Dalam rangka meningkatkan Persamaan dan rasa persatuan, khususnya dalam bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Forum Pusat Kerja Gugus Kabupaten Way Kanan Propinsi Lampung melaksanakan Kegiatan Kunjungan Studi Wisata ke Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Jumat (16/11/2018).

 

Kegiatan ini pun secara langsung diterima oleh Ketua III Bidang Kerumahtanggan Ustadzah Hj. Lulu Ludiawaty, S.Psi. M.M, Ketua TKIT As-Syifa Ustadzah Sri Wahyuningsih S.IP beserta seluruh staff pengajar Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) As-Syifa.

Adapun Kegiatan kunjungan ini dalam rangka study banding dan memperkenalkan kegiatan pendidikan di Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah yaitu pada jenjang TKIT As-Syifa kepada seluruh peserta kegiatan. Dimana sebanyak 155 Peserta dari lingkup Kepala Sekolah serta beberapa Guru Gugus Kabupaten Way Kanan Propinsi Lampung mengikuti kegiatan ini.

Semoga dengan dilaksanakan kegiatan kunjungan ini, menjadi jalan bersama dalam mengkaryakan ilmu dan pengalaman dalam membangun pendidikan indonesia terutama dalam pendidikan anak usia dini dan kunjungan ini pun bisa menjadi jalan silaturahim untuk kedepannya. Aamiin. [Humas-Assyifa]

Ribuan Murid PAUD mengikuti Manasik Haji di As-Syifa Al-Khoeriyyah
Sebanyak kurang lebih 1.500 peserta Anak TK – PAUD se-Kabupaten Subang, Sabtu (15/09) melaksanakan kegiatan Manasik Haji yang diselenggarakan oleh TKIT As-Syifa bertempat di Gedung Olahraga (GOR) As-Syifa Boarding School, Subang, Jawa Barat.
 
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana untuk memberikan pelajaran terhadap anak usia dini tentang tata cara melaksanakan kegiatan Ibadah Haji yang benar saat berada di tanah suci nanti.
 
Seperti terlihat di lokasi kegiatan Manasik sendiri, sejak awal kegiatan semua anak-anak laki sudah diarahkan memakai sehelai kain putih yang dililitkan pada badan dan bahu, Begitu juga anak-anak perempuan, semuanya memakai pakaian serba putih dan kerudung berwarna putih agar nuansa dan kegiatan ini bisa langsung dirasakan oleh semua peserta.
 
Adapun secara teknis, pengelompokkan peserta dilaksanakan berdasarkan asal TK – PAUD masing-masing peserta yang selanjutnya dipanggil untuk melaksanakan rangkaian demi rangkaian kegiatan manasik haji.
 
Alhamdulillah kegiatan Manasik Haji ini berjalan dengan lancar, tertib, dan para peserta yang mengikuti kegiatan manasik terihat gembira serta khidmat dalam melalui proses manasik haji dari satu tahap ke tahapan lainnya.
#ManasikHaji
#TKITAssyifa
#AssyifaTourTravel
#YukBerhaji

🔊 ASSYIFA BOARDING SCHOOL SUBANG – JAWA BARAT
Mengundang para pendidik sejati bergabung membangun peradaban robbani, mengisi posisi strategis sebagai :

👨‍🏫 GURU :
1). Bimbingan & Konseling
2). Matematika
3). Bahasa Indonesia
4). Bahasa Inggris
5). Bahasa Arab
6). IPA Terpadu
7). IPS Terpadu
8). Geografi
9). Sosiologi
10). TIK
11). PJOK
12). Tahfidz
13). Wali Asrama

👨🏻‍💻 STAFF :
14). Keuangan
15). Litbang
16). HRD
17). Admin/ TU
18). Pustakawan
19). Produksi Radio
20). Humas Wilayah
21). Marketing Assyifa Peduli

👷🏼‍♂ OPERATOR :
22). Kasir/ Pramuniaga
23). Pengasuh TPA/ Daycare
24). Maintenance
25). Dapur/ Chef
26). Driver
27). CS/ OB
28). Security

🗂 KELENGKAPAN UPLOAD BERKAS :
1). KTP
2). Curiculum Vitae/ CV
3). Legalisir Ijazah dan Transkrip Nilai
4). Pas Photo berwarna 4×6
5). Surat Referensi Tokoh/ Ulama
6). RPP bagi Guru
7). Sertifikat Keahlian lainnya

👥 Registrasi : s.d. 10 April 2018
🖥 Tes Tulis Online : 1 – 14 April 2018
🗣 Praktik & Wwncara : 28 April 2018
📑 Pengumuman : 5 Mei 2018

🗒 SYARAT DAN KETENTUAN :
Informasi Lengkap dan Pendaftaran di website karir.alshifacharity.com

Pendaftaran ONLINE, tidak menerima berkas maupun email.

Informasi lebih lanjut hubungi :
ELVA (081259224154 / WA 085659667118)

Alhamdulillah wa Barakallah kami ucapkan kepada Bidang/Unit Keuangan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah yang terpilih sebagai Bagian/Unit dengan Indeks Kinerja Terbaik bulan Februari 2018…

Semoga apresiasi kinerja ini menjadi motivasi bersama untuk semakin meningkatkan kinerja dan peran Bagian/Unit serta Civitas Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menuju ke arah yang lebih Baik.

#UnitIndeksTerbaik
#Keuangan
#HRDAssyifa
#HumasAssyifa
#Assyifa
#Februari

Kamis, 22 Februari 2018. Diawali dengan niat memperluas jaringan dan pengembangan , rombongan Manajemen Pendidikan Yayasan As-Syifa bertolak ke Kantor JSIT Pusat di Depok. Menurut Ketua Rombongan dan selaku Kabag Pengembangan Kurikulum Bapak Feri Rustandi, S.Pd, Kami berkunjung ke Kantor JSIT dengan motivasi berniat untuk mempererat silaturahim dan menambah wawawan terkait pengembangan kurikulum mengingat As-Syifa Boarding School sudah memulai membuka kampus baru dan akan terus berkembang. Alhamdulilah kami diterima oleh pengurus JSIT Pusat salah satu nya Ust Suhartono, M.Pd selaku Sekertaris Jenderal dan Usth Shintawati, S.Si,M.Pd Selaku Kadep Penjaminan Mutu, sedangkan rombongan dari bidang pendidikan yang berkesempatan ikut adalah Ust Feri Selaku Kabag Pengembangan Kurikulum dan staf Pengembangan kurikulum. Ust Rizal Anshorudin, S.Pd selaku kepsek SMPIT, Ust Sri W, S.IP selaku Kepsek TKIT dan perwakilan pimpinan SMPIT As-Syifa Wanareja dan SMAIT As-Syifa Jalancagak.


Banyak hal yang di diskusikan dari mulai sharing pengelolaan kurikulum dengan segala permasalahan dan tantangannya sampai kepada wacana kerjasama sinergi program dalam pengadaan Buku Pelajaran. Alhamdulillah dimulai Tahun ajaran 2017-2018 As-Syifa Boarding School berhasil membuat Buku Pelajaran karya Guru-guru As-Syifa Sendiri dan pada tahun ini hanya di pakai untuk kalangan internal sekolah.


Tindak lanjut dari pertemuan tersebut akan membuahkan program-program kerjasama dan pembinaan dari JSIT Sebagai induk organsisasi Sekolah Islam Terpadu di Seluruh Indonesia.Semoga dengan kegiatan ini mengokohkan Visi Pendidikan As-Syifa sebagai sekolah Rujukan di Indonesia.

Siapa Pahlawan Siapa Penjahat

Westerling adalah tokoh yang dianggap pahlawan oleh masyarakat Belanda, sebaliknya ia adalah penjahat besar untuk bangsa Indonesia. Gorge W Bush adalah pahlawan, setidaknya bagi 85% rakyat Amerika, tetapi dianggap penjahat oleh sebagian rakyat Irak, setidaknya 900.000 keluarga korban tewas akibat pembantaian.. Xanana Gusmao adalah seorang tokoh pahlawan bagi masyarakat Timor Leste, sebaliknya pernah dipenjara oleh pemerintah Indonesia. Begitu pula Presiden pertama RI Bpk Ir. Soekarno. adalah tokoh proklamator sekaligus pahlawan, tetapi oleh Belanda telah berkali-kali dipenjarakan.

Perbedaan pandangan itu karena memakai kacamata Nasionalisme masing masing. Nasionalisme itu bersumber dari sebuah padangan masyarakat kumpulan manusia yang pasti punya cara pandang masing-masing, maka hasilnya menjadi relative.

Pahlawan Dalam Arti Sempit

Bagi seorang yang sedang sakau maka pahlawan bagi mereka adalah para pemasok dan pengedar narkoba. Bagi seorang pemabuk, maka boss yang mentraktir minuman itulah yang jadi pahlawan. Bagi orang-orang miskin maka orang semodel Robinhood itu juga bisa manjadi pahlawan. Bagi para mucikari/germo, juga pengusaha diskotik, maka para pembacking yang biasanya terdiri dari aparat itu sebagai pahlawan. Seorang pemuda yang menampung uneg-uneg seorang gadis ketika terjadi masalah keluarga, sehingga sang gadis bertambah dendam terhadap orang tuanya dan semakin sejuk dengan sang pemuda, itu bisa dianggap pahlawan bagi si gadis (lihat status-status di BBM).

Maka pengertian pahlawan disini adalah siapa saja yang menjadi pembela kepentingan seseorang itulah dia, terlepas bentuk kepentingan apa saja, tidak perlu lihat halal haram lagi.
Sebaliknya perbuatan sebaik apapun jika ada orang lain yang merasa kepentingannya terancam, akan ada saja yang memusuhi bahkan dianggap penjahat atau lebih dari itu. Sebaik apapun akhlaq yang telah ditunjukan oleh Rasulullah SAW, sampai sampai pujiannya langsung datang dari Allah SWT : “Sesunggguhnya Engkau (wahai Muhammad) memang memiliki akhlaq yang sangat Agung “, tetap saja ada yang memusuhi, bahkan dari kalangan keluarganya sendiri. Karena ada orang yang merasa kepentingannya terancam. Apalagi kita yang bukan nabi, lebih wajar kalau yang membenci itu lebih banyak lagi.

Resiko yang dihadapi oleh Rasulullah SAW adalah berbagai teror mental, dituduh orang gila, tukang sihir sampai upaya penganiyaan fisik. Berbagai ujian cobaan, tantangan, rintangan, hambatan, gangguan, silih berganti bertubi-tubi silih berganti tak pernah berhenti menimpa diri Nabi. Mulai dari peleparan kotoran unta, penimpaan batu besar, pengeroyokan, upaya pemboikotan, sampai upaya-upaya pembunuhan.

Soal Kepentingan dan Standar Nilai

Kalau ukuran berjasa, membantu dan menolong menurut kepentingan perorangan, kelompok, suku, sampai pada bangsa dan negara, bisa dipastikan akan menemukan hasil yang relatif. Sehingga harus ada standar yang universal. Sementara sentdar universal itu biasanya dikaitkan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Lagi-lagi jika pendangan kemunisaan itu menurut pribadi, kelompok dan golongan pasti akan berbeda lagi. Sehingga tidak akan pernah menemukan kebenaran yang hakiki dalam memandang nilai kemanusiaa.

Bagi akal yang sehat seharusnya berfikir bahwa yang paling pantas membuat standar nilai kemanusiaan adalah Sang Pencipta Manusia itu sendiri. Maka nilai kemanusiaan tidak bisa dilepas dengan setandar yang dimiliki oleh Allah SWT sebagai Pencitpta manusia. Selanjutkan kita bisa menentukan ukurang berjasa atau tidak seseorang jika dia berhasil ikut mengangkat nilai-nilai kemanusian dan nilai-nilai kebenaran.

Jadi Pahlawan itu Siapa ?
“Pahlawan” adalah sebuah kata benda. Secara etimologi kata “pahlawan” berasal dari bahasa Sanskerta “phala”, yang bermakna hasil atau buah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.
Pahlawan adalah seseorang yang berpahala yang perbuatannya berhasil bagi kepentingan orang banyak. Perbuatannya memiliki pengaruh terhadap tingkah laku orang lain, karena dinilai mulia dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat bangsa atau umat manusia.
Jika kita memakai kata kunci “ Kebenaran dan Pahala” maka tidak mungkin ada standar lain keculai tata nilai yang bersumber dari Sang Pencipta (Khalik) sebagai sumber kebenaran. Akal sehat kita menuntut bahwa Sang Pencipta pasti yang paling tahu barang ciptaanya senidri, maka Dialah yang paling pantas dan berhak menurutkan sumber tata nilai untuk makhluq manusia sebagai ciptaannya.
Seorang pejuang dan pahlawan dalam Islam, adalah seorang yang hanya ingin cari muka dihadapan Allah SWT, hanya ingin perhatian dan penilaian dihadapan Allah SWT, jika hanya pandangan manusia akan sangat relative sifatnya. Satu bilang si fulan pahlawan semantara yang lainnya bilang si fulan itu penjahat. Bararti seorang pejuang harus tegar “tidak takut celaan orang-orang yang suka mencela” (Q.S Al-Maidah (5) ayat : 54.

Hari ini para pejuang akan berhadapan dengan nafsu liar manusia yang dibacking oleh penguasa dan pengusaha yang terus mengeksploitasi nafsu jalang dan liar manusia, sambil terus dikipas-kipas oleh syaithan laknatullah, kemudian dihias oleh sarana dan prasarananya, serta dipercantik oleh ilmu pengetahuan dan teknologinya. Makin banyak orang yang terkapar tidak berdaya, tidak sedikit juga para tokoh agama yang akhirnya ikut bungkam, entah karena takut atau karena gaptek.

Siapa yang berani mengatakan bahwa : “Kuis berhadiah melalui SMS yang tarifnya diatas normal itu Judi”..? Siapa yang berani mengatakan bahwa acara pildacil itu ada unsur judinya..? Siapa yang berani mengatakan bahwa sekarang ini hiburan sudah sangat Over Load..? Siapa yang mampu melihat bahwa kondisi pelajar kita sudah sangat memprihatinkan, dari aspek orientasinya, motivasinya, visi misinya, akhlaqnya, pergaulannya, serta sikap dan keperibadiannya.

Pertanyaan tersebut diatas mempunyai resiko tinggi bagi siapa saja yang mau manjawab dengan jujur. Sebab akan berhadapan dengan banyak orang dan kepentingan, juga mungkin tidak sedikit tokoh agama yang juga sudah terlanjur ikut menikmati, sehingga takut “Kaburo Maqtan” ( Q.S Asshaaf (61) ayat : 2-3.

Seorang ayah yang telah memelihara anak dari bayi, begitu menyayangi dan mencintai anaknya, hanya karena latar belakang pendidikan yang kurang, maka cara mengekspresikan kasih sayang dan cintanya berbeda dengan keinginan anak. Banyaknya perintah dan larangan membuat sianak salah faham, timbulah kebencian kepada orang tuanya. Saat itulah datang pemuda ganteng yang menampung semua uneg-unegnya, menawarkan berbagai kebebasan, serta membuka jendela hatinya sambil bersedia menjadi soulmate nya. Jadilah pemuda itu sebagai pahlawan dimata gadis tersebut.

Padahal tidak sedikit laki-laki yang hanya menginginkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Pertolongan yang diberikannya pun hanya alokasi khusus kepada orang-orang tertentu yang menjadi sasaran tembaknya. Kepincutlah si anak jadilah si Pemuda yang tidak pernah ngasih makan dan merawat dari kecil menjadi pahlawan serta arjuna bagi si gadis yang merasa nyaman terhadap pemuda tadi. Pilu hati si ayah ketika anaknya lebih percaya kepada orang lain dari pada orang tuanya sendiri.

Tak kalah pilunya nasib guru, terlebih-lebih guru agama. Dari segi urgensi tidak begitu dianggap oleh pemerintah terlihat dalam implementasi kurukulum, membawa dampak pelajaran agama diremehkan oleh para siswa. Sisi lain jam pelajaran yang kurang, sehingga berdampak kurangnya pelajaran aqidah yang begitu penting dalam membentuk pandangan hidupnya. Sisi lain lagi pelajaran agama lah yang banyak berbenturan dalam realitas kehidupan sehari-hari, karena apa yang ditampilkan di Televisi misalnya lebih banyak pertentangannya. Sementara masih ada sebagaian guru agama dengan keterbatasannya belum menguasi metode mengajar yang menarik. Maka guru agamalah yang dianggap paling banyak perintah dan larangan. Paling cerewet, ngebetein, menyebalkan dan paling banyak mengekang.

Sementara ada guru lain atau karyawan yang punya pandangan agak permisif, mempunyai kemempaun berkomunikasi dengan baik, menjadi tempat bernaungnya anak-anak, tempat yang dianggap menyejukan. Jika tidak ada lingkungan yang kondusif serta tidak ada upaya perbaikan kualitas dan keterampilan guru-guru agama, maka jadilah guru agama seolah seolah sperti penjahat dan guru lain yang menganut kebebasan seperti pahlawan, di mata para siswa..

Saat inilah dibutuhkan para pejuang bermental baja, yang punya ketegaran jiwa, kekokohan mental, berani tampil, tidak takut celaan manusia, karena takunya hanya kepada Allah SWT, dan hanya ingin menjadi Pahlawan hanya di hadapan Allah SWT.

alshifacharity.com | Lebih dari 250 Peserta mengikuti kegiatan Tes Onsite Hari Ke-3 pada Ahad, 05 November 2017. Kegiatan Tes meliputi Wawancara anak, Tes baca Al-Qur’an dan presentasi orang tua. Tes non akademik ini dilaksanakan di 2 lokasi sekaligus, di Kampus As-Syifa Boarding School Wanareja dan As-Syifa Boarding School Jalancagak. Peserta berdatangan dari berbagai Kota, ada dari Subang, Bandung, Jakarta, Bekasi, Tanggerang, dan beberapa ada yang dari luar pulau jawa serta luar negeri.

Peserta terlihat begitu antusias dan penuh persiapan untuk mengikuti tes kali ini. Sejak pukul 06.30 peserta tes sudah mulai berdatangan, bahkan ada yang sudah sampai di Subang 1 hari sebelum pelaksanaan tes.
Kegiatan Tes Onsite baru mulai dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB dengan sebelumnya peserta mengambil nomor urut antrian Tes untuk pemanggilan Tes yang akan dilakukan.

 

Adapun pelaksanaan Tes Onsite ini masih terus berlanjut pelaksanaannya setiap hari Minggu sampai dengan tanggal 31 Desember 2017, yang bertepatan dengan waktu penutupan penerimaan murid baru tahun pelajaran 2018-2019. Bagi Ayah dan Bunda yang sudah mendapatkan jadwal Tes Onsite (Wawancara & Tes Al-Qur’an) bisa mempersiapkan waktu dan persiapannya dimulai dari sekarang, dan bagi Ayah dan Bunda juga yang belum mendaftarkan putra/putrinya tetap ditunggu ya sampai bulan desember nanti di http://pmb.assyifa-boardingschool.sch.id
#AssyifaBoardingSchool
#Asbosch
#PMBAssyifa2018
#GenerasiCerdas
#GenerasiBertaqwa
#GenerasiBerkarakter
#GenerasiVisioner

alshifacharity.com | Selamat kepada para pemenang lomba Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyah melalui bagian Research & Development (R&D). Kegiatan lomba Penelitian Tindakan Kelas kali ini mengambil tema “ PTK sebagai wahana pengembangan kemampuan berfikir Ilmiah dan peningkatan kualitas mengajar kepada peserta didik”

Berikut nama-nama pemenang lomba PTK As-ssyifa Tahun 2017 :
Juara 1 : Ibu Nenden chiarun nisa, S.Si dengan judul penelitian “Peningkatan Prestasi Belajar Murid Melalui Model Kontekstual Berbantuan Alat Peraga Pada Bangun Ruang Sisi Datar Di Smp Kelas VIII Maryam SMPIT Assyifa”

Juara 2 :  Ibu Rani Rahman, S.Pd, dengan judul penelitian “Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Dengan Teknik Mind Mapping Berbantu Media Gambar Dikelas X Ipa 3 Putra SMAIT”

Juara 3 : Ibu Ely Yanti, S. Pd AUD, dengan judul penelitian “Upaya Meningkatkan Kedisplinan Anak Dalam Pembiasaan Shalat Dhuha Melalui Metode Point Reward Pada Siswa Kelompok B TKIT As-Syifa”

Dan Uuara harapan I : Bapak Rikki Faisal H, S.Pd, dengan judul penelitian “Penggunaan Metode Reciprocal Teaching Pada Siswa Kelas Xi Smait As-Syifa Boarding School Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Drama Dan Kemandirian Siswa”

Selain kepada para pemenang lomba, apresiasi juga diberikan kepada Tuti Rina Lestari, M.Pd dan Sri Maryani, M.Pd sebagai peserta lomba PTK 2017.

Sekali lagi barokalloh kepada para pemenang lomba PTK 2017, semoga kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi guru-guru yang lain untuk bisa berkarya dan berinovasi pada bidangnya masing-masing.

Suasana Musyawarah Kerja III Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyah

Suasana Musyawarah Kerja III Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyah

.

Yayasan As-Syifa telah melaksanakan Musyawarah Kerja III (MUKER III) yg berlangsung pada hari senin sampai dengan hari selasa (20/12/2016) di aula assuwediy . Muker III tersebut dihadiri oleh sekitar 30 orang yang terdiri dari unsur Dewan Pengawas, Pengurus Yayasan, Ketua Bidang, Kepala Bagian, dan Kepala Unit. Salah satu point penting yang menjadi pembahasan di MUKER III selain menyusun Rencana Strategis, Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Belanja Yayasan adalah, bagaimana menyusun langkah-langkah strategis untuk menjadikan lembaga Assyifa menjadi lembaga terdepan di tingkat Nasional pada Tahun 2019.