Home Blog Page 84

Program Pertukaran Pendidikan dan Kebudayaan, Yeoung Ju High School (Korea) ke SMAIT As-Syifa Boarding School

0

Kunjungan Yeoung Ju High School (Korea) ke SMAIT As-Syifa Boarding School, Senin (6/8/2018).

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka program pertukaran pendidikan dan kebudayaan yang dilaksanakan Yeoung Ju High School di Indonesia selama 3 hari kedepan dengan tujuan SMAN 1 Cipendeuy, SMAIT As-Syifa Boarding School dan beberapa lokasi kebudayaan serta pendidikan di Subang serta Bandung.

program pertukaran pendidikan dan kebudayaan yeoung ju high school korea ke smait as syifa boarding school 001 program pertukaran pendidikan dan kebudayaan yeoung ju high school korea ke smait as syifa boarding school 002 program pertukaran pendidikan dan kebudayaan yeoung ju high school korea ke smait as syifa boarding school 003

Adapun Kunjungan ke As-Syifa dalam rangka memperkenalkan lingkungan As-Syifa Boarding School serta kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di As-Syifa, karena latar belakang Yeoung Ju High School adalah sekolah Khusus Putra berasrama di Korea.

Kunjungan ini sendiri langsung disambut dan diterima oleh Kepala Sekolah SMAIT As-Syifa Boarding School Ustadz Marhusin, S.Pd dengan didampingi Jajaran Wakil kepala Sekolah, Ustadz & Ustadzah Guru SMAIT, serta Perwakilan Murid yang diwakili Ketua dan pengurus BEM Putra SMAIT As-Syifa Boarding School.

program pertukaran pendidikan dan kebudayaan yeoung ju high school korea ke smait as syifa boarding school 005 program pertukaran pendidikan dan kebudayaan yeoung ju high school korea ke smait as syifa boarding school 004

Alhamdulillah agenda dari awal sampai akhir terlaksana dengan lancar dan murid-murid terlihat bahagia, dimana akhir kegiatan dilaksanakan pertandingan futsal persahabatan dan foto bersama.

Implementasi Program dan Anggaran berbasis Sistem pada Rapat Kerja Yayasan As-Syifa 2018

0
Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah Subang menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2018 bertempat di Gedung Aula Yusuf, Selasa-Kamis (24-26/07/2018). Rapat Kerja ini merupakan Kegiatan Tahunan yang membahas tentang rencana Kegiatan dan Anggaran untuk satu tahun yang akan datang.
 
Dalam Rapat Kerja ini turut dihadiri oleh Segenap Pengurus Yayasan, Jajaran Kepala Bagian, Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah, serta Jajaran Kepala Unit Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.
 
Dalam sambutan Pembukaan, Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah KH. Abdullah Muadz, S.Pd.I, M.Sc menyampaikan bahwa Pembahasan dan Perencanaan dalam kegiatan Rapat Kerja juga termasuk membahas pada kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan dalam tahun ini, dan seperti apa capaian anggarannya.
rapat kerja yayasan as syifa 2018 006 rapat kerja yayasan as syifa 2018 005 rapat kerja yayasan as syifa 2018 004
Adapun fokus kegiatan Rapat Kerja kali ini merujuk dari tema yaitu “IMPLEMENTASI PROGRAM & ANGGARAN BERBASIS SISTEM” adalah dengan melakukan pembahasan disertai dengan penerapan Program dan Anggaran Berbasis Sistem yang nantinya bisa di selaraskan dengan kegiatan sistem yang sudah berjalan.
 
Dalam proses Raker ini selain sudah memaksimalkan penggunaan sistem IT, ada hal menarik juga yang diterapkan dimana setiap peserta yang hadir wajib membawa tempat minum sendiri dan memulai memilah serta membuang sampah hasil konsumsi kegiatan ke tempat masing-masing sampah sebagai salah satu bentuk program penerapan kegiatan 5R dan Go Green yang sedang dilaksanakan di Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.
rapat kerja yayasan as syifa 2018 003 rapat kerja yayasan as syifa 2018 002 rapat kerja yayasan as syifa 2018 001
Alhamdulillah kegiatan yang berjalan selama 3 Hari ini berjalan dengan Lancar dan seksama dalam pelaksanaannya, yang dimana para Peserta Raker mengikuti dan memberikan aspirasi Positif dalam perencanaan dan harapan program kedepannya.
 
“Besar Harapan kita bahwa di tahun 2019 yang akan datang kita dapat merencanakan rencana kegiatan dan menyusun anggaran secara professional, maksimum, dapat meningkatkan kapasitas kita, serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan ummat dalam bidang Pendidikan, Dakwah, Sosial.” tutup Ketua Umum Yayasan mengkakhiri kegiatan Rapat Kerja ini. [Humas Assyifa]

Hibah Tiga Buah Kendaraan diserahkan Kepala Cabang Muamalat Subang

0

Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, KH. Abdullah Muadz, S.Pd.I, M.Sc didampingi Jajaran Pengurus, menerima langsung hibah tiga buah motor yang diserahkan oleh Bank Muamalat sebagai bentuk apresiasi atas hubungan relasi dan silaturrahim antara Bank Muamalat dengan pihak Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah yang sudah berjalan selama ini.

hibah tiga buah kendaraan diserahkan kepala cabang muamalat subang 001 hibah tiga buah kendaraan diserahkan kepala cabang muamalat subang 002

“Ucapan terima kasih kami haturkan kepada Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, yang sudah mempercayakan beberapa kegiatan perbankan kepada kami guna membantu menyokong beberapa kegiatan yang berjalan di Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah diantaranya dalam hal kegiatan perbankan pegawai, kegiatan penerimaan murid baru serta beberapa kegiatan CSR yang sempat dilakukan bersama. Pada kesempatan ini pula izinkan kami menyampaikan hibah tiga buah kendaraan yang mudah-mudahan bisa digunakan dan bermanfaat dalam membantu kegiatan di Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.” Ujar Bapak Sep Mulyadi, Ketua Cabang Bank Muamalat Subang.

Adapun dalam kesempatan berikutnya, Ketua Umum KH. Abdullah Muadz, S.Pd.I, M.Sc menerima pemberian Hibah tiga buah kendaraan ini seraya menyampaikan ucapan terima kasih kembali atas niat baik yang sudah dilakukan dan berharap masih banyak hal yang nantinya bisa disinergiskan antara Program Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah dan Bank Muamalat guna menunjang Kegiatan Yayasan serta  kegiatan Pendidikan, Dakwah, Sosial kedepannya.

Jazakumullah Khairan Katsiraan kami ucapkan. Semoga segala kebaikan yang sudah diberikan Allah lipat gandakan pahalanya, Allah ganti kembali dengan sesuatu yang lebih serta barang yang diterima bisa menjadi amal jariyah untuk bersama. Aamiin. [Humas_Assyifa]

As-Syifa Tour & Travel Berikan Grand Prize Tabungan Umroh pada Alumni di Reuni Perdana Tahun 2018

0
Sabtu Pagi (21/7/2018) As-Syifa Tour & Travel Menggelar Reuni Bersama Puluhan Alumnus Jamaah Umroh As-Syifa Tour & Travel sejak Angkatan Pertama Hingga Saat Ini yang merupakan Angkatan Ke Sepuluh Bertempat di Aula Yusuf Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah Subang.
 

Acara yang dipandu Oleh Ustadz Asep Iman Nugraha Ini dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah K.H. Abdullah Muadz, M.Sc, Direktur As-Syifa Tour & Travel H. Teguh Muhammad Firdaus, Lc, serta puluhan Tamu Undangan yang merupakan Alumni Jamaah Umroh As-Syifa.

as syifa tour travel berikan grand prize tabungan umroh pada alumni di reuni perdana tahun 2018 001 as syifa tour travel berikan grand prize tabungan umroh pada alumni di reuni perdana tahun 2018 003

Dalam Event tersebut As-Syifa Tour & Travel memutar Film Pendek kegiatan Umroh As-Syifa Sebagai Ajang Nostalgia saat melakukan perjalanan Ibadah ke Tanah Suci, dengan tujuan untuk membangkitkan kembali semangat beribadah ke Tanah Suci. Panitia juga menghadirkan K.H Lalu Agus Pujiartha, Ma. untuk memberikan Motivasi Umroh Dan Syi’ar Baitullah.

 
As-Syifa Tour & Travel yang berada di bawah Pimpinan H. Teguh Muhammad Firdaus, Lc Selaku Direktur, sengaja mengadakan Reuni Alumni Jamaah sebagai moment untuk mempererat Tali Silaturrahim Antar Jemaah yang pernah berangkat bersama ke Tanah Suci dengan menggunakan Layanan Haji dan Umroh As-Syifa Tour & Travel.
 
Saat Ini As-Syifa Tour & Travel tengah meningkatkan Kualitas Pelayanan dengan menyediakan berbagai keunggulan yang diberikan kepada para Calon Jemaah Umroh. Bersama As-Syifa Tour & Travel para calon Jemaah Umroh diberikan kepastian berupa kepastian Travel yang Berizin Umrah Resmi, Kepastian Harga dan Paket Layanan, Kepastian Hotel dan Visa Jemaah serta Kepastian Jadwal Keberangkatan dan penerbangannya.
as syifa tour travel berikan grand prize tabungan umroh pada alumni di reuni perdana tahun 2018 004 Setiap tahunnya Jamaah yang berangkat ke Tanah Suci bersama As-Syifa Tour & Travel menunjukkan peningkatan yang Konsisten dan Signifikan. Hal Ini Terbukti dengan tingginya Animo Alumni Jemaah yang terlihat saat gelaran Reuni yang dicanangkan sebagai Event Rutin Tahunan ini.
 
Sebagai wujud terimakasih Pihak As-Syifa Tour & Travel Kepada Para Alumni, Panitia Memberikan Grand Prize Berupa Tabungan Umroh Senilai Rp. 3.500.000,- Kepada Alumni Yang Memenangkan Doorprize Serta Sejumlah Bngkisan Menarik Bagi Alumni Yang Aktif Dialog Saat Acara Berlangsung .
as syifa tour travel berikan grand prize tabungan umroh pada alumni di reuni perdana tahun 2018 002
Perwakilan Alumni Jemaah pun memberikan apresiasi positif terhadap As-Syifa Tour & Travel yang memiliki Bertagline “Membimbing Anda Sampai Ke Tanah Suci” Ini. Diharapkan As-Syifa Tour And Travel Dapat Terus Tumbuh Dan Berkembang Memberikan Pelayanan Terbaik Dalam Mendampingi Ibadah Menuju Tanah Suci. [Humas_Assyifa]
 
Mari Bergabung Bersama kami dalam memenuhi panggilan ke Tanah Suci, bersama As-Syifa Tour & Travel.
 
*** Kontak As-Syifa Tour & Travel : Ustadz Cepi – 0853 1882 3822 (Telepon/sms/whatsapp)

Ahlan wa Sahlan Murid Baru SMPIT & SMAIT As-Syifa Boarding School di Kampus 1001 Malam

0

Sebanyak 1008 Murid Baru SMPIT dan SMAIT As-Syifa Boarding yang lolos Seleksi Penerimaan Baru baik As-Syifa Boarding School Jalancagak dan As-Syifa Boarding School Wanareja memulai aktifitas kegiatan di As-Syifa dengan jadwal Kedatangan serempak  pada hari Sabtu dan Ahad, 07 dan 08 Juli 2018.

Adapun dalam 2 hari tersebut dilaksanakan kegiatan Penyambutan langsung dari Jajaran Pengurus Yayasan, Kepala Sekolah SMPIT dan SMAIT beserta Jajaran, dan Segenap Jajaran Panitia Fantastic As-Syifa Boarding School 2018.

ahlan wa sahlan murid baru smpit smait as syifa boarding school di kampus 1001 malam 002 ahlan wa sahlan murid baru smpit smait as syifa boarding school di kampus 1001 malam 003

Terlihat suasana antusias, bahagia, dan haru mewarnai kedatangan murid baru beserta keluarga yang datang ke Kampus As-Syifa Boarding School. Dimana dimulai dari murid baru yang masih berasal dari pulau jawa, bahkan luar pulau jawa dan juga luar negeri memenuhi waktu kedatangan yang Alhamdulillah terbagi 2 waktu, untuk Murid baru Putri kedatangan pada Sabtu, 07 Juli 2018 dan untuk murid baru Putra kedatangan pada Ahad, 08 Juli 2018.

Dalam kegiatan penyambutan teruntai kegiatan, dimulai dari  Registrasi Murid ke Asrama,  pembukaan kegiatan, Pertemuan Orangtua/Wali Murid dengan Pengurus Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, serta  diakhiri dengan Pertemuan Orangtua/Wali dengan pihak Sekolah yang diwakili Kepala Sekolah beserta jajaran.

ahlan wa sahlan murid baru smpit smait as syifa boarding school di kampus 1001 malam 007 ahlan wa sahlan murid baru smpit smait as syifa boarding school di kampus 1001 malam 005 ahlan wa sahlan murid baru smpit smait as syifa boarding school di kampus 1001 malam 006 ahlan wa sahlan murid baru smpit smait as syifa boarding school di kampus 1001 malam 003

Selepas kegiatan Penyambutan ini senin (09/07/18) kegiatan Murid baru dilanjutkan dengan kegiatan Pembukaan Fantastic atau Masa Orientasi pengenalan Asrama dan Sekolah yang akan berlangsung sampai dengan hari sabtu (14 Juli 2018).

Secara Keseluruhan Alhamdulillah kegiatan awal penyambutan dan pembukaan kegiatan fantastic Assyifa 2018 berjalan degan lancer tanpa kendala serta seleuruh murid baru terlihat begitu antusias dan senang dalam menjalai hari demi hari perkenalan asrama dan sekolah. [ Humas –  Assyifa ]

Saya Cuma Murid Percobaan

0

Akhir-akhir ini, linimasa dibeberapa sosial media diisi oleh protes beberapa orangtua dan sebagian murid yang memprotes sistem zonasi sekolah negeri yang ditetapkan pemerintah melalui Permendikbud nomor 14 tahun 2018. Hal ini menutup kemungkinan calon murid untuk masuk ke sekolah unggulan negeri. Karena peraturan ini berdasarkan jarak sekolah dengan tempat tinggal.

Jadi ingat waktu masih SMP dulu. Tiap hari naik angkot berjarak hampir 10 kilometer tiap hari untuk bisa ke sekolah. Walaupun saya di sekolah Islam swasta, tapi SMP negeri unggulan kebetulan dekat dengan SMP saya. Dan kawan-kawan SD saya dulu banyak juga yang sekolah di SMP unggulan itu yang jarak rumahnya bahkan lebih jauh.

Ok, itu SMP. Saat hendak masuk SMA, waktu itu lagi boomingnya novel Negeri 5 Menara. Sebuah novel yang menceritakan kehidupan seorang santri di pesantren Gontor Ponorogo nun jauh dari kampungnya di Maninjau Sumatera Barat. Gimana nggak tertarik, pas saya SMP kebetulan saya, dan kawan-kawan serta guru-guru saya mengundang penulis novel ini ke sekolah dalam acara talkshow milad sekolah. Apalagi novel ini dijadikan film layar lebar. Makin besar tekad saya buat jauh-jauh pergi dari rumah. Haha…

Kalau di novel, orang tuanya yang memaksa Alif untuk mondok di Gontor, saya kebalikannya. Saya yang minta nyantri di Jawa. Akhirnya saya mulai cari brosur-brosur pesantren terpadu. Mulai yang di Anyer, Bogor, Kuningan, Lembang dan Subang. Saya pilih yang di Subang. Bukan apa-apa, biayanya lebih murah dan masuknya lebih mudah dulunya. Karena orientasi saya harus nyantri dan jauh dari rumah.

Singkat cerita, saya lulus dan mulai masuk ke pesantren di pedalaman Subang ini. Anak-anaknya memang dari penjuru. Tapi tampaknya kami bukan murid-murid pilihan. Yang daftar pun juga sesuai kuota. Kasarnya mah, kalo daftar dijamin lulus juga. Dan satu lagi yang saya lupa perhatikan. Saya adalah murid angkatan 2. Jadi ini pesantren masih baru. Gedungnya juga baru. Bau catnya masih ingat saya, Catylax mereknya. Hehe…, Jadi, ini pesantren baru. Akreditasi waktu itu belum ada. Guru-gurunya muda-muda. “Kira-kira apakah saya bisa kayak Alif di novel itu ya?” Batin saya.

Kehidupan pesantren saya jalani. Saya masih dengan ekspektasi yang tinggi dari pesantren ini. Tapi saya harus sadar, ini pesantren baru yang belum punya jejak apalagi alumni. Maka di akhir semester 1 saya gamang dan bilang ke ibu saya untuk pindah dari Subang. Saya takut nggak bisa kuliah di PTN, nggak bisa jadi apa-apa.

Akhirnya ibu bawa saya menghadap kepala SMA negeri Unggulan di Bengkulu. Kebetulan ibu juga guru SMP negeri unggulan saingan SMP saya. Hehe… Saat betemu kepala sekolah, ibu sampaikan maksud tujuan kami. Saya pun juga sampaikan keinginan saya, intinya untuk pindah ke SMA ini. Apalagi saya juga ketua OSIS di SMP saya dulu, dan alumni SMP saya banyak diterima di SMA ini ditambah lagi berprestasi. Setidaknya itu jaminan dari saya bahwa saya layak di SMA ini. Kepala sekolah menyambut dengan baik. Tapi syaratnya di semester depan dan dengan tes khusus sesuai standar sekolah. Apalagi SMA ini banyak meluluskan siswa ke PTN terbaik di Indonesia. Ok, saya tenang bakal keluar juga dari penjara suci itu.

Saat kembali, saya sampaikan itikad saya pada guru di pesantren. Mereka tampak kaget dengan keputusan saya. Dan ibu saya malah sudah konsultasi lebih dulu ke guru BK. Intinya supaya saya bisa bertahan di Subang. Dan itu pinta ibu saya. Walau ibu saya guru sekolah negeri, tapi sangat peka soal pendidikan agama. Dan saya tersentak dengan nasihat ustadz besar di pesantren, bahwa di mana pun kita berada, maka di situlah kita semestinya berjuang. Kalau belum baik lingkungan kita, harusnya kita jadi pelopor kebaikan di sana juga. Jleb. Saya terlalu banyak menuntut dan terlalu tinggi dengan ekspektasi. Sulit sekali menerima realita.

Dengan nasihat itu, saya sangat gamang untuk pindah. Akhirnya istikharah dan nasihat keluarga saya seharusnya bertahan, karena saya yang memulainya. Dan ini kesempatan saya menjadi pelopor di tengah kekurangan. Dan saya pun tetal bertahan. Saat jadi ketua OSIS di pesantren, Konsolidasi dengan teman yang punya keresahan yang sama kami lakukan. Saran-saran kepada pesantren kami sampaikan. Mulai dari guru sampai kepala sekolah. Pesantren menyambut dengan baik. Dan kami sama-sama berikhtiar. Kami sering ikut perlombaan dan juara, sedang pesantren berjuang meraih akreditasi di tahun itu.
Puluhan prestasi kami raih dalam waktu singkat. Mulai tingkat kabupaten sampai nasional. Ini tidak lepas dari sinergi antara pesantren dan murid-muridnya yang saling menyokong. Walaupun sering juga kurikulum berganti-ganti karena kami juga murid percobaan. Hehe…, tak apa. Yang penting generasi selanjutnya lebih baik dari kami sebagai angkatan awal.
Akreditasi A diraih dan prestasi mulai terlihat. Pesantren kami jadi perhitungan diantara sekolah-sekolah di Subang dan Jawa Barat. Alhamdulillah. Namun buat saya dan kawan-kawan di tahun akhir adalah soal kegamangan untuk masuk perguruan tinggi. Apakah kami bisa masuk PTN keren? Saya sempat pesimis lolos dengan SNMPTN undangan waktu itu Apalagi angkatan 1 putri waktu itu cuma 1 orang yang lolos SNMPTN. Di tambah nilai saya yang tidak suistain, dan pilihan saya terlalu tinggi. Akhirnya saya tidak lolos SNMPTN. Alhamdulillahnya, belasan kawan saya lolos di PTN dan PT terbaik. Karena pilihan saya harus PTN. Sudah cukup pendidikan sekolah swasta selama ini. Tentunya melihat kondisi orang tua.
Dan saya pun ambil kesempatan SBMPTN dan lolos di Ilmu Politik FISIP Unpad. Sebagai murid percobaan, saya rasa ini perjuangan yang sangat berat. Saat pulang ke pesantren lagi, terakhir pendaftar sudah dengan perbandingan 1:14. Edan, udah kayak masuk PTN saja. Prestasi sudah makin banyak sampai piala-piala tidak tertampung lagi di lemari pajang. bukan kabupaten, provinsi atau nasional. Tapi tingkat internasional juga ada. Dan alumni pesantren saya makin keren dan kece-kece. Bahkan ketua BEM IPB dulu teman sekamar saya waktu pesantren dulu. Haha…, menjadi pelopor tentu menjadi teladan.

Allah menempatkan kita bukan di mana kita inginkan. Tapi di mana kita dibutuhkan.

Alumni SMAIT As Syifa Boarding School Subang
Angkatan 2 Recover