alshifacharity.com – Yayasan As-syifa al-Khoeriyyah menerima kunjungan dari lembaga Internasional Turkiye, Hayrat Foundation, lewat perwakilannya yang ada di Indonesia. Kunjungan ini disertai oleh presiden Hayrat Foundation Indonesia, Celal Akar beserta timnya, Rabu 6 Mei lalu.
Pertemuan yang berlangsung di Kampus As-Syifa Baording School, membahas berbagai lini strategis yang berpeluang untuk disinergikan kedua pihak yang punya banyak kesamaan. Salah satu isu yang diangkat adalah pendidikan Islam, khususnya dalam hal membangun kerangka Islamic Worldview yang berguna untuk membaca (Iqra’) sains dan alam dengan kacamata wahyu.
“Sains mengajari kita membaca dengan makna ismi, melihat setiap wujud di alam semesta sebagai dirinya sendiri. Kita membaca bentuk, ciri dan sifat-sifatnya. Sedangkan wahyu mengajari kita membaca alam dengan makna harfi, dimana makna hakikinya hanya akan ditemukan dalam kaitannya dengan wujud yang lain, dalam kaitannya sebagai mahakarya Sang Pencipta, sebagai kemurahan Allah untuk manusia”, Ungkap Dr. Celal Akar.

Mempertajam lagi worldview yang dimaksud, Nurul Hadi selaku direktur Institut Ayasofya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menimpali: “Ini bukan mengintegrasikan sains dan wahyu. Karena dengan demikian artinya kita telah menerima adanya dikotomi. Tapi ini adalah sebuah pandangan holistik yang sejatinya diajarkan oleh al-Qur’an, bahwa setiap wujud di alam ini tidak lain adalah alamat atau ayat yang memanifestasikan asma dan sifat Allah sang Penciptanya.”,tegas beliau.
As-Syifa dan Hayrat akan berkolaborasi untuk memformulasikan kerangka worldview ini dalam pembelajaran sains di kalangan pelajar As-syifa. As-Syifa yang berkomitmen untuk menjadi intitusi pendidian berkelas internasional, akan terus membangun kerjasama dengan berbagai stakeholder dari berbagai belahan dunia dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. (Red. Official As-Syifa)



