Home Blog Page 18

Perjalanan As-Syifa Dari Nol Menjadi Ratusan Hektar Wakaf

0

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah baru saja meresmikan kampus keempatnya, pada Sabtu 30/11/2024). Sebuah pencapaian besar dalam upaya memperluas akses pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Kampus 4 As-Syifa berlokasi di Desa Kumpay, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, diantaranya Wakil Ketua MPR RI, Muhammad Hidayat Nur Wahid, Pemerintah Provinsi abar yang diwakili Asda 1, PJ Bupati Subang, dan sejumlah lainnya.

Ketua Dewan Pembina As-Syifa, dr. Suleiman Omar Qush, menceritakan perjalanan panjang yayasan ini dari awal yang tidak memiliki apa-apa hingga kini memiliki ratusan hektar lahan wakaf. Selain dibangun untuk pusat Pendidikan Islam berkualitas, lahan-lahan ini juga digunakan untuk pertanian dan bisnis, yang hasilnya dimanfaatkan kembali untuk upaya kemandirian lembaga. Hal ini bahkan mendapat apresiasi Wakil Ketua MPR RI.

“Saya sangat terkesan dengan penjelasan dr. Suleiman mengenai perjalanan As-Syifa khususnya bagaimana As-Syifa berupaya untuk enjadi Lembaga yang mendiri melalui pemberdayaan aset potensialnya. As-Syifa membuktikan bahwa Pesantren bisa dikelola dengan cara yang baik dan unggul”. Ungkap Muhammad Hidayat Nur Wahid.

Dukungan Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah juga memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan As-Syifa. Dalam acara peresmian, dilakukan serah terima sertifikat wakaf tanah dari pemerintah kepada As-Syifa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap As-Syifa dapat melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan.

Selain pemerintah, masyarakat juga turut berpartisipasi dalam pembangunan ampus baru ini. Kepala Program BAWA, Eli Sumarni, S. Pd., menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh wakif hingga peresmian Kampus 4 As-Syifa ini dapat terlaksana.

“kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kepercayaan para muwakif terhadap pembangunan Pesantren Al-Qur’an ini. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.” ungkap Eli.

LAZ Assyifa Peduli juga turut memberi dukungan atas peresmian Kampus 4 As-Syifa ini dengan berbagi rendang kaleng siap saji, 400 roti dan produk hasil olahan serat nanas karya masyarakat binaan program Pemberdayaan Assyifa Peduli.

Hari Guru Nasional: Ketua Yayasan Tekankan Pentingnya Guru yang Beriman dan Berilmu.

0

Apel pagi pegawai Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah pada Senin (25/11/2024) kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2024. Dr. K.H Lalu Agus Pujiartha, M.A selaku Ketua Yayasan yang pada kegiatan apel bertindak sebagai Pembina Upacara mengajak seluruh peserta upacara untuk mentadabburi Firman Allah dalam Al-Qur’an di Surat Al-Mujadalah ayat 11.

Ayat itu berbunyi:
يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat ini, yakni Allah akan terus mengangkat derajat dari zaman ke zaman di setiap masa, orang-orang yang beriman dan memiliki ilmu pengetahuan, termasuk para guru kita, dengan derajat-derajat yang tidak terbatas.” tutur K.H. Lalu Agus.

Dalam mentadabburi ayat ini, sambung K.H. Lalu, tentu yang dimaksud para guru disini adalah guru-guru yang menginspirasi muridnya, yang dimulai dari inspirasi keimanan. Dengan keimanan kepada Allah SWT, kita sepenuhnya meyakini bahwa seluruh ilmu pengetahuan berasal dari Allah dan tentu membawa kebermanfaatan untuk kehidupan. Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S Ali Imran ayat 191 bahwa Allah yang menciptakan segala sesuatu tidak ada yang sia-sia. Semua penuh makna, dan itu akan berwujud dari ilmu yang bersumber dari keimanan.

Ketua Yayasan menekankan pentingnya peran guru dan seluruh pegawai dalam membentuk karakter dan masa depan para peserta didik As-Syifa Boarding School. Para pegawai khususnya Guru, tidak hanya dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan yang luas, tetapi juga harus menjadi teladan dalam keimanan. Dengan demikian, diharapkan generasi penerus bangsa dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

“terakhir, bahwa seluruh sivitas yang ada di Yayasan As-Syifa baik yang termaktub amanahnya sebagai Guru maupun non-guru, semua memberikan andil yang besar dalam proses pendidikan ajar mengajar anak-anak kita para generasi penerus bangsa. Kita senantiasa doakan As-Syifa agar semakin maju dan berkah, dari keikhlasan dan keimanan para guru dalam mengajar, kita bercita-cita dari As-Syifa Boarding School akan muncul para pemimpin bangsa ke depan insyaa Allah.” terang K.H. Lalu Agus dalam amanatnya.

PERINGATAN HGN JADI MOMEN APRESIASI BAGI GURU BERPRESTASI

Upacara HGN di lingkup As-Syifa, diakhiri dengan pengumuman Pemenang Lomba As-Syifa Teachers Festival (ATF) tahun 2024. ATF merupakan salah satu program kegiatan Divisi Pendidikan dan Pondok Pesantren yang dilaksanakan setiap tahun, dalam angka memperingati HGN dengan diadakannya ompetisi an perlombaan untuk seluruh pegawai unit Pendidikan di lingkup As-Syifa.

Melalui SK No. 013/SK/DP3/As-Syifa/XI/2024 disebutkan ada lima kategori kompetisi an lomba yang dilaksanakan, yakni;
1. Bidang Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTK/PTBK)
2. Essay
3. Konten Media Pembelajaran
4. Musabaqoh Fahmil Qur’an, dan
5. Desain Ruang Kelas/Asrama

Para Guru yang dinobatkan sebagai juara dalam ATF menerima apresiasi dari Yayasan, yang diserahkan pada puncak upacara.

Seminar Pendidikan ‘Kiat Sukses Mendidik Anak Gen Alpha’ Tingkatkan Kompetensi Guru di Jalancagak

0

Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru TPA, SPS, Kober, dan TK, Pusat Kegiatan Gugus Jalancagak menggelar Seminar Pendidikan dengan tema “Kiat Sukses Mendidik Anak Gen Alpha” di Aula Mubarok Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah pada Sabtu (23/11).

Kegiatan ini menjadi solusi permasalahan yang sering di hadapi para Guru dalam naungan organisasi Mitra Himpaudi dan IGTKI, sehingga menjadi wadah untuk merumuskan strategi dalam mendampingi anak-anak Gen Alpha.

“Kegitan ini kami gelar atas Kerjasama antara PKG Jalancagak dan dua organisasi mitra Himpaudi dan IGTKI, yang diikuti oleh para kepala sekolah dari berbagai gugus di kecamatan Jalancagak kabupaten Subang”, ujar Cucuy Setiasih Murni, S.Pd. Ketua Pusat Kegiatan Gugus Jalancagak.

Seminar Pendidikan ini menghadirkan Narasumber Maya Sumantri, S.Psi sebagai Kepala Biro Psikologi Pusat Pendampingan & Perkembangan Anak berkebutuhan Khusus Cabang Subang. Mendidik anak Generasi Alpha (lahir sekitar 2010 hingga pertengahan 2020-an) memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Dengan pendekatan yang tepat, Anda dapat membantu anak Gen Alpha tumbuh menjadi individu yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

dalam kegiatan ini turut hadir pula Lulu Ludiawaty, S. Psi., M.M sebagai Kepala Divisi Dakwah, Sosial, dan Kesehatan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, dan juga Sri Wahyuningsih, S.IP. Anggota Dewan komisi 4 bidang Pendidikan DPRD Kab.Subang.

“Tujuan dari seminar ini, agar para guru dapat membersamai anak-anak gen Alpha yang luar biasa, sehingga dalam sesi materi ini bisa sharing permasalahan yang dihadarpi, dengan harapan bisa muncul ide-ide atau gagasan dalam upaya pemecahan masalahnya”, ujar Cucuy.

Program meningkatkan kompetensi guru ini, diharapkan para guru dapat membersamai tumbuh kembang anak-anak dengan pelayanan yang sesuai dengan kondisi gen Alpha. Sehingga nantinya para anak-anak ini dapat menjadi generasi yang rahmatan lil ‘alamin.

GURUKU KAKAKKU, BELAJAR JADI SERU!

0

Subang – Seperti halnya seorang guru di kelas, para murid putra kelas 8 SMPIT As-Syifa Boarding School Jalanacagak 2 unjuk bakat dengan mengajarkan berbagai hal kepada murid SDN Kumpay 2 dan MI Miftahul Khoer, Desa Kumpay, Kabupaten Subang, pada Rabu (20/11/24), yang dilaksanakan dalam kegiatan bertajuk “Guruku, Kakakku.”

Kehadiran mereka disambut hangat, kepala sekolah di kedua sekolah itu mengucapkan terimakasih karena telah memilih sekolahnya sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini.

“Terimakasih karena telah melibatkan MI Miftahul Khoer dalam kegiatan Guruku Kakakku, kegiatan ini pertama kali diadakan di sekolah ini. Harapannya para murid di MI dapat termotivasi dengan adanya sharing pengalaman dari kakak-kakak SMPIT As-Syifa Jalancagak 2,” tutur Uun Nursrinawati, Kepala MI Miftahul Khoer.

Guruku Kakakku, bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan selama pembelajaran di kelas dan proses pembelajaran para murid dalam berinteraksi dengan masyarakat. Diantara program yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah:

1. Murojaah hafalan surat pendek
2. Praktikum membuat ice cream dengan cara sederhana
3. Belajar Bersama
4. Fun games
5. Penyerahan wakaf Al-Quran yang bekerjasama dengan AIP

Para peserta Nampak antusias mengikuti kegiatan ini. Kegiatan belajar mengajar menjadi terasa lebih seru karena “guru” mereka di hari itu adalah kakak-kakak kelasnya. Diharapkan momen ini menjadi pengalaman berharga untuk para murid di kemudian hari. (Tim Media SMPIT Jalancagak 2)

As-Syifa Gelar Muker 2024 Sebagai Momen Evaluasi dan Perumusan Strategi Transformasi Menuju 2026

0

Subang — Agenda penting Musyawarah Kerja (muker) Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah kembali digelar. Di tahun 2024 ini, rangkaian muker dimulai sejak hari ini, Kamis (07/11/2024) hingga puncaknya pada pertengahan Desember 2024 mendatang.

Bertema “Optimalisasi Kinerja Individu dan Organisasi” pembukaan muker ini digelar di Aula Mubarok, As-Syifa Jalancagak, Subang, yang dihadiri oleh seluruh unsur manajemen yayasan serta jajaran pimpinan departemen unit di lingkup yayasan. Muker ini menjadi momen evaluasi kinerja tahunan sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis yang lebih efektif dalam rangka percepatan capaian visi yayasan menjadi lembaga terdepan di tahun 2026.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan, Dr. K.H. Lalu Agus Pujiartha, MA, menegaskan pentingnya optimalisasi kinerja pada setiap individu maupun organisasi. “Cita-cita Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah adalah menjadi lembaga dakwah, yang tujuannya dapat membesarkan dakwah, maka kita menyadari bahwa peningkatan kapasitas baik dalam program transformasi maupun aspek lainnya akan membawa dampak positif bagi kemajuan lembaga.” ujar Dr. K.H. Lalu Agus Pujiartha, MA.

Ketua Dewan Pembina As-Syifa, dr. Suleiman Omar S. Qush berpesan dan mengingatkan seluruh civitas yayasan untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan lembaga yang berdiri dari wakaf yang diamanahkan kepada kita. Sehingga kehadiran As-Syifa di Indonesia dapat memberikan manfaat bagi ummat seluas-luasnya.

“Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah dari tahun 2004 ada banyak peluang dan progress, sudah membangun 4 kampus dengan gedung yang megah. Semua yang sudah dibangun harus bermanfaat. Adanya A-Syifa karena ada amanah yang menempel di lehermu” tegas beliau.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berkembang, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah berharap dapat semakin memperkuat peranannya dalam memberikan layanan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Assyifa Peduli Berdayakan Masyarakat Subang Kembangkan Produk Serat Nanas

0

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Assyifa Peduli terus berkomitmen dalam pemberdayaan masyarakat. Kali ini, Assyifa Peduli fokus pada pengembangan potensi lokal, khususnya serat daun nanas di Kabupaten Subang.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian pada akhir Oktober lalu di As-Syifa, Assyifa Peduli akan memfasilitasi para pelaku UMKM binaannya untuk mengolah serat nanas menjadi produk-produk yang bernilai tambah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Serat daun nanas, yang selama ini sering dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk-produk kreatif. Melalui pelatihan yang telah berlangsung, para peserta telah mempelajari teknik pengolahan serat nanas mulai dari tahap awal hingga menjadi benang yang siap ditenun.

Alan Syahroni, salah satu pelopor kerajinan serat nanas di Subang melalui brand-nya bernama Alfiber, mengungkapkan antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan.

“Karena masih jarang ya pengolahan serat daun nanas ini, jadi peserta sangat antusias untuk belajar. Progresnya cukup baik, karena mereka semangat belajar mulai dari bagaimana mengambil daun nanas, memilah daun nanas yang bisa diolah, praktik pembuatan secara manual maupun dengan mesin” tutur Alan.

UMKM Binaan Antusias

Salah satu peserta pelatihan, Sarna, seorang pedagang dari Desa Tambakan, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami para pemula. kemarin saya membuat hiasan dinding dan topi koboi. Jadi, saya dan teman-teman di sini berharap dengan adanya program pemberdayaan Assyifa Peduli ini dapat mengoptimalkan potensi kami khususnya sehingga bisa menciptakan produk lokal yang go internasional,” ungkap Sarna.

Sebagai tindak lanjut pelatihan, Assyifa Peduli berencana membentuk kelompok binaan di setiap desa untuk memfasilitasi para pelaku UMKM dalam mengembangkan produk-produk berbahan dasar serat nanas. Setiap kelompok akan dilengkapi dengan mesin pengolah serat nanas.

“Harapannya, setiap orang dapat menyetorkan kreasi yang sudah dibuat untuk nantinya dipajang di setiap pasar seni bulanan atau expo di luar. Tentu kami ingin masyarakat yang berada di sekitar Assyifa Peduli khususnya dan Kabupaten Subang umumnya, meningkat kesejahteraan dan taraf ekonominya. Sehingga, adanya kesempatan pelatihan pengolahan serat nanas dari Kemenperin RI ini betul-betul kami manfaatkan dengan mengirim peserta yang merupakan UMKM binaan kami di Program Pemberdayaan,” jelas Direktur LAZ Assyifa Peduli, ustaz Ahmad Sahirul Alim.

WhatsApp Image 2024 11 05 at 09.59.06 1745afd8 WhatsApp Image 2024 11 05 at 09.59.06 42151f26 WhatsApp Image 2024 11 05 at 09.59.05 e90c77f1