Home Blog Page 94

Kunjungan Dandim 0605 Baru Letkol Inf. Fikri Ferdian

0

Depan

Sejumlah Karyawan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah ikut serta dalam menyambut kedatangan Dandim 0605 yang baru yaitu Letkol Inf. Fikri Ferdian, yang pada kesempatan kali ini mengadakan Kunjungan dan Silaturrahim dengan Pengurus Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.

Letkol Inf. Fikri Ferdian datang tepat dari waktu yang di agendakan yaitu pukul 09.00 Wib dengan didampingi staff jajarannya. Dimana pada kesempatan tersebut langsung disambut oleh Ketua Yayasan Ustadz Abdullah Muaz, M.Sc.

Pada kesempatan kunjungan kali ini Letkol Inf. Fikri Ferdian mendiskusikan beberapa hal informasi tentang Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah. Menurut beliau taraf Boarding School merupakan suatu jenjang pembinaan yang baik dalam peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan siswa-siswi. Sedikit cerita bahwa dahulunya ketika jenjang Sekolah Menengah Atas Letkol Inf. Fikri Ferdian sendiri pernah mengikuti Sekolah berbasis Boarding School.

Dan diakhir kunjungan beliau, Letkol Inf. Fikri Ferdian berkeliling berjalan kaki dengan didampingi Ketua Yayasan Ustadz Abdullah Muaz beserta jajaran, yang dimulai dari melihat kondisi komplek Putri, dan Komplek Putra dengan diakhiri melihat beberapa aktifitas pegawai dan siswa-siswi yang sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar.

 

Musyawarah Kerja III Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyah

0

Suasana Musyawarah Kerja III Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyah
Suasana Musyawarah Kerja III Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyah
.

Yayasan As-Syifa telah melaksanakan Musyawarah Kerja III (MUKER III) yg berlangsung pada hari senin sampai dengan hari selasa (20/12/2016) di aula assuwediy . Muker III tersebut dihadiri oleh sekitar 30 orang yang terdiri dari unsur Dewan Pengawas, Pengurus Yayasan, Ketua Bidang, Kepala Bagian, dan Kepala Unit. Salah satu point penting yang menjadi pembahasan di MUKER III selain menyusun Rencana Strategis, Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Belanja Yayasan adalah, bagaimana menyusun langkah-langkah strategis untuk menjadikan lembaga Assyifa menjadi lembaga terdepan di tingkat Nasional pada Tahun 2019.

EMPAT PULUH SISWA/I MALAYSIA IKUTI PROGRAM KARANTINA QUANTUM AL-QUR’AN DI AS SYIFA BOARDING SCHOOL

0

SUBANG, (10/12/2016). Siswa/i SMP dan SMA asal Malaysia tiba di ruang multimedia SMAIT As Syifa Al-Khoeriyyah . Peserta agenda “Karantina Quantum Al-qur’an” ini tiba di kampus As Syifa pada tanggal 30 November 2016.

Peserta akan menjalanai karantina selama 20 hari dalam rangka mengisi libur panjangnya di kampus As Syifa, Subang. Pembukaan karantina dilaksanakan pada tanggal 01 Desember 2016. Menurut informasi dari team ALC (As Syifa Learning Center) siwa/i yang mengikuti Karantina berjumlah 40 orang, baik jenjang SMP maupun SMA.

“Agenda ini merupakan permintaan langsung dari siswa/i Malaysia untuk membuat kegiatan spiritual di kampus AS Syifa”. Ujar Ust. Suryono,S.Pd selaku Steering Comitee

“Maka As Syifa menyambut permintaan tersebut dengan membuat agenda Karantina Quantum Al-Qur’an ini….” sambung Ust. Suryono,S.Pd

Menurut pemaparan dari ust. Suryono agenda yang akan dilaksanakan selama 20 hari kedepan berupa, hafalan Al-qur’an; Taranum (Qiro’ah); Kajian Keislaman; Keterampilan Go Green; serta olah raga memanah dan berkuda.

Antusiasme para siwa/i Malaysia dalam menjalani setiap kegiatan merupakan energy yang besar bagi panitia dalam melaksanakan kegiatan ini. Selain mendapatkan ilmu-ilmu baru peserta akan diberikan sertifikat kegiatan di akhir agenda.

 

“Sebagaimana kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul dari kalangan kamu yang membacakan ayat – ayat kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu kitab (Al-Quran) dan hikmah (Sunnah) serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui”.

(Q.S. Al-Baqarah ayat 151)

KARANTINA QUANTUM AL-QUR'AN
Karantina Quantum Al-qur’an

 

GO GREEN
Go Green Peserta KQA Akhwat
HAND MADE AKHWAT
Handmade Peserta Akhwat
HAND MADE
Handmade Peserta Ikhwan
KEGIATAN TAHFIDZ AL-QUR'AN
Tahfidz Al-qur’an Peserta ikhwan
PESERTA KQA AKHWAT
Peserta Akhwat
PANAHAN AKHWAT
Panahan Peserta Akhwat
PANAHAN
Panahan Peserta Ikhwan

 

Documentation by : Panitia Karantina Quantum Al-Qur’an

 

SEMARAK PENERIMAAN MURID BARU AS-SYIFA

0

SUBANG. Penerimaan Murid Baru (PMB) SMPIT dan SMAIT As-Syifa terus dibanjiri pendaftar. Pendafataran yang baru dibuka dari tanggal 07 November 2016 ini menarik animo para orang tua untuk mendapatkan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya. Bertempat di kampus As-Syifa Al-Khoeriyyah yang beralamat di Jalan Raya Subang-Bandung KM 12, para calon murid mengikuti rangkaian tes non-akademik yang meliputi wawancara dan baca al-Qur’an. Tidak hanya calon murid, para orang tua pun turut berkomitmen dalam sesi wawancara orang tua sekaligus diedukasi terkait program-program khas As-Syifa.

Hingga (29/11) ini, jumlah pendaftar menembus angka 1.400. Para pendaftar mengikuti seleksi akademik dan non-akademik secara terjadwal, khususnya setiap Sabtu dan Ahad untuk tes non-akademik. Adapun untuk tes akademik sendiri akan digelar pada 14-15 Januari 2017 di dua tempat, yaitu Subang dan Jakarta. Tidak hanya itu, diadakan juga tes daerah dan tes luar negeri yang akan dilaksanakan pada 16-21 Januari 2017.

As-Syifa yang memadukan kurikulum nasional dan kurikulum kepesantrenan ini bisa dijadikan lembaga rujukan dibidang pendidikan guna membentuk generasi Qur’ani. Untuk melakukan pendaftaran online, bisa mengunjungi http://pmb.assyifa-boardingschool.sch.id, baik melalui jalur regular maupun jalur prestasi (Tahfidz dan OSN) hingga 07 Januari 2017.Suasana PMB As-Syifa

Silaturahim Ke Kantor Kecamatan dan KORAMIL Jalancagak Subang

0

SUBANG, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah – Silaturahim merupakan salah satu sarana untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan Aparaturpemerintah. Yayasan as-syifa al-khoeriyyah mengadakan Program Silaturahim kesetiap elemen, dari mulai ke Tokoh masyarakat, RT/RW, Kepala Desa, Kecamatan, POLSEK dan DANDIM. Yayasan As-Syifa  Al-Khoeriyyah mulai silaturahim ke 2 pemerintahan sekaligus  CAMAT dan DANDIM jalancagak, Kamis Siang.(21/10). Demikian  pungkas  Humas Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Asep.

Camat Jalancagak

silaturahim ke camat jlncagak

 

 

 

 

camat jalancagak

 

 

 

 

DANDIM Jalancagak

dandim jalancagak

 

 

 

 

penyerahan cendramata ke dandim

 

 

 

 

silaturahim dandim jlncgk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan kunjungan Silaturahim tersebut dipimpin langsung Oleh Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah H.Abdullah Muadz, MS.c.  dan didampingi oleh Humas Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Pak Asep Iman Nugraha,Amd. Dan H.Sofyan Nugraha. Isi silaturahim tersebut untuk mempererat persaudaraan antara Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah dan Aparaturpemerintahan setempat.

Kunjungan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan / cenderamata dari Yayasan As Syifa Al Khoeriyyah, dan diakhiri dengan foto bersama. (CS yys)

Menabung di Kaleng Tukang Parkir 31 Tahun Ini Berangkat Haji

0

Kisah Inspiratif:  Menabung di Kaleng Tukang Parkir 31 Tahun Ini Berangkat Haji – Rasanya tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini jika kita mau berusaha dan bekerja keras sama halnya dengan kisah inspiratif tukang parkir ini yang punya cita cita untuk berangkat haji.

Tukang parkir tersebut adalah Bardi Syafii (53), warga Cokrokusuman, JT II, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta. Akhirnya setelah bertahun-tahun menabung, bapak dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai seorang tukang parkir di jalan Mangkubumi Kota Yogyakarta ini akan berangkat naik haji bersama istrinya Rumiyati (49) pada 17 Agustus 2016.

Bardi bercerita, dia memiliki cita-cita untuk naik haji sekitar tahun 1985. Sejak niat itu tercetus, dia lantas mulai menabung untuk biaya naik haji bersama istrinya.

tukang parkir naik haji

“Saya menabung sejak tahun 1985. Saat itu saya buka lapak jualan koran dan rokok,” ucap Bardi di sela jaga parkir di Kawasan Jalan Mangkubumi, Selasa (2/8/2016).

Uang yang ditabungnya saat itu pun tidak besar. Dalam sehari, Bardi hanya bisa menyisihkan penghasilanya Rp 500 sampai Rp 1.000. Demi menyisihkan uang untuk naik haji, Bardi pun rela membuka lapaknya dari pagi sampai malam hari. Sebab selain mencari uang untuk menabung naik haji, dia juga harus mencari nafkah bagi keluarga sekaligus membiayai sekolah kedua anaknya.

“Yang saya tabung itu di luar uang biaya sekolah anak. Anak-anak harus tetap sekolah, demi masa depan mereka,” tegasnya.
Bardi menuturkan, untuk membantu perekonomian keluarga, termasuk menambah menabung, istrinya lantas membuka warung lotek di Jalan Mangkubumi.

Dari penghasilan istrinya, jumlah tabungan naik haji semakin bertambah. Melihat kerja keras kedua pasangan suami istri ini, beberapa teman Bardi pun sempat bertanya. Ketika dia menjelaskan bahwa dia bekerja keras siang malam untuk bisa naik haji. Namun jawaban itu justru menjadi tertawaan teman-temannya.

“Ditanya, kamu dan istrimu kerja siang malam uangnya itu mau buat apa ? Saya jawab mau naik haji, eh malah mereka tertawa, tetapi itu jadi pelecut semangat,” tegasnya.

Pada tahun 2001, Bardi lantas ingin menambah penghasilannya agar bisa lebih banyak menabung. Dia pun bekerja sambilan sebagai tukang parkir di kawasan Jalan Mangkubumi Kota Yogyakarta. Dari pekerjaannya ini, Bardi dalam sehari mendapatkan penghasilan sekitar Rp 75.000 sampai Rp 100.000. Dari penghasilannya ini, Bardi bisa lebih besar lagi menyisihkan uang untuk menabung.

“Setiap hari saat pulang ke rumah, uang saya masukan ke dalam kaleng,” ungkapnya.

Bardi mengaku, pada tahun 2005, dia sempat mengingkari janjinya dengan menggunakan uang tabungan naik haji untuk bisnis properti. Namun bukan untung yang didapat, Bardi justru merugi karena tanah yang dibelinya bermasalah.

“Uang tabungan saya ambil 40 juta, niatnya mau diputarkan, tapi mungkin karena sudah mengingkari janji malah jatuh rugi. Janji awalkan tabungan itu untuk naik haji malah saya gunakan bisnis,” tuturnya.

Dalam kondisi jatuh itu, Bardi lantas kembali membulatkan tekadnya untuk bekerja lebih keras lagi demi menganti uang yang digunakannya. Tak hanya bekerja keras, setiap saat Bardi dan istrinya juga terus berdoa meminta kepada Allah agar diberikan kelancaran rejeki.

“Kalau uang sudah terkumpul, saya akan mendaftar naik haji setelah kedua anak saya lulus kuliah dan bekerja,” tegasnya.
Dari tabungan itu juga, kedua putranya berhasil menyelesaikan pendidikannya di Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Kedua anaknya pun telah mendapatkan pekerjaan.

“Anak saya semua lulus dan sudah bekerja. Jadi 2010 saya daftar haji dan tanggal 17 Agustus ini berangkat,” tuturnya.
Bardi mengungkapkan, dia dan istrinya telah mendapatkan pembekalan di Asrama Haji.

“Senang, terharu akhirnya bisa berangkat haji bersama istri,” pungkasnya.

Nah, itulah tadi kisah inspiratif dari Bapak Bardi yang dimana dengan niat, menabung, serta kerja keras. Walaupun ia bekerja sebagai tukang parkir ia telah berhasil mewujudkan cita citanya untuk berangkat haji dan semoga saja yah Sahabat Passion kisahnya tersebut dapat menginspirasi kita semua.

dikutif dari PassionMagz.com. untuk kisah inspiratif lainnya sahabat bisa lihat di alshifacharity.com . Terimakasih sudah berkunjung