Home Blog Page 3

Kesan Positif Dandim Subang Saat School Tour di As-Syifa: Tempat yang Tepat Membentuk Akhlak

0

alshifacharity.com – Di sela kunjungan ke Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Dandim 0605/Subang Letkol Czi Asep Saepudin, S.E., memberikan penilaian positif terhadap kualitas pendidikan dan lingkungan di As-Syifa Boarding School, Rabu (25/2).

Berdasarkan pengalaman lapangannya menangani masalah remaja di sejumlah wilayah tugas sebelumnya, Letkol Asep mengaku prihatin melihat generasi muda yang mudah terdoktrin aksi negatif. “Maka saya melihat, dengan adanya As-Syifa tentu akan sangat mendukung Indonesia, khususnya Subang, dalam membentuk akhlak dan karakter generasi bangsa yang saleh,” tuturnya.

Kesan positif ini tidak hanya sekadar kata-kata. Dandim secara terbuka menyatakan ketertarikannya menyekolahkan sang putra ke As-Syifa. “Kebetulan anak saya kelas 6 SD mau masuk SMP, saya menilai As-Syifa baik untuk anak saya. Lingkungan di sini sangat mendukung, apalagi ada pondasi Tahfidz Quran yang sangat bagus untuk masa depan anak,” tambah beliau.

Kesan tersebut semakin diperkuat saat Dandim melakukan school tour dan menyapa langsung para santri di Kampus 4 Jalancagak. Di sela-sela kunjungan, Dandim juga menyempatkan diri memberikan motivasi dan penguatan mental secara langsung di hadapan para santriwati. Dalam pesannya, Letkol Czi Asep Saepudin mengajak para siswi untuk memiliki mental yang kuat, disiplin, dan tidak mudah terpengaruh oleh tren negatif di era digital. Tanya jawab singkat dan interaksi santai pun berlangsung cair.

Pesan-pesan yang disampaikan secara lugas namun hangat tersebut menjadi suntikan semangat bagi para siswi, mempertegas bahwa santri As-Syifa harus menjadi pribadi yang tangguh secara mental maupun spiritual.

Melihat lingkungan yang asri dan antusiasme peserta didik yang menyambut hangat, beliau meyakini bahwa As-Syifa telah berhasil menciptakan ekosistem pendidikan yang nyaman dan berkualitas.

Jalin Sinergi, Momen Hangat Silaturahmi Dandim 0605/Subang ke Yayasan As-Syifa

0

alshifacharity.com – Hubungan antara institusi pendidikan dan TNI di Kabupaten Subang kembali diperkuat melalui kunjungan silaturahmi Komandan Kodim (Dandim) 0605/Subang, Letkol Czi Asep Saepudin, S.E., ke Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Rabu (25/2).

Sekretaris Yayasan As-Syifa, H. Budi Mulia, menyambut kunjungan ini dengan penuh rasa syukur. “Sebuah kehormatan besar bagi kami. Sebenarnya kami yang berencana bersilaturahmi ke Kodim, namun ternyata Bapak Dandim yang justru lebih dahulu menyambangi kami di sini. Semoga silaturahmi ini mengundang rahmat Allah SWT,” ujarnya. Dalam pertemuan formal tersebut, pihak yayasan memperkenalkan kiprah 23 tahun As-Syifa serta sosok Ketua Dewan Pembina, dr. Suleiman Omar S. Qush.

Letkol Czi Asep Saepudin menegaskan komitmennya untuk bersinergi, terutama dalam penguatan wawasan kebangsaan. “Kodim siap berkontribusi dalam hal kedisiplinan dan pembekalan nilai-nilai nasionalisme bagi peserta didik di As-Syifa. Kami memiliki program bina karakter anak yang sangat selaras jika disinergikan dengan nilai-nilai di As-Syifa,” pungkas Dandim.

The Amazing Ramadhan Assyifa Peduli Targetkan 27.652 Penerima Manfaat

0

alshifacharity.com – Menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, LAZ Assyifa Peduli, sebagai lembaga amil zakat yang berada di daerah Kabupaten Subang menghadirkan “The Amazing Ramadhan” sebagai upaya untuk memberikan pelayanan terbaik dalam menyalurkan amanah umat di bulan suci.

Kepala Program LAZ Assyifa Peduli, Asep Iman Nugraha, S.Tr.T, menjelaskan bahwa PADA Ramadhan tahun ini Assyifa Peduli sebanyak 27.652 kebaikan dapat sampai kepada penerima manfaat.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami menargetkan jumlah penerima manfaat. Insyaa Allah pada tahun ini Assyifa Peduli berikhtiar kebaikan akan sampai pada 27.652 penerima manfaat. Kami memastikan kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Mengutamakan penerima manfaat di Kabupaten Subang, The Amazing Ramadhan akan disalurkan dalam berbagai program.

“Dalam pelaksanaannya, penyaluran akan dilakukan melalui berbagai program. Seperti Ifthar Bahagia yang menargetkan 20.500 penerima, Kado Dai dan Guru Ngaji 3.200 penerima, Bingkisan Ramadhan 6.000 penerima, Yatim Bahagia 2.000 penerima, Tebar Zakat Fitrah 1.600 penerima, Tebar Fidyah 4.500 penerima, Kajian Ramadhan 2.500 jemaah, Tarawih Keliling dengan target 50 masjid, Takjil on The Road 3.000 penerima, Pesantren Ummahat target 1.000 jemaah, dan Zakat Maal yang akan disalurkan dalam bentuk Pangan Lansia, Program Pemberdayaan, dan Pendidikan Anak Dhuafa,” papar Ustadz Asep.

The Amazing Ramadhan Assyifa Peduli
The Amazing Ramadhan Assyifa Peduli

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian global, agenda The Amazing Ramadhan tidak hanya dilaksanakan di Indonesia, namun juga akan disalurkan hingga ke Palestina.

“Sebagai bentuk kepedulian global, agenda The Amazing Ramadhan tidak hanya dilaksanakan di Indonesia tetapi juga menjangkau saudara-saudara kita di Palestina melalui berbagai program kemanusiaan, seperti Ifthar Bahagia Palestina dan Parsel Lebaran Keluarga Palestina yang menargetkan 2.075 penerima manfaat,” jelasnya.

Tema “The Amazing Ramadhan” diangkat sebagai refleksi bahwa Ramadhan adalah bulan yang luar biasa. Di bulan ini, kepedulian, keikhlasan, dan kolaborasi umat bersatu menghadirkan keajaiban berupa manfaat yang lebih luas serta berkelanjutan bagi sesama. Sehingga, melalui program yang akan berjalan  Assyifa Peduli berharap Ramadhan yang tidak hanya penuh dengan seremonial, tetapi juga berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar, penguatan spiritual, serta pemberdayaan mustahik agar lebih berdaya.

Ceria dan Inspiratif, 100 Anak Ikuti Sanlat for Kids 2026

0

alshifacharity.com – Suasana Ramadan 1447 H semakin semarak dengan digelarnya kegiatan Sanlat for Kids 2026 yang berlangsung pada 19–21 Februari 2026 di Aula Khodijah, As-Syifa Wanareja. Sebanyak 100 peserta dari jenjang TK A hingga SD mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan keceriaan.

Mengusung tema “Mengenali Islam dan Akhlaq, Bersama Teman Raih Impian”, kegiatan ini dirancang untuk menjadikan Ramadan sebagai momen yang penuh kesan dan inspiratif bagi anak-anak. Melalui rangkaian aktivitas edukatif bernuansa Islami, para peserta diajak memperkuat iman, menambah ilmu, serta membangun akhlak mulia sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Suryani Rahayu menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhānahu wa Ta‘ālā, karena atas rahmat dan nikmat-Nya kita dapat berkumpul dalam kegiatan Sanlat 2026 dengan penuh semangat dan kebersamaan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Sanlat bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi shalih dan shalihah yang berilmu, beradab, serta siap menjadi penerus kebaikan di tengah masyarakat.

Ceria dan Inspiratif, 100 Anak Ikuti Sanlat for Kids 2026
Beragam kegiatan menarik dan menyenangka pada sanlatif 2026

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta yang berasal dari Daerah Cipaku dan Wanareja mengikuti beragam kegiatan menarik seperti penyampaian materi keislaman, fun games edukatif, kreativitas, hingga dongeng inspiratif. Seluruh rangkaian acara dikemas interaktif dan menyenangkan agar anak-anak dapat menjalani Ramadan dengan bahagia dan penuh makna.

Tidak hanya memperkuat pemahaman agama, kegiatan ini juga menanamkan nilai kepedulian sosial. Melalui aksi penggalangan donasi untuk Palestina, para peserta berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp393.000 sebagai bentuk empati terhadap sesama.

Antusiasme peserta yang tinggi menjadi bukti bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga. Diharapkan, Sanlat for Kids mampu meninggalkan kesan mendalam sekaligus memotivasi anak-anak untuk terus memperbaiki diri.

“InsyaAllah, tahun depan kegiatan Sanlat dapat terselenggara lebih meriah, lebih semangat, serta lebih banyak manfaatnya,” ungkap Suryani Rahayu penuh harap.

Melalui momentum Ramadan ini, Sanlat for Kids 2026 menjadi bagian dari ikhtiar membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, karakter, serta memiliki empati tinggi terhadap sesama. (Red. Official As-Syifa)

Pesantren Ummahat ke-22 Dihadiri 1.594 Peserta, Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial di Kabupaten Subang

0

alshifacharity.com – Pesantren Ummahat yang telah memasuki tahun ke-22 kembali digelar dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan ilmu, spiritualitas, serta kepedulian sosial bagi kaum ibu di Kabupaten Subang. Antusiasme peserta terus meningkat dari tahun ke tahun, dan pada pelaksanaan kali ini jumlah kehadiran tercatat mencapai 1.594 peserta dari 170 Majelis Taklim se-Subang Selatan.

Harapan Pengembangan Skala Lebih Besar hingga Subang Kota

Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Ustadz TGH. Dr. Lalu Agus Pujiartha, MA, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas istiqamah penyelenggaraan kegiatan tersebut selama lebih dari dua dekade. Ia menegaskan bahwa perjalanan panjang ini merupakan bukti komitmen dalam membina kaum ibu melalui penguatan keilmuan dan nilai-nilai keislaman.

Sambutan Ustadz TGH. Dr. Lalu Agus Pujiartha, MA
Sambutan Ustadz TGH. Dr. Lalu Agus Pujiartha, MA

“Alhamdulillah, selama 22 tahun Pesantren Ummahat terus berjalan dengan penuh keberkahan. Ini adalah bukti semangat ibu-ibu dalam menuntut ilmu dan menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan pengajian dan pembinaan ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih luas, bahkan suatu saat dapat digelar dalam skala besar dengan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Subang.

“Kita ingin ke depan kegiatan ini semakin besar dan memberikan dampak luas. Mudah-mudahan Allah izinkan suatu saat seluruh ibu-ibu se-Subang bisa berkumpul dalam satu momen besar yang membawa keberkahan bagi Kabupaten Subang,” katanya.

Wakil Bupati Subang Apresiasi Peran As-Syifa Al-Khoeriyyah

Sementara itu, Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi,. S.Si., M.M. menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah dalam pembinaan akhlak dan keagamaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan iman dan karakter.

Sambutan Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi,. S.Si., M.M.
Sambutan Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi,. S.Si., M.M.

“Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan iman dan akhlak. Program-program keagamaan seperti ini membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan Subang yang religius,” tegasnya.

Ia juga mendukung rencana pengembangan kegiatan dalam skala yang lebih besar melihat antusiasme peserta yang terus meningkat.

“Dengan semangat yang luar biasa ini, insyaallah ke depan kegiatan Pesantren Ummahat bisa kita gelar di kawasan Subang Kota atau bahkan di Alun-Alun Subang. Jika ribuan ibu-ibu berkumpul dalam satu majelis besar, ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga simbol kuatnya syiar Islam di ruang publik,” ungkapnya.

Kajian “Tetanggaku, Keluarga Terdekatku” Perkuat Ukhuwah Sosial

Dalam sesi materi, Ustadz T. Munandar Hilmi menyampaikan kajian bertajuk “Tetanggaku, Keluarga Terdekatku”. Ia mengajak peserta untuk memaknai tetangga sebagai keluarga terdekat dalam lingkup sosial setelah keluarga inti. Kepedulian kepada tetangga, menurutnya, harus diwujudkan melalui empati, perhatian, dan sikap saling memahami.

Sesi materi, Ustadz T. Munandar Hilmi menyampaikan kajian bertajuk “Tetanggaku, Keluarga Terdekatku”
Sesi materi, Ustadz T. Munandar Hilmi menyampaikan kajian bertajuk “Tetanggaku, Keluarga Terdekatku”

“Tidak hanya memberi makan, kita juga harus memberi empati dan peduli kepada tetangga. Kita mulai dari yang paling dekat dengan kita sebelum kepada yang jauh,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa bertetangga yang baik berarti menghadirkan kenyamanan, menjaga adab, serta membangun hubungan yang dilandasi rasa saling menghargai. Ketika ukhuwah terjalin dengan kuat, maka dalam kondisi sulit akan hadir dukungan dan pertolongan dari lingkungan sekitar.

“Justru kita harus senang punya tetangga, karena ketika ukhuwah terbangun, saat kita susah akan banyak yang membantu,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan sosial dalam kehidupan. Menurutnya, tetangga dapat menjadi bagian dari social support system yang berpengaruh besar terhadap kesehatan mental dan keberhasilan seseorang.

“Tetangga itu bagian dari social support kita. Bahkan bisa menjadi penopang kesehatan mental kita dalam meraih cita-cita dan keberhasilan,” pungkasnya.

Pesan dan Harapan Peserta untuk Keberlanjutan Kegiatan

Antusiasme dan manfaat kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya Ibu Elis, peserta asal Sagalaherang, yang untuk pertama kalinya mengikuti Pesantren Ummahat. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat hadir di tengah majelis ilmu tersebut.

Pesan dan Harapan Peserta, Ibu Elis dari Sagalaherang
Pesan dan Harapan Peserta, Ibu Elis dari Sagalaherang

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa hadir dan menimba ilmu di Pesantren As-Syifa. Banyak sekali ilmu dan wawasan baru yang saya dapatkan dari para pemateri. Materinya sangat bermanfaat, menambah pemahaman keagamaan sekaligus memotivasi kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.

Ibu Elis berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak kaum ibu yang merasakan manfaatnya. “Semoga kita semua tetap istiqamah, semangat dalam menuntut ilmu, dan bisa kembali berkumpul di kegiatan mendatang dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Pesantren Ummahat sebagai Ruang Pembinaan Spiritual dan Sosial

Pada hari ketiga pelaksanaan, kegiatan semakin semarak dengan digelarnya aksi munashoroh untuk Palestina sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. Selain itu, panitia menghadirkan Bazar UMKM Ramadan, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, berbagai promo menarik dari sponsor, serta beragam doorprize yang menambah antusiasme peserta.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga mempererat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Pesantren Ummahat ke-22 kembali menegaskan perannya sebagai ruang pembinaan yang menghadirkan ilmu, kebersamaan, dan keberkahan bagi umat di Kabupaten Subang. (Red. Official As-Syifa)

Bangun Spiritualitas dan Kepedulian, Pesantren Ummahat ke-22 Semarakkan Ramadan

0

alshifacharity.com – Hari kedua Pesantren Ummahat ke-22 berlangsung semakin semarak dengan kehadiran sekitar 1.300 peserta yang memadati lokasi kegiatan. Antusiasme para muslimah ini tidak hanya terlihat dari kesungguhan mengikuti setiap sesi materi, tetapi juga dari partisipasi aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan pendukung seperti bazar, cek kesehatan gratis, dan beragam aktivitas menarik lainnya.

Kegiatan yang digelar dalam suasana Ramadan ini tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga wadah refleksi, edukasi, dan pemberdayaan secara menyeluruh baik dari sisi spiritual, kesehatan, maupun sosial ekonomi.

Ramadan sebagai Momentum Panen Amal

Dalam sambutannya, Encep Sugiana, M.HKes menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis untuk meningkatkan kualitas amal dan memperbanyak investasi akhirat.

Sambutan Dewan Pembina, dr. Encep Sugiana, M.HKes
Sambutan Dewan Pembina, dr. Encep Sugiana, M.HKes

“Bulan Ramadan adalah bulan panen raya ibadah. Kalau di bulan Rajab kita menanam dan di Sya’ban kita memupuk, maka di bulan Ramadan inilah kita memanen pahala sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa menghadiri majelis ilmu merupakan bagian dari investasi akhirat. Setiap ayat yang dibaca, setiap nasihat yang didengar, dan setiap niat yang diluruskan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

“Hadir di majelis taklim seperti ini adalah bagian dari ibadah kepada Allah. Setiap tilawah, setiap ilmu yang kita dengarkan, insya Allah menjadi pahala yang terus mengalir,” tambahnya.

Sementara itu, Sri Wahyuningsih, S.IP mengenang perjalanan panjang Pesantren Ummahat yang dirintis 22 tahun lalu dalam keterbatasan.

“Saat pertama dirintis, kami hanya beberapa orang dengan segala keterbatasan. Tapi alhamdulillah, hari ini Pesantren Ummahat terus berjalan dan pesertanya semakin banyak. Ini bukti bahwa Allah mudahkan jika niatnya untuk dakwah,” ungkapnya.

Ia menilai konsistensi, kolaborasi, dan kebersamaan menjadi kunci keberlangsungan dakwah hingga mampu menghimpun ribuan peserta seperti saat ini.

Energi Positif, Kesehatan Mental dan Spiritualitas

Pada sesi materi pertama, Umi Munawaroh Mansur mengangkat tema “Ciptakan Bahagia dengan Energi Positif.” Ia menyoroti keterkaitan erat antara kondisi pikiran dan kesehatan fisik. Menurutnya, pikiran yang dipenuhi kecemasan, prasangka buruk, dan kekhawatiran berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan, termasuk meningkatnya asam lambung.

“Kalau pikiran kita terganggu, itu akan banyak memengaruhi tubuh kita, bahkan bisa menaikkan asam lambung,” jelasnya.

Umi Munawaroh Mansur mengangkat tema “Ciptakan Bahagia dengan Energi Positif
Umi Munawaroh Mansur mengangkat tema “Ciptakan Bahagia dengan Energi Positif

Ia mengajak peserta untuk membangun pola pikir sehat dengan memperbanyak syukur dan memperkuat keyakinan kepada Allah SWT. Mengutip Surah Ibrahim ayat 7, ia menegaskan bahwa rasa syukur akan mendatangkan tambahan nikmat dan ketenangan batin.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya husnuzan (berbaik sangka) kepada Allah dalam setiap kondisi kehidupan. Keyakinan bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya akan melahirkan ketenangan, optimisme, dan kebahagiaan yang tidak bergantung pada situasi eksternal.

Finansial Kuat, Kepedulian Meningkat

Sesi berikutnya diisi oleh Ust. Mega Nanda Putra dengan materi “Tingkatkan Finansial, Kuatkan Kepedulian Sosial.” Ia menekankan bahwa peningkatan kondisi ekonomi keluarga harus sejalan dengan meningkatnya kesadaran berbagi.

Ustadz Mega Nanda Putra menekankan bahwa peningkatan kondisi ekonomi keluarga
Ustadz Mega Nanda Putra menekankan bahwa peningkatan kondisi ekonomi keluarga

“Harta itu titipan, maka harta kita harus kita infaqkan di jalan Allah SWT,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap individu akan dimintai pertanggungjawaban atas hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa digunakan. Dalam konteks ini, kesuksesan finansial tidak hanya diukur dari jumlah kepemilikan, tetapi dari sejauh mana harta tersebut memberi manfaat bagi orang lain.

Mengutip Surah Al-Munafiqun ayat 10, ia mengingatkan pentingnya membelanjakan harta sebelum datangnya kematian agar tidak muncul penyesalan karena kesempatan bersedekah telah terlewat. Ia juga menyinggung firman Allah bahwa perubahan suatu kaum bergantung pada kesungguhan mereka dalam mengubah diri, sehingga peningkatan finansial membutuhkan ikhtiar, disiplin, dan manajemen yang baik.