SUBANG — Komitmen As-Syifa Boarding School dalam menumbuhkan budaya literasi kembali diwujudkan melalui kolaborasi bersama Hayrat Foundation Indonesia dalam penyelenggaraan Lomba Literasi Internasional. Kegiatan apresiasi dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang berlangsung di Aula Mubarak As-Syifa Al-Khoeriyyah, Jalancagak, Senin (22/6/2026), sekaligus menjadi puncak rangkaian program yang telah berjalan sejak Mei 2026.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan As-Syifa dalam memperkuat ekosistem literasi di lingkungan sekolah. Tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, As-Syifa juga terus membangun tradisi membaca sebagai fondasi lahirnya generasi pembelajar yang berkarakter, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan global.
Lomba Literasi Internasional resmi diluncurkan pada 16 Mei 2026 dan diawali dengan tahapan pra-lomba hingga 3 Juni 2026. Kompetisi utama kemudian dilaksanakan pada 4 Juni 2026 dengan mengangkat tema “Menyongsong Masa Depan yang Cerah.” Melalui tema tersebut, para santri diajak untuk menjadikan literasi sebagai bekal dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Sekretaris Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menyampaikan bahwa budaya literasi merupakan salah satu pilar penting dalam proses pendidikan di As-Syifa. Menurutnya, kemampuan membaca yang kuat akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keluasan wawasan dan kedalaman cara berpikir.
“As-Syifa terus berupaya membangun lingkungan yang mendorong santri mencintai ilmu pengetahuan melalui budaya membaca. Literasi bukan hanya tentang memahami bacaan, tetapi juga tentang membentuk cara berpikir, karakter, dan kepemimpinan. Kami berharap kegiatan ini semakin menguatkan semangat belajar para santri untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Antusiasme tinggi para peserta menjadi cerminan kuatnya budaya literasi yang terus tumbuh di lingkungan As-Syifa. Literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan memahami informasi, tetapi juga sebagai sarana membentuk pola pikir kritis, memperluas wawasan, serta memperkuat karakter dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memperebutkan hadiah jutaan rupiah dan koleksi buku inspiratif, para peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikat internasional dari Hayrat Foundation. Penghargaan tersebut menjadi nilai tambah yang mendukung pengembangan kompetensi sekaligus rekam jejak prestasi para santri di tingkat internasional.
Presiden Hayrat Foundation Indonesia, Dr. Celal Akar, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban dan melahirkan generasi masa depan yang unggul.

“Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar para santri semakin mencintai literasi. Melalui membaca, mereka dapat memperluas wawasan, memperkuat karakter, dan terus menebarkan kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa program literasi yang dikembangkan Hayrat Foundation telah menjangkau berbagai negara dan bahasa. Karena itu, keterlibatan santri As-Syifa dalam ajang ini menjadi bagian dari gerakan literasi global yang mendorong lahirnya generasi berdaya saing internasional.
Salah seorang peserta lomba, Khaliisha Saffa Amalina, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kompetisi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menguji kemampuan membaca dan memahami materi, tetapi juga memotivasi dirinya untuk lebih dekat dengan buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.
“Saya merasa senang bisa mengikuti lomba ini. Selain menambah pengetahuan, saya juga semakin termotivasi untuk membaca lebih banyak buku. Kegiatan seperti ini membuat kami sadar bahwa membaca bisa membuka banyak wawasan dan membantu kami meraih cita-cita di masa depan,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, As-Syifa Boarding School dan Hayrat Foundation Indonesia tidak hanya menghadirkan sebuah kompetisi, tetapi juga memperkuat gerakan literasi yang telah menjadi bagian dari budaya belajar santri. Diharapkan semangat membaca, belajar, dan mencintai ilmu pengetahuan yang tumbuh melalui program ini dapat terus berkembang, melahirkan generasi yang berpikir kritis, berwawasan global, serta siap memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan peradaban dunia.***



