alshifacharity.com – Dalam upaya memperkuat ukhuwah, meningkatkan semangat pembinaan Al-Qur’an, serta mendorong para ibu untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, Departemen Syiar dan Pembinaan As-Syifa menyelenggarakan Gebyar Silaturahmi BIMTAQ UMMA-QU Ke-5 pada Ahad, 18 Oktober 2026, di Aula Outdoor As-Syifa Kampus 4.
Mengusung tema “Bertumbuh Bersama Al-Qur’an, Menguatkan Ukhuwah, Menebar Kebermanfaatan”, kegiatan yang diikuti 365 peserta ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menguatkan komitmen belajar Al-Qur’an secara berkelanjutan, serta menumbuhkan semangat berbagi manfaat di tengah keluarga dan masyarakat.

Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, TGH. Dr. Lalu Agus Pujiartha, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Ia berharap keikutsertaan mereka dalam kegiatan pembinaan Al-Qur’an menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat.
Ia juga mengajak peserta untuk terus berani bermimpi, berdoa, dan berikhtiar dalam meraih cita-cita. Menurutnya, perkembangan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah merupakan hasil dari perjalanan panjang yang diawali dengan impian dan diperkuat melalui usaha serta doa.
“Saya ingin mengajak Ibu-Ibu semua untuk berani bermimpi. Mimpi hari ini bisa menjadi kenyataan pada hari esok. Karena itu, jangan pernah berhenti bermimpi dan berdoa kepada Allah SWT. Mudah-mudahan setiap ikhtiar kita mendapatkan kemudahan dan keberkahan,” tuturnya.

Dewan Pembina UMMA-QU, Sri Wahyuningsih, S.IP., mengajak peserta untuk terus meningkatkan semangat mempelajari Al-Qur’an. Ia menjelaskan bahwa UMMA-QU hadir sebagai bagian dari upaya memperluas pembinaan Al-Qur’an agar tidak hanya menjangkau anak-anak dan generasi muda, tetapi juga para ibu di berbagai wilayah.
“Kita ingin seluruh umat, termasuk ibu-ibu, memiliki kesempatan untuk belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Sebab, sebaik-baik kita adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya,” ungkapnya.
Agenda utama kegiatan diisi dengan sesi Inspirasi Qur’ani bersama Ustadzah Nusaibah Az-Zahra. Dalam materinya, ia mengajak peserta untuk lebih mensyukuri nikmat kehidupan dan memahami Al-Qur’an sebagai anugerah Allah SWT yang perlu dibaca, dipahami, dihayati, dan diamalkan.
“Al-Qur’an bukan sekadar buku yang kita simpan atau dibaca tanpa memahami maknanya. Ketika kita menyadari bahwa Al-Qur’an adalah hadiah dari Allah SWT, kita akan semakin memahami betapa besar nikmat yang diberikan kepada kita,” ungkapnya.

Ustadzah Nusaibah kemudian membagikan pengalaman pribadinya saat menghadapi ujian kehidupan yang sempat membuatnya mempertanyakan takdir Allah SWT dan menjauh dari Al-Qur’an. Ia mengaku menemukan kembali semangat untuk mendekat kepada Allah setelah mendengar lantunan Al-Qur’an dari seorang anak tunanetra penghafal Al-Qur’an dalam sebuah acara Book Fair di Jakarta.
Pengalaman tersebut menjadi titik balik baginya untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan. Ia pun mengajak peserta agar tidak menjauh dari Al-Qur’an ketika menghadapi persoalan.
“Ketika menghadapi masalah, mendekatlah kepada Allah karena kita sedang mendekat kepada sumber pertolongan terbaik. Jangan sampai kita meninggalkan Al-Qur’an justru ketika kita paling membutuhkannya,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya lingkungan yang baik dalam menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. Kebersamaan dengan para pembimbing dan teman-teman yang saling menguatkan dapat membantu peserta untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Melalui Gebyar Silaturahmi BIMTAQ UMMA-QU Ke-5, penyelenggara berharap para peserta semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas bacaan, pemahaman, dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat ukhuwah dan menumbuhkan lingkungan yang saling mendukung dalam kebaikan.
Dengan semangat bertumbuh bersama Al-Qur’an, UMMA-QU diharapkan terus menjadi ruang pembinaan yang mendorong para ibu untuk belajar secara berkelanjutan, menguatkan keluarga, dan menebarkan kebermanfaatan di tengah masyarakat.***



