Musibah menimpa salah satu pegawai Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah. Satu unit rumah milik Aldy Kustyandi, bagian Staff IT, di Desa Kumpay, Jalancagak, Subang, ludes terbakar. Beruntung api tak meluas ke rumah tetangga serta tidak ada korban jiwa, hanya orang tua Aldy yang mengalami trauma. Saat ini Aldy beserta keluarga mengungsi di Plat Guest House As-Syifa. Kebakaran terjadi pada Ahad (4/8/2019) malam sekitar pukul 22:27, api diduga berasal dari lilin yang menyala untuk penerangan rumah lantaran terjadi padam aliran listrik, buntut dari gangguan teknis di PLN yang terjadi di Jakarta hingga Jawa Barat.

Petugas Damkar saat melakukan pemadaman di lokasi tadi malam

Peristiwa kebakaran terjadi saat Aldy dan keluarga tengah tertidur dan meninggalkan lilin dalam kondisi menyala diletakkan diatas meja. Saat tersadar, api sudah membesar dan melalap rumahnya. Tidak hanya rumah yang habis, api juga turut menghanguskan dua unit motor, dokumen berharga seperti surat rumah, ijazah dan surat penting lainnya. “Panas pisan sigana nyampe velg motor cuma jadi sakeupeul –red: segumpal tangan” ujar Andry, salah satu pegawai As-Syifa saat menggambarkan kondisi di lokasi kejadian usai membantu proses evakuasi, Senin Pagi (5/8/2019).

Pak Aldy (berbaju hijau) dibantu sejumlah pegawai As-Syifa saat evakuasi puing-puing bangunan yang terbakar

Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah bersama Ketua II Bid. Dakwah dan Sosial, Sekretaris dan Bendahara, beserta rombongan beberapa kepala bagian kesekretariatan dan pegawai As-Syifa lainnya pun turut bergotong royong membantu proses evakuasi. Semoga Pak Aldy dan keluarga senantiasa diberikan kesabaran dan ketabahan, dimudahkan dalam urusannya serta diganti dengan yang lebih baik. Aamiin.

Khoirunnaas anfauhum linnaas. Mari bantu bangun kembali rumah Pak Aldy, klik: http://bit.ly/BantuPakAldy

Subang – Sebanyak 76 Mahasantri mengikuti Wisuda XI Lembaga Tahfizh dan Ilmu Al-Qur’an (LTIQ) As-Syifa Tahun 2109 yang digelar di Gelanggang Olahraga As-Syifa Al-Khoeriyyah, Sabtu (27/07/2019).

Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, KH. Abdullah Muadz dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Wisudawan/ti atas pencapaiannya selama masa belajar di LTIQ dan apresiasinya kepada Orangtua/ Wali mahasantri yang telah mempercayakan pendidikan putra/putrinya di LTIQ As-Syifa.

“Teruslah muroja’ah, jangan putus belajar dan asah terus kemampuan, pakai Alqur’an dalam keseharian sehingga setelah ini Mahasantri bisa menjadi Problem Solver dalam pesatnya perkembangan zaman yang demi waktu akan semakin banyak tantangan serta permasalahan”, Ujar beliau dalam lanjutan sambutannya.

Sambutan kedua disampaikan oleh H. Deden Ahmad Nasrullah, Lc, selaku Kepala Bagian Pondok Pesantren di Kementrian Agama Kabupaten Subang. Dalam sambutannya H. Deden Ahmad Nasrulloh menyampaikan bahwa salah satu program dari Kemenag adalah “SADESA” dimana harapannya di Kabupaten Subang setiap satu desa minimal mencetak satu orang penghafal Al-Quran.

Sambutan lainnya disampaikan oleh H. Nana Mulyana selaku Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Subang mewakili Bupati Subang. Nana Mulyana menyampaikan bahwa pemerintah Subang telah menerbitkan salah satu kebijakan melalui Peraturan Bupati (PERBUP) tentang “Subang Mengaji” dimana harapannya setiap jam 6 sore sampai jam 8 malam di masyarakat Subang riuh dengan suara-suara lantunan ayat suci Al-Quran. Ia juga menyampaikan bahwa Bupati Subang telah menerbitkan kebijakan Gerakan Shalat Dzuhur Berjamaah untuk para pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Subang. “Setiap 10 menit sebelum adzan dzuhur berkumandang di kantor pemerintahan Kabupaten Subang akan berbunyi sirene yang menandakan bahwa seluruh pegawai untuk menghentikan segala aktifitasnya dan segera berangkat ke mesjid.” Ujarnya.

Pada kegiatan wisuda kali ini menghadirkan salah satu Guru Besar di Kementrian Agama Republik Indonesia yaitu Prof. DR. Ahsin Sakho Muhammad, Lc, M.A. Selain guru besar Kemenag RI, beliau juga merupakan Dosen Institut Ilmu Al-Quran Jakarta. Dalam orasinya Prof. DR Ahsin menyampaikan bagaimana mulia dan istimewanya Al-Quran serta istimewanya para penghafal Al-Quran. “Otak seorang penghafal Al-Quran itu akan selalu “hangat” ibarat mesin mobil yang selalu di hangatkan setiap pagi, bagaimana jadinya sebuah mobil yang tidak dihangatkan mesinnya dalam periode tertentu maka akan cepat rusak”, ujarnya.

Kegiatan Wisuda XI ini dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah KH. Abdullah Muadz, M.Sc, Jajaran Pengurus Yayasan As-Syifa, Perwakilan Pemda Subang, Perwakilan Kemenag Kab. Subang, Kepala Desa Tambakmekar, Ketua MUI Tambakmekar serta tentunya para orang tua/ wali mahasantri Wisudawan/wati.

Kegiatan wisuda di tutup dengan pemberian penghargaan kepada masing-masing 3 orang mahasantri putra dan putri berprestasi, yang dipersembahkan oleh As-Syifa Peduli.

#Assyifa
#LTIQAssyifa
#GenerasiQuran

Rabu pagi (24/7/2019) Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menerima kunjungan studi banding dari Yayasan Robithoh yang membawahi SDIT & SMPIT Alamy. Rombongan yang hadir diantaranya Ketua Umum Yayasan Robithoh, Ust. Nurul Fatoni, Ketua Bidang Pendidikan Robithoh, Ust. Totong yang didampingi jajaran pengurus dan staff yayasan.

Kunjungan manajemen ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari manajemen dapur dan catering yayasan khususnya dalam penyajian makan bagi murid-murid di As-Syifa. Kehadiran Yayasan Robithoh disambut baik oleh perwakilan pengurus yayasan yakni Kabag. Rumah Tangga, Eny Nurjanah serta Kanit. Dapur, Yeyen Yeni.

As-Syifa telah mendapat sejumlah kunjungan studi banding Yayasan dan Sekolah, dengan tujuan manajemen yang sama. Hal ini lantaran As-Syifa dinilai sebagai yayasan yang memiliki efektifitas dan efisiensi dalam hal pelayanan, termasuk layanan menyediaan makan bagi murid dan seluruh warga As-Syifa. Hal ini tentu menjadi dorongan bagi kami pihak yayasan untuk mempertahankan serta senantiasa meningkatkan kualitas di segala aspek.

Setelah bakti sosial kesehatan gratis dilaksanakan oleh Klinik As-Syifa di Jalancagak, kini giliran tim klinik Wanareja yang terjun langsung ke tengah masyarakat. Baksos kali ini telah dilaksanakan pagi tadi (Rabu, 24/7/2019) di Balai Musyawarah RW. 02 Dusun Belendung, Desa Belendung, Kecamatan Cibogo, Subang. Seperti tercantum dalam Hadits yang diriwayatkan Ahmad, ath-Thabrani dan ad-Daruqutni, bahwa “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”. Nilai inilah yang menjadi salah satu prinsip dasar bagi Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah dalam menjalankan roda kelembagaannya. Sebagai salah satu Lembaga yang mengutamakan kiprahnya dalam bidang Dakwah dan Sosial, sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk ikut berkontribusi di masyarakat dalam membangun masyarakat yang sehat. Jika jasadiyyahnya sehat, insyaa Allah ruhiyahnya pun sehat dengan menjadikan insan muslim berwawasan, berkarakter mukmin serta bisa bermanfaat bagi ummat.

Kegiatan tersebut ini dihadiri oleh Kepala Dusun Belendung, Agus, mewakili Pemerintahan Desa Belendung. “Alhamdulillah, masyarakat bener-bener terbantu dengan adanya pengobatan gratis ini, mudah-mudahan bisa berlanjut lagi”. Ungkap Agus.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat lebih mempererat sialturrahim antara Yayasan dengan masyarakat sekitar, serta tentu keberadaan Klinik As-Syifa tidak hanya dirasakan oleh warga internal kampus As-Syifa, namun lebih luas dan turut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang sehat jasmani dan teguh rohani.

(Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, K.H. Abdullah Mu’adz saat memberikan sambutan)

Sabtu siang (20/7/2019) Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melalui bagian unit Klinik telah menggelar kegiatan sosialisai gedung baru Klinik Pratama As-Syifa Medika yang beralamat di Jl. Simpang, desa Tambakmekar – Kumpay. Selain warga sekitar turut hadir pula Kades Tambakmekar dan Kades Kumpay sebagai tamu undangan, sedangkan pihak tuan rumah hadir Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Ketua I Bidang Dakwah dan Sosial, serta bendahara yayasan.

Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, K.H. Abdullah Muadz dalam sambutannya mengapresiasi peresmian operasionalisasi gedung baru Klinik Pratama As-Syifa Medika, sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat khususnya sekitar Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.

Kegiatan ini bermaksud memperkenalkan secara luas khususnya kepada warga As-Syifa dan sekitarnya tentang layanan kesehatan yang juga dibuka untuk umum. Semula, gedung Klinik Pratama As-Syifa Medika berada di dalam lingkup kampus As-Syifa dan pelayanannya pun terbatas. Namun Alhamdulillah, kini telah melakukan pengembangan gedung layanan dan direlokasi ke area diluar kampus, sehingga pihak media pun membuka layanan tidak hanya bagi warga As-Syifa, namun lebih luas ke warga khususnya di wilayah sekitar kampus As-Syifa. Klinik Pratama As- Syifa Medika memiliki fasilitas poliklinik, mulai dari poli umum, poli kesehatan ibu dan anak, pelayanan persalinan, farmasi, dan laboratorium.

Dalam kesempatan ini pula, sekaligus digelar kegiatan bakti sosial pelyanan kesehatan serta santunan bagi anak yatim.

(Kabag Humas memberikan sambutan pembuka)

Kamis pagi (17/7/2019) As-Syifa kembali mendapat kunjungan studi banding. Kali ini, tamu yang datang adalah Yayasan Insan Mulia Pringsewu, Lampung. Kedatangan rombongan ini disambut oleh Bendahara Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, H. Ata Suparta, didampingi sejumlah kabag yakni Kabag Humas Asep Iman Nugraha, Kabag serta Wakabag Investasi Teguh M. Firdaus beserta Alwin Nasai, dan kepala unit usaha yayasan.

Ketua yayasan Insan Mulia, Ust. Heru Novendi menyatakan, kunjungan ini dalam rangka peningkatan mutu di Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Pringsewu – Lampung. Bertempat di Ruang Bagian Investasi, pihaknya menyampaikan kedatangannya ke As-Syifa untuk melakukan perbandingan manajemen perekonomian dan unit usaha As-Syifa.

(Observasi ke Syifa Mart)

(Observasi ke TB As-Syifa)

(Observasi ke Konveksi As-Syifa)

(Ketua Yayasan Insan Mulia (kiri) dan Kabag Investasi As-Syifa (kanan) saling bertukar cinderamata)

Diakhir pertemuan kedua institusi bertukar cinderamata dan berfoto bersama, serta observasi ke unit-unit usaha Yayasan As-Syifa.

Rabu (17/7/2019) dini hari, telah terjadi gerhana bulan parsial atau gerhana bulan sebagian. Dilansir dari detiknews, fenomena ini bahkan bisa dilihat langsung mulai pukul 03.01 WIB hingga pukul 05.59 WIB, dengan fase berikut:

penumbra (bayangan kabur) 01:43 WIB
Gerhana bulan parsial (gerhana sebagian) 03:01 WIB
Gerhana bulan puncak 04:30 WIB
Gerhana bulan parsial akhir 05:59 WIB.

(Foto kolase gerhana bulan sebagian dari fase awal (kiri), puncak gerhana sebagian (kedua kanan) dan fase akhir (kanan) yang terpantau dari Denpasar, Bali, Rabu (17/7/2019). Gerhana bulan sebagian dapat terlihat dari seluruh wilayah Indonesia menjelang bulan terbenam. – Foto diambil dari laman Kompas.com)

Oleh karena itu, di sepertiga malam tadi, seluruh warga di lingkup kompleks As-Syifa Boarding School, melaksanakan sholat khusuf. Seperti sabda Rasulullah Shallallahu’alayhi wasallaam:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا، فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu wata’ala. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu.” (HR. Bukhari no. 1043, Muslim no. 915)

(pelaksanaan sholat khusuf di area asrama putri)

Sholat khusuf ini dilaksanakan mulai pukul 03.30 hingga 04.30 di sejumlah lokasi, yakni:
Pelaksanaan Sholat Khusuf di Kompleks As-Syifa Jalancagak:

  • Masjid As-Suwaydi, dengan ust. Isep Nurzaman sebagai Imam dan Ust. Abdullah Muadz sebagai khotib
  • Masjid An-Nur kompleks asrama putra, dengan Ust. Muhammad Najib Shibghatullah sebagai Imam dan K.H. Ahmad Luthfi Syahroni sebagai Khotib
  • Masjid Umar bin Khatab kompleks asrama putra, dengan ust. M. Samsul Fuad sebagai Imam dan Ust. Abdul Maksum sebagai Khotib.
  • Sedangkan khusus akhwat, dilaksanakan di Lapang asrama SMPIT Putri, dengan ust. Dadan Dani Somarna sebagai Imam dan K.H. Ahmad Patoni sebagai Khotib.

Sementara pelaksanaan Sholat Khusuf di Kompleks As-Syifa Wanareja yakni:

  • Masjid LTIQ Umm Abeeriah, dengan Ust. Umar Hamzah sebagai Imam Sholat, serta Ust. Agus Supriatna sebagai Khotib.
  • Masjid An-Najah kompleks asrama SMAIT Putra, dengan Ust. Syukron Makmun sebagai Imam dan Ust. Soleh Aziz sebagai Khotib
  • Masjid Fatimah kompleks asrama SMAIT Putri, dengan Ust. Marhuum Mursyaddad sebagai Imam sekaligus Khotib.
  • Masjid Kholid bin Walid kompleks asrama SMPIT Putra, dengan Ust. Dedin sebagai Imam dan Ust. Ahmad Rifa’I sebagai Khotib
  • Masjid kompleks asrama SMPIT Putri, dengan Ust. Taupik Hidayat sebagai Imam dan Ust. Ari Hasan sebagai Khotib.

(Ust. Taupik saat menyampaikan khutbah)

(Ust. Marhuum Al-Hafidz saat menjadi imam dalam pelaksanaan shalat khusuf)

Makna kita bergegas melakukan shalat saat terjadi gerhana, adalah sebagai bentuk ketaatan dan tunduk kita kepada Allah Subhanahuwata’ala. Selalu menyadarkan kita akan kuasa Allah yang telah mengatur segala sesuatu, termasuk system tata surya. Seperti dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari, “Jika kalian melihat kedua gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan shalat.” 

Sabtu pagi (13/7/2019) Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah mendapat kunjungan dari Nurul Fikri Boarding School Anyer, Serang, Propinsi Banten.  Selain bersilaturrahim dengan As-Syifa, kunjungan lembaga ini sekaligus menjadi kesempatan study banding pihak Nurul Fikri terkait pengembangan penyajian makanan di dapur umum As-Syifa. Pihak Nurul Fikri menyampaikan, study banding ini dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas penyajian makanan di NF.

 

Dalam kesempatan ini, Kepala Dapur Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Mika Sudarmo menjelaskan teknik memasak nasi dengan menggunakan media Rice steamer ala As-Syifa. Seperti diketahui, rice steamer merupakan alat untuk menanak nasi dalam skala lebih besar dari pada alat manual (langseng-red). Dengan menggunakan rice steamer ini, jumlah beras yang dimasak bisa lebih banyak dengan penggunaan waktu yang lebih efisien. Hal ini dirasa sangat cocok untuk diterapkan di lembaga pendidikan khususnya yang berbasis Boarding School yang mengedepankan pelayanan pendidikan yang berkualitas. “Sehingga bisa lebih maksimal dalam pelayanan di asrama serta pegawai” kata ust. Riyadi Nurrohman, Kabid Umum SMP & SMA Islam Nurul Fikri Boarding School.

Sabtu (13/7/2019) Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Program Pengabdian Kepada Masyarakat dari Departemen Pendidikan Bahasa Arab FPBS UPI. Program tersebut berupa Training bagi guru bahasa Arab dan Dai As-Syifa, yang dilaksanakan dalam dua sesi dan tema yang berbeda. Sesi pertama yakni “Pelatihan dan Workshop Penyusunan Evaluasi Berbasis HOTS (High Order Thinking Skill)” untuk guru bahasa Arab. Sementara sesi berikutnya bertema “Upaya Mencegah Paham Radikal dan Intoleransi melalui Workshop Penerjemahan bagi Para Da’i”.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri yang merupakan dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), diantaranya : Dr. H. Mad Ali, M.A, Dr. H. Wagino Hamdani, M.Pd, Dr. H. Zaka Alfarisi, M.Hum, H. Asep Sopian, M.Ag serta ketua MGMP Bahasa Arab Jawa Barat Dra. Maspalah, M.Pd.

Ada tiga puluh orang peserta yang hadir mengikuti training tersebut, terdiri dari para guru di kampus As-Syifa Boarding School dan beberapa Sekolah Islam Terpadu di Subang, bahkan sebagian besar peserta merupakan alumnus dari Departemen Pendidikan Bahasa Arab FPBS UPI. Ketua pelaksana kegiatan Feri Rustandi, S.Pd, M.M, menuturkan, “Kami sangat merasa terhormat dan bersyukur FPBS UPI mengadakan program pengabdian pada masyarakat di As-Syifa, karena disamping ini bisa meningkatkan kompetensi dan skill guru-guru bahasa Arab. Di sisi lain, kerjasama As-Syifa dengan UPI bisa menguatkan lebih lanjut lagi dalam bidang lainnya.”


Dalam sambutannya mewakili pihak UPI, Dr. H. Mad Ali, M.A, pihaknya merasa senang dapat kerjasama dengan As-Syifa, “Karena sebenarnya sudah cukup lama direncanakan, namun qodarullah baru kali ini bisa terlaksana. Program ini bagian dari peran Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian) jadi para dosen harus menunaikan tugas mulia tersebut” Ungkapnya.

Mengawali bulan Juli, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melalui Unit Investasi merilis produk baru, Syifa Water. Usai apel pagi (Senin, 8/7/2019), produk berupa air mineral ini diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air minum khususnya warga di lingkup As-Syifa.

Dengan diluncurkannya produk baru ini memberikan optimisme, selain produk unggulan susu murni Syifamilk, bahwa air mineral Syifa Water lebih terjamin kualitasnya dan mampu mengembangkan usaha Yayasan. “Tanah yang kita pijak ini kita yakini insyaa Allah, Allah limpahkan berkah-Nya untuk kita semua. Dibawahnya mengalir mata air. Maka kita berpikir, kenapa tidak kita ambil manfaatnya untuk kita konsumsi. Mari kita jadikan produk asli kita ini sebagai air konsumsi favorit untuk menemani aktivitas kita.” Ungkap Alwin Nasai, S.Ud, Wakil Kepala Bagian Investasi Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.

(Serah terima SK Wakabag Investasi kepada Alwin Nasai)

(Serah terima SK Ketua Pelaksana PMB As-Syifa Boarding School TA. 2020/2021 kepada Heri Sugianto)

(Serah terima SK Plt. Kabag HRD kepada Sri Susanti)

Dalam moment ini, ia juga menghimbau kepada seluruh peserta apel khususnya, dan seluruh warga As-Syifa tentunya untuk sama-sama menyukseskan segala bentuk usaha yayasan, seperti belanja pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang tersedia di Syifa Mart. “Dari kita, oleh kita dan untuk kita. Sehingga kita bisa sama-sama kuatkan pondasi usaha Yayasan ini agar lebih kuat dan mandiri.”

Dalam kesempatan ini diumumkan pula beberapa SDM yang mendapatkan amanah baru ataupun amanah tambahan, diantaranya : Ketua Pelaksana PMB As-Syifa Boarding School TA. 2020/2021 diemban oleh Heri Sugianto, M. Pd, Plt. Kabag HRD oleh Sri Susanti, serta dua rotasi posisi yakni Kepala Bagian Investasi oleh Teguh M. Firdaus, Lc dan Wakil Kepala Bagian Investasi oleh Alwin Nasai, S. Ud.