Kampus peradaban SMPIT As-Syifa Boarding School, Subang sukses menggelar Wisuda Angkatan IX dan XI pada hari Sabtu (18/5/2019) bagi wisudawan Putra, dan hari Ahad (19/5/2019) bagi wisudawan Putri, di Gelanggang Olahraga Kampus As-Syifa Boarding School Jalancagak, Subang. Sejumlah tamu undangan dari unsur Muspida, Muspika, Pembina dan Pengawas serta Jajaran Pengurus Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, sejumlah perusahaan dari mitra As-Syifa, turut hadir menyaksikan acara ini.


Bertema “Menyambut Kebangkitan Islam dengan Ilmu, Iman dan Amal”, Kepala Sekolah SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak, Ust. Farhan Muhammad, L.c, memaknainya dengan sebuah penjelasan bahwa wisuda Ghuroba dan Galaxy –julukan angkatan- ini merupakan pembuktian dari lahirnya generasi penerus yang banyak memberi prestasi baik akademik maupun non-akademik. Proses pencapaian berbagai prestasi ini tentu tidak mudah, mengingat pendidikan berbasis boarding memiliki segudang jadwal yang cukup menyita waktu mereka saat masih duduk di bangku sekolah yang menuntut kegigihan dan ketekunan ekstra.

Sebagai wujud apresiasi, As-Syifa memberikan berbagai reward yang dipersembahkan melalui As-Syifa Awards dengan sejumlah kategori, diantaranya reward Umroh bagi siswi atas nama Faizha Shifa Medina.Putri daerah yang berasal dari Jalan Raya Cipeundeuy RT 18 RW 06 Desa/Kec. Cipeundeuy Kabupaten Subang, Jawa Barat ini telah banyak menyumbang sederet prestasi akademik bagi sekolah serta berhasil meraih prestasi tahfidz dengan capaian tertinggi 30 Juz.

Menurut para guru dan teman-temannya, Faizha patut mendapat prestasi dan apresiasi tersebut. Sebab ia dinilai sebagai pribadi yang rajin, pintar, sederhana dan ramah, yang tentu mencerminkan nilai-nilai keteladanan. Ada pula Fakih Aufa Wibowo, wisudawan putra asal Bekasi yang juga meraih capaian Tahfidz 30 Juz.

Pihak As-Syifa berpesan agar para wisudawan senantiasa mengamalkan ilmu dan prestasi yang telah didapat serta menebar kebermanfaatan di tengah masyarakat. Proses dalam mencapai prestasi ini tujuan utamanya bukanlah capaian juara, tapi justru dakwah dimanapun mereka berada pembuktian bahwa didikan selama di Assyifa dapat diimplementasikan saat mereka menjadi duta prestasi di luar sana. Barakallah.

Subang, 27 Oktober 2018

Keinginan manusia sudah tentu ingin menjadi pribadi lebih baik minimal untuk pribadi dan akan lebih baik bisa menebar manfaat bagi orang lain, nampak suasana serius dengan rona wajah yang dag dig dug.

Itu hanyalah salah satu dari penampakan seleksi babak penyisihan pada Ajang As-Syifa Teacher Festival (ATF) yang di selenggarakan oleh Bagian Pengembangan Kurikulum Yayasan As-Syifa dalam rangka meningkatkan kompetensi dan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, Menurut Ust Heri Sugiyanto, M. Pd selaku ketua pelaksana ATF pada tahun ini di gelar ajang perlombaan buat PTK (Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) dilingkungan Bidang Pendidikan As-Syifa dengan kategori Lomba.

1.Olimpiade Guru (Buat Guru Akademik)

2.MHQ (Buat Guru Tahfidz)

3.Wali Asrama Terbaik (Untuk Wali Asrama/Musyrif)

4. Service Excellent (Untuk tim Operator dan Staff)

5. Puisi dan Cerpen (Untuk seluruh PTK)

Event Tahunan ini diharapkan agar setiap civitas akademika memiliki jiwa yang siap fastabikul khoirot, siap selalu meng upgrade diri dan bisa memberikan inspirasi bagi orang lain, Selama ini tidak hanya murid-murid As-syifa saja yg bs memiliki daya saing dan bisa menjadi juara, guru pun harus memiliki semangat yang sama, karena sejatinya dibalik murid yang berprestasi pasti ada guru yang hebat dalam membimbing dan melatihnya.Karya Inovasi adalah yang di tunggu sehingga bisa memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkah.

Red :FR

Sejak tahun 2015 ditetapkan sebagai hari santri nasional, tepatnya tanggal 22 oktober, ini merupakan peringatan yang memberikan apresiasi kepada kaum santri dan megingatkan kembali bangsa Indonesia terhadap jasa dan rantai perjuangan kaum kiai dan santri dalam kemerdekaan bangsa Indoensia, antara lain KH. Hasyim Asy’ari yang merupakan salah satu tokoh yang mendirikan Nahdatul Ulama, KH. Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, A.Hassan dari Persis, Ahmad Soorhati dari Al-Irsyad, dan Abdul Rahman dari Matlaul Anwar. Sejarah mencatat terkait perjuangan kaum kiai dan santri dalam dalam melawan penjajahan dan memerdekakan bangsa ini salah satu yang fenomenal adalah ketika KH Hasyim Asya’ri mengeluarkan resolusi jihad“ membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap orang”. Resolusi jihad yang dicetuskan pada tanggal 22 Oktober pada tahun 1945 di Surabaya untuk mencegah dan menghalangi kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA. Seruan jihad itulah yang di kobarkan untuk membakar semangat para santri Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Kita mengetahui bagaimana sejarah perjuangan pahlawan nasional KH Zainal Mustofa dan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Sukamanah yang begitu gigih melawan penjajah jepang dan menjadikan pesantren dan santri-santrinya sebagai benteng pertahanan. Pasukan “berani mati” yang terdiri dari santri dan warga telah terbukti bagian dari semangat nasionalismenya, dan pada akhrinya tidak sedikit yang gugur sebagai syuhada dan KH Zainal Mustofa sudah terbiasa mendapat ancaman, intimidasi dan keluar masuk penjara menjadi kebiasaannya, akan tetapi sedikitpun tidak melunturkan semangat juang membela NKRI .

Selain itu kita mengenal Pahlawan Nasional yang masyhur berasal dari pesantren atau ulama antara lain Pangeran Diponegoro dan Panglima Jenderal Sudirman, mereka berjuang gigih dalam kemerdekaan Indonesia dengan menjadikan landasan agama menjadi modal dan semangat mengobarkan juang terhadap rakyat dan pasukannya. Dengan jelas bahwa bangsa ini banyak berhutang terhadap ulama dan santri , sehingga hal yang sangat miris ketika ada yang berpandangan bahwa antara agama dan negara harus di pisahkan, bahkan kita tahu bahwa Pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) sangat takut dan menjadikan Ulama dan pesantren sebagai musuh utama dan terbukti tidak sedikit para kiyai dan santri di bunuh dengan sadis, banyak pesantren dan masjid di bakar tanpa belas kasihan.

Makna dan Santri Masa Kini

Secara umum kita mengetahui bahwa santri adalah panggilan untuk sesorang yang sedang menimba ilmu pendidikan agama islam selama kurun waktu tertentu dengan jalan menetap di sebuh pondok. Adapun secara definisi kalau melihat kontek kekinian sangat beragam dan debatebel. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah kata santri berarti (1) orang yang mendalami agama Islam; (2) orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh (orang yang saleh); (3) Orang yang mendalami pengajiannya dalam agama islam dengan berguru ketempat yang jauh seperti pesantren dan lain sebagainya. Pendapat lain pun bermunculan seperti contoh ada suatu pendapat yang mengatakan makna santri adalah bahasa serapan dari bahasa inggris yang berasal dari dua suku kata yaitu sun dan three yang artinya tiga  matahari. Matahari adalah titik pusat tata surya berupa bola berisi gas yg mendatangkan terang dan panas pada bumi pada siang hari. Sebagaimana kita ketahui matahari adalah sumber energi tanpa batas, matahari pula sumber kehidupan bagi seluruh tumbuhan dan semuanya dilakukan secara ikhlas oleh matahari. namun maksud tiga matahari dalam kata Sunthree adalah tiga keharusan yang dipunyai oleh seorang santri yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Ada juga yang menyebut, santri diambil dari bahasa ‘tamil’ yang berarti ‘guru mengaji’ ini adalah pendapat Prof. Dr. Zamakhsyari Dhofier yang mengutip pendapat Prof. Johns. Cliford Geertz menduga, bahwa pengertian santri mungkin berasal dan bahasa sansekerta ‘shastri’, yang berarti ilmuan Hindu yang pandai menulis, yang dalam pemakaian bahasa modern memiliki arti yang sempit dan arti yang luas. Dalam arti sempit, ialah seorang pelajar yang belajar disekolah agama atau yang biasa disebut pondok pesantren, sedang dalam arti yang lebih luas, santri mengacu pada bagian anggota penduduk Jawa yang menganut Islam dengan sungguh-sungguh, yang bersembahyang ke masjid pada hari Jumat, dan sebagainya. Pada akhirnya para ahli berbeda pendapat dan tidak menemukan titik kesepakatan terkait makna santri. Hal ini disebabkan karena luasnya makna dan sudut pandang. Dalam hal ini bisa muncul pertanyaan Santri apa, yang mana dan bagaimana?. Sebagai contoh Ada istilah santri profesi, dan ada santri kultur. ‘Santri Profesi’ adalah mereka yang menempuh pendidikan atau setidaknya memiliki hubungan darah dengan pesantren. Sedangkan ‘Santri Kultur’ adalah gelar santri yang disandangkan berdasarkan budaya yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Dengan kata lain, bisa saja orang yang sudah mondok di pesantren tidak disebut santri, karena perilakunya buruk. Dan sebaliknya, orang yang tidak pernah mondok di pesantren bisa disebut santri karena prilakunya yang baik. Dari segi metode dan materi pendidikan, kata ‘santri’ pun dapat dibagi menjadi dua. Ada ‘Santri Modern’ dan ada ’Santri Tradisional’, Seperti halnya juga ada pondok modern dan ada juga pondok tradisional.

Sedang dari segi tempat belajarnya, ada istilah ‘santri kalong’ dan ‘santri mukim’. Santri kalong adalah orang yang berada di sekitar pesantren yang ingin menumpang belajar di pondok pada waktu-waktu tertentu tanpa tinggal di asrama pesantren. Sedangkan santri mukim ialah santri yang menuntut ilmu di pesantren dan tinggal di asrama pesantren (kobong). Dari segi waktu juga ada santri kilat hanya berdurasi dalam ukuran minggu dan bulan ada juga santri yang cukup panjang dalam menempuh lama pendidikan bisa dalam kurun waktu tahunan.

Terlepas dari semua itu yang terpenting adalah makna yang terkandung di dalamnya. Siapapun orang yang mempelajari ilmu agama Islam (memiliki kapasitas yang mumpuni) dan dipakai untuk membela agamanya demi kemaslahatan ummat terlepas mereka berhak menyandang santri atau bukan yang jelas ini merupakan fenomena kekinian yang ada ditengah kita semua. Dunia teknologi pun hadir mewarnai cara orang memperoleh ilmu pengetahuan, bisa membantu menjadikan alternatif tambahan dalam berguru, lingkup tempat dan suasana yang di dapatkan.

Dewasa ini kapasitas santri sudah berkembang bukan hanya fokus menguasai ilmu agama Islam (Syariah) saja melainkan bertransformasi menjadi ahli dalam bidang sains dan teknologi sehingga outputnya pun sangat beragam ada yang menjadi ahli fiqh dan menguasai ilmu ekonomi atau sebaliknya ada yang menjadi dokter dan hafal Al-Quran 30 juz  sebagaimana dicontohkan ulama pada zaman dulu dan terkenal di dunia, antara lain Ibnu Sina, Al-Khawarizmi dan Ibnu Kholdun. Mereka tidak hanya pandai dalam hal menguasai Ilmu kedokteran, Matematika dan Ekonomi melainkan merekapun sebagai ulama yang menguasai ilmu agama Islam dan hafal Al-Quran.

Feri Rustandi
(Alumni Santri PPI 76 Garut dan Guru di As-Syifa Boarding School Subang)

SMPIT Assyifa Boarding School kembali membawa harum nama Assyifa Boarding School dan Kabupaten Subang dalam Ajang KMNR (Kompetisi Matematika Nalaria dan Realistik) Se-Indonesia yang dilaksanakan oleh KPM di Ancol – Jakarta.

Dimana dalam ajang KMNR ini SMPIT Assyifa mengirimkan 11 Perwakilannya untuk mengikuti babak penyisihan yang dilaksanakan di Subang pada tanggal 17 Desember 2017, dan babak semifinal di Bandung pada tanggal 04 Februari 2018.

Alhamdulillah, pada babak Final sendiri yang dilaksanakan hari ini, Ahad (15/04/2018) Assyifa Boarding School yang diwakili 11 Murid, salah satunya Ananda Faiza Shifa Media berhasil mendapatkan Medali Perak KMNR Se-Indonesia.

Barakallah kepada Ananda Faiza Shifa Fedina kelas VIII dan seluruh jajaran Ustadz/dzah yang telah memberikan support yang luar biasa. Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bersama untuk wasilah prestasi-prestasi berikutnya. Aamiin.. #Asbosch #AssyifaJuara

alshifacharity.com – Siswa dan siswi SMPIT Nurul Muhajirin Batam melaksanakan Kunjungan Sekolah ke SMPIT As-Syifa Boarding School Subang, Kamis (8/2/2018). Dalam rombongan yang terdiri kurang lebih sekitar 87 orang ini, terdiri dari rombongan Guru dan Murid putra serta putri SMPIT Nurul Muhajirin kelas 1 sampai dengan kelas 3.

Rombongan SMPIT Nurul Muhajirin Batam tiba pukul 08.00 WIB di lokasi dan disambut langsung oleh Kepala SMPIT As-Syifa Boarding School Ustadz Rizal Anshorudin dengan didampingi Kepala Asrama SMPIT Assyifa Ustadz Aas, Kepala Bidang Pengembangan Kurikulum Ustadz Feri Rustandi, dan Kepala Bagian Humas Yayasan Ustadz Asep Iman Nugraha.

Dalam kunjungan ini Kepala Sekolah Nurul Muhajirin Batam menyampaikan tujuan ingin mengenal lebih jauh mengenai Assyifa Boarding School, khususnya meliputi Informasi Kurikulum, metode pembelajaran, dan kegiatan murid SMPIT Assyifa Boarding School dalam kesehariannya.

Adapun dalam pemenuhan tujuan tersebut langsung di paparkan oleh Ustadz Rizal Anshirudin dan Ustadz Feri Rustandi dengan menjelaskan tahap demi tahap proses yang dilakukan di Assyifa Boarding School, dan memandu langsung jalan-jalan keliling wilayah sekolah Assyifa guna menambah informasi terkait sekolah.

Alhamdulillah kegiatan Kunjungan ini berjalan dengan lancar dan tertib, mudah-mudahan dengan adanya silaturahim ini bisa menjadikan jalan silaturahmi bagi SMPIT As-Syifa Boarding School dan SMPIT Nurul Muhajirin untuk sama-sama memajukan pendidikan ke arah yang lebih baik kembali. [Humas-Assyifa]

alshifacharity.com | Gerakan penanaman 20.000 pohon yang dilakukan oleh Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah bekerjasama dengan BPDAS Citarum – Ciliwung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berlangsung di Lingkungan Kampus As-Syifa Boarding School Wanareja Subang, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan, Pengurus Yayasan, Perwakilan Staff dan Pegawai serta Murid SMPIT – SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja.

Penanaman 20.000 pohon ini berlangsung Sabtu (11/11) dimulai pukul 07.30 s.d 12.00 WIB dengan peresmian secara langsung dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina dr. Sulaeman Omar Qush dengan didampingi Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah KH. Abdullah Muadz M.Sc.

Terkait penanaman pohon ini, Ketua Dewan Pembina dr. Sulaeman Omar Qush menyampaikan bahwa menjadi suatu tanggung jawab bersama bagi keluarga besar As-Syifa untuk membantu menjaga lingkungan dan sinergi dengan program pemerintah dalam proses penghijaun lahan dan gerakan penanaman pohon, serta menjadi satu lahan amaliyah ibadah kita dalam memakmurkan alam sebagai bentuk nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Seperti dikutip “Hadits dari Anas r.a. dia berkata: Rasulullah S.a.w. bersabda : Seseorang muslim tidaklah menanam sebatang pohon atau menabur benih ke tanah, lalu datang burung atau manusia atau binatang memakan sebagian daripadanya, melainkan apa yang dimakan itu merupakan sedekahnya “. (HR. Imam Bukhori).

Semoga dengan terlaksananya kegiatan penanaman pohon ini, lingkungan didaerah subang terkhusus lingkungan daerah Kampus As-Syifa Boarding School Wanareja Subang menjadi lingkungan yang Indah, Asri, dan juga rapih serta tercapai suasana lingkungan yang sejuk dan Nyaman. [Humas-Assyifa]

alshifacharity.com | Lebih dari 250 Peserta mengikuti kegiatan Tes Onsite Hari Ke-3 pada Ahad, 05 November 2017. Kegiatan Tes meliputi Wawancara anak, Tes baca Al-Qur’an dan presentasi orang tua. Tes non akademik ini dilaksanakan di 2 lokasi sekaligus, di Kampus As-Syifa Boarding School Wanareja dan As-Syifa Boarding School Jalancagak. Peserta berdatangan dari berbagai Kota, ada dari Subang, Bandung, Jakarta, Bekasi, Tanggerang, dan beberapa ada yang dari luar pulau jawa serta luar negeri.

Peserta terlihat begitu antusias dan penuh persiapan untuk mengikuti tes kali ini. Sejak pukul 06.30 peserta tes sudah mulai berdatangan, bahkan ada yang sudah sampai di Subang 1 hari sebelum pelaksanaan tes.
Kegiatan Tes Onsite baru mulai dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB dengan sebelumnya peserta mengambil nomor urut antrian Tes untuk pemanggilan Tes yang akan dilakukan.

 

Adapun pelaksanaan Tes Onsite ini masih terus berlanjut pelaksanaannya setiap hari Minggu sampai dengan tanggal 31 Desember 2017, yang bertepatan dengan waktu penutupan penerimaan murid baru tahun pelajaran 2018-2019. Bagi Ayah dan Bunda yang sudah mendapatkan jadwal Tes Onsite (Wawancara & Tes Al-Qur’an) bisa mempersiapkan waktu dan persiapannya dimulai dari sekarang, dan bagi Ayah dan Bunda juga yang belum mendaftarkan putra/putrinya tetap ditunggu ya sampai bulan desember nanti di http://pmb.assyifa-boardingschool.sch.id
#AssyifaBoardingSchool
#Asbosch
#PMBAssyifa2018
#GenerasiCerdas
#GenerasiBertaqwa
#GenerasiBerkarakter
#GenerasiVisioner

alshifacharity.com | Kejuaran FPOS Super Cup 2017 yang dilaksanakan 28 Oktober s.d 04 November 2017, menyisakan kenangan membahagiakan bagi Tim Bola Basket SMPIT dan SMAIT As-Syifa Boarding School. Dimana 3 Tim bola basket As-Syifa masuk ke babak Final yang dilaksanakan pada Sabtu, 04 November 2017.


1 Tim SMPIT As-Syifa Boarding School berhasil mewakili As-Syifa di babak Final tingkat SMP yang bertanding melawan SMP Yos Sudarso., pada pertandingan Final pertama ini Tim Bola Basket SMPIT berhasil memangkan pertandingan dengan skor Akhir 61 – 28. Adapun Pada Babak Final berikutnya di Tingkat SMAIT, Tim bola basket As-Syifa A melawan Tim bola basket As-Syifa B mewakili As-Syifa di babak Final SMA yang berhasil membawa Juara I dan Juara II dengan skor akhir 28 – 21.

Alhamdulillah Semoga dengan tambahan Prestasi ini, Tim Bola Basket SMPIT dan SMAIT As-Syifa semakin berjaya dan bisa terus membawa prestasi sampai tingkat yang lebih tinggi kembali. [Humas-Assyifa]

alshifacharity.com | Lomba Guru Berprestasi Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh RnD Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah pada pekan kemarin sudah memasuki babak final seleksi.
 
Tahap Final seleksi diikuti 37 peserta meliputi Guru bidang Akademik, Guru TKIT, Guru Tahfizh, dan Wali Asrama dengan tahap akhir seleksi melakukan Real Teaching / Presentasi Langsung dihadapan Peserta didik dan Dewan Juri.
 
Hasil dari perlombaan Guru Berprestasi ini :
a. Untuk Kategori Guru Akademik, juara pertama diraih oleh Ustadzah Tuti Rina Lestari, M.Pd., kemudian juara kedua didapat Ustadzah Nisa Hanifah, S.Pd., kemudian juara ketiga, Ustadzah Nenden Chiarunnisa, S.Si. dan Juara Harapan 1 diraih oleh Ustadz wandianysah, S.Mat.
 
b. Untuk Kategori Guru Tahfizh, Juara pertama diraih oleh Ustadzah Lina Sofiyati, juara kedua didapat Ustadz Dadan Dani Somarna, dan juara ketiga, Ustadzah Aulia Nurul Fadhillah.
c. Untuk Kategori Wali Asrama, Juara pertama diraih oleh Ustadzah Susan Nopianti, juara kedua didapat Ustadzah Susi, S.Hum, dan juara ketiga, Ustadz Dzikril Khakim.

d. Untuk Kategori TKIT, Juara diraih oleh Ustadzah Cucuy Setiasih Murni, dan penghargaan diberikan kepadaat Ustadzah Ika Sartika, S.Pd TK/I, dan Ustadzah Roro Wahyuni, S.Pd TK/I.

Masing-masing juara ini selain menerima setifikat, juga diberikan uang pembinaan dari Panitia Pelaksana dan Sponsor kegiatan yaitu Bagian Investasi Assyifa (SyifaMart).

Jajaran Kepala Sekolah, Bagian Rnd Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah dan Segenap panitia berharap, dengan lomba Guru Berpreastasi ini dan dengan diangkat tema “Teachers who Love Teaching, Teach Children to love Learning” selain dapat meningkatkan mutu dan pola berkesinambungan dalam proses Belajar dan Mengajar, juga menjadi pengakuan terhadap guru-guru berprestasi yang mengikuti dan terpilih.(Humas-Assyifa)

alshifacharity.com | Seleksi Lomba Guru Berprestasi Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah kembali dilanjutkan di Hari Sabtu, 07 Oktober 2017. Kegiatan yang digagas oleh Rnd Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah ini, mengangkat tema “Teacher Who Love Teaching, Teach Children to Love Leraning”. Dimana pada kegiatan seleksi kali ini sudah memasuki seleksi Tahap ke-II yang diikuti oleh beberapa guru terpilih dari Unit TKIT, SMPIT dan SMAIT.

Adapun pada kegiatan Seleksi Tahap II ini para guru terpilih melakukan praktek Microteaching secara langsung di hadapan para Juri sesuai dengan Bidangnya masing-masing. Para guru terpilih mengikuti dengan seksama dan terlihat antusias dalam Prosesnya, dimana terlihat dengan penuh semangat dan percaya diri ketika menyampaikan materi pilihannya dalam kegiatan Microteaching di Seleksi Tahap II ini.

Alhamdulillah pada keikutsertaan pada seleksi Tahap II ini, terpilih beberapa guru antara lain dari Unit TKIT sebanyak 6 Peserta, Akademik (SMPIT-SMAIT) sebanyak 10 Peserta, Tahfidz (SMPIT-SMAIT) sebanyak 19 Peserta, dan Wali Asrama Sebanyak 12 Peserta. Barokallah kepada para guru terpilih pada seleksi tahap II ini, semoga para guru terpilih bisa melanjutkan ke tahap berikutnya dan kegiatan ini juga bisa menjadi motivasi bagi guru-guru yang lain untuk bisa berkarya dan berinovasi pada bidangnya masing-masing. #LombaGuruBerprestasi #RnDAssyifa