Cegah Penyakit di Lingkungan Pesantren, Santri As-Syifa Ikuti Penyuluhan Kesehatan dari RSCM

Share This Post

alshifacharity.com – As-Syifa Boarding School menggelar penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan keracunan makanan dan penyakit yang berpotensi menyebar di lingkungan pesantren. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah dokter dan kader dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai pemateri, pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertempat di Aula Mubarok, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.

Kegiatan tersebut diikuti oleh santri akhwat SMPIT As-Syifa Jalancagak. Penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran santri terhadap pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dalam mencegah penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan (foodborne diseases).

photo 2026 10 31 12 01 54

Dalam sambutannya, Direktur As-Syifa Boarding School, Abdurahim Casim, M.Pd. CHRM., menekankan bahwa kesehatan fisik merupakan salah satu modal utama untuk membentuk pribadi dan generasi yang hebat. Ia mengingatkan bahwa kesehatan memiliki peran penting dalam menunjang seluruh aktivitas santri, mulai dari belajar, beribadah, hingga meraih prestasi.

“Untuk menjadi pribadi dan generasi yang hebat, kita harus memiliki kondisi fisik yang sehat. Kesehatan menjadi salah satu modal utama agar para santri dapat belajar, beribadah, beraktivitas, dan meraih prestasi secara optimal,” ungkapnya.

Ia berharap melalui kegiatan penyuluhan ini, para santri semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun asrama.

photo 2026 10 31 12 01 54 2

Pada sesi materi pertama, Dr. dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD-KEMD, FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan endokrinologi, metabolisme, dan diabetes RSCM, menyampaikan edukasi mengenai penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai faktor penyebab, gejala, hingga langkah-langkah pencegahan penyakit bawaan makanan. Para santri juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan, memilih bahan makanan yang aman, memastikan makanan dimasak hingga matang sempurna, serta memperhatikan kebersihan selama proses pengolahan dan penyimpanan makanan.

photo 2026 10 31 12 01 55 4

Selanjutnya, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), dokter spesialis anak dengan subspesialisasi kardiologi anak sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menyampaikan materi mengenai berbagai penyakit yang kerap ditemukan di lingkungan komunitas pesantren.

Ia menyoroti pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), peningkatan kesadaran terhadap gejala penyakit, serta penguatan upaya perlindungan kesehatan di lingkungan asrama. Salah satu hal yang turut ditekankan adalah pentingnya mengoptimalkan dan menuntaskan program vaksinasi sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan individu maupun komunitas.

photo 2026 10 31 12 01 55

Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai bahaya keracunan makanan dan penyakit menular, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan dalam kehidupan sehari-hari.

Penyuluhan ini sekaligus menjadi bentuk penguatan kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan lingkungan yang bersih, pola hidup sehat, serta pemahaman yang baik mengenai pencegahan penyakit, lingkungan pesantren diharapkan dapat menjadi tempat yang aman dan mendukung tumbuh kembang santri, baik secara fisik maupun akademis.

Jadwal Adzan Subang

Jadwal Adzan Subang

Subuh-
Dzuhur-
Ashar-
Maghrib-
Isya-
spot_img

Postingan Populer

Study Tour SDIT Al-Kamil Majalengka Ke Ponpes As-Syifa Sagalaherang : Vibesnya Sakinah & Cocok jadi Sekolah Rujukan

Rabu (02/10), Ponpes As-Syifa Sagalaherang menerima rombongan study tour dari SDIT Al-Kamil, Majalengka. Rombongan yang terdiri dari 170 orang yang diikuti siswa jenjang kelas...

Apakah Mengadu Domba ( Namimah ) itu ?

Mengadukan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak adalah salah satu faktor yang menyebabkan terputusnya ikatan dan yang menyulut api kebencian serta permusuhan...