Bertempat di Halaman Aula Yusuf kampus As-Syifa Boarding School Jalancagak, Subang, seluruh keluarga besar As-Syifa mulai dari pegawai serta seluruh santri di lingkup As-Syifa melaksanakan Shalat Dzuhur sekaligus Sholat Istisqo berjamaah, Sabtu siang (31/08/2019). Sholat sunnah ini dilakukan sebagai momentum refleksi diri dalam menyambut datangnya tahun baru, 1 Muharram 1441 Hijriyyah.

Selain itu juga tentu bertujuan untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar diberkahi turunnya hujan, mengingat saat ini telah memasuki musim kemarau diseluruh daerah khususnya wilayah Kabupaten Subang, yang bahkan di sejumlah wilayah sampai mengakibatkan kekeringan.

Berlaku sebagai Imam, Ustadz Harun Rasyid, Alhafidz dan Ustadz Lalu Agus Pujiarta, Lc. sebagai Khotib. Dalam khutbahnya, Ustadz Lalu mengingatkan jamaah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan. Musim kemarau yang berkepanjangan bahkan berakibat pada kekeringan di sejumlah daerah, merupakan peringatan langsung dari Allah kepada seluruh umat manusia.

“Melalui Shalat Istisqa ini, mari kita kembali merenungi betapa banyak kesalahan yang telah kita lakukan, betapa banyak dosa yang kita perbuat. Saat kita tidak merasa berdosa lantaran dosa kita yang terlampau banyak, bisa jadi cara inilah yang menjadi peringatan bagi kita semua untuk kembali kepada Allah dan meminta ampunan-Nya atas segala dosa kita. Saat Allah mengampuni, maka insyaa Allah akan Allah turunkan hujan dengan lebatnya sebagai rahmat bagi kita semua”. Ungkap Ustadz Lalu. (Humas)

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melalui bagian Litbang kembali menyelenggarakan As-Syifa Researchers and Inventors Awards (ARIA) tahun ini. ARIA merupakan kompetisi ilmiah yang diantara tujuannya adalah untuk mencari dan mendapatkan solusi atas permasalahan sekitar, dan setelah sukses penyelenggaraannya di tahun 2018, tahun ini As-Syifa kembali menyelenggarakan kompetisi serupa yang kegiatannya dirangkaian dalam rangka menyemarakkan acara Milad ke 17 tahunAs-Syia.

Dengan tema besar “Pembangunan Manusia Era 4.0 dalam mewujudkan Masyarakat Rabbani” ARIA menyasar peserta yang lebih luas yakni untuk tingkat Nasional.

Dalam kompetisi ini, peserta dapat memilih subtema yang sudah ditentukan tetapi tidak terbatas, yakni tentang; Pekerjaan sosial, Pertanian Terpadu, Edukasi dan Rekreasi serta Go Green dan Teknologi Ramah Lingkungan Terbarukan.

Kompetisi ini sudah dibuka pendaftarannya untuk masyarakat umum di seluruh Indonesia sejak tanggal 1 Agustus 2019 dan akan ditutup pada tanggal 1 Desember 2019. Informasi lebih lanjut bisa diakses pada laman website https://aria.alshifacharity.com.

Pelaksanaan ARIA tahun ini diharapkan lebih banyak solusi yang ditawarkan yang tidak hanya berguna bagi masyarakat sekitar tetapi juga Indonesia secara umum.

Mari, Jadilah Bagian dari Solusi Indonesia!!

::Dokumentasi ARIA 2018:

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah kembali menerima kunjungan tamu. Kali ini, tamu datang dari Pondok Pesantren Persis Tarogong, Garut. Kunjungan digelar mulai Kamis sore (15/8/2019) hingga Jum’at pagi (16/8/2019) di Aula Yusuf Kampus As-Syifa Jalancagak.

Dalam kesempatan ini, ada sejumlah agenda yang dilakukan. Mulai dari fieldtrip di area kampus As-Syifa, visit room asrama, hingga sharing session di kegiatan Focus Group Discussion (FGD), bersama dengan perwakilan pengurus yayasan, bagian kurikulum, keasramaan, dan sejumlah bidang lainnya. Ada enam hal yang dibahas dalam FGD ini, yakni;

  1. seputar Kurikulum Pembinaan Santri Asrama
  2. Qoyyimul Masjid (Kegiatan Memakmurkan Masjid)
  3. Administrasi, Keuangan dan Layanan Komunikasi
  4. Manajemen Sarana dan Kebersihan
  5. Manajemen Kesejahteraan dan kesehatan
  6. Manajemen Organisasi Santri dan Kedisiplinan

Pihak Pontren Persis tarogong menyatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi baru dari kegiatan, habbit maupun aturan yang dapat diterapkan disana dalam merumuskan strategi inovasi pembelajaran di sekolah maupun di asrama yang lebih efektif.

Kegiatan ini diakhiri dengan pertukaran cinderamata oleh perwakilan pihak As-Syifa dan Pontren Persis Tarogong, yang dilanjutkan dengan foto bersama.

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan transportasi di lingkup As-Syifa, yakni dengan cara “Sabtu Bebas Asap”. Pelaksanakan kebijakan ini sejalan dengan semangat penerapan Go Green serta peningkatan kualitas lingkungan yang lebih baik.

“Implementasinya sementara ini baru diberlakukan setiap hari Sabtu saja mulai pukul 06.30 sampai dengan 15.30, diharapkan ini akan menjadikan good habbit bagi warga yang pada akhirnya dapat menerapkannya setiap hari.” Jelas Abdurrahim Casim, Sekretaris Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, saat menyampaikan pengumuman pemberlakuannya ketentuan Sabtu Bebas Asap ini, usai kegiatan apel pagi (Senin, 19/8/2019).

(Sekretaris Yayasan, Abdurrahim Casim saat mengumumkan SK)

Peresmian ditandai oleh Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, K.H. Abdullah Muadz didampingi sejumlah kabag, diantaranya Feri Rustandi (Pendidikan), Agus nur Purwanto (IT), Solehudin Fajri (LPSM) dan Maman Abdurrahman (Keamanan) yang bersepeda mengelilingi peserta apel di halaman Aula Yusuf.

Dari kanan: Agus Nur Purwanto (Kepala Bagian IT), Feri Rustansi (Kepala Bagian Pengembangan Kurikulum), K.H. Abdullah Muadz (Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah), Solehudin Fajri (Kepala Bagian LPSM), Maman Abdurrahman (Kepala Bagian Keamanan)

Suasana upacara pengibaran bendera memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 tahun di As-Syifa, baik di kampus As-Syifa Jalancagak maupun di As-Syifa Wanareja kemarin, berlangsung lancar dan penuh khidmat. Bertindak sebagai Pembina Upacara di halaman Aula Yusuf, Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, K.H. Abdullah Mu’adz serta Sekretaris Yayasan, Abdurrahim Casim di area SMAIT Jalancagak Putra. Sedangkan di Wanareja, Ketua I Bid. Dakwah & Sosial Yayasan, H. Budi Mulia di area Putra serta Kepala Sekolah SMAIT Wanareja, Gozali Sudirjo di area Putri. Moment ini juga turut dihadiri oleh unsur Muspika Jalancagak maupun Wanareja, yang bertindak sebagai Komandan Upacara, dan para pelajar sebagai petugas upacara.

Usai prosesi upacara, kegiatan dilanjutkan dengan tasyakur Akbar, yang diisi dengan Pidato yang disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan, serta berbagai perlombaan seperti lomba kreasi menghias makanan dari umbi-umbian serta lomba hiburan lainnya.

Alhamdulillah.. Di Hari raya Iedul Adha 1440 H / 2019 M tahun ini, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melalui As-Syifa Peduli mengurbankan sekitar empat ratus ekor hewan qurban yang terdiri dari Sapi dan Domba.

Penyembelihan hewan qurban yang merupakan amanah dari para murid dan sejumlah mitra ini dilakukan dilingkup As-Syifa dan sejumlah lainnya didistribusikan secara hidup-hidup ke sejumlah masjid, desa, sekolah dan instansi lainnya di Kabupaten Subang.

Prosesi penyembelihan hewan kurban di lingkup As-Syifa, dilakukan sejak Ahad (11/8/2019) hingga Rabu (14/8/2019) lalu di 2 lokasi, yakni di area sekolah dan di area peternakan As-Syifa.

Alhamdulillah, kegiatan ifthar jama’i shaum Arafah 9 Dzulhijjah 1440 Hijriyah di lingkup Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah yang bertempat di Halaman Aula Yusuf, pada Sabtu (10/8/2019) telah dilaksanakan dengan lancar. Salah satu rangkaian kegiatan Syiar Dzulhijjah di As-Syifa ini diisi oleh tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Ade Sugianto, beliau merupakan pembina Yayasan Al-Ukhuwah, Subang. Pembahasan dalam kesempatan ini seputar keutamaan dan keistimewaan berqurban. Acara juga dimeriahkan dengan pembagian sejumlah doorprize bagi anak-anak pegawai.

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menyelenggarakan pelatihan mitigasi bencana, bersama badan penganggulangan bencana daerah atau BPBD kabupaten subang, di Aula Yusuf As-Syifa pada hari kamis 15 agustus 2019.

“Selain pemahaman materi, para peserta juga diikut sertakan dalam simulasi pencegahan bencana seperti kebakaran. Tujuannya, agar masyarakat lebih memahami bagaimana cara untuk bertindak dan bersikap saat kebakaran terjadi”. Ujar Pedro K. Wijaya selaku Kasie Logistik BPBD Subang.

simak liputan lengkap pelatihan ini dalam link berikut: https://youtu.be/bCr_tfMI9t4

Musibah menimpa salah satu pegawai Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah. Satu unit rumah milik Aldy Kustyandi, bagian Staff IT, di Desa Kumpay, Jalancagak, Subang, ludes terbakar. Beruntung api tak meluas ke rumah tetangga serta tidak ada korban jiwa, hanya orang tua Aldy yang mengalami trauma. Saat ini Aldy beserta keluarga mengungsi di Plat Guest House As-Syifa. Kebakaran terjadi pada Ahad (4/8/2019) malam sekitar pukul 22:27, api diduga berasal dari lilin yang menyala untuk penerangan rumah lantaran terjadi padam aliran listrik, buntut dari gangguan teknis di PLN yang terjadi di Jakarta hingga Jawa Barat.

Petugas Damkar saat melakukan pemadaman di lokasi tadi malam

Peristiwa kebakaran terjadi saat Aldy dan keluarga tengah tertidur dan meninggalkan lilin dalam kondisi menyala diletakkan diatas meja. Saat tersadar, api sudah membesar dan melalap rumahnya. Tidak hanya rumah yang habis, api juga turut menghanguskan dua unit motor, dokumen berharga seperti surat rumah, ijazah dan surat penting lainnya. “Panas pisan sigana nyampe velg motor cuma jadi sakeupeul –red: segumpal tangan” ujar Andry, salah satu pegawai As-Syifa saat menggambarkan kondisi di lokasi kejadian usai membantu proses evakuasi, Senin Pagi (5/8/2019).

Pak Aldy (berbaju hijau) dibantu sejumlah pegawai As-Syifa saat evakuasi puing-puing bangunan yang terbakar

Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah bersama Ketua II Bid. Dakwah dan Sosial, Sekretaris dan Bendahara, beserta rombongan beberapa kepala bagian kesekretariatan dan pegawai As-Syifa lainnya pun turut bergotong royong membantu proses evakuasi. Semoga Pak Aldy dan keluarga senantiasa diberikan kesabaran dan ketabahan, dimudahkan dalam urusannya serta diganti dengan yang lebih baik. Aamiin.

Khoirunnaas anfauhum linnaas. Mari bantu bangun kembali rumah Pak Aldy, klik: http://bit.ly/BantuPakAldy

Subang – Sebanyak 76 Mahasantri mengikuti Wisuda XI Lembaga Tahfizh dan Ilmu Al-Qur’an (LTIQ) As-Syifa Tahun 2109 yang digelar di Gelanggang Olahraga As-Syifa Al-Khoeriyyah, Sabtu (27/07/2019).

Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, KH. Abdullah Muadz dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Wisudawan/ti atas pencapaiannya selama masa belajar di LTIQ dan apresiasinya kepada Orangtua/ Wali mahasantri yang telah mempercayakan pendidikan putra/putrinya di LTIQ As-Syifa.

“Teruslah muroja’ah, jangan putus belajar dan asah terus kemampuan, pakai Alqur’an dalam keseharian sehingga setelah ini Mahasantri bisa menjadi Problem Solver dalam pesatnya perkembangan zaman yang demi waktu akan semakin banyak tantangan serta permasalahan”, Ujar beliau dalam lanjutan sambutannya.

Sambutan kedua disampaikan oleh H. Deden Ahmad Nasrullah, Lc, selaku Kepala Bagian Pondok Pesantren di Kementrian Agama Kabupaten Subang. Dalam sambutannya H. Deden Ahmad Nasrulloh menyampaikan bahwa salah satu program dari Kemenag adalah “SADESA” dimana harapannya di Kabupaten Subang setiap satu desa minimal mencetak satu orang penghafal Al-Quran.

Sambutan lainnya disampaikan oleh H. Nana Mulyana selaku Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Subang mewakili Bupati Subang. Nana Mulyana menyampaikan bahwa pemerintah Subang telah menerbitkan salah satu kebijakan melalui Peraturan Bupati (PERBUP) tentang “Subang Mengaji” dimana harapannya setiap jam 6 sore sampai jam 8 malam di masyarakat Subang riuh dengan suara-suara lantunan ayat suci Al-Quran. Ia juga menyampaikan bahwa Bupati Subang telah menerbitkan kebijakan Gerakan Shalat Dzuhur Berjamaah untuk para pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Subang. “Setiap 10 menit sebelum adzan dzuhur berkumandang di kantor pemerintahan Kabupaten Subang akan berbunyi sirene yang menandakan bahwa seluruh pegawai untuk menghentikan segala aktifitasnya dan segera berangkat ke mesjid.” Ujarnya.

Pada kegiatan wisuda kali ini menghadirkan salah satu Guru Besar di Kementrian Agama Republik Indonesia yaitu Prof. DR. Ahsin Sakho Muhammad, Lc, M.A. Selain guru besar Kemenag RI, beliau juga merupakan Dosen Institut Ilmu Al-Quran Jakarta. Dalam orasinya Prof. DR Ahsin menyampaikan bagaimana mulia dan istimewanya Al-Quran serta istimewanya para penghafal Al-Quran. “Otak seorang penghafal Al-Quran itu akan selalu “hangat” ibarat mesin mobil yang selalu di hangatkan setiap pagi, bagaimana jadinya sebuah mobil yang tidak dihangatkan mesinnya dalam periode tertentu maka akan cepat rusak”, ujarnya.

Kegiatan Wisuda XI ini dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah KH. Abdullah Muadz, M.Sc, Jajaran Pengurus Yayasan As-Syifa, Perwakilan Pemda Subang, Perwakilan Kemenag Kab. Subang, Kepala Desa Tambakmekar, Ketua MUI Tambakmekar serta tentunya para orang tua/ wali mahasantri Wisudawan/wati.

Kegiatan wisuda di tutup dengan pemberian penghargaan kepada masing-masing 3 orang mahasantri putra dan putri berprestasi, yang dipersembahkan oleh As-Syifa Peduli.

#Assyifa
#LTIQAssyifa
#GenerasiQuran