(0260) 470680

0853 2010 0607

Senin s.d Sabtu. 07.00 - 16.00

Subang, Jawa Barat

Bangun Spiritualitas dan Kepedulian, Pesantren Ummahat ke-22 Semarakkan Ramadan

Share This Post

alshifacharity.com – Hari kedua Pesantren Ummahat ke-22 berlangsung semakin semarak dengan kehadiran sekitar 1.300 peserta yang memadati lokasi kegiatan. Antusiasme para muslimah ini tidak hanya terlihat dari kesungguhan mengikuti setiap sesi materi, tetapi juga dari partisipasi aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan pendukung seperti bazar, cek kesehatan gratis, dan beragam aktivitas menarik lainnya.

Kegiatan yang digelar dalam suasana Ramadan ini tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga wadah refleksi, edukasi, dan pemberdayaan secara menyeluruh baik dari sisi spiritual, kesehatan, maupun sosial ekonomi.

Ramadan sebagai Momentum Panen Amal

Dalam sambutannya, Encep Sugiana, M.HKes menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis untuk meningkatkan kualitas amal dan memperbanyak investasi akhirat.

Sambutan Dewan Pembina, dr. Encep Sugiana, M.HKes
Sambutan Dewan Pembina, dr. Encep Sugiana, M.HKes

“Bulan Ramadan adalah bulan panen raya ibadah. Kalau di bulan Rajab kita menanam dan di Sya’ban kita memupuk, maka di bulan Ramadan inilah kita memanen pahala sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa menghadiri majelis ilmu merupakan bagian dari investasi akhirat. Setiap ayat yang dibaca, setiap nasihat yang didengar, dan setiap niat yang diluruskan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

“Hadir di majelis taklim seperti ini adalah bagian dari ibadah kepada Allah. Setiap tilawah, setiap ilmu yang kita dengarkan, insya Allah menjadi pahala yang terus mengalir,” tambahnya.

Sementara itu, Sri Wahyuningsih, S.IP mengenang perjalanan panjang Pesantren Ummahat yang dirintis 22 tahun lalu dalam keterbatasan.

“Saat pertama dirintis, kami hanya beberapa orang dengan segala keterbatasan. Tapi alhamdulillah, hari ini Pesantren Ummahat terus berjalan dan pesertanya semakin banyak. Ini bukti bahwa Allah mudahkan jika niatnya untuk dakwah,” ungkapnya.

Ia menilai konsistensi, kolaborasi, dan kebersamaan menjadi kunci keberlangsungan dakwah hingga mampu menghimpun ribuan peserta seperti saat ini.

Energi Positif, Kesehatan Mental dan Spiritualitas

Pada sesi materi pertama, Umi Munawaroh Mansur mengangkat tema “Ciptakan Bahagia dengan Energi Positif.” Ia menyoroti keterkaitan erat antara kondisi pikiran dan kesehatan fisik. Menurutnya, pikiran yang dipenuhi kecemasan, prasangka buruk, dan kekhawatiran berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan, termasuk meningkatnya asam lambung.

“Kalau pikiran kita terganggu, itu akan banyak memengaruhi tubuh kita, bahkan bisa menaikkan asam lambung,” jelasnya.

Umi Munawaroh Mansur mengangkat tema “Ciptakan Bahagia dengan Energi Positif
Umi Munawaroh Mansur mengangkat tema “Ciptakan Bahagia dengan Energi Positif

Ia mengajak peserta untuk membangun pola pikir sehat dengan memperbanyak syukur dan memperkuat keyakinan kepada Allah SWT. Mengutip Surah Ibrahim ayat 7, ia menegaskan bahwa rasa syukur akan mendatangkan tambahan nikmat dan ketenangan batin.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya husnuzan (berbaik sangka) kepada Allah dalam setiap kondisi kehidupan. Keyakinan bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya akan melahirkan ketenangan, optimisme, dan kebahagiaan yang tidak bergantung pada situasi eksternal.

Finansial Kuat, Kepedulian Meningkat

Sesi berikutnya diisi oleh Ust. Mega Nanda Putra dengan materi “Tingkatkan Finansial, Kuatkan Kepedulian Sosial.” Ia menekankan bahwa peningkatan kondisi ekonomi keluarga harus sejalan dengan meningkatnya kesadaran berbagi.

Ustadz Mega Nanda Putra menekankan bahwa peningkatan kondisi ekonomi keluarga
Ustadz Mega Nanda Putra menekankan bahwa peningkatan kondisi ekonomi keluarga

“Harta itu titipan, maka harta kita harus kita infaqkan di jalan Allah SWT,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap individu akan dimintai pertanggungjawaban atas hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa digunakan. Dalam konteks ini, kesuksesan finansial tidak hanya diukur dari jumlah kepemilikan, tetapi dari sejauh mana harta tersebut memberi manfaat bagi orang lain.

Mengutip Surah Al-Munafiqun ayat 10, ia mengingatkan pentingnya membelanjakan harta sebelum datangnya kematian agar tidak muncul penyesalan karena kesempatan bersedekah telah terlewat. Ia juga menyinggung firman Allah bahwa perubahan suatu kaum bergantung pada kesungguhan mereka dalam mengubah diri, sehingga peningkatan finansial membutuhkan ikhtiar, disiplin, dan manajemen yang baik.

Bazar dan Cek Kesehatan Gratis

Selain materi utama, panitia juga menghadirkan bazar Ramadan yang menyediakan berbagai kebutuhan muslimah dan keluarga, mulai dari busana, produk UMKM, hingga kebutuhan rumah tangga. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pemberdayaan ekonomi umat.

Bazar Ramadan yang menyediakan berbagai kebutuhan muslimah dan keluarga
Bazar Ramadan yang menyediakan berbagai kebutuhan muslimah dan keluarga

Tak hanya itu, layanan cek kesehatan gratis turut disediakan bagi peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan. Pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah dan konsultasi kesehatan mendapat respons positif dari para jamaah.
Sinergi Iman, Kesehatan, dan Sosial

Hari kedua Pesantren Ummahat ke-22 menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ibadah ritual, melainkan momentum transformasi diri. Energi positif melahirkan ketenangan dan kesehatan, sementara finansial yang dikelola dengan amanah memperkuat solidaritas sosial.

Dengan kehadiran 1.300 peserta serta dukungan berbagai kegiatan edukatif dan sosial, Pesantren Ummahat kembali meneguhkan perannya sebagai ruang pembinaan muslimah yang holistik, menguatkan iman, menyehatkan jiwa, serta menggerakkan kepedulian nyata di tengah keluarga dan masyarakat. (Red. Official As-Syifa)

Jadwal Adzan Subang

Jadwal Adzan Subang

Subuh-
Dzuhur-
Ashar-
Maghrib-
Isya-
spot_img

Postingan Populer

Study Tour SDIT Al-Kamil Majalengka Ke Ponpes As-Syifa Sagalaherang : Vibesnya Sakinah & Cocok jadi Sekolah Rujukan

Rabu (02/10), Ponpes As-Syifa Sagalaherang menerima rombongan study tour dari SDIT Al-Kamil, Majalengka. Rombongan yang terdiri dari 170 orang yang diikuti siswa jenjang kelas...

Apakah Mengadu Domba ( Namimah ) itu ?

Mengadukan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak adalah salah satu faktor yang menyebabkan terputusnya ikatan dan yang menyulut api kebencian serta permusuhan...