Home Blog Page 10

Perkuat Kapasitas Riset Dosen, STIQ As-Syifa Gelar Workshop SPSS dan Integrasi AI

0

Subang (14/8/2025) – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dosen dalam bidang penelitian kuantitatif, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) As-Syifa menyelenggarakan Workshop Pengolahan Data Kuantitatif dengan SPSS yang berlangsung di Kampus STIQ As-Syifa, Subang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, Ayu Desrina, M.Pd., kandidat doktor dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Workshop dibuka secara resmi oleh Ketua STIQ As-Syifa, Dr. Sofyan Puji Panata, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas akademik dosen, khususnya dalam membimbing mahasiswa dan menghasilkan karya ilmiah berbasis data.

“Meskipun mahasiswa kita mayoritas memilih metode kualitatif, pengetahuan dan praktik metode kuantitatif sangat penting,” ujar Dr. Sofyan. Beliau juga menambahkan bahwa penguasaan metode ini akan sangat relevan, terutama dengan rencana kehadiran program studi baru Manajemen Bisnis Syariah yang cenderung lebih banyak menggunakan pendekatan kuantitatif.” ujar Dr. Sofyan.

Pelatihan yang dipandu langsung oleh Ayu Desrina ini tidak hanya menyajikan teori statistik, tetapi juga fokus pada praktik penggunaan software SPSS secara langsung. Menariknya, peserta juga diperkenalkan dengan integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam proses analisis data—menjadikan workshop ini selangkah lebih maju dalam mengikuti perkembangan teknologi riset modern.

“Para peserta sangat seru dan antusias mengikuti workshop ini. Kami berharap setelah workshop ini, para dosen tidak hanya memiliki pemahaman teoretis, tetapi juga bisa langsung mengaplikasikan ilmu ini dalam penelitian dan bimbingan skripsi,” tutur Ayu Desrina.

Selama workshop, para dosen dibimbing untuk menginstal, memahami, dan menggunakan berbagai fitur dalam SPSS, sekaligus melihat bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses pengolahan dan pembacaan data secara akurat.

Workshop ini diharapkan mampu menjadi fondasi penting bagi para dosen STIQ As-Syifa untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas, serta memberikan bimbingan skripsi yang lebih kuat secara metodologis kepada mahasiswa. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju pengembangan program studi berbasis sains sosial Islam yang lebih aplikatif dan berbasis data.

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah teken MoU dengan BMM Muamalat

0

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan BMM Muamalat pada Jum’at pagi (8/8/2025). Kerjasama ini bertujuan untuk bersinergi dalam program Pendidikan, Dakwah, Sosial dan Kesehatan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Lulu Ludiawaty, S.Psi., M.M. sebagai kepala Divisi Dakwah, Sosial, dan Kesehatan Bersama Ricky Rikardo sebagai Direktur Bisnis Bank Muamalat, di selasar Riverside As-Syifa Sagalaherang.

Kolaborasi ini akan diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti sinergi dalam program Dakwah dan Sosial yang diwadahi oleh As-Syifa Peduli, nantinya diharapkan semakin banyak penerima manfaat melalui zakat, infaq, dan sedekah yang dititipkan oleh para donatur.

Ricky Rikardo menegaskan bahwa Kerjasama ini sudah berlangsung sejak tahun 2003, sejak Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah berdiri. “Kami mengapresiasi atas loyalitasnya, mulai dari mempercayakan Payroll dan Virtual Account di Bank Muamallat. Kedepannya, kami akan lebih focus disektor Pendidikan untuk mengembangkan lagi fitur-fitur aplikasi agar bisa lebih memudahkan para nasabah dalam melakukan aktivitas pembayaran”, ujarnya.

Selain penandatanganan MoU, dilakukan juga penyerahan Mobil Ambulance sebagai Hibah dari BMM Muamalat untuk program Kesehatan masyarakat di Klinik As-Syifa. Hadir juga ketua Dewan Pembina Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah dr. Suleiman Omar S Qush, dalam sambutannya ketua Dewan Pembina menyampaikan rasa terimakasih atas Kerjasama dengan bank Muamalat selama ini.

“Syukroh jazakallah kahiran atas bantuan transportasi untuk Yayasan dari Bank Muamalat, alhamdulillah mudah-mudahan Kerjasama ini memberikan banyak rezeki, Panjang umur, banyak barokah, banyak kebaikan, dan ridho dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala”, tuturnya.

Acara penandatanganan MoU ini ditutup dengan acara ramah tamah, dengan menikmati suasana alam yang ada di Riverside As-Syifa Sagalaherang.

Pemantik Semangat Hafalan, As-Syifa Beri Penghargaan Bagi Pegawai yang Lulus Uji Mutqin

0

Dalam upaya memuliakan para penghafal Al-Qur’an dan mendorong semangat pegawai untuk meningkatkan hafalan, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melalui Departemen Pusdiklat memberikan penghargaan kepada 8 pegawai yang lulus Uji Kompetensi Sertifikasi Mutqin dalam kegiatan Apel Pegawai di Lapangan Aula Mubarok, Senin (28/07).

Dari 16 peserta uji kompetensi yang mengikuti proses sertifikasi mutqin, sebanyak 8 orang berhasil meraih predikat lulus dengan capaian hafalan terbaik, yaitu dalam kategori 20 Juz, 25 Juz, dan 30 Juz. Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Yayasan, H. Budi Mulia, yang juga bertindak sebagai Pembina Apel.

Manajer Pusdiklat, Ustadz Gatot Wijiatno, S.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi para peserta dalam mengikuti Uji Kompetensi Sertifikasi Mutqin. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pegawai di lingkungan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, sekaligus sejalan dengan misi utama pendirian Departemen Pusdiklat, yaitu memastikan tersedianya sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya.

“Selamat kepada para peserta yang telah mengikuti uji kompetensi dan dinyatakan lulus. Semoga capaian ini menjadi teladan bersama dalam menjaga hafalan serta membangkitkan semangat untuk terus tumbuh bersama Al-Qur’an,” ungkapnya.

Adapun daftar pegawai yang berhasil lulus dan menerima penghargaan Sertifikasi Mutqin adalah sebagai berikut:

Kategori 20 Juz:
– Sahal Mahpud – SMAIT As-Syifa Wanareja
– Aldi Haryadi – Ponpes As-Syifa Sagalaherang

Kategori 25 Juz:
– Nihayatul Marom – SMAIT As-Syifa Jalancagak

Kategori 30 Juz:
– Ihsan Maulana Hakim – LTIQ As-Syifa
– Muhammad Syaifuddin – SMPIT As-Syifa Jalancagak
– Luthfiyyatul Karomah – SMAIT As-Syifa Wanareja
– Nurmayanti – SMPIT As-Syifa Jalancagak
– Pitriyani – LTIQ As-Syifa

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Yayasan As-Syifa dalam membina kualitas spiritual dan profesionalisme para pegawai, khususnya dalam menjaga dan meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an sebagai bekal utama dalam menjalankan amanah pendidikan dan dakwah.

Semoga langkah ini terus membawa keberkahan dan menjadi inspirasi bagi seluruh civitas untuk bersama-sama menggapai visi besar lembaga dengan cahaya Al-Qur’an sebagai pondasi utama.

Muharram Festival 1447 Hijriyyah Assyifa: Nobar Film Kepalestinaan Bersama Yatim Jadi Jembatan Dakwah dan Solidaritas Sosial

0

Ekspresi ceria dan antusias terpancar dari wajah anak-anak yatim binaan As-Syifa hari ini, Ahad (27/07/25), dalam acara nonton bareng film “Hayya 3” yang digelar oleh Assyifa Peduli berkolaborasi dengan DKM Ar-Rahman PT. Evoluzione Tyres. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian Muharram Festival 1447 Hijriyah Assyifa, sebuah inisiatif yang tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga sarana dakwah dan edukasi tentang kemanusiaan, khususnya kepedulian terhadap Palestina.

“Alhamdulillah senang dan terima kasih sudah mengajak menonton saya dan teman-teman. Sedih dan terharu saat menonton film Hayya ini. Semoga Allah membalas kebaikan bapak dan ibu yang telah berdonasi melalui Assyifa Peduli,” tutur polos salah satu anak yatim yang ikut serta bernama Almira.

Muhammad Cahaya, S.Tr.T., selaku Ketua Pelaksana Muharram Festival, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk menghadirkan rasa bahagia sekaligus edukasi. “Kami ingin menyampaikan pesan kemanusiaan serta dakwah tentang kepalestinaan, bahwa di luar sana banyak anak kecil yang tidak seberuntung kita. Di Palestina, banyak anak-anak yang berjuang dan ditinggalkan oleh orang tuanya dalam keadaan darurat seperti sekarang,” ujarnya. Cahaya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap saudara-saudara di Palestina.

Badan Wakaf Assyifa yang mendukung penuh acara ini dengan menyediakan 214 paket makanan untuk seluruh anak yatim. Cahaya juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua donatur, DKM Ar-Rahman PT. Evoluzione Tyres, dan pihak terkait yang telah mendukung acara ini.

“Saat kami ditawarkan program ini, kami sangat tertarik. Sehingga kolaborasi bersama Assyifa Peduli untuk menonton Hayya bersama yatim terlaksana hari ini. Insyaa Allah filmnya sangat bagus, akan mendidik anak-anak dan secara tidak langsung akan membuat mereka lebih peduli terhadap Gaza,” tutur Edi Jajang Atmaja, perwakilan DKM Ar-Rahman PT. Evoluzione Tyres sekaligus Mitra Assyifa Peduli. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada donatur Assyifa Peduli dan berharap kegiatan positif semacam ini akan terus berlanjut.

Saeful Arifin, S.Kep., M.Si., selaku Kabag Kesra Setda Kabupaten Subang turut hadir mewakili Wakil Bupati Subang, dan mengapresiasi acara ini.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dalam rangka menyambut bulan Muharram. Dengan santunan anak yatim, juga nonton bareng ini. Tontonan yang bisa dilihat oleh anak-anak terhadap kepedulian kepada Palestina,” ungkapnya. Saeful berharap kegiatan semacam ini dapat terus ditingkatkan, tidak hanya di bulan Muharram saja.

Nonton Bareng Yatim ini menjadi puncak dari serangkaian Muharram Festival 1447 H Assyifa Peduli. Sebelumnya, rangkaian acara juga telah digelar seperti berbagai lomba, rampak bedug, santunan yatim, serta tabligh akbar bersama KH. Fikri Haikal Zainuddin MZ di Desa Tambakmekar, Kabupaten Subang.

Fantastic 2025: Great Adventures Start Here! Petualangan para calon pemimpin masa depan resmi dimulai di As-Syifa Boarding School!

0

Rintik hujan yang membasahi pagi Senin (14/07) tidak menyurutkan semangat para murid baru As-Syifa Boarding School untuk memulai masa orientasi sekolah bertajuk Fantastic 2025 (Fase Orientasi Santri Terintegrasi Karakter). Kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan, dari tanggal 14 hingga 19 Juli 2025, secara serentak di seluruh kampus As-Syifa: Jalancagak, Wanareja, Sagalaherang, dan Jalancagak 2.

Lebih dari sekadar pengenalan lingkungan, Fantastic 2025 menjadi titik awal pembentukan karakter, disiplin, dan mental kepemimpinan para santri. Dalam sambutannya, Kepala Divisi Pendidikan dan Pondok Pesantren, Ustadz Abdurahim Casim, M.Pd., memberikan motivasi yang membekas di hati seluruh peserta:

“Teman-teman semua adalah orang-orang terpilih. Dari ribuan pendaftar, antum yang Allah takdirkan hadir di sini. Kalian tidak sedang menjadi orang biasa, tapi sedang disiapkan menjadi pemimpin masa depan. Indonesia butuh kalian!”

Beliau juga menegaskan bahwa menjadi santri/murid adalah proses yang tidak mudah. Banyak datang ke As-Syifa dari berbagai daerah, bahkan dari luar pulau. Namun, tantangan inilah yang akan membentuk pribadi tangguh, berkarakter, dan bertakwa.

HMD03113 scaledPembukaan Serentak dan Taujih Penuh Makna

Pembukaan resmi kegiatan dilakukan secara simbolis oleh dr. Sulaeman Omar S. Qush, Ketua Dewan Pembina Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, didampingi jajaran pimpinan yayasan dan sekolah. Dalam taujihnya yang disiarkan secara daring ke seluruh kampus, beliau menyampaikan pesan mendalam:

“Selamat datang di keluarga besar As-Syifa. Di sini kalian akan dididik, dibimbing, dan dibentuk menjadi generasi kuat, amanah, ikhlas, dan bertanggung jawab. Kalian tidak jauh dari rumah, karena guru-guru akan senantiasa membersamai antum semua.”

Beliau menekankan pentingnya kenyamanan dan kebahagiaan dalam proses belajar. Suasana yang hangat dan suportif menjadi pondasi utama dalam mendidik santri agar tumbuh dengan integritas, kemandirian, dan semangat belajar tinggi.

Menguatkan Persaudaraan, Mencegah Bullying

Tahun ini, tema khusus “Mempererat Tali Persaudaraan” diangkat dalam program Fantastic, sebagai bentuk komitmen As-Syifa dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan atau perundungan.

Program ini dirancang sebagai upaya preventif menyikapi kekhawatiran orang tua terhadap kasus bullying yang kerap terjadi di berbagai institusi pendidikan. Di As-Syifa, para santri baru didorong untuk menjalin ukhuwah sejak hari pertama, dibantu oleh program mentoring dan kegiatan pembiasaan yang menumbuhkan empati, komunikasi, dan kolaborasi.

Menjadi Pemimpin Masa Depan
Dengan semangat Fantastic 2025: Great Adventures Start Here!

As-Syifa Boarding School berkomitmen melahirkan generasi pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa sosial yang tinggi, dan semangat berkontribusi untuk umat dan bangsa.

“Kami ingin kalian semua merasa bangga menjadi bagian dari As-Syifa, kalian datang ke As-Syifa dengan kebahagian dan lulus dengan penuh kebanggaan,”

Selamat datang para calon pemimpin!
The Adventure has just begun…

Semangat Hari Pertama: Cerita Rayyan dan Hanif Memulai Perjalanan di As-Syifa

0

Hari pertama kedatangan murid baru di As-Syifa Boarding School selalu menjadi momen yang tak terlupakan. Dengan antusiasme dan harapan, menandai langkah awal yang akan memulai perjalanan pendidikan mereka. Momen ini tidak hanya penting bagi murid, tetapi juga bagi para orang tua yang melihat anak-anaknya memasuki babak baru kehidupan di asrama.

Dua murid baru SMPIT As-Syifa Jalancagak, Rayyan Athaya dan Hanif Nazhmi Rafiki, menunjukkan semangatnya di hari pertama mereka. Meskipun baru bertemu di As-Syifa dan bahkan bukan teman se-asrama, keduanya telah menjalin pertemenan yang akrab. Keakraban keduanya ini terjalin berkat keikutsertaan mereka dalam jalur seleksi inden saat PMB As-Syifa tahun 2023 lalu, yaitu jalur bagi pendaftar yang saat itu masih duduk di kelas 4 atau 5 SD.

Jalur inden memberikan para pendaftarnya akses ke Program Matrikulasi Intensif. Program ini, mencakup materi akademik, tahfiz dan bahasa, serta di akhir rangkain matrikulasi ditutup dengan As-Syifa Holiday Camp (AHC), yang dirancang untuk memastikan kesiapan adaptasi murid di lingkungan As-Syifa Boarding School.

AHC memberikan pengalaman “trial” selama tiga hari untuk pengenalan suasana dan kegiatan harian di As-Syifa. Program ini membantu mereka mengenal lingkungan sekolah lebih dulu. Bagi Rayyan dan Hanif, pengalaman ini sangat berkesan dan membantu mereka beradaptasi.

“Seru ya waktu AHC,” ungkap Hanif. “Kami main ke Sagalaherang juga. Jadi di sana main sambil belajar dan mengenal lingkungan As-Syifa. Banyak yang bisa saya pelajari dan kenali.” lanjut hanif sambil tertawa kecil bersama rayyan.

Baik Rayyan maupun Hanif menyampaikan kesan positif saat tiba di As-Syifa. Mereka merasa bahagia karena dapat menemukan hal menarik dan baru. “Iya contohnya tuh kayak kenal suasana dan lingkungan belajar baru. Pastinya seru, punya teman baru.” Ujar mereka berdua.

Namun, mereka juga menyadari tantangan yang akan dihadapi. Bagi Rayyan, tantangan pertama justru rasa rindunya kepada keluarga. “Kayaknya tantangan aku kangen keluarga karena jauh sama mereka.” ungkapnya berbinar.

Sedangkan Hanif menyoroti tantangan belajar. “Mungkin nanti tantangan belajarnya kali ya, karena kegiatannya full dari subuh sampai malam. Pasti belajar bakal ada ngantuknya, capek, enggak fokus. Terus harus lebih mandiri karena di sini berjuang sendiri jauh sama keluarga.” Jelas Hanif.

Meski menyadari tantangan, semangat mereka tetap tinggi. Saat diminta mendeskripsikan As-Syifa dalam satu kata, keduanya kompak menjawab: “Terbaik!”

Peran Orang Tua dalam Proses Adaptasi

Di sisi lain, para orang tua juga merasakan momen yang berkesan. Bunda Nita (Ibu Rayyan) memilih As-Syifa karena rekam jejak yang baik. “Kebetulan kakaknya dulu juga belajar di As-Syifa yang kampus Wanareja, alhamdulillah sekarang kakaknya sudah jadi mahasiswa kuliah semester 4. Nah saya ingin adiknya ini mengikuti jejak kakaknya bisa mondok,” ujarnya. Harapannya untuk Rayyan adalah agar ia memiliki hafalan Qur’an, selain pendidikan umum.

Bunda Nur (Ibu Hanif) juga merasakan hal yang sama. “Sama, kebetulan anak perempuan saya, kakaknya Hanif dulu di As-Syifa. Saya ingin Hanif juga lebih mandiri dengan cara mondok.”

Bagi Bunda Nur, momen hari kedatangan ini sangat berbeda dibandingkan saat ia mengantar kakaknya Hanif dulu, yang terjadi saat wabah Covid-19. “Dulu saat itu sangat dibatasi interaksinya kan, jadi saya enggak bisa nemenin anak sampai ke kamarnya, cuma di drop aja di titik penjemputan dan bahkan kami pun tidak diperkenankan turun dari mobil.” jelasnya.

Lanjut Bunda Nur, “Di kesempatan kedua ini, alhamdulillah saya bisa merasakan betul kesan pertama memondokkan anak, apalagi ini anak laki-laki. Sekarang kami orang tuanya bisa membantu merapikan barangnya sampai betul-betul merasa ada salam perpisahan saat kami mau pulang dan anak ditinggal di asrama. Jadi ya maasyaa Allah banget kesan pertama,” tuturnya nampak berlinang karena haru.

“Kami berharap As-Syifa dapat terus memberikan yang terbaik, dikuatkan pendidikan adab dan akhlaknya untuk anak-anak, apa yang kurang dan yang sudah baik ditingkatkan agar lebih baik lagi.” Harapnya.

Dengan dukungan dari keluarga dan program yang telah disiapkan sekolah, Rayyan, Hanif, dan seluruh murid baru siap memulai perjalanan mereka di As-Syifa untuk memulai perjalanan mencapai cita-cita besar menuju Generasi Emas Calon Pemimpin Masa Depan.