Rabu (17/7/2019) dini hari, telah terjadi gerhana bulan parsial atau gerhana bulan sebagian. Dilansir dari detiknews, fenomena ini bahkan bisa dilihat langsung mulai pukul 03.01 WIB hingga pukul 05.59 WIB, dengan fase berikut:

penumbra (bayangan kabur) 01:43 WIB
Gerhana bulan parsial (gerhana sebagian) 03:01 WIB
Gerhana bulan puncak 04:30 WIB
Gerhana bulan parsial akhir 05:59 WIB.

(Foto kolase gerhana bulan sebagian dari fase awal (kiri), puncak gerhana sebagian (kedua kanan) dan fase akhir (kanan) yang terpantau dari Denpasar, Bali, Rabu (17/7/2019). Gerhana bulan sebagian dapat terlihat dari seluruh wilayah Indonesia menjelang bulan terbenam. – Foto diambil dari laman Kompas.com)

Oleh karena itu, di sepertiga malam tadi, seluruh warga di lingkup kompleks As-Syifa Boarding School, melaksanakan sholat khusuf. Seperti sabda Rasulullah Shallallahu’alayhi wasallaam:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا، فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu wata’ala. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu.” (HR. Bukhari no. 1043, Muslim no. 915)

(pelaksanaan sholat khusuf di area asrama putri)

Sholat khusuf ini dilaksanakan mulai pukul 03.30 hingga 04.30 di sejumlah lokasi, yakni:
Pelaksanaan Sholat Khusuf di Kompleks As-Syifa Jalancagak:

  • Masjid As-Suwaydi, dengan ust. Isep Nurzaman sebagai Imam dan Ust. Abdullah Muadz sebagai khotib
  • Masjid An-Nur kompleks asrama putra, dengan Ust. Muhammad Najib Shibghatullah sebagai Imam dan K.H. Ahmad Luthfi Syahroni sebagai Khotib
  • Masjid Umar bin Khatab kompleks asrama putra, dengan ust. M. Samsul Fuad sebagai Imam dan Ust. Abdul Maksum sebagai Khotib.
  • Sedangkan khusus akhwat, dilaksanakan di Lapang asrama SMPIT Putri, dengan ust. Dadan Dani Somarna sebagai Imam dan K.H. Ahmad Patoni sebagai Khotib.

Sementara pelaksanaan Sholat Khusuf di Kompleks As-Syifa Wanareja yakni:

  • Masjid LTIQ Umm Abeeriah, dengan Ust. Umar Hamzah sebagai Imam Sholat, serta Ust. Agus Supriatna sebagai Khotib.
  • Masjid An-Najah kompleks asrama SMAIT Putra, dengan Ust. Syukron Makmun sebagai Imam dan Ust. Soleh Aziz sebagai Khotib
  • Masjid Fatimah kompleks asrama SMAIT Putri, dengan Ust. Marhuum Mursyaddad sebagai Imam sekaligus Khotib.
  • Masjid Kholid bin Walid kompleks asrama SMPIT Putra, dengan Ust. Dedin sebagai Imam dan Ust. Ahmad Rifa’I sebagai Khotib
  • Masjid kompleks asrama SMPIT Putri, dengan Ust. Taupik Hidayat sebagai Imam dan Ust. Ari Hasan sebagai Khotib.

(Ust. Taupik saat menyampaikan khutbah)

(Ust. Marhuum Al-Hafidz saat menjadi imam dalam pelaksanaan shalat khusuf)

Makna kita bergegas melakukan shalat saat terjadi gerhana, adalah sebagai bentuk ketaatan dan tunduk kita kepada Allah Subhanahuwata’ala. Selalu menyadarkan kita akan kuasa Allah yang telah mengatur segala sesuatu, termasuk system tata surya. Seperti dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari, “Jika kalian melihat kedua gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan shalat.” 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *