alshifacharity.com – Haflatul Wada’ As-Syifa Boarding School Tahun 2026 menjadi momentum penuh syukur dan haru bagi keluarga besar Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah. Pada tahun ini, sebanyak 1.380 wisudawan resmi dilepas untuk melanjutkan perjalanan pendidikan dan pengabdian, termasuk 55 Hafizh Al-Qur’an 30 Juz yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an secara sempurna.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, TGH. Dr. Lalu Agus Pujiartha, M.A., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan orang tua yang telah mendampingi putra-putrinya selama menempuh pendidikan di As-Syifa Boarding School.
“Atas nama yayasan, kami mengucapkan selamat atas seluruh capaian dan kesuksesan yang diraih. Semoga Allah SWT menganugerahkan kesuksesan dunia dan akhirat kepada seluruh wisudawan serta memberikan keberkahan kepada seluruh orang tua yang telah membersamai perjuangan anak-anaknya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, TGH. Lalu Agus Pujiartha mengajak seluruh hadirin untuk mensyukuri perkembangan pesat yang telah dicapai Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah. Ia mengenang perjalanan awal lembaga yang bermula dari hanya 10 santri tahfizh Al-Qur’an hingga kini berkembang menjadi institusi pendidikan besar dengan hampir 5.000 murid dari jenjang TK hingga SMA, lebih dari 1.300 karyawan, serta kawasan pendidikan yang terus berkembang.
Menurutnya, seluruh capaian tersebut tidak terlepas dari keberkahan Al-Qur’an yang sejak awal menjadi fondasi utama perjuangan As-Syifa.
“Kami meyakini bahwa keberkahan yang Allah berikan kepada Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah berawal dari Al-Qur’an Al-Karim. Dari tempat ini lahir ratusan bahkan ribuan hafizh dan hafizhah Al-Qur’an. Karena itu, tema Haflatul Wada’ tahun ini, ‘Membangun Kesuksesan dengan Al-Qur’an’, menjadi pesan penting bagi seluruh lulusan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan kunci keberhasilan di masa depan,” ungkapnya.
Selain menekankan pentingnya Al-Qur’an, ia juga mengingatkan seluruh wisudawan untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina. Menurutnya, solidaritas terhadap Palestina merupakan bagian dari amanah keimanan sekaligus amanah kemanusiaan yang harus terus dijaga.
“Isu Palestina harus terus hidup dalam kesadaran kita. Empati dan kepedulian kepada saudara-saudara kita di Palestina merupakan bagian dari nilai-nilai yang harus terus diperjuangkan,” katanya.
Di penghujung sambutannya, TGH. Lalu Agus Pujiartha secara resmi menyerahkan kembali amanah pengasuhan para santri kepada orang tua. Dengan penuh kerendahan hati, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses pendidikan berlangsung.
“Atas nama yayasan, para guru, musyrif, musyrifah, dan seluruh keluarga besar As-Syifa, kami memohon maaf sebesar-besarnya atas segala kekurangan, kekhilafan, dan keterbatasan selama membersamai putra-putri Bapak dan Ibu. Semoga Allah SWT mempertemukan kita kembali dalam keberkahan dan kebahagiaan di dunia maupun di surga-Nya kelak,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, dr. Sulaeman Omar S. Qush, turut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perkembangan As-Syifa yang kini semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Ia mengapresiasi peran besar orang tua yang selama ini memberikan dukungan, doa, dan kepercayaan kepada As-Syifa dalam mendidik putra-putri mereka.
“Keberhasilan ini tidak akan tercapai tanpa dukungan dan doa dari orang tua. Kami bersyukur karena As-Syifa terus berkembang dan mendapatkan kepercayaan dari berbagai pihak, termasuk sejumlah lembaga dan universitas luar negeri yang siap menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan,” ujarnya.
Menurut dr. Sulaeman, As-Syifa saat ini tengah memperluas jejaring internasional, termasuk membuka peluang bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di luar negeri, khususnya di negara-negara Timur Tengah.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan di As-Syifa tetap berfokus pada pembentukan generasi muslim yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah.
“Yang paling penting adalah menjaga akidah, ibadah, akhlak, serta mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Jadilah muslim yang baik, menjaga Al-Qur’an, mencintai sunnah Rasulullah SAW, dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya kepada para wisudawan.
Ia juga berpesan agar para alumni senantiasa menjaga nama baik almamater dan tetap menjalin hubungan dengan As-Syifa setelah menyelesaikan pendidikan.
“Ke mana pun kalian melangkah, jangan lupakan rumah kalian, yaitu As-Syifa. Tetaplah menjaga silaturahim dan menjadi bagian dari perjuangan besar ini,” katanya.
Haflatul Wada’ 2026 menjadi penanda berakhirnya masa belajar para santri di lingkungan boarding school sekaligus awal perjalanan baru untuk mengabdi di tengah masyarakat. Dengan bekal ilmu, akhlak, dan nilai-nilai Al-Qur’an yang telah ditanamkan selama masa pendidikan, para wisudawan diharapkan mampu menjadi generasi pemimpin masa depan yang berintegritas, berdaya saing global, serta memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.***



