alshifacharity.com — Banyak orang mengira bahwa menurunnya produktivitas dan semangat beramal disebabkan oleh kurangnya kemampuan atau lemahnya manajemen diri. Padahal, dosa-dosa yang dilakukan kepada Allah SWT sering kali menjadi penghalang hadirnya keberkahan dalam kehidupan.
Dr. Lalu Agus menyampaikan bahwa hati yang dipenuhi dosa akan sulit merasakan ketenangan dan semangat dalam berbuat kebaikan. Menurutnya, persoalan hidup tidak selalu berkaitan dengan kemampuan, tetapi juga kondisi hati dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.
“Hati yang dipenuhi dosa akan sulit merasakan ketenangan dan semangat dalam beramal. Bukan semata kurangnya kemampuan, tetapi dosa yang membuat langkah menjadi berat,” ungkapnya.
Dosa tidak hanya berdampak pada hubungan spiritual, tetapi juga memengaruhi kehidupan sehari-hari. Dosa dapat menutup pintu kemudahan, melemahkan semangat berbuat baik, serta menjauhkan seseorang dari keberkahan rezeki dan amal saleh.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa rahmat Allah SWT senantiasa terbuka luas bagi hamba-Nya yang ingin kembali. Taubat menjadi jalan untuk membersihkan hati sekaligus menghadirkan kembali ketenangan dan keberkahan dalam hidup.
“Seberapapun banyak dosa kita, Allah tidak pernah lelah menerima taubat hamba-Nya. Yang terpenting adalah kesungguhan untuk kembali memperbaiki diri,” tuturnya.
Dr. Lalu Agus juga menyoroti penggunaan gawai yang berlebihan di tengah kehidupan masyarakat. Menurutnya, ketergantungan terhadap ponsel sering kali membuat seseorang lalai dari dzikir, Al-Qur’an, bahkan mengurangi kualitas interaksi dalam keluarga.
“Sering kali kita lebih dekat dengan gawai dibandingkan dengan Al-Qur’an. Waktu bersama keluarga dan anak-anak pun tanpa disadari banyak tersita oleh hal-hal yang kurang bermanfaat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak memanfaatkan teknologi serta memperkuat keteladanan di rumah. Pendidikan anak, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga lahir dari suasana keluarga yang dekat dengan Allah SWT.
Menutup pesannya, Dr. Lalu Agus juga mengajak kita untuk terus melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar dan taubat, serta menjaga hubungan dengan Allah SWT agar kehidupan dipenuhi ketenangan, keberkahan, dan kebaikan.
“Jika kita menjaga diri dari dosa dan mendekat kepada Allah, insyaAllah hati akan lebih tenang, amal menjadi lebih produktif, dan keberkahan hadir dalam kehidupan kita,” pungkasnya. (TGH. Dr. Lalu Agus Pujiartha, MA)



