Subang – Sebanyak 76 Mahasantri mengikuti Wisuda XI Lembaga Tahfizh dan Ilmu Al-Qur’an (LTIQ) As-Syifa Tahun 2109 yang digelar di Gelanggang Olahraga As-Syifa Al-Khoeriyyah, Sabtu (27/07/2019).

Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, KH. Abdullah Muadz dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Wisudawan/ti atas pencapaiannya selama masa belajar di LTIQ dan apresiasinya kepada Orangtua/ Wali mahasantri yang telah mempercayakan pendidikan putra/putrinya di LTIQ As-Syifa.

“Teruslah muroja’ah, jangan putus belajar dan asah terus kemampuan, pakai Alqur’an dalam keseharian sehingga setelah ini Mahasantri bisa menjadi Problem Solver dalam pesatnya perkembangan zaman yang demi waktu akan semakin banyak tantangan serta permasalahan”, Ujar beliau dalam lanjutan sambutannya.

Sambutan kedua disampaikan oleh H. Deden Ahmad Nasrullah, Lc, selaku Kepala Bagian Pondok Pesantren di Kementrian Agama Kabupaten Subang. Dalam sambutannya H. Deden Ahmad Nasrulloh menyampaikan bahwa salah satu program dari Kemenag adalah “SADESA” dimana harapannya di Kabupaten Subang setiap satu desa minimal mencetak satu orang penghafal Al-Quran.

Sambutan lainnya disampaikan oleh H. Nana Mulyana selaku Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Subang mewakili Bupati Subang. Nana Mulyana menyampaikan bahwa pemerintah Subang telah menerbitkan salah satu kebijakan melalui Peraturan Bupati (PERBUP) tentang “Subang Mengaji” dimana harapannya setiap jam 6 sore sampai jam 8 malam di masyarakat Subang riuh dengan suara-suara lantunan ayat suci Al-Quran. Ia juga menyampaikan bahwa Bupati Subang telah menerbitkan kebijakan Gerakan Shalat Dzuhur Berjamaah untuk para pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Subang. “Setiap 10 menit sebelum adzan dzuhur berkumandang di kantor pemerintahan Kabupaten Subang akan berbunyi sirene yang menandakan bahwa seluruh pegawai untuk menghentikan segala aktifitasnya dan segera berangkat ke mesjid.” Ujarnya.

Pada kegiatan wisuda kali ini menghadirkan salah satu Guru Besar di Kementrian Agama Republik Indonesia yaitu Prof. DR. Ahsin Sakho Muhammad, Lc, M.A. Selain guru besar Kemenag RI, beliau juga merupakan Dosen Institut Ilmu Al-Quran Jakarta. Dalam orasinya Prof. DR Ahsin menyampaikan bagaimana mulia dan istimewanya Al-Quran serta istimewanya para penghafal Al-Quran. “Otak seorang penghafal Al-Quran itu akan selalu “hangat” ibarat mesin mobil yang selalu di hangatkan setiap pagi, bagaimana jadinya sebuah mobil yang tidak dihangatkan mesinnya dalam periode tertentu maka akan cepat rusak”, ujarnya.

Kegiatan Wisuda XI ini dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah KH. Abdullah Muadz, M.Sc, Jajaran Pengurus Yayasan As-Syifa, Perwakilan Pemda Subang, Perwakilan Kemenag Kab. Subang, Kepala Desa Tambakmekar, Ketua MUI Tambakmekar serta tentunya para orang tua/ wali mahasantri Wisudawan/wati.

Kegiatan wisuda di tutup dengan pemberian penghargaan kepada masing-masing 3 orang mahasantri putra dan putri berprestasi, yang dipersembahkan oleh As-Syifa Peduli.

#Assyifa
#LTIQAssyifa
#GenerasiQuran

Di Bulan Ramadhan 1440 Hijriyah ini menjadi sejarah lahirnya generasi baru dari kampus peradaban, As-Syifa Boarding School, Subang. Wisudawan Putra angkatan ke-VII (Foresight) dan Putri angkatan ke-VIII (Endeavor) SMAIT As-Syifa telah sukses dilaksanakan pada Sabtu (11/5/2019) dan Ahad (12/5/2019) akhir pekan lalu.

Wisudawan periode 2018/2019 ini berjumlah 259, terdiri dari 127 putra dan 132 putri. Diantara ratusan wisudawan ini terdapat sederet nama yang telah menyumbangkan prestasi selama di sekolahnya, baik di bidang akademik dan non-akademik. Bahkan hingga akhir, mereka masih berjuang mencapai prestasi terbaiknya, diantaranya ada 22 orang hafidz dan hafidzoh. Kemudian ada sejumlah lainnya meraih nilai Ujian Nasional (UN) Sempurna dengan nilai 100, diantaranya 2 orang di mata pelajaran Bahasa Indonesia, 3 orang di mata pelajaran Biologi dan 1 orang di mata pelajaran Fisika.

Ustadz Dwi Widjayanto selaku Wks. Kurikulum SMAIT As-Syifa Boarding School menjelaskan, dengan digelarnya wisuda angkatan ke tujuh dan delapan ini, berarti As-Syifa telah mencetak lebih dari 2000 orang generasi penerus yang telah berkiprah di dunia kerja dalam berbagai bidang, maupun yang meneruskan jenjang pendidikannya di Perguruan Tinggi Favorit di dalam dan luar negeri.

Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, K.H. Abdullah Muadz menyatakan, ini merupakan pembuktian bahwa generasi baru yang terlahir dari Assyifa merupakan generasi yang mampu berdikari dan berkarakter dan harapan masa depan ummat di masa yang akan datang, ada pada generasi penoreh peradaban ini.

Kampus peradaban SMPIT As-Syifa Boarding School, Subang sukses menggelar Wisuda Angkatan IX dan XI pada hari Sabtu (18/5/2019) bagi wisudawan Putra, dan hari Ahad (19/5/2019) bagi wisudawan Putri, di Gelanggang Olahraga Kampus As-Syifa Boarding School Jalancagak, Subang. Sejumlah tamu undangan dari unsur Muspida, Muspika, Pembina dan Pengawas serta Jajaran Pengurus Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, sejumlah perusahaan dari mitra As-Syifa, turut hadir menyaksikan acara ini.


Bertema “Menyambut Kebangkitan Islam dengan Ilmu, Iman dan Amal”, Kepala Sekolah SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak, Ust. Farhan Muhammad, L.c, memaknainya dengan sebuah penjelasan bahwa wisuda Ghuroba dan Galaxy –julukan angkatan- ini merupakan pembuktian dari lahirnya generasi penerus yang banyak memberi prestasi baik akademik maupun non-akademik. Proses pencapaian berbagai prestasi ini tentu tidak mudah, mengingat pendidikan berbasis boarding memiliki segudang jadwal yang cukup menyita waktu mereka saat masih duduk di bangku sekolah yang menuntut kegigihan dan ketekunan ekstra.

Sebagai wujud apresiasi, As-Syifa memberikan berbagai reward yang dipersembahkan melalui As-Syifa Awards dengan sejumlah kategori, diantaranya reward Umroh bagi siswi atas nama Faizha Shifa Medina.Putri daerah yang berasal dari Jalan Raya Cipeundeuy RT 18 RW 06 Desa/Kec. Cipeundeuy Kabupaten Subang, Jawa Barat ini telah banyak menyumbang sederet prestasi akademik bagi sekolah serta berhasil meraih prestasi tahfidz dengan capaian tertinggi 30 Juz.

Menurut para guru dan teman-temannya, Faizha patut mendapat prestasi dan apresiasi tersebut. Sebab ia dinilai sebagai pribadi yang rajin, pintar, sederhana dan ramah, yang tentu mencerminkan nilai-nilai keteladanan. Ada pula Fakih Aufa Wibowo, wisudawan putra asal Bekasi yang juga meraih capaian Tahfidz 30 Juz.

Pihak As-Syifa berpesan agar para wisudawan senantiasa mengamalkan ilmu dan prestasi yang telah didapat serta menebar kebermanfaatan di tengah masyarakat. Proses dalam mencapai prestasi ini tujuan utamanya bukanlah capaian juara, tapi justru dakwah dimanapun mereka berada pembuktian bahwa didikan selama di Assyifa dapat diimplementasikan saat mereka menjadi duta prestasi di luar sana. Barakallah.

Sahabat, Alhamdulillah ASWAJA ( As Syifa Wanareja) telah menyelenggarakan kegiatan Tarhib Ramadhan dengan Tema :

” Mengupas Kiat Mengoptimalkan Diri dalam Menyambut Ramadhan ”

Dengan Narasumber & Sub Pembahasan :

1. Ustzh Rita Kurniasih , A.M.Keb ( Kepala As Syifa Medika) — Kiat tetap sehat dan bugar dibulan Ramadhan

2. Ust Bambang Tri Hardiono , SP ( Ketua ODOJ Subang ) — ‘Kebelet’ Baca Qur’an dibulan Ramadhan

3. Ust Gozali Sudirjo Lc ( Kepala SMAIT Aswaja / Founder Referensi Muslim ) — Fiqih Ibadah Ramadhan


–LET’S PREPARE, SAHABAT! SAMBUT RAMADHAN DENGAN ISTIMEWA–

Terimakasih untuk Bapak/Ibu Donatur yg telah Menyalurkan ZISWAF Ramadhan nya Melalui As Syifa Peduli, Semoga Allah senantiasa melimpahkan Keberkahan dan Pahala Terbaik untuk Para Donatur sekalian

Rekening Donasi Zakat Fitrah dan Infaq Ramadhan 🇲🇨🇲🇨

🏦 Syariah Mandiri
di no Rek : 702.0373.061
atas nama As Syifa Peduli

As Syifa Peduli

” Berbagi Kepedulian Menebar Senyuman ”

Subang, 27 Oktober 2018

Keinginan manusia sudah tentu ingin menjadi pribadi lebih baik minimal untuk pribadi dan akan lebih baik bisa menebar manfaat bagi orang lain, nampak suasana serius dengan rona wajah yang dag dig dug.

Itu hanyalah salah satu dari penampakan seleksi babak penyisihan pada Ajang As-Syifa Teacher Festival (ATF) yang di selenggarakan oleh Bagian Pengembangan Kurikulum Yayasan As-Syifa dalam rangka meningkatkan kompetensi dan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, Menurut Ust Heri Sugiyanto, M. Pd selaku ketua pelaksana ATF pada tahun ini di gelar ajang perlombaan buat PTK (Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) dilingkungan Bidang Pendidikan As-Syifa dengan kategori Lomba.

1.Olimpiade Guru (Buat Guru Akademik)

2.MHQ (Buat Guru Tahfidz)

3.Wali Asrama Terbaik (Untuk Wali Asrama/Musyrif)

4. Service Excellent (Untuk tim Operator dan Staff)

5. Puisi dan Cerpen (Untuk seluruh PTK)

Event Tahunan ini diharapkan agar setiap civitas akademika memiliki jiwa yang siap fastabikul khoirot, siap selalu meng upgrade diri dan bisa memberikan inspirasi bagi orang lain, Selama ini tidak hanya murid-murid As-syifa saja yg bs memiliki daya saing dan bisa menjadi juara, guru pun harus memiliki semangat yang sama, karena sejatinya dibalik murid yang berprestasi pasti ada guru yang hebat dalam membimbing dan melatihnya.Karya Inovasi adalah yang di tunggu sehingga bisa memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkah.

Red :FR

Sejak tahun 2015 ditetapkan sebagai hari santri nasional, tepatnya tanggal 22 oktober, ini merupakan peringatan yang memberikan apresiasi kepada kaum santri dan megingatkan kembali bangsa Indonesia terhadap jasa dan rantai perjuangan kaum kiai dan santri dalam kemerdekaan bangsa Indoensia, antara lain KH. Hasyim Asy’ari yang merupakan salah satu tokoh yang mendirikan Nahdatul Ulama, KH. Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, A.Hassan dari Persis, Ahmad Soorhati dari Al-Irsyad, dan Abdul Rahman dari Matlaul Anwar. Sejarah mencatat terkait perjuangan kaum kiai dan santri dalam dalam melawan penjajahan dan memerdekakan bangsa ini salah satu yang fenomenal adalah ketika KH Hasyim Asya’ri mengeluarkan resolusi jihad“ membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap orang”. Resolusi jihad yang dicetuskan pada tanggal 22 Oktober pada tahun 1945 di Surabaya untuk mencegah dan menghalangi kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA. Seruan jihad itulah yang di kobarkan untuk membakar semangat para santri Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Kita mengetahui bagaimana sejarah perjuangan pahlawan nasional KH Zainal Mustofa dan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Sukamanah yang begitu gigih melawan penjajah jepang dan menjadikan pesantren dan santri-santrinya sebagai benteng pertahanan. Pasukan “berani mati” yang terdiri dari santri dan warga telah terbukti bagian dari semangat nasionalismenya, dan pada akhrinya tidak sedikit yang gugur sebagai syuhada dan KH Zainal Mustofa sudah terbiasa mendapat ancaman, intimidasi dan keluar masuk penjara menjadi kebiasaannya, akan tetapi sedikitpun tidak melunturkan semangat juang membela NKRI .

Selain itu kita mengenal Pahlawan Nasional yang masyhur berasal dari pesantren atau ulama antara lain Pangeran Diponegoro dan Panglima Jenderal Sudirman, mereka berjuang gigih dalam kemerdekaan Indonesia dengan menjadikan landasan agama menjadi modal dan semangat mengobarkan juang terhadap rakyat dan pasukannya. Dengan jelas bahwa bangsa ini banyak berhutang terhadap ulama dan santri , sehingga hal yang sangat miris ketika ada yang berpandangan bahwa antara agama dan negara harus di pisahkan, bahkan kita tahu bahwa Pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) sangat takut dan menjadikan Ulama dan pesantren sebagai musuh utama dan terbukti tidak sedikit para kiyai dan santri di bunuh dengan sadis, banyak pesantren dan masjid di bakar tanpa belas kasihan.

Makna dan Santri Masa Kini

Secara umum kita mengetahui bahwa santri adalah panggilan untuk sesorang yang sedang menimba ilmu pendidikan agama islam selama kurun waktu tertentu dengan jalan menetap di sebuh pondok. Adapun secara definisi kalau melihat kontek kekinian sangat beragam dan debatebel. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah kata santri berarti (1) orang yang mendalami agama Islam; (2) orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh (orang yang saleh); (3) Orang yang mendalami pengajiannya dalam agama islam dengan berguru ketempat yang jauh seperti pesantren dan lain sebagainya. Pendapat lain pun bermunculan seperti contoh ada suatu pendapat yang mengatakan makna santri adalah bahasa serapan dari bahasa inggris yang berasal dari dua suku kata yaitu sun dan three yang artinya tiga  matahari. Matahari adalah titik pusat tata surya berupa bola berisi gas yg mendatangkan terang dan panas pada bumi pada siang hari. Sebagaimana kita ketahui matahari adalah sumber energi tanpa batas, matahari pula sumber kehidupan bagi seluruh tumbuhan dan semuanya dilakukan secara ikhlas oleh matahari. namun maksud tiga matahari dalam kata Sunthree adalah tiga keharusan yang dipunyai oleh seorang santri yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Ada juga yang menyebut, santri diambil dari bahasa ‘tamil’ yang berarti ‘guru mengaji’ ini adalah pendapat Prof. Dr. Zamakhsyari Dhofier yang mengutip pendapat Prof. Johns. Cliford Geertz menduga, bahwa pengertian santri mungkin berasal dan bahasa sansekerta ‘shastri’, yang berarti ilmuan Hindu yang pandai menulis, yang dalam pemakaian bahasa modern memiliki arti yang sempit dan arti yang luas. Dalam arti sempit, ialah seorang pelajar yang belajar disekolah agama atau yang biasa disebut pondok pesantren, sedang dalam arti yang lebih luas, santri mengacu pada bagian anggota penduduk Jawa yang menganut Islam dengan sungguh-sungguh, yang bersembahyang ke masjid pada hari Jumat, dan sebagainya. Pada akhirnya para ahli berbeda pendapat dan tidak menemukan titik kesepakatan terkait makna santri. Hal ini disebabkan karena luasnya makna dan sudut pandang. Dalam hal ini bisa muncul pertanyaan Santri apa, yang mana dan bagaimana?. Sebagai contoh Ada istilah santri profesi, dan ada santri kultur. ‘Santri Profesi’ adalah mereka yang menempuh pendidikan atau setidaknya memiliki hubungan darah dengan pesantren. Sedangkan ‘Santri Kultur’ adalah gelar santri yang disandangkan berdasarkan budaya yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Dengan kata lain, bisa saja orang yang sudah mondok di pesantren tidak disebut santri, karena perilakunya buruk. Dan sebaliknya, orang yang tidak pernah mondok di pesantren bisa disebut santri karena prilakunya yang baik. Dari segi metode dan materi pendidikan, kata ‘santri’ pun dapat dibagi menjadi dua. Ada ‘Santri Modern’ dan ada ’Santri Tradisional’, Seperti halnya juga ada pondok modern dan ada juga pondok tradisional.

Sedang dari segi tempat belajarnya, ada istilah ‘santri kalong’ dan ‘santri mukim’. Santri kalong adalah orang yang berada di sekitar pesantren yang ingin menumpang belajar di pondok pada waktu-waktu tertentu tanpa tinggal di asrama pesantren. Sedangkan santri mukim ialah santri yang menuntut ilmu di pesantren dan tinggal di asrama pesantren (kobong). Dari segi waktu juga ada santri kilat hanya berdurasi dalam ukuran minggu dan bulan ada juga santri yang cukup panjang dalam menempuh lama pendidikan bisa dalam kurun waktu tahunan.

Terlepas dari semua itu yang terpenting adalah makna yang terkandung di dalamnya. Siapapun orang yang mempelajari ilmu agama Islam (memiliki kapasitas yang mumpuni) dan dipakai untuk membela agamanya demi kemaslahatan ummat terlepas mereka berhak menyandang santri atau bukan yang jelas ini merupakan fenomena kekinian yang ada ditengah kita semua. Dunia teknologi pun hadir mewarnai cara orang memperoleh ilmu pengetahuan, bisa membantu menjadikan alternatif tambahan dalam berguru, lingkup tempat dan suasana yang di dapatkan.

Dewasa ini kapasitas santri sudah berkembang bukan hanya fokus menguasai ilmu agama Islam (Syariah) saja melainkan bertransformasi menjadi ahli dalam bidang sains dan teknologi sehingga outputnya pun sangat beragam ada yang menjadi ahli fiqh dan menguasai ilmu ekonomi atau sebaliknya ada yang menjadi dokter dan hafal Al-Quran 30 juz  sebagaimana dicontohkan ulama pada zaman dulu dan terkenal di dunia, antara lain Ibnu Sina, Al-Khawarizmi dan Ibnu Kholdun. Mereka tidak hanya pandai dalam hal menguasai Ilmu kedokteran, Matematika dan Ekonomi melainkan merekapun sebagai ulama yang menguasai ilmu agama Islam dan hafal Al-Quran.

Feri Rustandi
(Alumni Santri PPI 76 Garut dan Guru di As-Syifa Boarding School Subang)

alshicharity.com, Subang – Sebanyak 58 Mahasantri mengikuti Wisuda X Lembaga Tahfizh dan Ilmu Al-Qur’an (LTIQ) As-Syifa Tahun 2108 yang di selenggarakan di Gedung Aula Yusuf As-Syifa Al-Khoeriyyah, Subang, Sabtu (08/09/2018).

Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, KH. Abdullah Muadz dalam sambutannya menyampaikan Ucapan Selamat kepada seluruh Wisudawan/ti atas pencapaiannya selama masa belajar di Lembaga Tahfizh dan Ilmu Al-Qur’an dan Ucapan Terima kasih kepada Orangtua/ Wali mahasantri yang sudah mempercayakan pendidikan Putra/putrinya di LTIQ As-Syifa.

“Teruslah muroja’ah, jangan putus belajar dan asah terus kemampuan, pakai Alqur’an dalam keseharian sehingga setelah ini Mahasantri bisa menjadi Problem Solver dalam pesatnya perkembangan zaman yang demi waktu akan semakin banyak tantangan serta permasalahan”, Ujar beliau dalam lanjutan sambutannya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Mohammad Sopiandi, S.Ag, selaku Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Subang menyampaikan ucapan selamat serta rasa bangga kepada setiap Wisudawan/ti dan berpesan agar setiap ilmu yang sudah didapatkan di LTIQ As-Syifa ini bisa menjadi Manfaat dalam kehidupan bermasyarakat nantinya. Dan Beliau juga sedikit mengulas bahwa ketika kita berbicara akan pesantren, suatu tempat pendidikan bisa disebut sebagai pesantren jika memenuhi syarat antara lain Ada Kiyai sebagai tokoh dipesantren, Minimal terdapat 15 santri muqim, terdapat asrama, serta mesjid atau sarana belajar.

Adapun sambutan terakhir disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Dr. Sulaeman Omar S. Qush yang menyampaikan juga ucapan terima kasih kepada segenap Orang tua/ wali Mahasantri serta Wisudawan/ti yang sudah selesai menempuh masa belajarnya, beliau mengutarakan Puji Syukur kehadirat Allah karena awal dimulai dari 2003 dengan Mahasantri yang hanya 10 santri, pada saat ini sudah bertambah sampai dengan ratusan.

Pada kesempatan sama, beliau mengutarakan “Insya Allah saat ini kami sedang merencanakan pembangunan Komplek Tahfizh baru yang nantinya bisa menampung lebih banyak lagi Mahasantri Lembaga Tahfizh dan Ilmu Al-Qur’an As-Syifa kedepannya, komplek tersebut kami namakan Komplek Recep Tayyip Erdoğan dan kedepannya minimal pendaftaran bisa menerima 600 santri per angkatannya.

Alhamdulillah kegiatan Wisuda X ini berjalan dengan lancar, dimana dalam prosesi yang berjalan dengan khidmat ini ditutup dengan kegiatan Parade Tasmi Al-Qur’an oleh Ananda Shidiq, Zilmuntzar, dan Harun Rasyid yang membacakan Q.S Al-Mulk ayat 1-selesai  serta pemberian penghargaan kepada Wisudawan/ti berperetasi.

Kegiatan Wisuda X ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Dr. Sulaeman Omar S. Qush, Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeiriyyah KH. Abdullah Muadz, M.Sc, Jajaran Pengurus, Orangtua / Wali Mahasantri, Perwakilan Kemenag Kab. Subang, Perwakilan MUI Kab. Subang, Perwakilan Polsek Jalancagak, Perwakilan Koramil Cijambe, Kepala Desa Tambakmekar, Ketua MUI Tambakmekar, Perwakilan Bank Syariah mandiri, serta Perwakilan Bank Muamalat Indonesia.

Sabtu Pagi (21/7/2018) As-Syifa Tour & Travel Menggelar Reuni Bersama Puluhan Alumnus Jamaah Umroh As-Syifa Tour & Travel sejak Angkatan Pertama Hingga Saat Ini yang merupakan Angkatan Ke Sepuluh Bertempat di Aula Yusuf Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah Subang.
 
Acara yang dipandu Oleh Ustadz Asep Iman Nugraha Ini dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah K.H. Abdullah Muadz, M.Sc, Direktur As-Syifa Tour & Travel H. Teguh Muhammad Firdaus, Lc, serta puluhan Tamu Undangan yang merupakan Alumni Jamaah Umroh As-Syifa.
 
Dalam Event tersebut As-Syifa Tour & Travel memutar Film Pendek kegiatan Umroh As-Syifa Sebagai Ajang Nostalgia saat melakukan perjalanan Ibadah ke Tanah Suci, dengan tujuan untuk membangkitkan kembali semangat beribadah ke Tanah Suci. Panitia juga menghadirkan K.H Lalu Agus Pujiartha, Ma. untuk memberikan Motivasi Umroh Dan Syi’ar Baitullah.
 
As-Syifa Tour & Travel yang berada di bawah Pimpinan H. Teguh Muhammad Firdaus, Lc Selaku Direktur, sengaja mengadakan Reuni Alumni Jamaah sebagai moment untuk mempererat Tali Silaturrahim Antar Jemaah yang pernah berangkat bersama ke Tanah Suci dengan menggunakan Layanan Haji dan Umroh As-Syifa Tour & Travel.
 
Saat Ini As-Syifa Tour & Travel tengah meningkatkan Kualitas Pelayanan dengan menyediakan berbagai keunggulan yang diberikan kepada para Calon Jemaah Umroh. Bersama As-Syifa Tour & Travel para calon Jemaah Umroh diberikan kepastian berupa kepastian Travel yang Berizin Umrah Resmi, Kepastian Harga dan Paket Layanan, Kepastian Hotel dan Visa Jemaah serta Kepastian Jadwal Keberangkatan dan penerbangannya.
 
Setiap tahunnya Jamaah yang berangkat ke Tanah Suci bersama As-Syifa Tour & Travel menunjukkan peningkatan yang Konsisten dan Signifikan. Hal Ini Terbukti dengan tingginya Animo Alumni Jemaah yang terlihat saat gelaran Reuni yang dicanangkan sebagai Event Rutin Tahunan ini.
 
Sebagai wujud terimakasih Pihak As-Syifa Tour & Travel Kepada Para Alumni, Panitia Memberikan Grand Prize Berupa Tabungan Umroh Senilai Rp. 3.500.000,- Kepada Alumni Yang Memenangkan Doorprize Serta Sejumlah Bngkisan Menarik Bagi Alumni Yang Aktif Dialog Saat Acara Berlangsung .
Perwakilan Alumni Jemaah pun memberikan apresiasi positif terhadap As-Syifa Tour & Travel yang memiliki Bertagline “Membimbing Anda Sampai Ke Tanah Suci” Ini. Diharapkan As-Syifa Tour And Travel Dapat Terus Tumbuh Dan Berkembang Memberikan Pelayanan Terbaik Dalam Mendampingi Ibadah Menuju Tanah Suci. [Humas_Assyifa]
 
Mari Bergabung Bersama kami dalam memenuhi panggilan ke Tanah Suci, bersama As-Syifa Tour & Travel.
 
*** Kontak As-Syifa Tour & Travel : Ustadz Cepi – 0853 1882 3822 (Telepon/sms/whatsapp)

SMPIT Assyifa Boarding School kembali membawa harum nama Assyifa Boarding School dan Kabupaten Subang dalam Ajang KMNR (Kompetisi Matematika Nalaria dan Realistik) Se-Indonesia yang dilaksanakan oleh KPM di Ancol – Jakarta.

Dimana dalam ajang KMNR ini SMPIT Assyifa mengirimkan 11 Perwakilannya untuk mengikuti babak penyisihan yang dilaksanakan di Subang pada tanggal 17 Desember 2017, dan babak semifinal di Bandung pada tanggal 04 Februari 2018.

Alhamdulillah, pada babak Final sendiri yang dilaksanakan hari ini, Ahad (15/04/2018) Assyifa Boarding School yang diwakili 11 Murid, salah satunya Ananda Faiza Shifa Media berhasil mendapatkan Medali Perak KMNR Se-Indonesia.

Barakallah kepada Ananda Faiza Shifa Fedina kelas VIII dan seluruh jajaran Ustadz/dzah yang telah memberikan support yang luar biasa. Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bersama untuk wasilah prestasi-prestasi berikutnya. Aamiin.. #Asbosch #AssyifaJuara

Alhamdulillah wa Barakallah kami ucapkan kepada Bidang/Unit Keuangan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah yang terpilih sebagai Bagian/Unit dengan Indeks Kinerja Terbaik bulan Februari 2018…

Semoga apresiasi kinerja ini menjadi motivasi bersama untuk semakin meningkatkan kinerja dan peran Bagian/Unit serta Civitas Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menuju ke arah yang lebih Baik.

#UnitIndeksTerbaik
#Keuangan
#HRDAssyifa
#HumasAssyifa
#Assyifa
#Februari