(0260) 470680

0853 2010 0607

Senin s.d Sabtu. 07.00 - 16.00

Subang, Jawa Barat

Tentang As-Syifa

Share This Post

Banner 2026 scaled
Profil Singkat Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah merupakan sebuah lembaga non pemerintah (NGO) yang bersifat nirlaba– lebih lanjut disebut Yayasan. Bergerak dalam ranah pendidikan, dakwah, dan sosial. Yayasan didirikan tahun 2003 dengan nama “Yayasan Islam As-Syifa Al-Khoeriyyah/ Tambakmekar” melalui Akta Pendirian pada Tanggal 4 Januari 2003. Kiprah sosial menjadi langkah pertama, dilanjutkan dengan beasiswa yatim dan peningkatan kualitas sarana prasarana ibadah menjadi fokus kerja Yayasan.

Peran Pendiri dan Awal Kiprah di Indonesia

FOTO NEW pa dokterCikal bakal Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah tidak terlepas dari peran besar dr. Suleiman Omar S. Qush, seorang warga negara Qatar. Pada tahun 2000, beliau berkunjung ke Indonesia atas rekomendasi dari salah seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Qatar, untuk melakukan terapi kesehatan air panas alami di daerah Ciater Kabupaten Subang.

Sejarah kiprah beliau di Indoensia, dimulai pada tahun 2000, awal mula beliau berkunjung ke Indonesia untuk melakukan terapi kesehatan air panas alami di daerah Ciater Kabupaten Subang. Proses terapi ini atas rekomendasi dari salah seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Qatar.

Selama menjalani terapi, beliau berinteraksi dengan penduduk setempat. Kondisi sosial yang beliau saksikan, menyentuh empatinya untuk berkontribusi memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat sekitar tempat tinggalnya di Ciater. Ketika melihat ada sekolah tingkat dasar yang mengalami kerusakan, sebagai seorang pensiunan pemerintah Qatar, beliau memahami pentingnya pendidikan bagi masyarakat. Karenanya, setelah berdiskusi dengan para guru serta muridnya, Beliau pun memutuskan untuk membantu merehab sekolah tersebut. Itulah kiprah pertama beliau di Indonesia, yang ke depannya menjadi salah satu kiprah besar beliau di Indonesia sampai saat ini, yakni dunia pendidikan.

Pengalaman di Indonesia yang mengesankan, membuatnya memutuskan untuk melanjutkan terapi kesehatannya di Indonesia. Interaksi yang intensif dengan masyarakat sekitar, ditambah gaya hidupnya yang sederhana, membuat dirinya mendapatkan tempat di masyarakat dan kenal baik dengan tokoh-tokoh setempat. Kesederhanaannya ditunjukkan dengan tidak sungkan menggunakan angkutan kota (angkot). Suatu hal yang jarang dilakukan warga negara asing di Ciater. Dari angkot pula lah, kepekaannya sebagai seorang muslim terusik. Beliau melihat keseharian warga setempat belum sepenuhnya memperlihatkan perilaku seorang muslim. Padahal yang beliau ketahui, mayoritas masyarakat di Indonesia adalah muslim.

Beliau mendapati orang yang bacaan Al-Qur’annya belum sesuai kaidah, wanita muslimah yang belum mengenakan hijab, dan sarana ibadah yang masih minim. Di sisi lain, ekonomi masyarakat belum pulih pasca resesi ekonomi yang menerpa Indonesia di tahun 1998. Kondisi politik dan keamanan masih lábil pasca reformasi. Konflik sosial di Maluku menyisakan masalh dengan banyaknya anak-anak yatim korban konflik. Ragam permasalahan tersebut semakin menguatkan tekad beliau untuk membantu umat Islam Indonesia melalui proses pendidikan, dakwah, dan sosial, khususnya di wilayah Subang Jawa Barat.

Pendirian Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah

Kiprah beliau mendapat respon positif dari para pegiat dakwah di Subang, salah seorang diantaranya bernama Solehudin Fadjri, yang sejak awal membersamainya dalam berdakwah. Atas saran dari beberapa pihak, di tahun 2000, dr. Suleiman Omar S. Qush memutuskan untuk mendirikan sebuah lembaga non pemerintah (NGO) sebagai wadah kiprah dakwah, pendidikan, dan sosial yang dijalankannya. Yayasan Islam As-Syifa Al-Khoeriyyah menjadi nama lembaga yang didirikan. Mengandung makna filosofis, lembaga yang mampu memberikan solusi/penawar dengan amal kebaikan. Dengan harapan, kehadirannya memberi manfaat bagi kemaslahatan ummat Islam baik di Kabupaten Subang, maupun secara umum di Indonesia.

Pada 12 Desember 2001, Yayasan mendapatkan kepercayaan dari lembaga donatur, Qatar Charity Society Doha, untuk kerjasama lembaga di bidang sosial dan kemanusiaan. Penandatangan dilakukan antara dr. Suleiman Omar S. Qush dengan Ahmad Ali Al-Boainain. Realisasi dari kerjasama tersebut, Yayasan mulai menjalankan aktivitasnya dengan membangun masjid, asrama yatim, sekolah, menyantuni anak yatim, distribusi wakaf Al-Qur’an, program Ramadhan, dan hewan qurban. 

Pengembangan Layanan As-Syifa Al-Khoeriyyah

Tanggal 4 Januari 2003, dr. Suleiman Omar S. Qush memutuskan untuk melakukan restrukturisasi kepengurusan Yayasan. Melalui Akta Pendirian Nomor 01 Tanggal 4 Januari 2003 oleh Notaris Dian Wardianto, SH. Pengurus Yayasan diamanahkan kepada, H. Syaef Makmun, Lc. Sebagai Ketua Umum. Kiprah Yayasan diperluas ke program pendidikan non formal, dengan dirikannya Ma’had Tahfizh Al-Maqdim, yang merupakan cikal bakal dari Lembaga Tahfizh dan Ilmu Al-Qur’an (LTIQ) As-Syifa.

Pertengahan tahun 2004, Yayasan memulai peletakan batu pertama pembangunan komplek pesantren modern di atas tanah seluas 4 hektar. Terdiri dari Masjid Jami’ Syaikhah binti Khalifah As-Suweydi, Gedung serba guna/Aula, Asrama Pesantren Putri, Pusat Kajian & Maktabah 2 lantai dan Guest house. Setahun kemudian tepatnya tanggal 4 Desember 2005 menjadi hari bersejarah bagi penguatan keberadaan Yayasan (itsbatul wujud) dengan diresmikannya komplek tersebut oleh Bupati Subang bersama Duta Besar Qatar.

Komplek pesantren yang baru didirikan menjadi pusat kegiatan Yayasan, yakni kantor sekretariat dan pondok tahfizh Al-Maqdim yang sebelumnya mengontrak di rumah warga. Selanjutnya, secara berturut-turut, didirikan pula sekolah formal di tahun 2005, yaitu TKIT As-Syifa. SMPIT As-Syifa di tahun 2006. Lembaga tahfizh Al-Maqdim pun diubah menjadi LTIQ As-Syifa.

Yayasan Islam As-Syifa Al-Khoeriyyah kemudian berubah nama menjadi Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, sebagai upaya melengkapi persyaratan legalitas di Kemenkumham RI, melalui Akta Pendirian Nomor 24 Tanggal 27 Desember 2006 oleh Notaris Asep Subrata, SH. Kepengurusan Yayasan pun di restrukturisasi, dengan mengamanahkan Ketua Umumnya kepada Muhtar Fathony Wahyuddin. Proses legalitas di Kemenkumham RI selesai dengan mendapatkan SK Kemenkumham RI pada tahun 2008 Nomor AHU-167.AH.01.02. Tahun 2008 tertanggal 17 Januari 2008.

Pengembangan lembaga terus dilakukan di berbagai bidang. Seiring dengan bertambahnya kepercayaan donatur dan orangtua santri, Yayasan terus mengembangkan infrastruktur dan suprastukturnya. Gedung sekolah dan asrama ditambah, termasuk sarana pendukung laimnya. Dari aspek suprastruktur, sistem pendidikan tahfizh LTIQ As-Syifa dikembangkan ke arah pendidikan tinggi. Kemudian di tahun 2009, didirikan SMAIT As-Syifa, melengkapi sistem pendidikan formal lainnya yang sudah berjalan.

Untuk mendukung kemandirian lembaga, Yayasan mengembangkan berbagai usaha ekonomi, antara lain usaha pertanian dan peternakan. Juga didirikan minimarket dan pujasera/kantin. Selain itu, kiprah dakwah Yayasan mulai merambah dunia media dengan berdirinya Radio Elshifa di tahun 2007. Layanan kesehatan untuk santri dan civitas Yayasan disediakan dengan berdirinya klinik As-Syifa. Semangat kemandirian tercermin dari Visi yang dicanangkan saat itu, “Menjadi Lembaga Non Pemerintah (NGO) yang Kokoh dan Mandiri dalam Membangun, Membina dan Melayani Masyarakat”.

Di tahun 2011, Kepengurusan Yayasan direstrukturisasi dengan tambahan seorang Ketua Harían. Melalui Risalah Rapat Dewan Pembina Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, yang dinotariatkan melalui Notaris Asep Subrata, SH Nomor 21 Tanggal 21 Maret 2011, Pengurus Yayasan diamanahkan kepada H. Abdullah Muadz, S.Pd. M.Sc. sebagai Ketua Umum dan Hj. Lulu Ludiawaty, S.Psi., M.M. Sebagai Ketua Harían.

Penguatan sistem terus dilakukan dengan menyiapkan aturan-aturan yang dibutuhkan guna menunjang kokohnya manajemen lembaga. Regulasi Kepegawaian, Kerumahtanggan, dan Keuangan mulai diterapkan. Sementara pengokohan ke luar, dilakukan dengan membangun jalinan kerjasama antar lembaga. Infrastruktur pendidikan menjadi salah satu bentuk kerjasama yang dikembangkan, seperti pembangunan gedung sekolah dan asrama dengan lembaga mitra, Pesantren Ma’rifatussalam Subang dan Pesantren Ummul Quro Tasikmalaya.

Langkah kemandirian dilakukan dengan optimasi potensi pendidikan, amal usaha, dan fundraising. Dalam menakar kemampuan finansial, Yayasan menerapkan penganggaran tahunan guna mengelola potensi penerimaan dengan proyeksi pengeluaran biaya. Optimasi fundraising dilakukan dengan mendirikan lembaga As-Syifa Peduli secara resmi pada tahun 2011, walaupun inisiasi pembentukannya pada tahun 2009.

Tahun 2015, Struktur Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menambahkan tiga Ketua selain Ketua Umum pada susunan Pengurusnya. Ketua Umum diamanahkan kepada H. Abdullah Muadz, S.Pd. M.Sc. Para ketua lainnya adalah H. Sudiman, S.Pd., H. Lalu Agus Pujiartha, MA, dan Hj. Lulu Ludiawaty, S.Psi., MM., Perubahan tersebut dinotariatkan dalam bentuk Pernyataan Keputusan Rapat Pembina Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah Nomor 19 Tanggal 28 Mei 2015 dengan Notaris Sohibudin, SH. Ketua Umum memperkokoh jalinan kerjasama dengan pihak eksternal, sementara para ketua lainnya memperkokoh manajemen internal dalam layanan pendidikan, dakwah, dan kerumahtanggaan. Visi Yayasan pun mengalami perubahan dengan visi barunya, “Lembaga Terdepan Tingkat Nasional dalam Membangun, Membina, dan Melayani Masyarakat melalui Pendidikan, Dakwah, dan Sosial.”

Kerjasama sistem pendidikan pun mulai diinisiasi dengan kemitraan operasi manajemen sekolah bersama Zamzam Syifa Kota Depok melalui unit usaha Yayasan, ALC (As-Syifa Learning Center). Di internal, pengembangan pendidikan terus dilakukan dengan dibangunnya Kampus Wanareja di tahun 2016 untuk SMPIT dan SMAIT. Selanjutnya, dibangun pula perluasan gedung LTIQ, baik di Jalancagak maupun di Wanareja.  Tanggal 26 April 2018, menjadi momentum bersejarah kedua bagi As-Syifa, dengan diresmikannya Komplek Pendidikan Tamim Almajd, menandai dioperasikannya kampus baru, Wanareja. Peresmiannya dilakukan oleh Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Syeikh Ahmad Bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamar.

Mei 2019, Yayasan melakukan restrukturisasi dengan perubahan kepengurusan. Ketua Umum diamanahkan ke H. Abdullah Muadz, S.Pd. M.Sc. Para ketua lainnya adalah H. Sudiman, S.Pd., H. Budi Mulia, dan Hj. Lulu Ludiawaty, S.Psi., MM., Sekretaris Abdurahim Casim, M.Pd. dan Bendahara H, Ata Suparta, SHI. Pada Januari 2021, berdasarkan hasil Rapat Pembina yang menghasilkan Anggaran Ruman Tangga, secara operasional, Pengurus Yayasan dijalankan oleh Ketua Umum, Bendahara dan Sekretaris, dan pada November 2021, Pengurus Yayasan dijalankan oleh Ketua Umum, Ketua Harían, Sekretaris, dan Bendahara. Para pengurus tersebut terhimpun dalam bentuk BPH (Badan Pengurus Harían), mereka adalah H. H. Abdullah Muadz, S.Pd. M.Sc. sebagai Ketua Umum, H. Sudiman, S.Pd. sebagai Ketua Harían, Abdurahim Casim, M.Pd. sebagai Sekretaris, dan H, Ata Suparta, SHI sebagai Bendahara.

Tahun 2020, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah merayakan milad-nya yang ke-17. Rangkaian syukuran dilakukan secara maraton dari September 2019 dengan menyelenggarakan berbagai event dan penghargaan. Puncaknya, tanggal 11 Januari 2020 diselenggarakan Apel Akbar yang diikuti seluruh civitas lembaga. Acara yang dilakukan di pusat kota Subang, Alun-alun Pemda, dengan upacara bendera dan penganugerahan penghargaan bagi para tokoh dan lembaga di Kabupaten Subang yang telah bersama-sama bermitra dengan Yayasan dalam berkontribusi bagi masyarakat, nusa, bangsa, negara, dan agama. 

Perubahan fungsi kepengurusan terus dilakukan sebagai upaya penyesuaian lembaga dengan kebutuhan manajemen dan organisasi. Guna mewadahi fórum pengambilan kebijakan tertinggi, di tahun 2021 pun dibentuk Badan Musyawarah sebagai wadah musyawarah organ-organ Yayasan serta Penasihat. Badan Musyawarah berhasil menetapkan Anggaran Rumah Tangga Yayasan, yang merupakan bagian penting bagi pengokohan sistem lembaga.

Sejak berdirinya, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah terus menjalin hubungan kemitraan dengan berbagai pihak, baik pemerintah, TNI/ Polri, swasta, pengusaha, donatur dalam dan luar negeri. Kemitraan ini dibangun secara egaliter dan hubungan yang saling menguatkan untuk membangun pendidikan, dakwah dan sosial berkualitas dan berkontribusi bagi bangsa dan negara. Ada beberapa tokoh nasional yang pernah hadir di Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir di antaranya; pada tahun 2021, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang pada waktu itu menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi berkunjung ke Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah dalam rangka kegiatan Bakti Sosial dan Serbu Vaksin dalam rangka penguatan herd immunity. Pada tahun 2022 H. Uu Ruzhanul Ulum yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat Periode 2018/2023 turut serta meresmikan Kompleks As-Syifa Al-Khoeriyyah Sagalaherang (As-Syifa 3).

Pengakuan Nasional dan Internasional

Beberapa Tokoh Nasional dan Internasional yang pernah berkunjung ke Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, sebagai berikut:
(1) Adiyaksa Dault, Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia 2004-2009;
(2) Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, periode 2003-2008, 2008-2013;
(3) Dedi Mizwar. Wakil Gubernur Jawa Barat, periode 2008-2013;
(4) K.H. Abdullah Gymnastiar, Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Bandung;
(5) Duta besar Qatar untuk Indonesia;
(6) Mr. Bital Mu’jinb Al-Dawsari dan anggota kedutaan;
(7) Mr. Hasan Muhammed wakil duta besar Qatar untuk Indonesia;
(8) Mr. Jasim Al Abduljabar Penjabat Duta Besar Qatar di Indonesia;
(9) Delegasi Kaum wanita dari Qatar Al-Khoeriyah oleh Hasan Al-Muhannad dan didampingi oleh Syikhah Al-Miftah; (10) Delegasi Qatar Al-Khoeriyah dan kedutaan Qatar Untuk Indonesia didampingi oleh Syiekh Muafi Azab;
(11) Delegasi kaum Al-Ka’abi; Jendral Naser dan Jendral Sa’ad Al-Ka’bai;
(12) Delegasi Lembaga Qatar untuk Kegiatan Amal;
(13) Delegasi dari wakaf oleh Muhsen Al Mahmud;
(14) Delegasi dari yayasan Eid Al-Khoeriyah;
(15) Eng. Ahmed Abdullah Al-Emadi serta keluarga;
(16) Tim dari kedutaan Qatar untuk Indonesia didambingi oleh dr. Ahmed Al-Hammadi;
(17) Mayjen TNI Agus, SE MH, Pangdam III/ Siliwangi pada 30 September 2021.

Bersama ITB, As-Syifa Persiapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Bandung, 21/01/2025 — Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah terus memperkuat komitmennya...

Refleksi: Belajar dari Fenomena SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta

Untuk Menghadapi Tantangan Kepercayaan Masyarakat yang Luar Biasa, Bukan...

As-Syifa Islamic Philanthropy Raih Best Achievement of Annual Performance 2025

Kategori Best Achievement of Annual Performance Tahun 2025As-Syifa Islamic...

Milad ke-23 As-Syifa Al-Khoeriyyah: Refleksi dan Harapan Menjadi Yayasan Penuh Berkah

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menggelar apel serentak di seluruh kampus...