Home Blog Page 33

Kemarau panjang melanda, As-Syifa Gelar Shalat Istisqa’ memohon Rahmat Allah

0

Seperti kita rasakan cuaca panas serta lama tak turun hujan, akibat musim kemarau panjang yang saat ini tengah melanda Indonesia. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober untuk beberapa wilayah di Indonesia, bahkan ada kemungkinan sampai akhir tahun di wilayah lainnya. Oleh karenanya, civitas Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menggelar Shalat Istisqa’ atau shalat meminta hujan yang dilaksanakan serempak di seluruh lokasi kampus As-Syifa pada Senin (18/09/2023).

Shalat Istisqa’ diikuti oleh unsur manajemen Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, para pegawai hingga santri. Dalam sambutan Ketua Yayasan As-Syifa, Dr. K.H. Lalu Agus Pujiartha, M.A. mengajak para jamaah untuk kembali menyamakan niat, menundukan hati dan diri di hadapan Allah, serta memperbanyak istigfar atas segala dosa yang telah diperbuat, mengajak bersama-sama memanjatkan doa dan meminta untuk turunnya hujan kembali.

“Mari sama-sama satukan dan ikhlaskan niat dalam rangka beribadah kepada Allah, meminta belas kasihan mewakili diri pribadi, masyarakat, serta tanaman-tanaman yang perlu disirami air. Mari perbanyak istigfar atas segala dosa kita, baik sesama manusia, ataupun kepada makhluk-makhluk Allah. Dan selalu kita yakini bahwa semua hal ada dan diatur oleh Allah SWT.” K.H. Lalu.

IMG 7171

Ada tiga pesan yang disampaikan K.H. Abdullah Muadz, S.Pd.I, M.Sc. yang bertindak selaku Khotib pada pelaksanaan sholat istisqo di As-Syifa Jalancagak. Pesan itu adalah kita harus senantiasa beristigfar kepada Allah, memaksimalkan ilmu pengetahuan yang ada, serta menjaga kelestarian lingkungan alam dari kepentingan golongan atau kelompok. Diharapkan ketiga hal ini dapat dipraktikkan sehingga menjadi wasilah turunnya Ridho dan Rahmat Allah.

“Hari ini kita duduk di sini untuk meyakini akan kekuasaan Allah atas segala takdir-Nya, dan kita mengakui kelemahan bahwa kita tidak dapat berbuat apa-apa atas bencana yang terjadi, salah satunya bencana kekeringan dan polusi udara. Mari bersama kita maksimalkan tiga ikhtiar ringan yang tadi disampaikan, guna meraih ridho dan jalan terdekat dari bencana yang ada, dengan turunnya hujan dari Allah SWT.” himbaunya.

Hal ini mengingatkan kita bahwa sebagai makhluk Allah, manusia tidak memiliki daya upaya atas segala sesuatu dan hanya bergantung kepada Allah SWT.

As-Syifa Peduli Terima Kunjungan Kemenag RI

0

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Assyifa Peduli menerima kunjungan dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Subdit Akreditasi dan Audit Syariat Kemenag RI, Kamis (14/9), di Kantor Assyifa Peduli, Jalancagak, Subang.

Hadir dalam agenda ini pihak Kemenag Kabupaten Subang, Yayat Hendrayana dan Eni Kusrini, Sekretaris Yayasan Assyifa Peduli Indonesia, Ahmad Sahirul Alim, M.A., Direktur LAZ Assyifa Peduli, M. Dodi Rusli, S.P., serta staff lainnya.

Kunjungan ini merupakan agenda sosialisasi atau pendampingan dari Kemenag RI mengenai Instrumen Akreditasi Baznas/ LAZ dan Instrumen Audit Syariah LAZ. Penilaian akreditasi akan ditentukan 3 hari ke depan setelah LAZ Assyifa Peduli mengisi instrumen yang telah ditentukan.

Selain itu, pendampingan ini juga mengenalkan sistem yang sedang dikembangkan Kemenag, yaitu SIMZAT (Sistem Informasi Manajemen Zakat Terpadu) untuk memperbaharui informasi kelembagaan setiap LAZ.

Mewakili pihak Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, Rifa’atul Mahmudah, menyampaikan bahwa pendampingan ini dilakukan kepada LAZ yang baru mendapatkan izin operasional agar memiliki rencana kerja yang sesuai dan yang telah ditetapkan.

“Kami dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI datang ke sini (LAZ Assyifa Peduli) untuk memberikan pendampingan dan melakukan sosialisasi terkait Akreditasi dan Audit Syariah Lembaga Zakat kepada Lembaga Amil Zakat yang baru mendapatkan izin operasional dari Kanwil Kemenag. Sebagai instrumen yang harus dilengkapi, lembaga zakat harus memiliki rencana kerja pada 4 bidang utama yaitu Penghimpunan, Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Dukungan manajemen seperti sertifikasi Amil baik pada bidang profesional maupun bidang khusus yaitu zakat. Mengenai visi dan misi lembaga kami dorong untuk disosialisasikan dan dipahami khususnya oleh Amil dan umumnya oleh masyarakat,” tutur Rifa’atul.

Web1
                               Agenda sosialisasi atau pendampingan dari Kemenag RI

Kemenag juga mendorong LAZ untuk memiliki sistem manajemen mutu yang terstandarisasi ISO sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, dan harus aktif melakukan publikasi di berbagai platform media untuk menunjukkan aktivitas lembaganya. Kemenag pun mengapresiasi LAZ Assyifa Peduli yang sudah proaktif melaksanakan kegiatan publikasi dalam setiap programnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Assyifa Peduli Indonesia, Lulu Ludiawaty, S. Psi., M.M., berterima kasih kepada Kemenag yang memberikan pendampingan langsung kepada LAZ Assyifa Peduli.

“Terima kasih kepada perwakilan Kemenag Pusat yang sudah mampir ke lembaga kita, kami menyambut baik kedatangan tamu istimewa dari Kemenag Pusat dan Kabupaten ini yang datang untuk memberikan arahan-arahannya dan juga memberi tahu hal-hal yang baru kami ketahui justru dari pertemuan ini seperti pengajuan pelatihan-pelatihan untuk amil zakat serta pelatihan aplikasi informasi manajemen (Simba) ke Baznas pusat,” kata Bunda Lulu, sapaan akrabnya.

Bunda Lulu juga kembali menegaskan komitmen LAZ Assyifa Peduli dalam menjaga amanah umat, dengan selalu berpedoman secara aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI.

“Maka segala instrumen-instrumen yang memperkuat pedoman itu seperti agenda akreditasi lembaga amil zakat dan audit syariah yang harus disiapkan dan dilakukan oleh LAZ, terutama oleh LAZ Assyifa Peduli akan kami kerjakan dan lakukan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Di akhir agenda pembinaan, Kemenag RI memberikan 3 buah buku yaitu buku Kompilasi Peraturan Perundang-Undangan Zakat Nasional, buku Pedoman Akuntansi Baznas dan LAZ, serta Modul Audit Syariah.

Lolos Ujian YÖS, Empat Delegasi Mahasiswa Indonesia Siap Lanjutkan Studi di Turkiye

0

Wakil Ketua I bidang Akademik dan Kemahasiswaan STIQ As-Syifa, Ustadz Agus Supriatna, B.A., M. Ed., dan PJ PMB STIQ-Bolu University, Ustadz Amin S. Th.I, M. Ag., melepas empat calon mahasiswa Universitas Bolu Abbant Izzet Baysal, Turkiye pada hari Rabu (13/09/2023) kemarin di Bandara Soetta untuk berangkat menuju negara Transkontinental itu. Mereka adalah calon mahasiswa yang berhasil lulus ujian YOS (Yabancı Öğrenci Sınavı) atau ujian mahasiswa asing, yang diselenggarakan STIQ untuk peserta umum pada Juni lalu. Keempat calon mahasiswa itu adalah Queen Latifah, Awaliyah Shavinaz Nurul Qolbi, M. Athief Al-Farisi dan Amal Alimah Huriyah.

Agus Supriatna mengatakan keberangkatan mereka merupakan implementasi dari kerjasama internasional yang dilakukan antara STIQ dengan Bolu University belum lama ini. Ia mengapresiasi para orang tua yang telah mempercayakan dan mendukung putera-puterinya untuk berpartisipasi dalam seleksi YOS di STIQ As-Syifa.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas kepercayaan yang anda berikan kepada kami untuk membimbing putra-putri Anda dalam mengejar pendidikan tinggi di Turkiye. Mereka nantinya akan menempuh pendidikan disana (Bolu University) hingga selesai, dan kami pastikan bahwa semua persiapan dan urusan para calon mahasiswa di Turkiye akan berjalan lancar.” ungkapnya.

Perwakilan dari Akd Academy, Dr. Khalid Saad El-Shamouly turut hadir mendampingi keberangkatan. Sebelum pelepasan, ia berkesempatan memberikan nasihat bijak kepada calon mahasiswa dan para orang tua serta memimpin doa untuk kesuksesan para calon mahasiswa dalam perjalanan mereka.

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah bersama STIQ As-Syifa mengucapkan selamat kepada calon mahasiswa yang akan memulai perjalanan pendidikan mereka di Turkiye, serta berharap mereka akan mendapat berbagai pengalaman berharga dan sukses dalam mengejar cita-cita akademik mereka di luar negeri.

Bekali Jamaah, As-Syifa Tour & Travel Adakan Manasik Umroh

0

Subang — Sebanyak 25 Calon Jamaah Umroh As-Syifa Tours & Travel, melaksanakan kegiatan manasik yang dilaksanakan di Aula Umar Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Ahad (10/09/2023).

Pelaksanaan manasik dilaksanakan guna membekali para jamaah yang akan berangkat pada Sabtu, 23 September 2023. Dimana dalam mencapai umroh yang mabrur bukan saja dibutuhkan kemampuan untuk melaksanakan setiap tahapan prosesi ibadah umroh yang ada dengan sempurna, namun jauh lebih penting lagi dari itu adalah dibutuhkan kemampuan jamaah untuk memaknai secara mendalam setiap prosesi yang dijalani dalam ibadah umroh tersebut.

Web2Pembimbing Umroh As-Syifa Tours & Travel, Ustadz Teguh Muhammad Firdaus, Lc., Menyampaikan manasik ini adalah kegiatan untuk mengenalkan lebih awal seluruh rukun dan wajib umrah, agar umroh tidak sia-sia dan mendapatkan umroh mabrur dan makbul.

“Mudah-mudahan semua rombongan dan jamaah umroh As-Syifa Tours & Travel semuanya diberikan Kesehatan dilancarkan semua kegiatan umrohnya. Dan tentunya mendapatkan umroh yang mabrur dan makbul,” harapnya dalam menutup kegiatan manasik.

As-Syifa Tours & Travel, adalah penyelenggara perjalanan umroh yang berprinsip melayani dengan setulus hati, membimbing sampai ke Tanah Suci, serta berpedoman profesional dan Amanah. Alhamdulillag telah eksis dan sukses memberangkatkan banyak jamaah umroh, memberikan layanan terbaik, aman dan nyaman.

Adapun untuk informasi layanan umroh dan pemberangkatan selanjutnya dapat menghubungi Ustadz Cevi Sutanto 0853-1882-3822.

Tutor Global English Goes To School Membawa Nuansa Baru di Pondok Pesantren As-Syifa Sagalaherang

0

Sagalaherang – Pondok Pesantren As-Syifa Sagalaherang menyambut dengan baik program inovatif “Tutor Global English Goes To School” yang dibawa langsung dari Kampung Inggris Pare, Kediri pada Selasa (12/09/23)

Program ini dihadirkan dengan tujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para santri di kelas 8 dan kelas 11 selama periode satu bulan, dimulai dari hari senin 11 September 2023 hingga 11 Oktober 2023 mendatang. Kehadiran kakak-kakak tutor berpengalaman dari Kampung Inggris Pare diharapkan akan memberikan pengalaman belajar yang unik dan bermanfaat bagi para santri.

Wakil Mudir Pondok Pesantren As-Syifa, Kiyai Muflih, S.Ag, menyampaikan rasa bangga atas kerjasama ini. “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Ini adalah langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren kami. Dengan bimbingan para tutor berpengalaman, kami yakin santri kami akan mengalami peningkatan pesat dalam kemampuan berbahasa Inggris.”

Web2Program “Tutor Global English Goes To School” ini menjadi kesempatan langka bagi para santri untuk belajar langsung dari para tutor yang memiliki keahlian dalam pengajaran bahasa Inggris. Santri diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris mereka.

Acara peresmian program ini dihadiri oleh seluruh santri dan staf pengajar Pondok Pesantren As-Syifa, serta para tutor dari Kampung Inggris Pare. Semangat belajar pun terlihat jelas di wajah para santri, yang siap memulai perjalanan belajar yang luar biasa ini.

Badan Wakaf Assyifa Salurkan Sarana Air Bersih untuk SMPN 1 Cibogo Subang

0

Sebagai lembaga wakaf yang ada di Kabupaten Subang, Badan Wakaf Assyifa (BAWA) kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung dan menebarkan manfaat. Salah satunya melalui Wakaf Sarana Air Bersih yang kali ini disalurkan untuk SMPN 1 Cibogo, Subang. Serah terima Wakaf Sarana Air Bersih ini dilakukan langsung oleh tim BAWA dihadapan kepala sekolah, guru-guru, dan siswa siswi, pada Senin (11/9), di lapangan upacara SMPN 1 Cibogo.

Sudah 3 bulan lamanya SMPN 1 Cibogo krisis air bersih yang menyebabkan total sebanyak 900 orang siswa dan guru terdampak. Hal ini juga mengganggu kegiatan pembelajaran, contohnya ketika ada murid yang ingin buang air kecil atau besar namun harus menahannya hingga bel pulang, hingga pada program praktik ibadah seperti shalat dhuha, shalat berjama’ah dan shalat Jum’at di sekolah yang harus dikondisikan sesuai dengan mengalir atau tidaknya air ketika akan melaksakanannya.

“Seperti sudah dikatakan sebelumnya, bahwa 3 bulan ke belakang kami mengalami krisis air. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada tim Badan Wakaf Assyifa yang telah memberikan bantuan kepada kami di SMPN 1 Cibogo. Tentunya bantuan ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh kami semua,” kata Kepala Sekolah SMPN 1 Cibogo, Muhammad Edi Suryadi, S.Pd.

Beliau juga mengungkapkan bahwa selama tidak air, siswa siswi ini harus menahan atau terpaksa pulang terlebih dahulu ke rumah jika harus ke toilet atau ke tempat siapa saja yang terdekat yang memiliki air jika ingin buang air kecil. Bahkan beberapa siswa mengaku terkadang membeli air mineral agar tidak harus pergi jauh ke rumah jika ingin ke toilet.

“Kita dengar ya tadi dari pengakuan beberapa siswa, ada yang harus pulang, atau ke tempat siapa saja yang terdekat jika ingin buang air kecil atau besar. Sehingga tentunya bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami karena sangat kami butuhkan dan harapkan. Maka, mewakili SMPN 1 Cibogo, kami mengucapkan terima kasih kepada Badan Wakaf Assyifa dan para donatur. Semoga kerja sama wakaf ini dapat berlanjut di waktu yang akan datang,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Badan Wakaf Assyifa, Ahmad Sahirul Alim, M.A., mengaku berbahagia karena dapat turut berkontribusi dalam mendukung kegiatan siswa siswi dan berharap wakaf sarana air bersih ini dapat dijaga sebaik mungkin karena merupakan amanah donatur.

“Kami sebagai penyalur (nadzir) Wakaf Sarana Air Bersih untuk siswa siswi dan para guru di SMPN 1 Cibogo ini berharap agar seluruh civitas SMPN 1 Cibogo menjaga aset wakaf sarana air bersih ini, seperti menutup kembali keran setelah digunakan, menggunakan air dengan seperlunya, dan lain-lain. Seperti yang disampaikan Bapak Kepala Sekolah tadi, karena sumur wakaf ini adalah titipan dari para wakif atau donatur yang menitipkannya pada Badan Wakaf Assyifa untuk kami salurkan salah satunya di SMPN 1 Cibogo, jadi mohon dijaga agar aset wakaf ini airnya terus mengalir dan dapat digunakan, yang berarti pahala jariyah yang mewakafkannya juga akan terus mengalir,” ungkap Ustadz Ahmad Sahirul.

Web 2

Proses pembuatan sumur wakaf sarana air bersih ini dilakukan selama 4 hari, yaitu tanggal 2-5 September 2023. Hingga berita ini diturunkan, air telah mengalir dan siswa siswi SMPN 1 Cibogo sudah dapat menggunakan kembali fasilitas air bersih di sekolah.

Wakaf Sarana Air Bersih ini akan terus disalurkan ke tempat-tempat lain, seperti sebelumnya telah disalurkan untuk masyarakat di Cirangkong, pesantren di Ciseuti, masjid di Tambakmekar, hingga masjid di Palestina. Bagi Sahabat yang ingin mendapatkan pahala jariyah dengan berwakaf, dapat mengunjungi gojariah.org.

#badanwakafassyifa #programsaranaairbersih #manfaat #kebahagiaan