Home Blog Page 5

Refleksi: Belajar dari Fenomena SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta

0
photo 2026 01 21 07 49 02
                                          Gozali (Kandidat Doktor Pendidikan Islam)

Untuk Menghadapi Tantangan Kepercayaan Masyarakat yang Luar Biasa, Bukan Menambah Kuantitasnya, tetapi Meningkatkan Kualitas.

Antrean panjang pendaftaran sekolah dasar di Yogyakarta yang mencapai hitungan tahun ke depan bukan sekadar fenomena administratif. Ia adalah penanda kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan. Salah satu contoh yang banyak diperbincangkan adalah SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, yang daftar tunggunya bahkan mencakup anak-anak yang belum memasuki usia sekolah.

Fenomena ini seharusnya tidak dibaca semata sebagai persoalan keterbatasan daya tampung. Lebih dari itu, ia mencerminkan pergeseran cara pandang orang tua: dari sekadar mencari sekolah terdekat menjadi mencari sekolah dengan mutu, nilai, dan sistem pendidikan yang diyakini mampu membentuk masa depan anak.

Di titik inilah muncul tantangan besar bagi dunia pendidikan. Ketika kepercayaan masyarakat meningkat tajam, godaan paling umum adalah menambah kuantitas—meningkatkan jumlah rombongan belajar, memperluas daya tampung, atau membuka kelas baru tanpa kesiapan menyeluruh. Langkah ini mungkin tampak solutif dalam jangka pendek, tetapi berisiko serius dalam jangka panjang. Rasio guru dan siswa menjadi tidak ideal, perhatian pendidik terpecah, dan kualitas layanan pendidikan perlahan menurun.

Pendidikan sejatinya bukan soal berapa banyak peserta didik yang dapat ditampung, melainkan seberapa baik setiap peserta didik dilayani. Ketika kualitas dikorbankan demi kuantitas, yang terjadi bukan pemerataan mutu, tetapi penurunan mutu secara sistemik. Sekolah menjadi penuh, tetapi proses pembelajaran kehilangan kedalaman dan sentuhan personal.

Karena itu, keputusan untuk tidak menambah kuota secara berlebihan justru patut dipahami sebagai sikap tanggung jawab moral. Menjaga kualitas berarti menjaga amanah kepercayaan publik. Setiap tambahan siswa bukan sekadar angka, tetapi tanggung jawab pendidikan, pembinaan karakter, dan masa depan yang dipertaruhkan.

Fenomena antrean panjang ini juga mengirim pesan penting bagi pemangku kebijakan pendidikan. Persoalan utamanya bukan hanya akses, melainkan ketimpangan kualitas antar sekolah. Selama mutu pendidikan belum merata, masyarakat akan terus menumpuk harapan pada sekolah-sekolah tertentu yang dianggap paling dapat dipercaya.

Solusi jangka panjangnya bukan memaksa satu sekolah menanggung beban kepercayaan sendirian, melainkan meningkatkan kualitas sekolah secara kolektif dan sistemik. Penguatan kompetensi guru, tata kelola sekolah yang profesional, serta konsistensi nilai dan budaya pendidikan harus menjadi prioritas utama.

Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat yang luar biasa hanya dapat dijawab dengan kualitas yang dijaga secara konsisten. Bukan dengan memperbanyak bangku, tetapi dengan memperkuat makna pendidikan. Karena sekolah yang benar-benar besar bukanlah yang paling banyak muridnya, melainkan yang paling bermutu dampaknya bagi generasi masa depan.

*Dari berbagai sumber
**Gozali (Kandidat Doktor Pendidikan Islam)

LAZ Assyifa Peduli Resmi Gulirkan Program Ramadhan 1447 H Bertema “The Amazing Ramadhan”

0

Subang — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Assyifa Peduli secara resmi meluncurkan rangkaian Program Ramadhan dengan tema besar “The Amazing Ramadhan”. Program ini dirancang sebagai ikhtiar berkelanjutan dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara nyata, terukur, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Program LAZ Assyifa Peduli, Asep Iman Nugraha, S.Tr.T, menyampaikan bahwa pemilihan tema tersebut merepresentasikan keistimewaan Ramadhan yang tidak hanya dimaknai sebagai momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga sebagai bulan penguatan solidaritas sosial umat.

Menurutnya, Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk menghadirkan “keajaiban” melalui kolaborasi kepedulian, keikhlasan, dan partisipasi masyarakat dalam menebar manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

Program Ramadhan 1447 H ini bertujuan memastikan agar dana ZISWAF yang dihimpun dapat dirasakan secara langsung oleh para mustahik, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar, penguatan spiritual, maupun pemberdayaan agar lebih berdaya dan mandiri.

Dalam implementasinya, LAZ Assyifa Peduli tidak membatasi penyaluran hanya di wilayah Kabupaten Subang. Jangkauan program diperluas hingga tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Penyaluran direncanakan menjangkau wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera, dan sejumlah daerah lain di Indonesia.

Selain itu, Assyifa Peduli juga menegaskan komitmennya dalam aksi kemanusiaan global, khususnya untuk mendukung saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi dampak penjajahan dan krisis kemanusiaan. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari solidaritas kemanusiaan dan komitmen terhadap nilai keadilan dan perdamaian dunia.

Dari sisi tata kelola, seluruh program Ramadhan dilaksanakan dengan prinsip amanah, transparansi, dan akuntabilitas. Proses penyaluran dimulai dari pendataan dan verifikasi penerima manfaat, distribusi langsung di lapangan, hingga pelaporan kepada para donatur dengan melibatkan relawan serta mitra lokal.

Melalui Program Ramadhan 1447 H ini, LAZ Assyifa Peduli berharap Ramadhan menjadi momentum penguat ukhuwah dan kesadaran kolektif bahwa berbagi merupakan bagian penting dari solusi sosial. Keberkahan Ramadhan diharapkan tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga oleh para donatur, relawan, dan seluruh pihak yang terlibat.

Sebagai penutup, LAZ Assyifa Peduli mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam Program The Amazing Ramadhan dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi dan terpercaya. Setiap amanah yang dititipkan akan dikelola secara profesional untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.

Bersama, wujudkan Ramadhan yang mengagumkan dengan dampak nyata bagi sesama melalui LAZ Assyifa Peduli di aksipeduli.id.

As-Syifa Islamic Philanthropy Raih Best Achievement of Annual Performance 2025

0
Kategori Best Achievement of Annual Performance Tahun 2025

HMS03075 scaled

As-Syifa Islamic Philanthropy berhasil meraih piala bergilir yayasan dalam kategori Best Achievement of Annual Performance pada penilaian kinerja tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Apel Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah yang dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026.

Pada kesempatan tersebut, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah juga memberikan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi civitas As-Syifa. Adapun kategori penghargaan yang diberikan meliputi Unit/Departemen Terbaik, Guru/Dosen/Musyrif/Musyrifah Terbaik, Staf Terbaik, Operator Terbaik, serta Unit Terbaik dalam penerapan 5R.

Amanat Ketua Yayasan

HMD02776 scaled

Ketua Yayasan, TGH. Dr. Lalu Agus Pujiartha, MA, dalam amanat apelnya menyampaikan bahwa tujuan utama seluruh ikhtiar yang dilakukan di lingkungan yayasan adalah untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. “Cita-cita kita adalah menginginkan supaya kita sukses dunia dan akhirat. Keberuntungan dalam Al-Qur’an disebut dengan istilah ‘aflaha’, yaitu telah beruntung atau telah sukses,” ujarnya.

Ia berharap tahun ini menjadi momentum perubahan ke arah yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dan pedoman utama dalam bekerja. “Semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Kita terinspirasi dari Al-Qur’an, di antaranya Surat Asy-Syams, di mana Allah bersumpah lebih dari sepuluh kali. Salah satu sarana untuk kebaikan adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan menguatkan akal dan Al-Qur’an,” tambahnya.

Pesan Ketua Dewan Pembina

HMS02850 scaled

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina, dr. Sulaeman Omar S. Qush, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pegawai atas dedikasi dan pengorbanan yang telah diberikan kepada lembaga.

Ia menegaskan bahwa Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah merupakan lembaga yang berdiri di atas wakaf umat, sehingga menjadi amanah bersama yang harus dijaga dan dikembangkan. “As-Syifa ini adalah hasil wakaf. Yayasan As-Syifa milik umat Islam, dan antum semua ada di dalamnya. Setiap orang memiliki saham, bukan saham materi saja, tetapi saham kebaikan dan saham pahala dari apa yang telah diniatkan dan diwakafkan,” tuturnya.

Apresiasi dan Harapan Manajemen

Kegiatan apel yayasan dan pemberian penghargaan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh civitas Yayasan As-Syifa dalam melanjutkan amanah wakaf umat. Melalui apresiasi kinerja dan pesan-pesan yang disampaikan, diharapkan semangat berkarya, keikhlasan, dan pengabdian terus tumbuh di setiap lini lembaga.

Dengan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan utama, Yayasan As-Syifa optimistis dapat melangkah lebih maju dalam mengembangkan syiar Islam, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi umat di masa mendatang.

Milad ke-23 As-Syifa Al-Khoeriyyah: Refleksi dan Harapan Menjadi Yayasan Penuh Berkah

0

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menggelar apel serentak di seluruh kampus As-syifa, pada senin (12/01/2026) dalam rangka memperingati Milad ke-23 tahun. Mengusung semangat refleksi dan transformasi, kegiatan ini diikuti dengan khidmat oleh khidmat oleh ribuan santri serta seluruh jajaran pegawai di lingkungan yayasan As-syifa.

Pusat rangkaian acara dilaksanakan di Lapangan Aula Mubarok, dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Tuan Guru Haji (TGH) Dr. Lalu Agus Pujiartha, M.A., sebagai Pembina Upacara.

Dalam amanatnya, TGH Lalu menekankan bahwa usia 23 tahun merupakan momentum krusial untuk melakukan muhasabah (refleksi diri). Ia berharap keberkahan yayasan terus meluas hingga puluhan bahkan ratusan tahun ke depan.

” Hari ini kita merayakan hari jadi yang ke-23. Sudah sepantasnya kita jadikan momen refleksi agar tahun-tahun mendatang menjadi lebih baik. Kita memohon kepada Allah agar mewujudkan cita-cita yang tertuang dalam visi misi yayasan, sehingga semakin luas keberkahan dan kebaikannya,” ujar Ustaz Lalu di hadapan para peserta apel.

Beliau juga mengajak seluruh keluarga besar As-syifa untuk meningkatkan rasa syukur melalui ” ibadah terbaik “. Bagi karyawan, ibadah terbaik diwujudkan dengan melaksanakan amanah dan tanggung jawab pekerjaan secara profesional dan penuh integritas.

Lebih lanjut, Ustaz Lalu mengingatkan pentingnya memperbaiki niat sebagai langkah awal dalam setiap pergerakan yayasan agar senantiasa dibimbing oleh Allah SWT.

Momen emosional terjadi saat sesi spesial bertaju “Kiprah 23 Tahun dr. Suleiman Omar S. Qush”. Sebuah tayangan video diputar untuk mengenang dedikasi dan perjalan panjang dr. Suleiman dalam membangun serta membimbing As-syifa hingga mencapai posisi saat ini.

Sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam dari keluarga besar yayasan, dilakukan prosesi penyerahan karangan bunga. Dalam momen ini, Ketua Yayasan, TGH Lalu Agus Pujiartha, mewakili dr. Suleiman Omar S. Qush untuk menerima karangan bunga tersebut.

“Kita berterima kasih kepada dr. Suleiman yang sudah mengawal dan membimbing kita sampai di posisi saat ini. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang panjang,” doa Ustaz Lalu dalam amanatnya.

Rangkaian apel Milad ke-23 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa Yayasan As-Syifa melangkah ke fase transformasi yang lebih luas. Melalui penguatan peran dan keteguhan pengabdian, As-Syifa bertekad menjadi lembaga terdepan dalam membangun, membina, serta melayani masyarakat.

Apel Gabungan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah Awali 2026, Tekankan Totalitas Kerja dan Tanggung Jawab Bersama

0

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menggelar Apel Gabungan yang diikuti oleh seluruh pegawai Divisi Pendidikan dan seluruh pegawai wilayah Jalancagak, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan divisi dan pimpinan unit di lingkungan yayasan. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapang Aula Mubarok Kampus Jalancagak 1 sebagai momentum awal memasuki tahun 2026 sekaligus penguatan komitmen bersama dalam pengabdian dan pelayanan umat.

Apel gabungan berlangsung khidmat dan penuh refleksi. Amanah pembina apel disampaikan oleh Abdurahim Casim, M.Pd., Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah. Dalam amanahnya, ia mengajak seluruh pegawai untuk memaknai pergantian tahun bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai titik evaluasi diri dan peningkatan kualitas amal serta kontribusi.

Ia menyampaikan bahwa dalam menyambut tahun baru, sebagian orang disibukkan dengan hura-hura, sementara sebagian lainnya menyusun resolusi pribadi maupun bersama. Namun menurutnya, yang paling utama adalah memastikan bahwa totalitas kerja dan kontribusi melalui Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah sebagai yayasan wakaf umat Islam benar-benar bernilai di hadapan Allah SWT.

“Jika zakat dan infak kita belum cukup mengangkat kebanggaan amal kita di hadapan Allah SWT, maka totalitas kita dalam bekerja dan berkontribusi di yayasan inilah yang menjadikan kita dan amal kita sebagai kebanggaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menyisipkan doa-doa untuk kesehatan, kebaikan, dan keberkahan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah dalam setiap sujud dan dzikir. Menurutnya, ketika doa-doa dipanjatkan untuk persoalan umat, Allah SWT akan mengangkat derajat hamba-Nya. Setiap insan memiliki persoalan, namun semua itu akan berlalu seiring berjalannya waktu, sementara usia terus bertambah dan seharusnya diiringi dengan peningkatan amal.

Memasuki tahun 2026, seluruh pegawai diajak untuk bermuhasabah diri. Abdurahim Casim mengingatkan agar waktu, pikiran, dan tenaga tidak dihabiskan untuk hal-hal yang tidak perlu, serta menjadikan masa libur sepekan sebagai sarana membangkitkan kembali motivasi dan semangat pengabdian.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kembali bagi pegawai yang telah menyelesaikan masa liburan dan selamat berlibur bagi yang akan menjalani masa libur. Ia mengingatkan bahwa dalam waktu dekat para murid akan kembali ke lingkungan pendidikan, sehingga seluruh unsur yayasan harus mempersiapkan diri secara optimal.

“Orang tua harus ditempatkan lebih tinggi daripada sekadar pelanggan. Mereka adalah mitra kita dalam menyiapkan generasi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa setiap kekosongan bangku kelas merupakan hilangnya kesempatan untuk menyiapkan generasi pelanjut estafet dakwah. Oleh karena itu, seluruh pegawai didorong untuk tidak menunggu orang lain bergerak.

“Jangan bergerak karena pengawasan, jangan bergerak karena atasan, dan jangan berkontribusi hanya karena menunggu arahan. As-Syifa ini adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

Apel Gabungan ini menjadi penguat sinergi antara pimpinan dan seluruh pegawai, sekaligus penegasan nilai spiritual, profesionalisme, dan inisiatif kolektif sebagai fondasi utama dalam menjalankan amanah pendidikan dan dakwah Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah di tahun 2026 dan seterusnya.

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah Gelar Apel Gabungan dan Pelantikan Struktur Baru

0

‎Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melaksanakan apel gabungan yang berlokasi di As-Syifa Jalancagak pada Senin (22/12). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur pimpinan dan pegawai di lingkungan yayasan sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan konsolidasi organisasi.

‎Dalam kesempatan tersebut, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah secara resmi melantik struktur perubahan untuk beberapa posisi di unit pendidikan, khususnya di Unit SMPIT Wanareja, SMAIT Wanareja, Pondok Pesantren As-Syifa Sagalaherang, serta LTIQ As-Syifa. Pelantikan ini menjadi bagian dari proses penyegaran dan regenerasi kepemimpinan di lingkungan yayasan.

‎Pembina Upacara, H. Budi Mulia, dalam amanatnya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pegawai yang telah menyelesaikan masa tugasnya, serta ucapan selamat kepada pegawai yang baru dilantik dan menerima amanah jabatan. Ia berharap perubahan struktur ini dapat menjadi proses regenerasi yang baik dan membawa kemajuan bagi organisasi.

‎“Hari ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. Jangan lupa untuk menyampaikan ucapan serta doa terbaik kepada ibu kita masing-masing, karena tanpa peran seorang ibu, kita tidak akan berada di titik ini,” ungkapnya.

‎Selain itu, H. Budi Mulia juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing. Menurutnya, selain bahasa Inggris dan Arab, penguasaan bahasa Mandarin dapat menjadi nilai tambah. Ia juga menyampaikan titipan pesan dari Dewan Pembina agar seluruh pegawai senantiasa memperhatikan hal-hal kecil yang berdampak besar terhadap kualitas layanan dan kinerja lembaga.

HMS02315ad scaled

‎Kegiatan apel gabungan ini ditutup dengan sejumlah pengumuman penting. Salah satunya adalah capaian prestasi akreditasi, di mana SMPIT Jalancagak 2 dan SMKIT As-Syifa berhasil meraih predikat Akreditasi A. Selain itu, diumumkan pula pelaksanaan lomba Teacher Festival terkait lomba Quick Win dan Tagline Pendidikan serta pemenang kategori website sekolah terbaik.

‎Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat, serta diharapkan dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan dan profesionalisme seluruh civitas Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.