Home Blog Page 98

AS SYIFA TERIMA KUNJUNGAN PESANTREN KHAERUL UMMAH INHU RIAU

0

IMG_20160123_101626

 

Hari Sabtu yang lalu (23/01/2016) As Syifa Boarding School kedatangan tamu studi banding dari Pesantren Khaerul Ummah, Airmolek Indragirihulu, Riau. Rombongan yang berjumlah 11 orang tersebut dipimpin oleh Ustadz KH. Muhammad Mursyid, M.Pd.I selaku pimpinan pesantren. Kehadiran mereka diterima langsung oleh Ketua 1 Yayasan As Syifa Al Khoeriyyah, Ustadz. H. Sudiman, didampingi oleh Mudir Tahfidz (Ust. Sofyan Pujipranata – al hafidz), Staf Ahli Kepesantrenan (Ust. Gozali, Lc), dan Kepala Sekolah SMA IT As Syifa (Ust. Feri Rustandi, S.Pd)

Menurut Ustadz Mursyid, maksud dan tujuan kunjungan ini adalah dalam rangka menggali informasi terkait beberapa hal, diantaranya :
1. Mengetahui proses pembelajaran Tahfidzul Qur’an
2. Mengetahui peran guru dan karyawan dalam mendukung program tahfidzul qur’an
3. Mengetahui syarat-syarat bagi santri lulusan MA yang ingin melanjutkan studi di LTIQ As Syifa.

Sebelumnya rombongan kunjungan juga berkenan menginap semalam di As Syifa untuk mengetahui secara langsung pelaksanaan pembelajaran di As Syifa Boarding School, terutama dalam pelaksanaan pembelajaran kepesantrenan.

Kunjungan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan / cenderamata dari Pesantren Khaerul Ummah kepada As Syifa Al Khoeriyyah, dan diakhiri dengan foto bersama. (humas yys)

Kuttab Al Fatih Kunjungi As Syifa

0
KUTTAB AL FATIH
Ust. Sofyan di depan murid Kuttab Al Fatih

 

Sejumlah siswa-siswi SD Kuttab Al Fatih Purwakarta melakukan kunjungan ke Lembaga Tahfidz dan Ilmu Al Qur’an (LTIQ) As Syifa, Kamis (14/01/2016). Dengan menggunakan 1 buah Bus Pariwisata, dan beberapa mobil rombongan sampai di As Syifa pada pukul 09.30 pagi. Kedatangan mereka langsung disambut oleh Mudir Aam LTIQ As Syifa, Ustadz Sofyan Pujipranata (al hafidz).

Selain mendapatkan motivasi al Quran tentang “Menjadi Hafidz sejak Kecil”, siswa siswi juga berkesempatan mengunjungi berbagai fasilitas yang dimiliki oleh LTIQ As Syifa, seperti asrama tahfidz, perpustakaan, lahan perkebunan, masjid, Radio Elshifa, dll.

Di akhir kunjungan siswa siswi diberikan kesempatan untuk berfoto bersama dengan mengambil latar belakang Gedung LTIQ As Syifa, sebagai kenang-kenangan atas kunjungan yang telah dilakukan. (humas yys)

Kebahagiaan dan Paradigma Hak Milik

0
by : Abdullah Muadz
Bumi langit dan semua isi yang terkandung didalamnya termasuk diri kita adalah milik Allah SWT milik Allah, ayatnya begitu banyak silahkan buka Al-Qur’an lagi…

Manusia bukan pemilik, lahir ke dunia tanpa selembar benangpun, mati juga hanya membawa kain kafan. Tidak sepantasnya punya obsesi untuk memiliki sesuatu. Kebahagiaan dan kenikmatan tidak harus dengan jalan memiliki.

Yang paling menikmati rumah megah dan mewah mungkin para pembantunya..
Yang paling manikmati villa-vila mewah mungkin para penjaganya, ,
Yang paling menikmati gonta ganti mobil mungkin para da’i atau penceramah dengan jemputan panitianya. Jadi ketika kita bisa menikmati sesuatu tidak harus berfikir memiliki..

Berbagai kasus konflik dari yang kecil misalnya rebutan waris, sampai yang paling besar perang antar negara, sebagian besar sebabnya adalah soal kepemilikan..
Rusaknya persaudaraan, ributnya organisasi, pecahnya kongsi dagang, sebagian besar adalah karna soal kepemilikan, ,

Sebaliknya kebahagiaan banyak didapatkan sebagian besar oleh orang yang tidak memiliki apa apa.. lihat fakta sejarah. Kematian tragis dan mengenaskan atau kisah-kisah tragis sebagian besar adalah orang yang banyak memiliki apa apa.

Konflik pertama yang menjadi tragedi manusia angkatan pertama anak-anak Nabi Adam adalah soal kepemilikan. Penyakit hasad bisa menghanguskan semua amal kita, berasal dari paradigma yang salah soal kepemilikan.

Akankah kita lari dari fakta-fakta tersebut ? disisi lain ada manusia yang rela diatur oleh ideologi sosialis yang meniadakan sebagian besar hak kepemilikan. Ideologi sosialis memang bertentangan dengan islam karena menutup fitrah manusia yang ingin memiliki, tetapi itu adalah sebuah fakta pilihan untuk menekan kesenjangan, dengan cara diluar Islam. Terbukti dapat mengatasi kesenjangan dan meredam konflik masyarakatnya

Islam tidak membatasi hak kepemilikan, kecuali yang memang sudah dibatasi Allah SWT melalui kitab suciNya, karena itu adalah fitrah manusia ingin memiliki, sepanjang cara pendapatkannya, cara pengeluarannya, dan bagian-bagian kewajiban terhadap hartanya dipenuhi..

Tetapi Islam juga tidak menutup orang yang ingin mengambil jalan hidup sederhana seperti Rasulullaah membiarkan gaya hidup Abu Zar al-Ghifari. Sementara itu Rasulullaah sendiri sebagai kepala negara sampai akhir hayatnya mengambil jalan hidup sederhana. Padahal Beliau pernah menjadi pedagang sukses yang kaya raya, terbukti dengan emas kawin yang diberikan kepada Khodijah yang luarr biasa..

Tetapi setelah diutus menjadi rasul dan sekaigus menjadi publik figur, Beliau mencontohkan gaya hidup sederhana. Sebagai kepala negara beliau sering kelaparan, sering ganjal perut dengan batu pakai ikat pinggang, pernah solat rakaat berikutnya gak kuat berdiri karena menahan lapar, pernah puasa sunnah niatnya baru siang karena tidak makanan siang, , dll

Seorang Umar bin khottob mantan preman, harusnya tegar, tetapi bisa nangis tersedu ketika masuk kedalam rumah Rasulullah, kepala negara yang tidak punya apa-apa kecuali baju perang dan tiker dari pelepah kurma,

Rasulullah meninggal sebagai kepala negara tidak banyak mewariskan harta benda kepada anak anaknya. Sekedar memenuhi permintaan anaknya Fathimah untuk memiliki pembantu, untuk menumbuk tepung gandum, karena tangannya lecet, Beliaupun menolak.
Kita akan mendapat deretan cerita panjang orang-orang yang mencari kebahagiaan dengan jalan mengambil cara hidup sederhana. Masihkah kita ragu ?

Semakin banyak yang kita miliki, semakin banyak beban fikiran yang harus kita tanggung, baik untuk menjaga, melindungi, melengkapi, merawat, memelihara, menggunakan, membelanjakan, mangatur, memanfaatkan, membagi, mewariskan, mempertanggung jawabkan, dan segudang beban lainnya…

Kebahagiaan, kesedihan, itu ada dihati, semantara panca indra dan akal fikiran yang akan terus memberi masukan-masukan kepada hati untuk bisa mengolah sebagai bahan pertimbangan. Jika bahan masukannya lebih banyak beban-beban fikiran serta rangsangan Indra yang berhadapan dengan serba materi, maka bisa dipastikan hati akan tidak kuat mengolah untuk mencari rumus kebahagiaan yang sejati. Kareana semua akan menuntut, tanpa ada ujungnya…

Begitu mata melihat baju, maka fikiran yang berkembang memenuhi tuntutan baju mulai dari Mesin cuci, ember, sikat, gayung, keran, selang, mesin pompa air, sabun cuci, cairan pewangi, jemuran, jepitan, hanger, keranjang, sterika, meja sterika, lemari pakaian, kamper, jarum, benang, mesin jahit, motor pengerak mesin, listri dan seterusnya…. tanpa akhir, tanpa ujung, terus menuntut…

Jadi dimana letaknya kebahagiaan.. itu.???

Pendaftaran ON SITE resmi di buka, pendaftar mulai berdatangan

0

IMG_20151229_100125

As Syifa Boarding School Subang secara resmi mulai membuka pendftaran murid baru secara On Site. Pendaftaran ini dimulai sejak 28 Desember 2015 s.d. 31 Januari 2016 bertempat di Kampus As Syifa, Jl. Subang Bandung KM 12, Jalancagak, Subang – Jawa Barat.

Menurut Ust. Suparman, S.Si, selaku ketua panitia Penerimaan Murid Baru (PMB) 2016/2017, bahwa proses seleksi meliputi pendaftaran On Line, On Site, Tes Non Akademik, Tes Kesehatan, dan Tes Akademik. Jika pada pendaftaran on line, calon murid wajib mendaftar melalui web site di http://pmb.assyifa-boardingschool.sch.id, maka pada pendaftaran onsite ini calon murid harus datang langsung di lokasi PMB.

Selanjutnya, bagi pendaftar yang membutuhkan informasi terkait alur pendaftaran, bagian informasi PMB juga siap memberikan penjelasan dan telah menyediakan brosur penunjuk alur pendaftaran. Semoga dengan cara ini pendaftar terhindar dari kesulitan saat melakukan pendaftaran. (humas yys)

IMG_20151229_100158
Bagian informasi

 

IMG_20151229_095612
Antrian menunggu pemanggilan
IMG_20151229_100235
Meja Bantuan bagi yang kesulitan

 

Kata Kunci Sukses

0

Kesuksesan abadi adalah kesuksesan dunia dan akhirat. Barang siapa buta hatinya di dunia niscaya akan lebih buta di akhirat. Untuk itu, membangun diri harus dimulai dengan kesuksesan dunia. Desain sukses harus dimulai dengan …

1.       Kita dengan diri kita.

Yaitu dengan mengembangkan potensi spiritual, Emisonal, Intelektual, Fisik dan menguasaai Teknologi terapan pada berbagai bidang yang kita butuhkan. Kata kunci sukses pada wilayah ini adalah integritas, dan pada puncak sukses posisi kita pada wilayah ini berupa karakter Shalih.

Kata kunci : Spiritual, Emosional, Intelektual, Fisik, Integritas, Shalih.

2.       Kita dengan orang lain

Yaitu Bagaimana kemampuan kita dalam melakukan komunikasi untuk menyampaikan ide dan mempengaruhi mereka, Kenyamanan dan kesuksesan dengan orang lain dimulai dengan dari keluarga dan masyarakat sosial kita. Setelah lingkungan prima kita sukses, maka kita membangun tim  hingga memperoleh kesuksesan. Sukses tanpa proses regenerasi dan dakwah, maka akan berusia pendek.

Untuk sukses jangka panjang, maka kita memerlukan proses pembinaan sumber daya manusia, regenerasi, learning dan menyiapkan insfratruktur pendidikan yang kuat. Kata kunci kesuksesan pada wilayah ini  adalah bekerja dengan sinergi. Hidup ini harus sinergi dan menghasilkan sesuatu yang positif, dan puncak sukses posisi kita adalah sebagai pemimpin.

Kata kunci : Komunikasi, keluarga-Sosial, Tim, Regenerasi, Sinergi, Kepemimpinan.

3.       Kita dengan lembaga

Yaitu bagaimana kemampuan kita dalam bekerja dilembaga kita. Kita harus mampu mengelola system organisasi dan manajemen kelembagaan kita, yaitu arah dan strategis transformasi organisasi. Desain arah dan strategi akan berjalan jika kita memiliki sumber daya, sehingga kemampuan menyiapkan dan mengelola sumber daya yang kita butuhkan menjadi sangat vital. Dengan sumber daya yang berkualitas, kita melakukan kegiatan produksi yang dapat menghasilkan produk, baik itu barang maupun jasa. Setelah produk yang berkualitas kita miliki, maka kemampuan pemasaran untuk menjual produk menjadi indicator keberhasilan yang  penting. Inilah puncak nafiun lighairihi dari aspek kelembagaan.

Kata Kunci : Organisasi Sumber Daya, Produksi, Pemasaran, Teknologi, Profesional.

Mengubah kondisi menjadi peluang sukses

Sesungguhnya, bersama kesulitan itu adan kemudahan (QS.alam nasyrah,94:5-6). Kita harus mampu mengubah kondisi dan tantangan menjadi peluang. Kondisi yang diistilahkan dengan Change, Challenge, Complexity, Crowded, Un-Certanty, Conflict, kami beri nama dengan cincin millennium, karena bagaikan atmosfer yang melingkari bumi yang hanya dapat dilewati kecuali dengan kekuatan. Untuk meraih kesuksesan pada wilayah tersebut hingga memperoleh kesuksesan akhir, kita memerlukan mutu dan kekuatan dalam bekerja (QS.Ar-rahman,55:33).

Sukses bukanlah sesuatu yang mudah diperoleh, karena kondisi eksternal organisasi sangat menantang, sehingga diperlukan mutu kerja yang tinggi agar kita dapat meraih peluang yang kita harapkan. Ada kondisi eksternal yang terlihat adalah syaithan, penggoda abadi dan musuh sebenarnya manusia. Dia tidaki terlihat tetapi ada. Sebagaimana keberadaan Allah yang tidak terlihat tetapi ada. Hanya konsep Ihsan yang dapat meraih sukses, itulah kekuatan sipiritual yang menjadi dasar dari segala kekuatan kita.

Jadi, Model TRUSTCO adalah salah satu alternative untuk mendapatkan sukses dalam mengembangkan diri, penerapan tim, dan lembaga. Sebagai Kunci keseluruhan , untuk  mudah mengingat model TRUSTCO, selalu bekerjalan dengan :

·         Kerja Ikhlas ; Spiritual

·         Kerja Mawas ; Emosional

·         Kerja Cerdas ; Intelektual

·         Kerja Keras ; Fisik

·         Kerja Tuntas ; Profesional

Kata Kunci Sukses

True, kebenaran, Spiritual

Untuk mengembangkan manusia kita perlu menguatkan nilai, system nilai dan keyakinan yang kuat dalam dirinya. Landasan keyakinan yang paling kuat dapat digali dari nilai-nilai spiritual. Kerja Ikhlas.

Responsible, Tanggung jawab, Emosional

Banyak orang yang telah mengerti kebenaran, namun kita harus menumbuhkan tanggung jawab untuk membuat seseorang lebih sukses. Tanggung jawab merupakan puncak kesadaran emosi yang  harus dibangun. Hasilnya akan terbentuk pengendalian diri . Kerja Mawas.

Unique, Berbeda, Kreativitas, Intelektual

Kita harus membangun manusia diatas kekuatan intelektual untuk dapat menghasilkan konsep, ide yang baru, unik dan lebih menarik, sesuatu yang lebih efektif, efisien. Kerja Cerdas

Sacrifice, Pengorbanan, Fisik

Ide dan keyakinan belum dihitung sebagai kerja, karena puncak kerja pada amal. Seluruh konsep harus dapat diwujudkan dalam amal nyata.Puncak ilmu adalah amal, sehingga kita hrus beramal dan berkorban untuk mewujudkan cita-cita. Kerja Keras

Technology, Penerapan Ilmu, Teknologi

Kita memerlukan kemampuan penguasaan, penerapan dan pengembangan teknologi dalam berbagai bidang.Teknologi yang paling universal adalah manajemen, karena manusia sebagai Khalifah. Kerja Tuntas

Condition, Kondisi, keadaan lingkungan Sosial

Kondisi lingkungan social manusia penuh dengan tantangan, dinamis, tidak menentu, penuh persaingan, dan tidak dapat dipastikan. Kondisi inilah yang memaksa kita untuk melakukan amal dengan baik dan professional.

Opportunities, Peluang, Sukses Dunia Akhirat.

Untuk dapat mengubah kondisi menjadi peluang sesuai dengan cita –cita atau obsesi kita,maka diperlukan pribadi yang memiliki karakter TRUST di atas. Kita harus bekerja dengan standar mutu untuk meraih sukses

Sumber utama perubahan pribadi dapat berasal dari banyak hal, dua diantara nya adalah penderitaan (Khauf) dan ilmu (Informasi) serta keyakinan mendalam yang dapat menyadarkan seseorang untuk mendambakan sesuatu (Raja’) yaitu rasa takut-Cemas dan rasa harap-Bahagia.

Penderitaan yang berasal dari kekecewaan, kecemasan, kegagalan, kematian, hubungan yang putus dengan keluarga atau temen, sikap percaya yang di langgar, kelemahan pribadi yang disadari, ketawaran hati, kebosanan, ketidakpuasan, kesehatan yang lemah, kecacatan fisik, akibat keputusan yang buruk, kesepian, ketakutan, tekanan leuangan, ketidakamanan pekerjaan, ketidakseimbangan hidup.

Hal-hal tersebut diatas  akan mampu menyebabkan perubahan besar dalam diri seseorang. Umumnya potensi yang luar biasa akan muncul ketika dalam kondisi yang terdesak, semua akan mungkin. Jika kita tidak merasakan penderitaan, jarang kita termotivasi untuk melakukan hal-hal yang besar.

Rasa takut yang mendalam juga dapat mendorong seseorang untuk melakukan pekerjaan, dan kreativitas akan mumcul. Ingatlah Siksa neraka, bayangkan neraka itu ada dan siksa yang sangat pedih atas diri kita. Semuanya akan mampu menggerakan diri kita secara luar biasa.

Rasa harap juga mampu mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Ingatlah, ketika seorang remaja jatuh cinta, maka mereka siap berkorban. Bayangkan sekuat tenaga kita. Bahwa kita berharap bertemu dengan Allah swt di surge, dan relakan diri kita untuk siap berkorban demi memenuhi harapan yang kita nantikan. Semua tergantung kekuatan imajinasi kita, karena itulah nilai-nilai yang ghaib seperti surge dan neraka harus mampu kita hadirkan dengan utuh dalam  keyakinan dan mimpi kita. Miliki kekuatan untuk perubahan.

AS SYIFA GELAR MUSYKER 2015

0

IMG_20151202_093636_HDR[1]Yayasan As Syifa Al Khoeriyyah mengadakan Musyawarah Kerja pada Selasa-Rabu (1-2/12/2015) bertempat di Ruang Pertemuan Yayasan. Musyawarah Kerja Yayasan ini dihadiri oleh 80an orang peserta yang terdiri dari Pengurus, Kepala Bidang, Kepala unit dan Staff di bawahnya.

Ketua Yayasan As Syifa, Ustadz KH. Abdullah Muadz, M.Sc mengatakan Musyawarah ini merupakan sebuah amanah bagi pengurus dalam masa kepemimpinan ke depan. Amanah ini akan semakin besar dengan semakin berkembangnya dinamisasi organisasi. Namun yang perlu diingat bahwa Yayasan ini merupakan lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah dan sosial.

Selain sebagai sarana evaluasi program yang telah berjalan, musyawarah kerja ini tentu akan menampung input dari peserta mengenai kegiatan apa yang akan dilaksanakan untuk pengembangan lembaga ke depan. Diharapkan dengan kegiatan ini akan menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi arah perkembangan lembaga, sehingga cita-cita “kokoh dan mandiri”, dalam waktu dekat dapat segera tercapai. (humas yys).