Home Blog Page 105

Meraih Sukses

0

BAGAIMANA MEMPEROLEH SUKSES

Orang yang ingin sukses, sebaiknya iya memiliki sesuatu yang ingin dicapai. Sesuatu yang ingin dicapai itulah yang disebut dengan cita-cita. Cita-cita itu harus mampu menggambarkan kebahagian dan kesenangan yang ingin diperoleh. Keinginan besar atau visi pribadi yang baik, adalah sebuah visi yang dapat memberikan dorongan semangat dan inspirasi jika di kenang. Semakin jelas cita-cita seseorang, maka ia semakin bersemangat dan termotivasi untuk berusaha mencapainya.

 

Kehidupan ini penuh onak dan duri, setiap orang akan menghadapi berbagai masalah, baik itu masalah pribadi yang spesifik maupun masalah umum yang setiap orang juga menghadapinya. Di dunia ini kita akan berhadapan dengan problem hidup yang luar biasa, yaitu  berupa kondisi-conditions lingkungan yang penuh dengan : Change, Conflict, Chalenge, Competitive, Complexity, Crowded, Uncertainty.

 

Tetapi, Dibalik problem yang rumit, menantang, dan komplek tersebut, ada peluang-peluang –Opportunities. Itu semua tergantung kemampuan kita untuk memilah, memanfaatkannya menjadi peluang yang memihak kepada kita. Allah mengajarkan kepada kita dengan firmannya “kami memberimu minum dari air susu yang bersih antara tahi dan darah (QS.An-nahl,16:66). Dunia kini dihadapkan pada transisi demografi, teknologi, epidemiologi, dan perubahan global lainnya. Akibatnya,dunia pekerjaan dihadapan anda kini penuh dengan tantangan. Untuk mampu mengubah kondisi yang menantang  menjadi peluang yang memihak kepada anda, maka anda perlu menyiapkan empat kekuatan dasar manusia, yaitu

 

Ø  Spiritual (True-T)

Ø  Emosional (Responsible-R)

Ø  Intelektual (Unique-U)

Ø  Fisik (Scarify-S)

Dan

Ø  Penguasaan dan penggunaan teknologi yang relevan (Technologi-T) di bidangnya masing-masing, yaitu untuk mengubah

Ø  Kondisi (conditions-C) dan kendala yang berupa perubahan, tantangan, kompleksitas, ketidakpastian, dan konflik agar menjadi

Ø  Peluang (Opportunities-O), baik itu peluang berupa kemenangan dunia dan kemenangan akhirat,

Ø  Kemudian kami menyebutnya sebagai model dengan nama T.R.U.S.T.C.O           

Jadi, agar memiliki kemampuan mengubah dari kondisi-C menjadi peluang –O, maka kita harus menyiapkan TRUST. Camkan pengajaran Allah dalam QS.Alam Nasyrah, 94: 4-8 berikut

 

“ Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Camkan…

 

Kita mampu mengubah kondisi-C menjadi peluang-O yang menguntungkan kepada kita, bahkan memperoleh kemenangan dengan syarat kita harus mampu menyiapkan diri dengan aspek TRUST yang baik, dengan membiasakan diri bekerja propesional dengan menggunakan berbagai teknologi terapan-T, yaitu sarana (wasail), system (ijraat), dan metode (uslub) yang terus kita perbaharui. Dengan tetap bersikap tawakal kepada Allah, tidak sombong, angkuh, maka kemenangan akan dapat kita raih.

 

Self Development : Memeulai membangun  Diri Dengan Belajar      

Bagaimanakah hubungan antara belajar dengan perubahan tingkah laku dengan diri seseorang.

·         Belajar adalah proses mendapatkan informasi, kemudian

·         Informasi akan mampu mengubah paradigm seseorang, kemudian

·         Paradigma akan mengubah persepsi seseorang, kemudian

·         Persepsi akan mengubah motivasi seseorang, kemudian

·         Motivasi yang akan menggerakan tingkah laku seseorang.

 

Untuk itu, kita perlu belajar Al-Quran, mengkaji dan mendapatkan informasi sebanyak mungkin, tentang kehidupan dan tujuan dalam hidup kita. Ingat : Moco Quran angen-angen sak maknane – Baca Quran sekaligus mentadaburi maknanya.

Pendidikan merupakan alat perubahan yang paling dapat diandalkan, karena dalam pendidikan terjadi proses tranformasi informasi dan pengetahuan yang sistematis. Kita harus belajar untuk mengubah kehidupan kita sendiri. “Nasib seseorang tidak akan berubah, kecuali dia sendirilah yang akan merubahnya.” (QS.Ar-Ra’d,13:11). Hanya manusia, diantara seluruh makhluk Allah yang dapat mengubah diri menjadi lebih baik, karena diilhamkan dalam diri manusia itu sifat keburukan (fujur) dan kebaikan (takwa) (QS.Asy-Syams,91:8). Allah telah menciptakan manusia, kemudian

Allah mengeluarkan manusia dan memberikan kemampuan untuk mendengarkan, melihat, berpikir dengan akal dan hati (QS.An-Nahl,16:78)

 

Kita harus mampu memilih yang terbaik, mengasah peruntungan, dan mengatur hidup kita sendiri. Ini berarti kita harus menjalani suatu program pelatihan untuk membuat kebiasaan kita akan :

·         Perubahan Diri (Taghyirun Nafs)

·         Menyusun Kurikulum Pribadi (Self Cirriculum)

·         Pendidikan Diri (Tarbiyah Dzatiyah)

·         Belajar Mandiri ( Inquiry)

Jadi, kita dapat mengubah diri kita sendiri dengan cara mengubah persepsi, pemikiran, sikap dan tindakan kita secara kreatif. Kita dapat mengubah diri kita dengan :

1.       Membaca.

2.       Mendengar.

3.       Belajar.

4.       Perenungan.

5.       Berbicara dengan diri sendiri.

6.       Berjanji dengan diri sendiri

7.       Beribadah.

8.       Berdoa.

9.       Tawakal kepada Allah.

10.   Bersedia bertaubat dan menghukum diri sendiri jika bersalah.

 

Penggunaan akal dan hati (al afidhah) adalah kunci keberhasilan. Sel-sel otak bagaikan otot manusia, dia memiliki kelenturan. Semakin sering otot digunakan, maka kelenturan semakin baik. Demikian pula dengan otak dan hati kita, Semakin sering digunakan semakin baik. Namun demikian, unsur  tawakal  harus kuat kita miliki, karena factor kegagalan selain datang dari kita juga datang dari syaitn, iblis atau manusia yang selalu mengganggu kita menuju jalan yang lurus. Untuk itu, control diri, kesedian untuk bertobat jika bersalah dan kemampuan menghukum diri menjadi instrument mahal dalam meraih sukses dunia dan akhirat.

 

Marilah kita merenung lebih jauh, apakah kita akan sukses melewati proses sakaratul maut, proses alam kubur, dan sidang pengadilan kebenaran di padang mahsyar ? Apakah kita menerima hasil catatan perbuatan kita selama di dunia dengan tangan kanan atau tangan kiri, berapa lama kita akan di Neraka ? semua ini memerlukan perenungan mendalam dan memerlukan manajemen kesuksesan.

# BK EMPATI, Menumbuhkan semangat berbagi Murid As Syifa #

0

Pada Sabtu dan Minggu (6-7/06/2015) Bimbingan Konseling (BK) SMPIT As Syifa Boarding School Subang mengadakan kegiatan BK Empati. Kegiatan ini dilaksanakan di dua desa, yaitu Desa Kumpay dan Desa Tambakan Kecamatan Jalancagak, Subang – Jawa Barat. Keduanya merupakan desa tetangga di mana lokasi sekolah berada.

Menurut Ratna Setianingrum, S.Psi, selaku ketua panitia bahwa BK Empati ini merupakan program kerja rutin tahunan Bimbingan Konseling SMP, di mana bertujuan untuk menumbuhkan semangat berbagi pada diri murid SMPIT As Syifa, terutama berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu juga sebagai sarana memupuk rasa empati kepada sesama manusia.

Sementara itu dalam sambutannya, perwakilan dari Pemerintah Desa Kumpay, menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh SMPIT As Syifa ini adalah kegiatan yang sangat baik sekali, apalagi juga diselenggarakan tepat mendekati bulan Ramadhan 1436 H. Selain bersentuhan langsung dengan masyarakat, juga dapat dijadikan ajang silaturahmi antara As Syifa dengan warga sekitar.

Selain diisi dengan kegiatan pengajian umum, juga diisi dengan Bazar Pakaian Murah dan Sembako, Berbagi Parsel untuk Dhuafa, Penempelan stiker ajakan menyambut Ramadhan, dan juga Games (permainan) bagi adik-adik Sekolah Dasar.
Semoga kegiatan ini dapat terus dilestarikan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

(NIS, Humas Yys)

Program Ramdhan 1436 H, Yayasan As-syifa al-Khoeriyyah

0

Sebentar Lagi kita masuk bulan Suci Ramadhan, bulan yang mulia, bulan yang penuh keberkahan, semoga kita semua sampai pada bulan yang diberkahi ini, dan kita senantiasa mempersiapkan dengan penuh ghirah/semangat untuk menyambutnya, marhaban ya Ramdhan 1436 H. (CS Humas)

Berfikir Meraih Sukses

0

Belajar dan Berpikir

Jalan mudah dan cepat untuk menciptakan perubahan dalam diri, yaitu dengan mempunyai sasaran dan bekerja keras untuk mencapainya.

diantara tantangan, hambatan, cita-cita, dan kesuksesan hidup di dunia dan akhirat                                                                          

Berjuta-juta orang telah mengubah dirimya sendiri dari lemah menjadi kuat, dari pengecut menjadi pahlawan, dari malas menjadi ambisius, dari pelit menjadi dermawan, dari tak berguna menjadi suka membantu orang lain. Lebih jauh proses perubahan itu diawali dengan perubahan :

  • Persepsi kita
  • Diri kita.
  • Keluarga kita.
  • Tim Kita.
  • Lembaga Kita.
  • Komunitas Kita.

Itu semua adalah wilayah jelajah yang harus kita lalui untuk mendapatkan perubahan untuk sukses dunia.

 

Model Sukses Dunia – Akhirat : Tujuh Model Strategi Sukses.

Dunia adalah tempat menanam barangsiapa ingin mendapatkan sukses negeri akhirat, maka harus menyiapkan diri ketika di dunia. Hal ini juga berlaku agar kita sukses di alam kubur dan padang mahsyar, maka kita harus beramal dengan baik di dunia. Sebuah hadist terkenal yang diriwayatkan Imam Bukhari : Dari Abu Hurairah ra dari nabi Muhammad SAW, beliau bersabda : Tujuh golongan yang dilindungi oleh Allah SWTdi bawah lindungan Nya, waktu tidak ada lindungan selain lindungan Nya :

  1. Imam yang adil
  2. Pemuda yang dalam masa mudanya beribadah kepada Allah.
  3. Orang yang menyebut Allah ketika sendirian, lalu meneteskan air matanya.
  4. Laki-laki yang tergantung hidupnya di masjid
  5. Orang yang berkasih sayang karena Allah semata-mata.
  6. Laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan cantik, tetapi dia mengatakan (menolak) : Sesungguhnya saya takut kepada Allah.
  7. Orang yang bersedekah dan disembunyikan, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat (diberikan) oleh tangan kanan.

Tujuh Kelompok inilah yang kita jadikan sebagai model dalam manajemen sukses pribadi. Dari hadist tersebut di atas, kita dapat mengambil pelajaran penting untuk mendapatkan sukses di padang mahsyar, yaitu perlu nya kita memilki keterampilan :

  1.      Keterampilan Kepemimpinan (Leadership Skill) : Adil

Imam yang adil, yaitu ciri seseorang memilki keterampilan kepemimpinan. Kalau kita ingin sukses dan selamat akhirat, maka didunia ini kita harus memilki keterampilan dalam memimpin. Kita harus dapat menjadi pejabat, manejer dan pemimpin yang baik. Kita harus mampu mengelola rumah tangga, pekerjaan kita masing-masing, dan pemimpin terhadap orang yang kita pimpin. Jadilah kita sebagai pemimpin yang adil.

 

    Pemuda shalih : Generasi, Regenerasi

Pemuda yang dalam masa mudanya beribadah kepada Allah, adalah ciri seseorang dengan sosok pribadi generasi penerus yang shalih. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka didunia ini kita harus mampu mencetak anak cucu kita, para pemuda yang shalih sebagai generasi penerus pengganti kita. Harus ada mekanisme tauritsulajyali (regeneerasi) yang baik. Yaa Allah, ampunilah dosa ayah dan ibu kami, jadikanlah anak-anak kami menjadi anak yang shalih, yaitumereka yang mau mendoakan kami ketika kami sudah terbujur di kubur. Mari kita siapkan pemuda yang dalam masa mudanya beribadah kepada Allah.

 

     Kekuatan Spiritual

Orang yang menyebut Allah ketika sendirian, lalu meneteskan air matanya, adalah ciri seseorang yang memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka didunia harus memiliki kekuatan spiritual. Hidup penuh dengan Cobaan, jangan sampai kita tidak mampu mengendalikan hawa nafsu diri, jangan sampai menipu diri kita sendiri. Seorang pemikir besar mengatakan, bahwa :

  • Anda bisa membohongi seseorang.
  • Anda bisa membohongi sekelompok orang dalam satu waktu
  • Anda bisa membohongi sekelompok orang dalam rentang waktu yang panjang. Tetapi
  • Anda tidak mampu membohongi diri anda sendiri (hati nurani)
  • Anda tidak dapat  membohongi seluruh manusia dan seluruh waktu.
  • Anda tidak dapat membohongi Tuhan anda.

Marilah kita mulai sering mengenali diri kita dengan dosa-dosa kita, sudahkah kita siap untuk mati. Jadilah kita orang yang menyebut Allah (berdoa dan memohon ampunan) ketika sendirian, lalu meneteskan air matanya.

   Membangun institusi dakwah : Propesional

Laki-laki yang tergantung hidupnya di masjid adalah seseorang yang memiliki kemauan dan kemampuan membangun kekuatan institusi dakwah. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka selama didunia kita harus menjadi orang yang dapat profesional menguasai teknologi dalam mengelola lembaga, sumber daya, asset, dan potensi umat. Selain itu, kita juga harus Profesional dalam  mengelola aktivitas produksi  lembaga, mempunyai kemampuan mempromosikan, dan menyiarkan nilai-nilai islam kepada masyarakat. Masjid merupakan institusi pusat perubahan, sehingga untuk dapat berfungsi dengan baik diperlukan orang orang yang professional untuk mengelola dan istiqomah pada lembaga tersebut.

Gambaran istiqomahnya adalah ia tetap bekerja untuk masjid dari muda hingga tua. Untuk menjadi terikat dengan masjid, maka memerlukan proses pembiasaan sehingga kita menjadi seorang multadzim, orang yang memiliki iltizam dan menjadi terbiasa lazim dalam pekerjaan baik, bahkan tanpa beban. Agar sesuatu menjadi habit, maka kita memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan kemauan untuk melakukan pekerjaan tersebut.

 

   Teamwork : Ta’liful Qulb

Orang yang berkasih sayang karena Allah semata-mata, adalah ciri seseorang yang mampu melakukan amal jama’i. Sikap tersebut memerlukan integritas moral dianggota tim. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka di dunia jadilah orang yang dapat berkasih sayang karena Allah semata-mata, khususnya kita dengan keluarga kita. Kita harus membangun ikatan keluarga kita kepada yang lebih baik.

Masa depan kehidupan manusia diberbagai bidang kehidupan semakin sulit, sehingga banyak pekerjaan yang harus dikerjakan dengan mengandalkann kekuatan hubungan tim (Teamwork). Pada masa depan nanti, kemampuan kerjasama merupakan indicator sukses yang kuat. Sukses masa depan sangat mengandalkan komitmen bersama, loyalitas bersama, kemampuan berbagai pengalaman, pikiran dan bekerja bersama.

 

     Kredibilitas Moral

Laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan cantik, tetapi dia mengatakan (menolak): sesungguhnya saya takut kepada Allah adalah ekspresi jika ingin sukses memerlukan kredibilitas moral. Menurut pemeo orang atau riset non formal, godaan dunia adalah tahta, harta, dan wanita. Tetapi jika dikaji lebih dalam dengan pernyataan dalam QS.Ali ‘Imran,3:14, bahwa urutan godaan manusia adalah syahwat terhadap wanita, anak-anak,harta kendaraan (gengsi,tahta), harta dll.

 

  Kekuatan Ekonomi

Orang yang bersedekah dan disembunyikan, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat (diberikan) oleh tangan kanannya. Orang dapat bersedekah dengan baik jika mereka memiliki hartadan ikhlas dalam beramal (qadirun ‘ala kasbi). Empat orang sahabat yang dijamin masuk surga oleh rasulullah saw ternyata tiga orang memiliki harta yang cukup, kecuali Ali Bin Abu Tholib ra. Sepuluh orang yang dijamin masuk surge oleh Rasulullah saw, memiliki harta yang cukup, kecuali Ali Bin Abu Thalib rad an bilal Bin Rabbah. Karakter ini menunjukan seseorang yang telah memiliki kemapanan ma’isyahnya dan meletakan dunia dan isinya (harta) tidak dihati, melainkan ditelapak tangan : seraya berdo’a : Ya Allah, letakan dunia ini ditanganku, jangan letakan dunia ini dihatiku – Allahuma ja’alna dunya fi aidina wala taj’alna dunya fiqlbina. Kalau kita ingin sukses dan selamat diakhirat, maka didunia jadilah kita sebagai orang yang betrsedekah untuk orang lain.

 

Ciri akhir : Menjadi Muttaqin.

Orang yang bersedekah dan disembunyikan, sehingga tangan kirinya tidakmengetahui apa yang diperbuat (diberikan) oleh tangan kanannya (full power empathy). Orang yang dapat bersedekah dengan ikhlas tanpa mengungkit-ungkit amalannya adalah ciri orang yang tidak sekedar muslim, mukmin, shalih, mushlih (melakukan perubahan, pemimpin, da’i), mutqin (propesional)tetapi sudah pada level muttaqin (memenuhi seluruh tuntutan Allah). Kita dilarang memiliki sifat iri dengki, tetapi kita boleh iri terhadap oramng kaya tapi dermawan atau kepada orang yang memiliki ilmu dan mau mengajarkan kepada orang lain. Jadilah kita menjadi diri kita sendiri. Kita akan menjadi apa yang ada dalam pikiran kita.

Arti Sukses

0

Arti Sukses, Pengertiannya.

Semua orang berharap untuk mendapatkan sukses atau kemenangan (al falah). Manusia akan hidup dalam dua alam, yaitu dunia dan akhirat. Kemenangan di akhirat dan kemenangan dunia adalah sesuatu yang tidak dipisahkan, dia bagaikan sisi mata uang yang tidak akan bermakna jika salah satu sisinya hilang. Bahkan Allah SWT berfirman, “ Barangsiapa yang buta hatinya di dunia, niscaya di akhirat nanti akan lebih buta.” ( QS.Al Israa’,17:72 ). Kemenangan bukanlah suatu yang tiba-tiba, melainkan sebuah pencapaian yang perlu perencanaan yang matang. Perencanaan yang matang sangat dipengaruhi oleh sejauh mana ketersediaan informasi dalam memprediksi ke depan, sedangkan masa depan tanpa perencanaan dan ridho Allah adalah sesuatu yang mustahil untuk sukses. Untuk itu, kita perlu mengkaji bagaimana kita harus mengatur diri kita agar mendapatkan sukses tersebut

Berpikir strategis (strategic thingking ) biasanya dimulai dari tujuan akhir yang kita inginkan                  ( begin with end of mind ), orang kemudian menyebut dengan istilah :

 

Think big, Start small, Act now

Yaitu berpikir besar, mulai dari yang kecil dan aksi sekarang juga, atau istilah lain dengan think globally-act locally. Teknik strategic thingking ini sama dengan hadist Rasulullah SAW yang mengatakana “ Amal itu tergantung pada niatnya.“ Maksudnya, bahwa niat adalah sesuatu yang penting dan diletakan pada awal. Niat adalah gambaran akhir yang ingin kita capai dan dipengaruhi oleh keyakinan seseorang. Nilai-nilai ini ditegaskan Hasan Al Banna dalam Ushul Isryn, yang mengatakan bahwa Al Aqidah Asasul Amal,Wal Amalul Qalb Minal Amal Jahir. Akidah adalah fondasi amal, dan amalan hatu lebih penting dari amalan fisik.

Makna Kemenangan dan Sukses Dunia-Akhirat

Kita perlu menelusuri motif diri kita yang paling dalam.Hal –hal apakah yang mampu menggerakan diri kita untuk melakukan hal-hal yang sangat besar, serta kemenangan apakah yang kita harapkan ? Banyak pejuang islam dalam mengelola hidupnya telah rela meneteskan darah segar dari dadanya, keringat dari tubuhnya, dan air mata untuk rela berjuang di jalan Allah.

arti sukses

Sukses itu ada yang bersifat jangka panjang dan ada juga yang bersifat jangka pendek. Sukses yang bersifat jangka panjang (long term success) adalah kesuksesan akhirat. Sedangkan sukses yang bersifat jangka pendek (short term success) adalah kesuksesan negeri dunia.

1.       Sukses yang bersifat jangka panjang  (long term success)

Makna sukses akhirat adalah sebagaimana Allah SWT katakana, “ Maka Allah akan menga,puni dosa-dosamu, dan memasukan kedalam surga yang indah.” ( QS.Ash-Shaf,61:12). Makna sukses yang lain, yaitu “Jika seseorang dijauhkan dari api neraka dan dimasukan dalam surga itulah orang yang sukses.” (QS.Ali’Imran,3:185) Gambaran sukses negeri akhirat menurut Al quran, secara garis besar dapat dikelompokan menjadi 4 bagian berikut :

  1. Pertemuan dengan Tuhannya (Liqai Rabbihii).
  2. Mendapatkan ampunan akan kesalahannya (maghfirah).
  3. Terbebaskan dari api neraka.
  4. Tinggal di surga dengan segala keindahannya, dan secara otomatis dijauhkan dari neraka.

Tentunya ini semua akan dapat diperoleh dengan keridhaan Allah SWT. Untuk mampu menimbulkan Imajinasi kreatif dalam diri kita akan tujuan jangka panjang akhirat,maka kekuatan “rukun iman” sebagai ekspresi percaya pada yang ‘ghaib’. Percaya pada Allah, para Malaikat, Kebenaran kitab-kitab-Nya, iman hendak bertemu dengan Allah, risalah kenabian, hari kebangkitan dan kiamat,serta akan qadar-Nya (shahih muslim no.3) adalah sarana terbesar untuk memahami sukses jangka panjang sebelum kita berpikir dengan apa yang harus kita kerjakan. Dengan demikian, membiasakan diri dengan selalu berpikir dari tujuan aktivitas kita (niat) adalah sesuatu yang penting. Covey kemudian meletakan kebiasaan efektif keduanya dengan mulai dari tujuan akhir (begin with end mind) sebagai kebiasaan efektif yang harus kita miliki. Rasulullah Saw mengatakan bahwa niat adalah apa yang akan dituju atau “end of mind”. Sesungguhnya, yang akhir itu lebih baik dan lebih abadi,dan yang akhir itu lebaik baik dari yang awal (QS Al A’laa,87:17).

2.       Sukses yang bersifat jangka pendek (Short Term Succes)

Makna sukses dunia adalah sebagaimana Allah Swt katakan,”Dan ada lagi yang lain yang kamu sukai, yaitu pertolongan Allah SWT dan kemenangan yang dekat.” (QS.Ash-Shaff,61:13) Berkatalah dengan jujur kepada diri kita, Mintalah kepada Allah : Apa yang sebenarnya kita inginkan tentang do’a “fii dun ya hasanah”. Tuliskan versi anda tentang kebaikan dunia yang kita inginkan !!

Sukses negeri dunia menurut beberapa buku dan ensiklopedia bahwa kesuksesan manusia di dunia dikelompokan menjadi 14 bagian berikut :

  1. Peningkatan pekerjaan dan karier (‘amal).
  2. Kesehatan (qawiyul jism) dan kenikmatan hidup.
  3. Peningkatan keuangan dan rasa nyaman (qadirun ‘alakasb).
  4. Keteguhan hati dan kepercayaan diri (matinul khuluq).
  5. Kepribadian dan pergaulan dengan orang lain (ukhuwah).
  6. Kebahagiaan dan kedamaian akal budi (akal sehat)
  7. Pengembangan diri dan pendidikan diri (mutsaqaful fikr).
  8. Sasaran dan arah hidup, serta keteraturan program diri (munazham fi syu ‘nihi)
  9. Disiplinj diri dan penguasaan diri (mujahiduna linafs).
  10. Cinta dan kehidupan keluarga
  11. Kaidah emas dan tanggung jawab (haritsun ‘ala waqtihi)
  12. Kawan dan persahabatan.
  13. Matang secara altruistic (bermanfaat bagi orang lain-nafiun lighairi) dan menjadi tua secara mulus.
  14. Kemampuan mengaitkan hidup dengan kematian (ketenangan batin dan kebenaran jiwa).

Visi sukses dunia setiap individu mungkin akan bervariasi, hal ini sangat tergantung dari sejauh mana dia mmpu merumuskan visi sukses akhirat. Visi tersebut sangat tergantung dengan value (nilai) yang kita yakini kebenarannya. Dari 14 poin tersebut diatas, bisa jadi skala prioritas seseorang

Kesimpulan :

Sukse adalah tercapainya cita-cita yang kita inginkan, dengan mendapat kebahagian zhahir bathin, dunia akhira, dengan mendapat Ridha Allah SWT, dan pengakuan minimal orang-orang terdekat.

ISLAMIC HOLIDAY CAMP 2015

0

Bagi Anda yang ingin mengisi Aktifitas Ramadhan dengan Cerdas
Ikutilah Pesantren Ramadhan dengan :

ISLAMIC HOLIDAY CAMP
Tanggal 2 – 5 Juli 2015
Thema : Sukses Bersama Islam
Untuk Putra Putri usia SLTP-SLTA dan Mahasiswa

Tujuan Pelatihan :
a. Meraih Sukses Hidup
b. Membangun Motivasi Puncak
c. Menggali Potensi Diri
d. Menentukan Visi Misi Hidup

Materi Pelatihan : Islamic Holiday Camp :
1. Tauhid sebagai Sumber Motivasi, Inspirasi dan Arah Orientasi
2. Arti Ibadah dan Makna Perjalanan Hidup Manusia
3. Essensi Islam dalam Membentuk Pola Pikir Seorang Muslim
4. Ibadah Urgensi, filosofi dan Hikmah dalam Kehidupan Manusia
5. Management diri dan Upaya Membangun Motivasi
6. Muslim Pembelajar Cepat (Quatum Learning0
7. Membangun Kreatifitas
8. Narkoba, Pornografi : Bahaya dan Upaya mencari Solusi
9. Outbond, Hiking, Panahan dan lain lain…

Pendaftaran :
s/d 30 Juni 2015 Rp. 450.000.-/ Orang

Kontak Person :
Ust. Gigih – 082321882284
Ust. Arief – 082118877399

Transfer : ke BSM No Rek. 7000 332 393 a/n M.Arief Chabarullah. L.B
Konfirmasi : SMS/Call : 082118877399 atau via email. : ihqmcamp@gmail.com