Home Blog Page 94

Menabung di Kaleng Tukang Parkir 31 Tahun Ini Berangkat Haji

0

Kisah Inspiratif:  Menabung di Kaleng Tukang Parkir 31 Tahun Ini Berangkat Haji – Rasanya tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini jika kita mau berusaha dan bekerja keras sama halnya dengan kisah inspiratif tukang parkir ini yang punya cita cita untuk berangkat haji.

Tukang parkir tersebut adalah Bardi Syafii (53), warga Cokrokusuman, JT II, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta. Akhirnya setelah bertahun-tahun menabung, bapak dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai seorang tukang parkir di jalan Mangkubumi Kota Yogyakarta ini akan berangkat naik haji bersama istrinya Rumiyati (49) pada 17 Agustus 2016.

Bardi bercerita, dia memiliki cita-cita untuk naik haji sekitar tahun 1985. Sejak niat itu tercetus, dia lantas mulai menabung untuk biaya naik haji bersama istrinya.

tukang parkir naik haji

“Saya menabung sejak tahun 1985. Saat itu saya buka lapak jualan koran dan rokok,” ucap Bardi di sela jaga parkir di Kawasan Jalan Mangkubumi, Selasa (2/8/2016).

Uang yang ditabungnya saat itu pun tidak besar. Dalam sehari, Bardi hanya bisa menyisihkan penghasilanya Rp 500 sampai Rp 1.000. Demi menyisihkan uang untuk naik haji, Bardi pun rela membuka lapaknya dari pagi sampai malam hari. Sebab selain mencari uang untuk menabung naik haji, dia juga harus mencari nafkah bagi keluarga sekaligus membiayai sekolah kedua anaknya.

“Yang saya tabung itu di luar uang biaya sekolah anak. Anak-anak harus tetap sekolah, demi masa depan mereka,” tegasnya.
Bardi menuturkan, untuk membantu perekonomian keluarga, termasuk menambah menabung, istrinya lantas membuka warung lotek di Jalan Mangkubumi.

Dari penghasilan istrinya, jumlah tabungan naik haji semakin bertambah. Melihat kerja keras kedua pasangan suami istri ini, beberapa teman Bardi pun sempat bertanya. Ketika dia menjelaskan bahwa dia bekerja keras siang malam untuk bisa naik haji. Namun jawaban itu justru menjadi tertawaan teman-temannya.

“Ditanya, kamu dan istrimu kerja siang malam uangnya itu mau buat apa ? Saya jawab mau naik haji, eh malah mereka tertawa, tetapi itu jadi pelecut semangat,” tegasnya.

Pada tahun 2001, Bardi lantas ingin menambah penghasilannya agar bisa lebih banyak menabung. Dia pun bekerja sambilan sebagai tukang parkir di kawasan Jalan Mangkubumi Kota Yogyakarta. Dari pekerjaannya ini, Bardi dalam sehari mendapatkan penghasilan sekitar Rp 75.000 sampai Rp 100.000. Dari penghasilannya ini, Bardi bisa lebih besar lagi menyisihkan uang untuk menabung.

“Setiap hari saat pulang ke rumah, uang saya masukan ke dalam kaleng,” ungkapnya.

Bardi mengaku, pada tahun 2005, dia sempat mengingkari janjinya dengan menggunakan uang tabungan naik haji untuk bisnis properti. Namun bukan untung yang didapat, Bardi justru merugi karena tanah yang dibelinya bermasalah.

“Uang tabungan saya ambil 40 juta, niatnya mau diputarkan, tapi mungkin karena sudah mengingkari janji malah jatuh rugi. Janji awalkan tabungan itu untuk naik haji malah saya gunakan bisnis,” tuturnya.

Dalam kondisi jatuh itu, Bardi lantas kembali membulatkan tekadnya untuk bekerja lebih keras lagi demi menganti uang yang digunakannya. Tak hanya bekerja keras, setiap saat Bardi dan istrinya juga terus berdoa meminta kepada Allah agar diberikan kelancaran rejeki.

“Kalau uang sudah terkumpul, saya akan mendaftar naik haji setelah kedua anak saya lulus kuliah dan bekerja,” tegasnya.
Dari tabungan itu juga, kedua putranya berhasil menyelesaikan pendidikannya di Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Kedua anaknya pun telah mendapatkan pekerjaan.

“Anak saya semua lulus dan sudah bekerja. Jadi 2010 saya daftar haji dan tanggal 17 Agustus ini berangkat,” tuturnya.
Bardi mengungkapkan, dia dan istrinya telah mendapatkan pembekalan di Asrama Haji.

“Senang, terharu akhirnya bisa berangkat haji bersama istri,” pungkasnya.

Nah, itulah tadi kisah inspiratif dari Bapak Bardi yang dimana dengan niat, menabung, serta kerja keras. Walaupun ia bekerja sebagai tukang parkir ia telah berhasil mewujudkan cita citanya untuk berangkat haji dan semoga saja yah Sahabat Passion kisahnya tersebut dapat menginspirasi kita semua.

dikutif dari PassionMagz.com. untuk kisah inspiratif lainnya sahabat bisa lihat di alshifacharity.com . Terimakasih sudah berkunjung

Rambu-Rambu Untuk Sukses

0

Perhatikanlah  .. Renungkanlah.. dan Gunakanlah..

Rambu-Rambu Untuk Sukses – Sekecil apa pun kesempatan yang tersedia bagi Anda, manfaatkanlah! Sebesar apa pun penghalang di depan Anda, loncatilah!Marshall Field, salah seorang pebisnis paling sukses di dunia, menceritakan rahasia suksesnya yang kemudian disebut sebagai “10 Petunjuk Sukses Marshall Field”, yaitu:
index1. Nilai waktu, jangan membuang-buangnya
George Downing pernah mengatakan, “Istilah tidak ada waktu jarang selalu merupakan alasan yang jujur karena pada dasarnya kita semua memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat.” Hari ini, sudahkah kita memaksimalkan waktu yang ada untuk menghasilkan karya terbaik untuk kelangsungan masa depan kita?

2. Nilai kegigihan, jangan menyerah
Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kita jatuh. Sang pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang menyerah tidak akan pernah menang. Jadi, putuskanlah untuk menjadi pemenang sejati dan jangan biarkan apa pun mengalahkan kita.

3. Kenikmatan kerja keras, jangan malas
Si pemalas dibunuh oleh keinginannya karena tangannya enggan bekerja. Dan, tangan yang lamban membuat miskin. Akan tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Jangan pernah menunda apa yang seharusnya kita lakukan hari ini sebelum datang penyesalan yang tiada akhir.

4. Martabat kesederhanaan, jangan memperumit
Hidup ini sudah sulit. Jadi jangan mempersulitnya lagi dengan mengisi hari-hari kita dengan keraguan dan kekhawatiran. Janganlah kita khawatir akan hari esok karena esok memiliki kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

5. Harga watak, jangan curang
Johan Wolfgang Goethe mengatakan, “Manusia bisa berbuat salah, tetapi berpura-pura itulah yang sebenarnya menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan.”

6. Kekuatan budi baik, jangan masa bodoh
“Orang tidak peduli berapa banyak yang Anda ketahui sampai mereka mengetahui berapa banyak Anda peduli,” demikian ungkap John C. Maxwell. Kita tak dapat hidup seorang diri di dunia ini. Oleh karena itu belajarlah untuk bersosialisasi dengan sesama. Berikan waktu untuk mendengarkan curahan hati sahabat, terbarkan senyum terbaik kepada setiap orang yang kita temui setiap hari, dan berikan peluk hangat bagi orang-orang yang kita kasihi.

7. Panggilan tugas, jangan menghindari tanggung jawab
Erich Watson berkata, “Kualitas seseorang tidak hanya dilihat dari kecerdasannya, tetapi juga dari bisa dipercaya atau tidaknya seseorang.” Karena itu, kerjakanlah setiap pekerjaan dan kewajiban kita dengan sebaik-baiknya. Ketika kita memberikan yang terbaik, percayalah alam semesta ini pun akan memberi kita yang terbaik juga.

8. Kebijaksanaan ekonomi, jangan boros
Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya. Belajarlah untuk mengendalikan keinginan mata. Sesuatu yang kita inginkan belum tentu menjadi kebutuhan utama kita. Jadi, bijaklah dalam mengelola keuangan. Dan, yang tidak kalah penting, ingatlah untuk selalu menabung dan berinvestasi untuk hari depan.

9. Kebajikan kesabaran, jangan mudah kesal.
Setiap manusia tidak hanya dituntut untuk bersikap sabar terhadap sesamanya, tetapi juga bersabar terhadap Sang Pencipta dalam menunggu janji-janji-Nya. Jeremy Collier berkata, “Menanti dengan penuh kesabaran kerap kali merupakan jalan terbaik untuk melakukan kehendak Ilahi.”

10. Peningkatan keahlian, jangan berhenti berlatih
Setiap hari, bertanyalah pada diri kita sendiri, “Bagaimana saya bisa menjadi lebih baik?” Bacalah suatu hal yang positif atau tulislah catatan tentang hal yang positif. Denis Waitley pernah mengatakan, “Pembelajaran berkesinambungan merupakan persyaratan minimum untuk sukses dalam bidang apa pun.”

Semoga petunjuk sukses Marshall Field di atas, berguna bagi kehidupan kita. Selamat mencoba, sukses untuk Anda! untuk info artikel tentang tips sukses terupdate lainnya bisa lihat www.alshifacharity.com . Terimakasih sudah berkunjung.

GELAS KACA : Gerakan Literasi ala Assyifa

0

Gelas KacaPeluncuran Gerakan Literasi Sekolah, SMPIT As Syifa Boarding School Subang, dilakukan hari ini Sabtu (27/08/2016) bertempat di halaman SMPIT As Syifa Putra. Dengan mengusung tema GELAS KACA (Gerakan Literasi Assyifa Berkarya & Membaca) dibuka secara langsung oleh kepala sekolah, Ust. Rizal Anshorudin, S.Pd.

Gerakan Literasi sekolah yang merupakan sebuah program pemerintah mulai digalakkan awal tahun 2016. Di Jawa Barat sendiri, program ini diberi nama WJLRC atau West Java Leader’s Reading Challange, yang merupakan program tantangan membaca bagi siswa di sekolah. Inti dari program ini adalah mendorong tumbuh kembangnya kemampuan literasi (kemampuan membaca, berbicara, mendengar, dan menulis) para siswa.  Diharapkan dengan membaca buku lebih banyak mereka akan menemukan banyak hal baru yang menyenangkan dan bermanfaat dari buku yang dibaca. Kemudian setelah itu juga untuk meningkatkan keterampilan berdiskusi yang positif di dalam lingkungan sekolah dan lingkungan lainnya yaitu lingkungan keluarga dan masyarakat tempat anak itu berada.

Dalam sambutannya, Ust. Rizal menyampaikan bahwa orang-orang besar, para ilmuwan, pakar, dan para ahli adalah mereka yang mempunyai kemampuan membaca yang tinggi. Selain itu negara dengan tingkat membaca masyarakat yang tinggi akan mampu menghadirkan negara yang kuat bahkan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain, keluar dari ketertinggalan. Bangsa kita harus terus dipacu untuk mempunyai hobi membaca yang tinggi sehingga tingkat kecerdasan masyarakat juga meningkat. Khusus bagi murid As Syifa Boarding School, kegiatan ini lebih merupakan penyegaran karena kebiasaan ini sebetulnya telah lama diterapkan sebagai habbit seluruh civitas academica As Syifa.

Acara diakhiri dengan penyematan Pin Duta Literasi (literacy ambassador) yang diberikan kepada murid yang memiliki hobi membaca tertinggi, sebagai katalisator bagi teman-temannya yang lain, agar memiliki semangat membaca yang tinggi pula. (imam-ns)

Yuk. BerQurban di As Syifa Peduli

0

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (dari rahmat Allah Swt). (QS. Al Kautsar : 1-3)

Berqurban adalah sebuah amalan yang sangat diutamakan dalam Islam. Ia nya adalah salah satu Sunnah Muakaddah (sunnah yang diutamakan) dari Sunnah Rosululloh SAW. Bahkan Beliau SAW sering mencontohkan sendiri amalan berqurban ini, sebagaimana sebuah hadits :

“Sesungguhnya Nabi Saw menyembelih dua ekor kambing gemuk berwarna putih kehitaman dan bertanduk, lalu ia membaca basmalah dan bertakbir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diantara kutamaan berqurban sebagaimana disebutkan dalam hadits ‘Aisyah, adalah menyembelih qurban termasuk amal salih yang paling utama.

Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim)

Adapun hikmahnya adalah meneladani Nabi Ibrahim dan kepedulian sosial. Sebagaimana disebutkan dalah hadits Rasulullah Saw, sesunguhnya hari ini (Idul Adha) hari jamuan makan-minum dan mengagungkan Allah Swt.

BERQURBAN MELALUI AS SYIFA PEDULI

Assyifa Peduli adalah sebuah lembaga kemanusiaan yang menghimpun berbagai sumber daya untuk melakukan aksi membangun, membina serta melayani sesama yang membutuhkan pertolongan. Bertekad ingin menjadi lembaga yang profesional dan terpercaya dalam menghimpun, menyalurkan serta memberdayakan berbagai sumberdaya, baik sumberdaya manusia, sumberdaya alam maupun sumberdaya finansial.

Salah satu program tahunan yang diselenggarakan oleh Assyifa Peduli adalah program Tebar Qurban Peduli. Program ini memberikan kemudahan bagi kaum muslimin yang hendak berQurban tanpa harus direpotkan dalam pencarian hingga pendistribusian hewan qurban kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Untuk itu As Syifa peduli memberikan penawaran terbaik kepada Anda dalam pelayanan hewan Qurban.

SCHOOL VISIT OSIS SMA UMMUL QURO BOGOR

0

IMG_20160805_133818

Hari Jumat Tanggal 5 Agustus 2016 Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyah khususnya unit SMAIT As-Syifa Boarding School kedatangan tamu dari SMAIT Ummul Quro Bogor. Adapun agenda kedatangan tamu tersebut dalam rangka silaturahmi dan Studi Banding terkait Organisasi Kesiswaan (OSIS) atau di As-Syifa sendiri lebih dikenal dengan Badan Eksekutif Murid (BEM). Jumlah tamu yang datang sebanyak 16 orang yang terdiri dari 8 orang murid putra, 5 orang murid putri dan 2 oarang pembimbing.
Kegiatan studi banding dan sharing tentang Ke OSIS-an berlangsung dari Pukul 09.00 WIB sampai dengan Pukul 11.30 WIB. beberapa hal yang di bahas dalam kegiatan tersebut diantaranya :

1. Struktur OSIS atau BEM di As-Syifa Boarding School yang memiliki kekhasan tersendiri
2. Sharing tentang program kerja OSIS atau BEM
3. Pendanaan kegiatan-kegiatan OSIS
4. Pengelolaan kegiatan-kegiatan baik yang skala besar atau sekala kecil
5. dsb

Kedua belah pihak berharap mudah-mudahan silaturahmi tersebut bukan untuk yang pertama dan terakhir kali, sehingga setelah kegiatan tersebut harapannya tetap terjalin silaturahmi dan komunikasi.

AWARDS “TOP 10” EMPLOYEES WITH THE BEST PERFORMANCE INDEX

0

IMG_2732

Hari senin tanggal 1 Agustus 2016 menjadi momen yang membahagiakan khususnya bagi 10 pegawai yang dinobatkan sebagai penerima award dengan indeks kinerja terbaik selama 1 semester, kegiatan pemberian award ini sudah berjalan di semester semester sebelumnya. Mudah-mudahan bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan dan juga mudah-mudahan menjadi motivasi bagi pegawai-pegawai yang lainnya.