuntun peserta didik menemukan arah terbaik dalam hidup. Di akhir sambutan, beliau menyampaikan doa agar seluruh guru diberikan keberkahan, kesehatan, dan kesabaran dalam mengemban amanah mulia ini.

Sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa, As-Syifa Boarding School juga memberikan Penghargaan Guru Teladan 2025. Dari 11 nominator, terpilih empat guru sebagai Guru Teladan As-Syifa, yaitu:

– Wiwin Yunita, S.Ud. (SMPIT As-Syifa Wanareja)
– Siti Maesyaroh, S.Pd. (MTs dan MA As-Syifa Sagalaherang)
– Saepul Rizal Mahdi, S.Pd. (MTs dan MA As-Syifa Sagalaherang)
– Ryan Mustami Nugroho, S.Sos. (SMK-IT As-Syifa)

Peringatan Hari Guru Nasional 2025 ini diharapkan menjadi refleksi bahwa tugas pendidikan adalah amanah besar yang memerlukan kesungguhan, kecintaan, dan komitmen yang kuat. As-Syifa Boarding School berharap para guru terus diberi kekuatan untuk mendidik generasi berakhlak mulia, berprestasi, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan umat.

Eratkan Ukhuwah As-Syifa dan ASSA Thailand dengan Kerjasama Strategis

0
Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Indonesia, menerima kunjungan istimewa dari rombongan Assalam Smart School Associaation (ASSA) Thailand, pada Senin, 17 November 2025. Rombongan ASSA Thailand disambut oleh Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Tuan Guru Haji Lalu Agus Pujiartha, M.A., Ph.D. beserta jajaran Pengurus Yayasan. Turut hadir juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) As-Syifa, Dr. Sofyan Puji Pranata, S.Pd., M.Ag.
Agenda utama kunjungan ini adalah penandatanganan kerjasama (MoU) yang dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Penandatanganan pertama dilakukan di Ruang Rapat Utama As-Syifa Jalancagak, secara khusus membahas konteks kerjasama akademik antara STIQ As-Syifa dengan ASSA Thailand. Program kolaboratif yang dicanangkan mulai dari kolaborasi dalam seleksi masuk universitas di Thailand, Student exchange and credit transfer, Distance learning, hingga program perkuliahan yang memungkinkan mahasiswa memperoleh dua gelar akademik sekaligus.
Penandatanganan berikutnya dilangsungkan di As-Syifa Sagalaherang dan ditandatangani langsung bersama Ketua Dewan Pembina As-Syifa, dr. Suleiman Omar Qush. Ketua Yayasan As-Syifa menyampaikan optimisme terhadap kemitraan ini, merincikan beberapa bidang utama yang akan menjadi fokus kolaborasi, diantaranya seperti Pengembangan Akademik dan Kepribadian peserta didik As-Syifa Boarding School, program leadership hingga pengembangan manajemen dan administrasi. Dimana keduanya sepakat untuk bertukar pengalaman dan keahlian dalam bidang manajemen, administrasi, dan tata kelola organisasi pendidikan guna meningkatkan efektivitas dan kualitas kelembagaan masing-masing.
Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk berbagi best practices dalam pengelolaan sekolah Islam modern, serta memperkuat jejaring pendidikan di Asia Tenggara. Kunjungan ASSA Thailand ini menandai upaya Assyifa untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan melahirkan generasi yang berdaya saing global.

Wisuda Ke-1 STIQ As-Syifa: Tonggak Baru Perjalanan Keilmuan dan Keberkahan Al-Qur’an

0
wisuda stiq as-syifa

SUBANG – Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an mengukir sejarah baru dengan menyelenggarakan Wisuda Ke-1 STIQ As-Syifa pada Sabtu, 1 November 2025, bertempat di Aula Erdogan, Komplek Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Subang.

Momen bersejarah ini menjadi penanda lahirnya generasi pertama lulusan sarjana dari STIQ As-Syifa yang siap mengemban amanah ilmu dan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 041/SK/STIQ/AS-SYIFA/10/2025 tentang Pengukuhan Kelulusan Program Sarjana pada Wisuda Ke-1 STIQ Tahun Ajaran 2025 – 2026, yang dibacakan oleh Agus Supriatna, B.A., M.Ed., Ph.D., selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik, sebanyak 104 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Dalam sambutannya, Dr. H. Lalu Agus Pujiartha, M.A., Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas terselenggaranya wisuda perdana ini, yang menjadi bukti nyata keberkahan dan rahmat dari Allah SWT dalam perjalanan panjanga As-Syifa.

” Alhamdulillah, pagi ini kita menyaksikan tanda-tanda kebesaran dan keberkahan dari Allah SWT. Dua puluh tiga tahun lalu As-Syifa hanyalah rumah Qur’an kecil dengan sepuluh santri yang menempati rumah sewaan. Kini, dengan izin Allah, As-Syifa telah tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan sarjana Al-Qur’an,” ungkapnya penuh rasa syukur.

Wisuda Ke-1 STIQ As-Syifa

Beliau menegaskan, keberkahan itu hadir karena As-Syifa senantiasa membersamai diri dengan Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An’am ayat 155:

” Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.”

“As-Syifa telah membuktikan, selama 23 tahun membersamai Al-Qur’an, keberkahan itu nyata adanya. Dulu kita bermimpi suatu hari bisa mendirikan universitas berskala internasional. Alhamdulillah, sebentar lagi dua program studi baru akan dibuka, dan InsyaAllah tahun depan kita akan mendengar kabar berdirinya Universitas As-Syifa,” lanjut beliau disambut tepuk tangan hadirin.

Sebagai pesan bagi para wisudawan, Dr. Lalu menyampaikan bahwa kebanggan sejati bukan pada gelar akademik, tetapi pada sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an terwujud dalam sikap dan perbuatan.

“Kita tidak bangga dengan tittle S1, S2, atau S3 semata, tapi kita bangga ketika benar-benar hidup bersama Al-Qur’an dalam tindakan dan langkah kita. Setiap tantangan dalam mengamalkan Al-Qur’an adalah ujian untuk naik kelas. Dari situlah lahir generasi yang menjadi mercusuar bagi umat, di Indonesia bahkan di dunia,” pesannya penuh makna.

Wisuda perdana ini menjadi momen yang mengharukan dan bersejarah bagi seluruh civitas akademika STIQ As-Syifa. Acara ini bukan hanya penutup masa studi, tetapi awal perjalanan baru bagi para sarjana muda untuk terus berkhidmat melalui ilmu dan dakwah Al-Qur’an.

Sebagai penutup, Dr. Lalu memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa membimbing dan memberkahi perjalanan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.

“Semoga Allah selalu memberkahi yayasan ini, membimbing setiap langkahnya, dan kelak mengumpulkan kita di surga sebagaimana Allah mengumpulkan kita hari ini di tempat yang penuh keberkahan.”

105 Santri Diwisuda, Wujud Generasi Emas Penghafal Al-Qur’an

0

Pondok Pesantren Assyifa Sagalaherang kembali menggelar kegiatan tahunan Haflah Tahfidz ke-3 pada Sabtu (25/10/2025) bertempat di Gor Ponpes Assyifa Sagalaherang. Sebanyak 105 santri dari jenjang MTs dan MA Assyifa diwisuda pada kesempatan tahun ini. Kegiatan Wisuda berlangsung dengan penuh khidmat dan mengusung tema “Menjadi Pelopor Generasi Emas Penghafal Al-Qur’an dengan Akhlak Rabbani.”

Mereka terbagi dalam dua kategori, yaitu Tasmi dan Ziyadah, sebagai bentuk apresiasi atas capaian hafalan dan semangat mereka dalam menjaga kalam Allah.

Kegiatan Haflah Tahfidz ke-3 ini menjadi momentum penuh kebahagiaan dan rasa syukur bagi para santri, orang tua, serta seluruh civitas pesantren. Momen wisuda ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan dalam menghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai langkah awal bagi para santri untuk terus mengamalkan dan menjaga nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

105 Santri Diwisuda

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina As-Syifa, dr. Suleiman Omar S. Qush, menyampaikan pesan penuh makna dan motivasi bagi seluruh santri yang diwisuda.

“Barakallah, selamat kepada seluruh santri yang diwisuda pada hari ini. Sebuah kebanggaan bagi kami, melahirkan generasi Qur’an dari Assyifa. Allah akan menjaga muslim yang menjaga kalam Allah,” tutur dr. Suleiman dalam sambutannya.

Haflah Tahfidz ke-3 ini menjadi bukti nyata komitmen Pondok Pesantren Assyifa Sagalaherang dalam mencetak generasi emas penghafal Al-Qur’an yang berilmu, berakhlak rabbani, dan siap menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan cinta Al-Qur’an, Ponpes Assyifa terus berupaya membina santri agar tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga berakhlak mulia, sesuai dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Sambut Hari Santri, Gerakan Wakaf 555 Mushaf Al-Qur’an

0

Badan Wakaf As-Syifa Sebarkan Semangat Santri Melalui Wakaf Al-Qur’an

Sambut Hari Santri Badan Wakaf Assyifa menyalurkan 555 mushaf Al-Qur’an ke sekolah-sekolah, masjid, dan majelis di Subang dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

Penyaluran tersebut dilaksanakan selama bulan Oktober 2025 diantaranya Masjid Baiturrahman, SIT El-Mutaqy, dan beberapa majelis atau tempat pengajian di rumah-rumah. Walau tidak dilaksanakan tepat pada Hari Santri di tanggal 22 Oktober, Kepala Program Badan Wakaf Assyifa, Fatin Alifah Syahir, S.E., mengatakan penyaluran tetap sarat dengan semangat kesantrian.

“Program Wakaf Qur’an ini memang tidak dilaksanakan tepat pada tanggal Hari Santri, namun tetap berada di bulan Oktober yang sarat dengan semangat kesantrian. Kami ingin menghadirkan makna Hari Santri dalam bentuk nyata, yaitu dengan menyalurkan mushaf Al-Qur’an kepada mereka yang senantiasa berinteraksi dengan kalamullah para lansia yang rutin mengaji di masjid, para pelajar yang belajar membaca Al-Qur’an di sekolah, serta anak-anak pengajian yang tumbuh dalam lingkungan masjid. Semangat ini menjadi simbol bahwa setiap penerima wakaf adalah bagian dari generasi penjaga Al-Qur’an,” tuturnya.

Fatin kembali menuturkan melalui program Wakaf Qur’an ini, Badan Wakaf Assyifa mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari penjaga Al-Qur’an baik menjadi wakif maupun penerimanya.

“Melalui program Wakaf Qur’an di Hari Santri, kami ingin menegaskan bahwa semangat santri hidup di setiap jiwa yang mencintai Al-Qur’an. Mushaf yang tersalurkan bukan sekadar buku suci, tetapi cahaya yang menghidupkan hati dan menggerakkan amal. Kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari rantai kebaikan ini bahwa dari setiap mushaf yang dibaca oleh para lansia, pelajar, dan anak-anak pengajian, mengalir pahala yang tak terputus bagi para wakif,” katanya.
Fatin berharap mushaf wakaf ini menjadi sumber semangat dan keberkahan bagi wakif dan penerima.

Sambut Hari Santri, Gerakan Wakaf 555 Mushaf Al-Qur’an

“Kami berharap mushaf wakaf ini menjadi sumber semangat dan keberkahan bagi setiap penerima juga para wakif. Bagi para lansia, semoga menjadi teman dzikir dan penguat iman di masa senja. Bagi para pelajar dan anak-anak pengajian, semoga menjadi bekal untuk menumbuhkan cinta kepada Al-Qur’an sejak dini. Kami juga berharap dari setiap mushaf yang dibaca, lahir generasi yang Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga mampu mengamalkan dan menebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Badan Wakaf Assyifa, Ahmad Sahirul Alim, M.A., memaknai Hari Santri ini bukan sekadar peringatan historis, namun juga momentum refleksi dan apresiasi atas peran besar para santri.

“Bagi Badan Wakaf Assyifa, Hari Santri bukan sekadar peringatan historis, tetapi momentum refleksi dan apresiasi atas peran besar para santri dalam menjaga kemurnian ajaran Islam serta memperjuangkan kemerdekaan bangsa melalui ilmu dan amal. Hari Santri mengingatkan kami bahwa semangat keikhlasan, pengabdian, dan cinta terhadap Al-Qur’an yang melekat pada diri santri merupakan nilai-nilai yang sejalan dengan ruh perwakafan. Karenanya, bagi kami, Hari Santri adalah saat yang tepat untuk meneguhkan kembali komitmen dalam memberdayakan umat melalui amal jariyah yang bermanfaat luas,” jelasnya.

Maka, Ustadz Ahmad menegaskan bahwa penyaluran program Wakaf Qur’an di Hari Santri ini adalah bentuk nyata dukungan agar nilai-nilai Qur’an terus hidup dan tersebar di lingkungan pesantren dan masyarakat.

“Momentum Hari Santri dipilih karena memiliki keterkaitan spiritual dan simbolik yang kuat dengan Al-Qur’an. Santri adalah penjaga ilmu dan pengamal Qur’an; sementara wakaf Qur’an adalah bentuk nyata dukungan agar nilai-nilai Qur’an terus hidup dan tersebar di lingkungan pesantren dan masyarakat. Dengan menyalurkan wakaf Qur’an pada Hari Santri, Badan Wakaf Assyifa ingin menegaskan sinergi antara semangat keilmuan santri dan gerakan wakaf produktif, dua kekuatan yang mampu membangun peradaban Islam yang berkemajuan,” tandasnya.

Beliau mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga dan menyebarkan cahaya Al-Qur’an serta berharap santri semakin mencintai dan mendalami Al-Qur’an tidak hanya dalam bacaan, tetapi juga dalam pengamalan dan penyebaran nilai-nilainya di tengah masyarakat.

“Setiap umat memiliki peran dalam menjaga dan menyebarkan cahaya Al-Qur’an. Melalui program Wakaf Qur’an, kami mengajak masyarakat untuk turut serta menyalurkan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, sekaligus mendukung pendidikan dan pembinaan keislaman para santri. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa wakaf bukan hanya tentang harta benda, tetapi tentang kontribusi berkelanjutan bagi lahirnya generasi Qur’ani yang berakhlak dan berilmu.”

“Maka, kami berharap para santri semakin mencintai dan mendalami Al-Qur’an, tidak hanya dalam bacaan, tetapi juga dalam pengamalan dan penyebaran nilai-nilainya di tengah masyarakat. Mushaf wakaf ini kami niatkan sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, memperkuat hafalan, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan. Kami juga berharap para santri dapat menjadi pelopor kebaikan, pembawa cahaya Qur’an, dan penerus perjuangan ulama dalam membangun umat yang beradab dan berdaya,” pungkasnya.

Ini Dia Empat Santri Teladan As-Syifa Tahun 2025, Unggul di Akademik, Tahfiz dan Leadership

0

Di tengah peringatan Hari Santri Nasional yang digelar serentak di empat kampus As-Syifa Boarding School, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melalui Divisi Pendidikan dan Pondok Pesantren (Diktren) memberikan apresiasi dengan mengumumkan Santri Teladan As-Syifa Tahun 2025.

Keempat santri teladan ini tidak dipilih secara instan. Aspek penilaian tidak hanya dilihat dari prestasi akademik maupun tahfiz. Ada juga faktor karakter kepemimpinan (leadership), hingga penyaringan final melalui interview dan presentasi tentang tema khusus yang sudah ditentukan di sekolah, untuk benar-benar mengukur kesesuaian kompetensi mereka di segala aspek.

Proses seleksi ini memastikan bahwa gelar santri teladan diberikan kepada mereka yang memiliki keseimbangan antara ilmu agama, pengetahuan umum, dan karakter kepemimpinan yang kuat, sebagaimana motto As-Syifa Boarding School sebagai “Sekolah Calon Pemimpin: Berakhlak, Hafiz dan Berprestasi”.

Santri Teladan As-Syifa 2025 terpilih adalah:

  1. Tingkat SMPIT/ MTs Ikhwan: Muhammad Ibnu Zarkasih (MTs Sagalaherang)
  2. Tingkat SMPIT/MTs Akhwat: Ince Aqila Izzatun Nafiah (SMPIT Wanareja)
  3. Tingkat SMAIT/ MA/ SMK Ikhwan: Muhammad Gibran Arrasyid (MA Sagalaherang)
  4. Tingkat SMAIT/ MA/ SMK Akhwat: Hasna Nabila (MA Sagalaherang)