Home Blog Page 13

Qurban Berdampak As-Syifa Peduli, Jangkau Kebaikan Hingga ke Palestina

0

Momen Dzulhijjah tahun ini dimaknai secara mendalam oleh As-Syifa Peduli dengan mengusung tema “Qurban Berdampak”. Tema ini menandai perluasan syiar qurban yang tidak hanya terfokus pada penyembelihan dan distribusi daging, melainkan merangkul serangkaian kegiatan edukatif dan sosial yang menjangkau masyarakat luas.

Proses penyembelihan telah dilaksanakan di berbagai Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sejak Jum’at (06/06/2025) hingga Senin (09/06/2025). Total hewan qurban yang telah disembelih melalui As-syifa Peduli yakni 56 ekor Sapi dan 432 ekor Domba, yang terhimpun dari 824 donatur dan pequrban. Semangat berbagi yang dihadirkan melalui program ini terus mengalami peningkatan, menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menyalurkan ibadah qurbannya melalui As-syifa Peduli.

Ahmad Sahirul Alim (Ust. Salim), Direktur As-Syifa Peduli, menjelaskan bahwa semarak Dzulhijjah di As-syifa mencakup berbagai kegiatan yang lebih luas. “Kegiatannya cukup panjang, ada dauroh qurban, pengajian, dan syiar Dzulhijjah untuk masyarakat seperti kemarin ada pesantren ummahat spesial Dzulhijjah yang diikuti lebih dari 1.000 jamaah majelis taklim. Ada juga kajian online maupun offline, serta kegiatan lain termasuk gema takbir,” rincinya.

Ustaz Salim menjelaskan, As-Syifa Peduli mengusung empat program qurban, menunjukkan komitmen mereka terhadap dampak sosial yang berkelanjutan, yaitu:

Qurban Dalam Negeri: Program ini berfokus pada distribusi manfaat secara luas di Kabupaten Subang, “Assyifa kan adanya di Subang, maka manfaatnya harus dirasakan secara luas oleh warga Subang,” tegas Ahmad Sahirul Alim. Berikutnya adalah Qurban Pedalaman/Pelosok: Sebagai program tahunan, As-Syifa Peduli menjangkau saudara muslim minoritas di daerah terpencil. “Seperti saudara muslim di NTT yang mana muslim di sana adalah minoritas dan harus disupport, alhamdulillah kita juga ada penyembelihan qurban sapi dan domba di NTT,” ujarnya.

Program berikutnya adalah Lintas Batas, Program ini menjangkau penerima manfaat di luar negeri, meliputi Palestina (khususnya di Gaza dan pengungsian seperti Lebanon dan Suriah), serta pedalaman Afrika. Terakhir adalah Qurban Bermakna da;am bentuuk Rendang Kaleng. Inovasi yang telah berjalan lebih dari lima tahun ini mengubah daging qurban menjadi rendang kemasan kaleng. Produk awetan ini sangat bermanfaat untuk ketahanan pangan, mendukung bantuan pertama saat bencana alam, mengentaskan stunting, dan sejumlah kondisi darurat lainnya.

“Diharapkan dari program qurban ini adalah sesuai tema ‘Qurban Berdampak’,” lanjut Ahmad Sahirul Alim. Ia menambahkan bahwa pendistribusian daging qurban, terutama di Kabupaten Subang yang masih memiliki angka stunting tinggi, diharapkan dapat meningkatkan asupan protein dan melengkapi gizi masyarakat.

Antusiasme dan rasa syukur juga datang dari masyarakat penerima manfaat, seperti yang diungkapkan Redi Al-Ibas, selaku LPM Desa Tambakmekar. “Masha Allah masyarakat Sukamaju sangat berterima kasih kepada Assyifa yang telah peduli dan selalu memperhatikan lingkungan sekitar,” ujarnya. Redi menambahkan bahwa kehadiran daging qurban dari Assyifa sangat dinantikan, terutama karena adanya penurunan jumlah pekurban di wilayahnya. “Alhamdulillah daging qurban ini sangat ditunggu oleh masyarakat kampung kami. Semoga ini menjadi wasilah keberkahan bagi para donatur dan Assyifa,” harapnya.

Melalui program ini, Assyifa Peduli tidak hanya menyalurkan daging qurban, tetapi juga menyampaikan pesan solidaritas dan kepedulian, khususnya kepada saudara-saudara kita di Palestina dan daerah rawan pangan lainnya. Di akhir pernyataannya, Ahmad Sahirul Alim mengajak seluruh umat muslim di Indonesia untuk turut serta dalam ibadah qurban. “Mari kita berqurban, karena dengan berqurban kita telah melakukan amalan sunnah dan bisa berbagi untuk sesama,” pungkasnya. Melalui program “Qurban Berdampak”, As-Syifa Peduli berupaya memastikan setiap ibadah pengorbanan memberikan manfaat nyata dan jangka panjang bagi kemaslahatan umat.

149 Santri As-Syifa Raih Prestasi Gemilang di SNBT 2025

0

As-Syifa, Subang — Alhamdulillah, kabar menggembirakan datang dari keluarga besar As-Syifa. Sebanyak 149 santri dari tiga lembaga pendidikan As-Syifa, yaitu SMAIT As-Syifa Jalancagak, SMAIT As-Syifa Wanareja, dan MA As-Syifa Sagalaherang, berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) tahun 2025.

Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, semangat, dan ketekunan para santri dalam menempuh proses seleksi yang sangat kompetitif. Melalui jalur SNBT, para santri As-Syifa berhasil menembus berbagai PTN ternama di Indonesia, menunjukkan kualitas akademik yang mumpuni serta kesiapan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Prestasi Membanggakan dari Keluarga Besar As-Syifa

Pimpinan dan seluruh civitas akademika As-Syifa menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi gemilang ini.

“Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal yang membawa para santri untuk terus mengembangkan ilmu, berkontribusi positif bagi bangsa, serta menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia dan sukses di masa depan.”

Tidak lupa, ucapan terima kasih dan doa terbaik juga disampaikan kepada seluruh santri yang telah berjuang dengan penuh semangat dan ketekunan. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi seluruh keluarga besar As-Syifa agar terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mendukung pencapaian prestasi di masa mendatang.

Beberapa PTN Ternama yang Dituju Santri As-Syifa

Para santri berhasil diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri unggulan, antara lain:

  • Institut Teknologi Bandung (ITB)

  • Universitas Indonesia (UI)

  • Universitas Gadjah Mada (UGM)

  • Institut Pertanian Bogor (IPB)

  • Universitas Padjadjaran (UNPAD)

  • Universitas Brawijaya (UB)

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

  • Universitas Diponegoro (UNDIP)

  • Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

  • dan masih banyak lagi.

Daftar Santri As-Syifa yang lolos SNBT 2025

A. SMAIT As-Syifa Jalancagak (62 Santri)

  • Politeknik Negeri Bandung (POLBAN)
  1. Fathur Rahman Fauzi – Teknik Mesin D3
  2. Nafis Abdi Alghifari- Teknologi Pembangkit Tenaga Listrik
  3. Rizal Irsyad Zain – Teknik Otomasi Industri
  4. Fariz Dhikal – Teknik Otomasi Industri
  5. Rasya Reivandra – Teknik Otomasi Industri
  6. Abiyyu Isthar F – Teknik Listrik
  7. Nadhira Marsha Shafiera – Manajemen Pemasaran
  8. Shafa Rasyidah – Administrasi Bisnis
  9. Ghita Putri Maharani – Teknik Pembangkit Tenaga Listrik
  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
  1. Arfan Fajrul Haq – FITB
  2. Ramzi Y A – FMIPA
  3. Aufa Zakiyyah Azmi – SITH-R
  4. Aisya Luvena Prabowo – FSRD-C
  5. Khansa Azizah Kamiliya – FMIPA
  • Universitas Brawijaya (UB)
  1. Fachry Rasyad – Teknik Industri
  2. Rouf Daniswara – Teknik Informasi
  3. Aira Naninda Missama – Teknologi Bioproses
  4. Aura Mirza Nirmala – Statistika
  5. Hasna Aqilah Izzati – Psikologi
  • Universitas Padjadjaran (UNPAD)
  1. Althaf Chandra – Ekonomi IsIam
  2. Ghita Nur Fadillah – Agroteknopreneur
  3. Hasya Afifah Fudholi – Statistika
  4. Listya Ramadhani Yawantara – Agroteknopreneur
  5. Aurelly Febiola Alinskie – Kedokteran
  • Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
  1. M Habiburrahman – Psikologi
  2. Sayyid Aqil Fauzi – Teknik Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung
  3. Mutiara Dewi Nur Indrasari – Teknologi Pendidikan
  4. Shaumi Mayra – Ilmu Komunikasi
  • Institut Pertanian Bogor (IPB)
  1. Azri Ayyas Muhandis – Arsitektur
  2. Rasyad Ahmad Y – Paramedik Veteriner – Sarjana Terapan
  3. Nasywa Nabilah Salim – Akuntansi
  • Universitas Indonesia (UI)
  1. Muhammad Hilmi Ata Reswara – Teknik Metalurgi & Material
  2. Zaki Rabbani – Ilmu Komputer
  3. Thariq Aqil – Administrasi Keuangan dan Perbankan
  • Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
  1. Nizar Affan Ghifari – Mektronika Dan Kecerdasan Buatan
  2. Rifa Rizkika Shafa – Pendidikan Teknologi Agroindustri
  3. Zahra Putri – Tata Busana
  • Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)
  1. Pandu Adinugroho – Teknik Sipil
  2. Mochamad Deandra Arsyad – Pendidikan Dokter
  • Universitas Diponegoro (UNDIP)
  1. Muhammad Ali Hasan – Teknologi Rekayasa Otomasi (D4)
  2. Zarla Khalisa Afif – Kesehatan Masyarakat
  • Universitas Airlangga (UNAIR)
  1. Muhammad Haidar Azmy – Rekayasa Nanoteknologi
  2. Gadiza Ellis Faiza Mahanany – Teknik Biomedis
  • Universitas Sebelas Maret (UNS)
  1. Muhamad Shaumi Azka – Teknik Sipil
  2. Shofia Aulia Kamilah – Psikologi
  • UPN Veteran Jakarta
  1. Muhammad Iksir – Teknik Elektro
  2. Mummar Ibnu Pasha – Hukum
  • Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta
  1. Syarifa Sri Ramadhani – Kedokteran
  2. Hilma Naifa Ulilalbab – Kedokteran
  • Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati
  1. Najwa Amelia Putri Rohiman – Administrasi Publik
  2. Fatimah Azzahra – Psikologi
  • Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)
  1. Bakas Saibani – Kedokteran
  • Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
  1. Bima Abdullah S – PKO
  • Universitas Bengkulu (UNIB)
  1. Zhafran Kh A – Kedokteran
  2. Atiqah Najla Fadhilah Rachman – Informatika
  • Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)
  1. Muhammad Abdurahman Salahudin – Teknik Kimia S1
  2. Ufairah Mufidah – Untirta Banten (Kedokteran)
  • Institut Teknologi Bandung (ITB) Cirebon
  1. Muhammad Fairuz Al Zundi – FTTM-C
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  1. Ahmad Yasin Abdul Malik – Teknik Sipil
  • Universitas Gadjah Mada (UGM)
  1. Naura Alodya Azarine – Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
  • Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
  1. Alifah Abidah Raihanah – Kedokteran
  • Universitas Sriwijaya (UNSRI)
  1. Anisa Azzahra – Arsitektur

 

B. SMAIT As-Syifa Wanareja (56 Santri)

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  1. Abdul Halim Shodiqi Warsito – Statistika Bisnis
  2. Muhammad Fahresha Fawaziadi Warmansyah – Teknologi Rekayasa Instrumentasi
  3. Zulfaa Dilis Nailah – Teknik Biomedik
  4. Athiyah Nurul Hazimah- Rekayasa Keselamatan Proses
  5. Azzahra Farras Putri Purwanto – Biologi
  • Universitas Brawijaya (UB)
  1. Khaizuran Dzaky Asfa – Teknik Informatika
  2. Muhamad Fakhar Kusuma Wardhana – Agribisnis
  3. Pasha Aisar Suling – Antropologi
  4. Hani Rihadiyanti – Kebidanan
  5. Naisya Athifah – Teknik Industri Pertanian
  • Universitas Padjadjaran (UNPAD)
  1. Syauqy Hazimusshidqi – Statistika
  2. Fayzah Zahra Alamsyah – Kearsipan Digital (D4)
  3. Nadhira Rahma Karima – Pendidikan Dokter Gigi
  4. Nisrina Sakina Ridha – Pemasaran Digial (D4)
  • UPN Veteran Yogyakarta
  1. Farhan Haikal Rahmanto – Sistem Informasi
  2. Rifa Dzulfian Rahmat- Teknik Geofisika
  3. Shadra Muhammad Furqon – Manajemen
  4. Marwah Atqiya – Sistem Informasi
  • Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
  1. Zaidan Rizkyansah – Teknik Logistik
  2. Neyla Alifia Sinatryani – Desain Komunikasi Visual
  3. Nadya Shofa Salsabila – Tata Boga
  • Institut Pertanian Bogor (IPB)
  1. Andi Muhammad Ammar Ramadhan – Bisnis
  2. Muhammad Faiz Fadhilah – Ilmu Komputer
  3. Diandra Labibah Setiawan – Matematika
  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
  1. Muhammad Zahran Ar Ramdhani – Fmipa
  2. Zahra Tiara Purwono – Fakultas Senirupa Dan Desain (Fsrd)
  3. Zahra Aurelia Putri – Sekolah Teknik Elektro Dan Informatika – Rekayasa (Stei – R)
  • Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta
  1. Dimas Aulia Faiz Rabbani – Sistem Informasi
  2. Fatih Ismail Haniya – Teknik Pertambangan
  3. Zahratunnida Ayudi – Teknik Informatika
  • Universitas Airlangga (UNAIR)
  1. Afiifah Fadhilah Setyantoro – Teknik Industri
  2. Zahra Alia Abdurahman – Ekonomi Islam
  3. Tanisha Freya Nareswari Awang – Teknik Industri
  • Universitas Diponegoro (UNDIP)
  1. Nadya Pardi Budiharjo – Kesehatan Masyarakat
  2. Dzulfadhli Gustira Kusumah – Teknik Kimia
  3. Agung Isman Nurhakim – Teknik Sipil
  • Universitas Gadjah Mada (UGM)
  1. Sarah Zahida Rahman – Teknik Geodesi
  2. Khansa Humaira Dyfka – Psikologi
  3. Adina Rayya Shafina – Bahasa Dan Sastra Prancis
  • Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
  1. Ahmad Faqih – Teknik Mesin
  2. Achmad Rayhan – Bisnis Digital
  3. Adeline Nabilah Putri Ryan – Sistem Informasi
  • Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)
  1. Akhmad Subkhi Ponco Raharjo – Teknik Geologi
  2. Ghina Aulia Putri – Mikrobiologi
  3. Delfiana Putri Sonia – Proteksi Tanaman
  • Universitas Indonesia (UI)
  1. Altaf Aqsa Ghaylhan Falagy – Produksi Media
  2. Mohammad Haidar Ali Kuswanto – Teknik Sipil
  • Universitas Sriwijaya (UNSRI)
  1. Muhammad Daffa Alfarifqi – Kedokteran Gigi
  2. Raihana – Agribisnis
  • Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
  1. Muhammad Fadlan (Arsitektur)
  • Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (Pens)
  1. Andi Safira Azkia – Teknologi Rekayasa Multimedia (D4)
  • Universitas Negeri Padang (UNP)
  1. Bayu Dwi Patria – Kedokteran Hewan
  • Universitas Negeri Semarang (UNNES)
  1. Naufaldy Ibnu Mahardika – Manajemen
  • Universitas Sebelas Maret (UNS)
  1. Aisha Jasmina Zaki – Komunikasi Terapan (D3)
  • Universitas Udayana (UNUD)
  1. Khairunnisa Ash Shafiyah – Sastra Jepang
  • UPN Veteran Jakarta
  1. Feisha Azalia – Sistem Informasi (D3)

 

C. Ponpes As-Syifa Sagalaherang (31 Santri)

  • Universitas Padjajaran (UNPAD)
  1. Nafeesa Lubina Adiba Wardhana – S1 Ilmu Hukum
  2. Sabira Ridha Waliya – S1 Kedokteran Hewan
  3. Zahwa Sahira Shofiatunnisa – S1 Fisika
  4. Hasna Fauzia – S1 Akuntansi
  • Universitas Brawijaya (UB)
  1. Hafidz Akmal Fadhlurahman – S1 Arsitektur
  2. Muhammad Farrel Prasetia – S1 Ilmu Hukum
  3. Chayara Alima Dzihni – S1 Pendidikan Dokter Gigi
  • Politeknik Manufaktur Bandung (POLMAN)
  1. Muhammad Rafi Firdaus S1 Teknologi Rekayasa Otomasi
  2. Muhammad Alfafa Rustianto – D3 Teknologi Perancangan Perkakas Presisi
  3. Muhammad Raihan Oktaviansyah – D3 Pemeliharaan Mesin
  • Universitas Mataram (UNRAM)
  1. Miftah Farid – S1 Peternakan
  2. Wahyu Herlambang – S1 Peternakan
  3. Aisya Nisa Sajida – S1 Ilmu Dan Teknik Pangan
  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
  1. Muhammad Gagas Rusmanda – Sekolah Teknik Elektro Dan Informatika-Rekayasa
  2. Andrea Putri Ardianti – S1 Fakultas Teknologi Industri-Sistem Dan Proses
  • Institut Pertanian Bogor (IPB)
  1. Billy Bukhari Attaufi – S1 Kedokteran Hewan
  2. Sevtinina Topazita Kautsarini – S1 Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat
  • Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)
  1. Abghi Yasya Syahida – S1 Kesehatan Masyarakat
  2. Syifa Salsabila Ra – S1 Kimia
  • Universitas Sebelas Maret (UNS)
  1. Luvita Rahmadilla Gunandi – S1 Desain Interior
  2. Najla Qonita – S1 Kebidanan
  • UPN Veteran Yogyakarta
  1. Adelio Rafif Naufaludin – S1 Teknik Geologi
  • Universitas Diponegoro (UNDIP)
  1. Usamah Abdulhaq – S1 Ekonomi
  • Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
  1. Ramadhan Yuuzi Pratama – S1 Logistik Kelautan
  • Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)
  1. Muhammad Fatan Firas Sadono – S1 Teknik Mesin
  • Universitas Indonesia (UI)
  1. Muhammad Aminudin Firdaus – S1 Ilmu Administrasi Niaga
  • Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
  1. Ahmad Zhafran Antoni – S1 Teknik Multimedia Dan Jaringan
  • Univesitas Negeri Yogyakarta (UNY)
  1. Syifa Shafanah – S1 Teknik Elektro
  • Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
  1. Nailah Syifa Mawaddah Zega – S1 Teknik Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung
  • Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)
  1. Fairuz Hasanah – S1 Ekonomi Syariah
  • Universitas Sriwijaya (UNS RI)
  1. Aisyaturrohmah – S1 Teknik Mesin

snbt web b scaled

Barakallahu fiikum kepada seluruh santri yang telah berjuang dengan penuh semangat dan ketekunan. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua.

 

Mari Wujudkan Potensi Terbaik Bersama As-Syifa Boarding School

Dengan lingkungan belajar yang nyaman, penuh nilai Islami, dan dukungan penuh, kami siap mendampingi setiap langkah santri menuju kesuksesan dan masa depan yang cerah.

Jangan ragu, segera mulai pendaftaran dan berikan kesempatan terbaik untuk berkembang dan meraih impian.

📞 Informasi & Pendaftaran: 0853 2010 0607
🌐 Pendaftaran di: pmb.assyifa.info

Refleksi Assyifa pada momen Idul Adha; Pendidikan karakter, Menguatkan Iman, Membangun Kepedulian

0

Suasana penuh khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 Hijriyyah di lingkungan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Jumat pagi (6/6). Ribuan jamaah memadati empat titik lokasi shalat Id yang tersebar di Kampus Jalancagak, Kampus Wanareja, Kampus Sagalaherang dan Kampus Jalancagak 2.

Dalam khutbah disampaikan bahwa nilai-nilai spiritual kurban tidak hanya dimaknai dalam konteks menyembelih hewan semata. Lebih dari itu, Idul Adha mengajarkan tentang menyembelih ego, memperkuat empati, dan membangun kepedulian terhadap sesama.

Ketua Yayasan As-Syifa, Dr. K.H. Lalu Agus Pujiartha, MA., dalam sambutannya mengangkat keteladanan Nabi Ibrahim AS., sosok yang disebut lebih dari 69 kali dalam Al-Qur’an dan menjadi nama salah satu surat. “Nabi Ibrahim adalah figur pengorbanan sejati yang menyerahkan diri, harta, dan keluarganya sepenuhnya kepada Allah SWT, sehingga ia mendapat gelar Khalilullah (kekasih Allah),” ungkapnya.

Di tengah suasana penuh berkah, Dr. Lalu Agus juga kembali mengingatkan jamaah akan kondisi saudara-saudara di Palestina yang masih hidup dalam penderitaan dan ancaman. “Di balik kebahagiaan ini, kita tidak boleh melupakan penderitaan saudara kita di Palestina yang saat ini dibombardir, kelaparan, dan tinggal di kamp-kamp pengungsian,” tegasnya.

Beliau mengajak umat Islam untuk mengambil pelajaran dari Nabi Ibrahim dengan memperkuat tilawah Al-Qur’an, semangat berdakwah, dan berkontribusi dalam perjuangan umat.

HMS08704Ketua Dewan Pembina Yayasan, dr. Suleiman Omar S. Qush, turut memberikan refleksi mendalam. Ia menekankan pentingnya mengenalkan kisah Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. kepada anak-anak sebagai bagian dari pendidikan keimanan dan keteladanan.

“Ya, anak ini saya akan sembelih karena Allah Ta’ala,” ucapnya menirukan kisah Nabi Ibrahim. “Ini bukan hanya cerita, tapi pelajaran tentang keimanan dan pengorbanan yang harus kita teladani bersama dari kisah keluarga Nabi Ibrahim as.” lanjut beliau. Beliau menjelaskan singkat kisah Ismail dengan Ibrahim kepada seluruh jamah, sebagai pelajaran tentang bagaimana bentuk ketaatannya seorang anak terhadap perintah Allah dan ayahnya, bagaimana muamalah seorang anak dengan penuh hormat kepada orang tuanya. Hal ini lah yang menjadi fokus pendidikan di As-Syifa untuk para peserta didiknya, tentang abad dan karakter seorang muslim.

“Alhamdulillah, Target utama As-Syifa berada adalah tarbiyah generasi, tarbiyah keislaman, cinta tanah air, dan pengabdian kepada umat di mana pun berada,” ujarnya.

dr. Suleiman juga menggambarkan As-Syifa sebagai “matahari atau bulan baru di dunia”, yang cahayanya bersumber dari Al-Qur’an, yang senantiasa dibaca, dihafal, dan diajarkan oleh para santri selama 24 jam tanpa henti. Diharapkan hadirnya Yayasan As-Syifa beserta aktifitas dakwah, sosial dan pendidikan di dalamnya dapat terus memberikan dampak positif di masyarakat, sebagaimana Dr. Suleiman selalu mengingatkan kita bahwa seluruh aset Yayasan As-Syifa adalah hasil wakaf umat Islam, yang manfaatnya luas bagi ummat.

Menutup pesannya, dr. Suleiman kembali menyerukan dukungan nyata untuk Palestina. “Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kita kesabaran, ilmu, dan jalan untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza. Jangan pernah lupakan mereka. Niatkan dari sekarang untuk selalu mengambil peran, sekecil apa pun,” tuturnya penuh haru.

Pelaksanaan Shalat ‘Id kali ini bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, tetapi menjadi momentum mempererat ukhuwah islamiyah serta memperdalam makna pengorbanan dan kepedulian dalam Islam. Seusai shalat, jamaah saling bersalaman (mushafahah) sebagai simbol kasih sayang dan persaudaraan. Suasana kian hangat saat dr. Suleiman Omar S. Qush membagikan hadiah kepada anak-anak yang turut hadir, disambut sorak gembira dan senyum bahagia.

Penutup, semoga momen Idul Adha ini menjadi penguat semangat persaudaraan, pengorbanan, dan kepedulian, serta pengingat untuk terus meneladani Nabi Ibrahim AS. dalam keimanan dan amal nyata.

Assyifa Peduli Dorong Semangat Berqurban Lewat Pesantren Ummahat Dzulhijjah

0

Subang – Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melalui Unit Ummahat As-Syifa dan Assyifa Peduli sukses menggelar Pesantren Ummahat Dzulhijjah pada Rabu (4/6/2025) bertepatan dengan 07 Dzulhijjah 1446 H. Acara ini berlangsung di Aula Erdogan, Komplek LTIQ As-Syifa Putri, dan diikuti oleh 1.016 peserta dari berbagai kalangan ibu-ibu komunitas, majelis taklim, guru ngaji, tokoh masyarakat, hingga santri LTIQ.

Dengan mengusung tema “Perempuan Beriman dan Berqurban”, kegiatan ini bertujuan mengedukasi para muslimah agar lebih memahami esensi ibadah qurban sebagai bentuk taqwa kepada Allah SWT, sekaligus menghidupkan amalan-amalan utama di bulan Dzulhijjah.

Penanggung Jawab Kegiatan, Ustadzah Gina Nuraeni menyampaikan bahwa Pesantren ini diadakan untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat, “Pesantren ini kami adakan untuk mengajak dan mengedukasi para ibu agar dapat berqurban dengan niat ibadah dan ketaqwaan kepada Allah. Harapan kami setelah mengikuti acara ini, para peserta mulai menabung qurban dan bersiap menjalankan ibadah terbaik di bulan Dzulhijjah,” ujarnya.

Acara ini diisi oleh pemateri-pemateri inspiratif, di antaranya Ustadz T. Munandar Hilmi yang menyampaikan materi dengan pendekatan psikologis ibu-ibu dan Ustadz Ragil yang membawakan suasana penuh semangat dan reflektif. Peserta sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang dirancang padat dan inspiratif dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIB.

photo 2025 06 04 12 14 35

Tak hanya itu, sesi khusus edukasi qurban dan kepedulian terhadap Palestina turut menjadi perhatian dalam agenda ini. Selain pembekalan ilmu, panitia juga membuka ruang partisipasi berupa penggalangan sedekah untuk agenda syiar Dzulhijjah, termasuk sedekah daging qurban.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa. Meski ini adalah pelaksanaan perdana, kami berharap bisa menjadi agenda tahunan ke depan, sebagai sarana pembinaan ruhiyah dan sosial bagi kaum ibu,” lanjut Ustadzah Gina.

Sebagai penutup, panitia mengajak seluruh ibu-ibu dan masyarakat umum untuk menghidupkan amalan-amalan utama di bulan Dzulhijjah, termasuk memperbanyak dzikir, puasa sunnah, dan tentu saja berqurban.

“Insya Allah, dengan semangat dan edukasi yang benar, para ibu tidak hanya bisa berqurban untuk dirinya, tapi juga menjadi motor penggerak kebaikan di tengah keluarga dan komunitasnya,” pungkas Ustadzah Gina.

As-Syifa Boarding School Subang Gelar Haflatul Wada’, 1.250 Santri Lulus 100%

0

Subang – As-Syifa Boarding School sukses menggelar rangkaian kegiatan Haflatul Wada’ (Perpisahan Santri) tahun ajaran 2024/2025 yang diikuti oleh kurang lebih 1.250 santri dari seluruh jenjang pendidikan. Kegiatan dilaksanakan serentak di tiga lokasi kampus As-Syifa selama empat hari, mulai tanggal 31 Mei hingga 3 Juni 2025.

Kegiatan Haflatul Wada’ ini dilaksanakan dalam rangkaian sebagai berikut :
• SMAIT As-Syifa Jalancagak, SMAIT As-Syifa Wanareja, dan MA As-Syifa Sagalaherang pada tanggal 31 Mei–1 Juni 2025,
• serta SMPIT As-Syifa Jalancagak, SMPIT As-Syifa Wanareja, dan MTs As-Syifa Sagalaherang pada tanggal 2–3 Juni 2025.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara serentak di masing-masing kampus dengan dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyah, Jajaran Manajemen Yayasan, Wali santri, serta Tamu Undangan dari berbagai kalangan.

Dalam salah sambutannya, dr. Sulaeman Omar S. Qush, selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyah, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pencapaian para santri yang berhasil lulus 100% di seluruh jenjang pendidikan.

“Alhamdulillah berhasil tinggi sampai 100%, tidak ada yang kalah, tidak ada yang gagal, dan semoga anak-anak kita selalu sukses dan maju. Kalau lanjut di As-Syifa Alhamdulillah dan kita siap,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan kembali bahwa Yayasan As-Syifa senantiasa siap mendampingi para lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan di unit-unit lanjutan yang berada di bawah naungan As-Syifa.

Haflatul Wada 2025

Perwakilan salah santri kelas 10, Ananda Fakhri AR Ramadhan, dalam pidatonya menyampaikan rasa bangga dan haru kepada para kakak kelas yang akan melanjutkan perjalanan mereka di luar As-Syifa.

“Kakak-kakak adalah panutan dan teladan bagi kami. Terima kasih atas kebersamaan, inspirasi, dan bimbingan selama ini. Kami doakan semoga sukses selalu di jalan yang baru dan senantiasa menjadi pribadi yang rendah hati dan bermanfaat,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu santri lulusan, Ananda Hafizh, mengungkapkan rasa syukur dan bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besar As-Syifa.

“Saya bersyukur bisa belajar di sini. Guru-guru di As-Syifa sangat sabar, unik, dan penuh perhatian. Meskipun banyak tantangan, pengalaman di sini sangat berharga dan tak tergantikan,” tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dan prestasi para santri, kegiatan Haflatul Wada’ juga dirangkaikan dengan pemberian reward (penghargaan) kepada santri yang menunjukkan keunggulan dalam berbagai bidang, baik dalam akademik, Tahfidz, maupun pembinaan kepribadian di lingkungan asrama.

Adapun Haflatul Wada’ bukan hanya menjadi acara penutup, melainkan juga menjadi momentum awal bagi para santri untuk memulai perjalanan baru sebagai generasi pembelajar, pemimpin, dan agen perubahan. Dengan bekal ilmu, karakter, dan nilai-nilai Qurani yang telah ditanamkan, diharapkan para lulusan As-Syifa dapat menjadi insan yang berkontribusi aktif dalam masyarakat serta membawa nama baik almamater di berbagai lini kehidupan.

Hikmah di Balik Nikmat dan Keutamaan Qurban

0

Dalam hidup ini, kita senantiasa dikelilingi oleh limpahan karunia dari Sang Maha Pencipta. Nikmat Allah SWT terbentang luas, meliputi setiap aspek keberadaan kita sebagai makhluk ciptaan-Nya. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Subang, Ust. Dr. Dede Misbahul Alam, M.Pd. saat menjadi pemateri dalam kajian spesial Syiar Dzulhijjah di Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Senin (26/05/2025).

Yang pertama dan utama adalah nikmat iman. Hidayah yang menerangi kalbu, membimbing langkah kita menuju jalan kebenaran. Dengan iman, kita memiliki pedoman hidup yang jelas, mengenal Sang Khaliq, dan menunaikan ibadah dengan penuh keyakinan dan keistiqomahan.

Kemudian, Allah SWT juga mengkaruniakan nikmat ilmu. Melalui ilmu, kita dapat memahami ajaran agama, mengembangkan potensi diri, dan berkontribusi positif bagi sesama. Ilmu menuntun kita menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan dan penciptanya.

“Maka bersyukurlah kita memiliki ilmu sehingga kita bisa bekerja dan bahkan sekaligus memperdalam ilmu di Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah ini, maasyaa Allah keberkahan untuk As-Syifa yang juga memfasilitasi pegawainya untuk tetap memprioritaskan beribadah dan belajar keagamaan yang lebih mendalam.” Ungkapnya.

Tak kalah pentingnya adalah nikmat kesehatan. Fisik yang kuat dan jiwa yang sehat adalah anugerah yang patut kita syukuri. Dengan kesehatan, kita dapat beribadah dengan khusyuk, mencari rezeki yang halal, dan menikmati indahnya dunia ini dalam koridor ketaatan kepada-Nya.

Selanjutnya, Allah SWT melimpahkan nikmat rezeki dan kekayaan. Rezeki yang halal adalah karunia yang memungkinkan kita untuk memenuhi kebutuhan hidup, berbagi dengan sesama, dan menunaikan ibadah. Kekayaan, bukanlah tujuan, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya. Bagaimana kita mengelola harta yang dititipkan, apakah digunakan untuk kebaikan atau justru menjauhkan diri dari-Nya?

Dalam momen menyambut bulan Dzulhijjah yang penuh kemuliaan ini, beliau mengajak para jamaah memfokuskan perenungan pada nikmat rezeki dan kekayaan. Salah satu cara terbaik untuk mensyukuri nikmat ini adalah dengan menunaikan ibadah qurban bagi yang diberikan kemampuan. Qurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan wujud ketaatan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.

“Melalui ibadah qurban, kita meneladani jejak ketaatan Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail A.S. Kita diajarkan untuk mengutamakan perintah Allah di atas segala-galanya. Selain itu, qurban juga menjadi sarana untuk membersihkan harta dan menumbuhkan rasa empati kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Daging qurban yang kita bagikan akan membawa kebahagiaan dan meringankan beban mereka. Siap  berkurban?” Ajak beliau dengan penuh antusias. Jamaah menyahutnya dengan penuh keyakinan untuk mengamalkan ibadah Qurban.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:

“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”

Ayat ini menjadi panggilan bagi setiap muslim yang mampu untuk menunjukkan rasa syukur atas nikmat rezeki melalui ibadah qurban. Mari kita sambut Dzulhijjah dengan niat yang tulus untuk berkurban, sebagai wujud syukur dan ketaatan kepada Allah SWT.

Mari kita tunaikan ibadah qurban, karena qurban bukan cuma soal menyembelih, tapi soal menyampaikan amanah dengan tanggung jawab dan cinta. Yuk, qurban bareng Assyifa Peduli!
Klik sekarang di https://donasi.assyifapeduli.org/