Home Blog Page 12

Wali Band Iringi Solidaritas Warga Subang dalam Aksi Bela Palestina

0

Ribuan warga Subang tumpah ruah di Alun-Alun Kota Subang, Minggu (22/6/2025), dalam rangka mengikuti Aksi Bela Palestina dan Konser Amal yang menghadirkan Wali Band sebagai penutup acara. Musik dan semangat solidaritas berpadu dalam aksi kemanusiaan yang berlangsung sejak pagi hari.

Warga dari berbagai kalangan—pelajar, komunitas, tokoh agama, dan masyarakat umum—hadir membawa atribut dukungan untuk Palestina. Sejak pukul 05.00 WIB, suasana alun-alun sudah dipenuhi oleh peserta yang mengikuti dzikir bersama, orasi kemanusiaan, dan penampilan seni dari pelajar Subang.

Wali Band tampil sebagai bintang tamu utama dalam sesi konser amal. Lagu-lagu bertema religi dan kemanusiaan mereka mampu membangun suasana haru di tengah ribuan peserta. Tanpa banyak orasi, pesan perdamaian dan kepedulian tersampaikan lewat lirik dan alunan musik yang menyentuh.

Konser tersebut juga menjadi bagian dari kampanye donasi untuk membantu rakyat Palestina. Di berbagai titik, panitia dan relawan membuka pos pengumpulan donasi, yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Guna mendukung kelancaran acara, rekayasa lalu lintas dan penataan parkir diterapkan di sejumlah titik strategis, seperti DPRD, belakang Pemda, dan eks Subang Plaza. Aparat kepolisian, dinas perhubungan, dan relawan turut mengawal jalannya kegiatan.

Aksi Bela Palestina dan Konser Amal ini tidak hanya menjadi ajang kepedulian, tetapi juga memperlihatkan kekuatan kebersamaan masyarakat Subang dalam menyuarakan keadilan dan kemanusiaan secara damai dan bermartabat.

Haflah Quran TKIT As-Syifa dalam Balutan Nuansa Palestina, Tanamkan Generasi Cinta Quran dan Karakter Sosial

0

Kamis (19/6) TKIT As-Syifa menggelar Haflah Qur’an di GOR As-Syifa Jalancagak dengan khidmat bernuansa Palestina. Dengan tema “Wahai Palestina, Al-Qur’an Membuatmu Bertahan,” menjadi wujud komitmen TKIT As-Syifa dalam mencetak generasi yang cinta Al-Qur’an dan memiliki empati terhadap sesama, khususnya kepada saudara muslim yang terus berjuang melawan kekejaman Zionis di Palestina.

Acara ini menjadi momen apresiasi terhadap capaian anak-anak dalam menghafal Juz 30 dalam kitab suci Al-Quran. Nampak suasana haru dan bahagia dari para peserta, khususnya orang tua dari 97 murid TKIT As-Syifa. Dari jumlah tersebut, 46 murid diantaranya merupakan anak yang siap melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar.

Kepala TKIT As-Syifa, Ibu Cucuy Setiasih Murni, S.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga terhadap capaian anak-anak. “Mengenalkan Al-Qur’an kepada anak usia dini adalah tantangan yang besar, namun juga merupakan momen awal yang harus dikenang sebagai pengalaman indah. Semoga anak-anak tumbuh menjadi generasi visioner yang mencintai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Divisi Pendidikan dan Pondok Pesantren, Ustadz Abdurahim Casim, M.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi antara rumah dan sekolah, terutama dalam menghadapi tantangan zaman. “Menjadi orang tua dan guru di era sekarang tidaklah mudah, dengan lawan dan pesaing kita adalah teknologi. Maka perencanaan masa depan anak sejak dini, lewat contoh nyata dan keteladanan, adalah langkah tepat untuk membentuk karakter mereka,” tuturnya.

Ketua Forum Orang Tua Murid (FOMG) Tahun Ajaran 2024–2025, Yuli Rahayu, S.Pd., turut menyampaikan apresiasinya dalam sambutan. “Waktu terasa berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin kami mengantar anak-anak ke sekolah dengan penuh kekhawatiran. Kini, kami melihat mereka tampil percaya diri dan berani, berkat peran besar para guru yang luar biasa,” ucapnya haru.

Puncak acara berlangsung meriah dengan sejumlah penampilan bakat dan hiburan seperti drama tematik tentang perjuangan rakyat Palestina. Lewat penampilan ini, anak-anak belajar meneladani keteguhan, kepedulian, dan semangat perjuangan melalui perspektif yang sesuai dengan usia mereka.

STIQ As-Syifa Lakukan Kunjungan Balasan ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila

0

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada 24 April 2025, Sekolah Tinggi Ilmu al-Qur’an (STIQ) As-Syifa melakukan kunjungan balasan ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pancasila, Kamis (19/6). Kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) yang baru dibuka di STIQ As-Syifa.

Delegasi STIQ As-Syifa dipimpin oleh Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Dr. K.H. Lalu Agus Pujiartha, M.A., dan Ketua STIQ As-Syifa, Dr. Sofyan Puji Pranata, M.Ag,. Rombongan juga terdiri dari para wakil ketua, kepala P3M, kaprodi, dan dosen STIQ As-Syifa.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan FEB Universitas Pancasila yang dipimpin oleh Dekan, Dr. Harnovinsah, S.E., M.Si., Ak., CA., Cert. IPSAS, bersama Wakil Dekan II, Ketua dan Sekretaris Program Doktor Ilmu Ekonomi, serta Direktur Kerjasama dan Hubungan Kelembagaan.

Pertemuan juga dihadiri oleh Prof. Dr. Suratno, S.E., M.M., Ak., CA., yang merupakan inisiator kerja sama dan jamaah umrah melalui As-Syifa Travel. Tidak ketinggalan, Prof. Dr. Veithzal Rivai Zainal, pakar ekonomi Islam dan penulis buku nasional, memberikan inspirasi dan dukungan pengembangan bidang ekonomi Islam di FEB Universitas Pancasila.

Dalam pertemuan ini, kedua institusi membahas peluang kolaborasi jangka panjang, terutama dalam pengembangan SDM Yayasan As-Syifa dan masyarakat Kabupaten Subang melalui pendidikan pascasarjana di Universitas Pancasila. FEB siap memberikan dukungan akademik, penelitian, dan pembinaan mahasiswa.

Usai pertemuan, delegasi STIQ berkesempatan mengunjungi Market Day dan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia yang menjadi laboratorium kewirausahaan dan investasi mahasiswa FEB UP.

Acara ditutup dengan ramah tamah, sesi foto bersama, dan salat Dzuhur berjamaah. Kunjungan ini menandai awal sinergi baru antara pendidikan berbasis nilai Qur’ani dan profesionalisme ekonomi yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.

Elshifa Radio Raih Penghargaan Penggiat Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup Subang

0

Subang – Elshifa Radio menerima penghargaan sebagai Penggiat Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif Elshifa Radio dalam menyuarakan isu-isu lingkungan dan mengedukasi masyarakat melalui program siaran.

Kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut dilaksanakan pada Kamis, 19 Juni 2025, bertempat di Aula Pemda Subang.

Dalam kesempatan tersebut, Elshifa Radio dinilai konsisten menyampaikan pesan-pesan pelestarian lingkungan melalui program siarab berbasis peduli lingkunga.

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Elshifa Radio untuk terus menghadirkan konten yang berdampak serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan Subang yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Puncak GHALINDU 2025 : SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja Raih Predikat Sekolah Adiwiyata

0

SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Subang pada Puncak Gebyar Hari Lingkungan Hidup Dunia (GHALINDU) Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen As-Syifa dalam menerapkan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan dan mewujudkan generasi yang peduli terhadap lingkungan sejak dini.

Program Adiwiyata merupakan program yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia ini dimaksudkan untuk mendorong sekolah di seluruh Indonesia agar berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Program Adiwiyata juga bertujuan untuk menciptakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan sehingga seluruh kegiatan sekolah tidak hanya menghasilkan prestasi akademik tetapi juga memberikan dampak positif bagi alam sekitar.

Sekolah yang berpartisipasi dalam program Adiwiyata diharapkan untuk menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam proses belajar mengajar, manajemen sekolah, dan aktivitas sehari-hari. Prinsip-prinsip ini meliputi penghematan energi, pengurangan penggunaan plastik, daur ulang sampah, pengelolaan kebersihan lingkungan, serta pengembangan ruang hijau.

Penghargaan Adiwiyata ini menjadi bukti dan komitmen Pendidikan dan Pondok Pesantren di As-Syifa Boarding School Subang yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik tetapi juga memiliki perhatian khusus pada pendidikan karakter murid dan santrinya, khususnya dalam aspek pelestarian lingkungan hidup.

Cara Assyifa Boarding School Menanamkan Karakter Lewat Ibadah Qurban

0

Ibadah qurban di lingkup Assyifa bukan hanya sekadar ibadah tahunan, melainkan sebuah kurikulum nyata yang dirancang khusus untuk menanamkan akhlaqul karimah pada setiap peserta didiknya. Di balik setiap proses penyembelihan dan distribusi, terdapat nilai pendidikan yang bertujuan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual dan peduli secara sosial.

K.H. Dr. Lalu Agus Pujiartha, M.A., selaku Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, menjelaskan inti dari pendekatan ini. “Kami mengajak seluruh anak didik kami betul-betul mengingat sosok yang sangat bersejarah yang diterangkan dalam Al-Quran sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang baik, Nabi Ibrahim A.S.,” tuturnya. Penekanan pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS ini bertujuan untuk membangun pemahaman dasar tentang makna pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Lebih lanjut, K.H. Dr. Lalu Agus Pujiartha menekankan bahwa tujuan utama Assyifa dalam melibatkan murid secara aktif dalam proses qurban adalah menanamkan karakter. “Target utama As-Syifa adalah tarbiyah generasi, tarbiyah keislaman, cinta tanah air, dan pengabdian kepada umat di mana pun berada,” tegasnya. Melalui pengalaman langsung, santri diharapkan dapat menginternalisasi nilai-nilai ini, bukan hanya sebagai teori semata.

Proses pendidikan ini dimulai jauh sebelum Hari Raya Idul Adha. Santri diajak dalam Dauroh Udhiyah (pelatihan qurban) yang diselenggarakan bersama Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Subang. Dauroh ini tidak hanya mengajarkan teknis handling dan penyembelihan hewan qurban sesuai syariat, tetapi juga menggali makna spiritual di baliknya. “Dauroh Udhiyah dihadirkan untuk memaknai kembali nilai pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan. Karena qurban bukan hanya tentang hewan, tapi tentang hati. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ma’idah: 27: ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa’,” jelas beliau, mengutip landasan Al-Quran.

Dari kegiatan ini, santri juga diajarkan tentang adab dan karakter seorang muslim yang sejati. “Ini adalah pelajaran tentang bagaimana bentuk ketaatan seorang anak terhadap perintah Allah dan ayahnya, bagaimana muamalah seorang anak dengan penuh hormat kepada orang tuanya. Hal inilah yang menjadi fokus pendidikan di As-Syifa untuk para peserta didiknya, tentang adab dan karakter seorang muslim,” pungkas K.H. Lalu.

Respon para santri terhadap keterlibatan mereka dalam proses qurban ini sangat antusias. “Alhamdulillah mereka sangat antusias, karena menjadi momen berharga bagi mereka bisa belajar menyembelih hingga distribusi ke masyarakat,” tambahnya. Ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan berbasis pengalaman yang diterapkan oleh Assyifa berhasil menumbuhkan semangat belajar dan berkontribusi pada diri para santri.

Dengan demikian, Assyifa membuktikan bahwa perayaan Idul Adha bisa lebih dari sekadar momentum seremonial. Assyifa adalah sekolah yang mengajarkan nilai-nilai luhur pengorbanan, keikhlasan, empati, dan ketaatan, membentuk generasi yang siap berkhidmat untuk umat.