Di Bulan Ramadhan 1440 Hijriyah ini menjadi sejarah lahirnya generasi baru dari kampus peradaban, As-Syifa Boarding School, Subang. Wisudawan Putra angkatan ke-VII (Foresight) dan Putri angkatan ke-VIII (Endeavor) SMAIT As-Syifa telah sukses dilaksanakan pada Sabtu (11/5/2019) dan Ahad (12/5/2019) akhir pekan lalu.

Wisudawan periode 2018/2019 ini berjumlah 259, terdiri dari 127 putra dan 132 putri. Diantara ratusan wisudawan ini terdapat sederet nama yang telah menyumbangkan prestasi selama di sekolahnya, baik di bidang akademik dan non-akademik. Bahkan hingga akhir, mereka masih berjuang mencapai prestasi terbaiknya, diantaranya ada 22 orang hafidz dan hafidzoh. Kemudian ada sejumlah lainnya meraih nilai Ujian Nasional (UN) Sempurna dengan nilai 100, diantaranya 2 orang di mata pelajaran Bahasa Indonesia, 3 orang di mata pelajaran Biologi dan 1 orang di mata pelajaran Fisika.

Ustadz Dwi Widjayanto selaku Wks. Kurikulum SMAIT As-Syifa Boarding School menjelaskan, dengan digelarnya wisuda angkatan ke tujuh dan delapan ini, berarti As-Syifa telah mencetak lebih dari 2000 orang generasi penerus yang telah berkiprah di dunia kerja dalam berbagai bidang, maupun yang meneruskan jenjang pendidikannya di Perguruan Tinggi Favorit di dalam dan luar negeri.

Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, K.H. Abdullah Muadz menyatakan, ini merupakan pembuktian bahwa generasi baru yang terlahir dari Assyifa merupakan generasi yang mampu berdikari dan berkarakter dan harapan masa depan ummat di masa yang akan datang, ada pada generasi penoreh peradaban ini.

Kampus peradaban SMPIT As-Syifa Boarding School, Subang sukses menggelar Wisuda Angkatan IX dan XI pada hari Sabtu (18/5/2019) bagi wisudawan Putra, dan hari Ahad (19/5/2019) bagi wisudawan Putri, di Gelanggang Olahraga Kampus As-Syifa Boarding School Jalancagak, Subang. Sejumlah tamu undangan dari unsur Muspida, Muspika, Pembina dan Pengawas serta Jajaran Pengurus Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, sejumlah perusahaan dari mitra As-Syifa, turut hadir menyaksikan acara ini.


Bertema “Menyambut Kebangkitan Islam dengan Ilmu, Iman dan Amal”, Kepala Sekolah SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak, Ust. Farhan Muhammad, L.c, memaknainya dengan sebuah penjelasan bahwa wisuda Ghuroba dan Galaxy –julukan angkatan- ini merupakan pembuktian dari lahirnya generasi penerus yang banyak memberi prestasi baik akademik maupun non-akademik. Proses pencapaian berbagai prestasi ini tentu tidak mudah, mengingat pendidikan berbasis boarding memiliki segudang jadwal yang cukup menyita waktu mereka saat masih duduk di bangku sekolah yang menuntut kegigihan dan ketekunan ekstra.

Sebagai wujud apresiasi, As-Syifa memberikan berbagai reward yang dipersembahkan melalui As-Syifa Awards dengan sejumlah kategori, diantaranya reward Umroh bagi siswi atas nama Faizha Shifa Medina.Putri daerah yang berasal dari Jalan Raya Cipeundeuy RT 18 RW 06 Desa/Kec. Cipeundeuy Kabupaten Subang, Jawa Barat ini telah banyak menyumbang sederet prestasi akademik bagi sekolah serta berhasil meraih prestasi tahfidz dengan capaian tertinggi 30 Juz.

Menurut para guru dan teman-temannya, Faizha patut mendapat prestasi dan apresiasi tersebut. Sebab ia dinilai sebagai pribadi yang rajin, pintar, sederhana dan ramah, yang tentu mencerminkan nilai-nilai keteladanan. Ada pula Fakih Aufa Wibowo, wisudawan putra asal Bekasi yang juga meraih capaian Tahfidz 30 Juz.

Pihak As-Syifa berpesan agar para wisudawan senantiasa mengamalkan ilmu dan prestasi yang telah didapat serta menebar kebermanfaatan di tengah masyarakat. Proses dalam mencapai prestasi ini tujuan utamanya bukanlah capaian juara, tapi justru dakwah dimanapun mereka berada pembuktian bahwa didikan selama di Assyifa dapat diimplementasikan saat mereka menjadi duta prestasi di luar sana. Barakallah.

Selama bulan suci ramadhan ini, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melalui bidang Dakwah dan Sosial menggelar serangkaian kegiatan Ansyithah Ramadhan 1440 Hijriyah. Selain kegiatan bina iman dan ketaqwaan khususnya warga di lingkup As-Syifa, ada pula sejumlah kegiatan lain di bidang dakwah yang melibatkan warga diluar As-Syifa sebagai peserta, seperti Pesantren Ummahat yang baru dilaksanakan pada Jumat pagi tadi di Aula Yusuf As-Syifa Boarding School Jalancagak.

Pesantren ummahat adalah salah satu kegiatan dakwah yang dikemas dengan bentuk seminar dan pelatihan, serta pesertanya diperuntukkan bagi kaum hawa khususnya ibu rumah tangga. Sesuai tema yang diangkat, yakni Menjadi Ummahat yang Solutif dan Produktif, melalui kegiatan yang rutin digelar tiap tahunnya khusus di bulan Ramadhan ini, ratusan peserta dari sejumlah majelis ta’lim se-Subang Selatan ini diajak untuk mengoptimalkan kemampuan dan kesempatan yang ada disamping tanggung jawabnya sebagai Ibu Rumah Tangga, atau sekadar menjadi bekal persiapan bagi para akhwat singlelillah yang akan menjadi seorang ummahat. Hingga tujuannya, menjadikan para kaum hawa lebih produktif sesuai syariat Islam dan menjadikan keberadaannya sebagai pendukung kesejahteraan keluarga.

Dengan dihadiri sejumlah muspika Jalancagak dan dibuka langsung oleh Ketua II Bidang Dakwah dan Sosial Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Ustadz Lalu Agus Pujiarta, Pesantren Ummahat hari pertama ini alhamdulillah lancar digelar. Dengan mengambil judul Kunci Pembuka Pintu Rezeki yang disampaikan oleh Ustadz Darlis Fajar, ratusan peserta yang hadir nampak antusias menyimak materi, terlihat dari aktifnya peserta dalam sesi tanya jawab.

Sebagai informasi, Pesantren Ummahat ke-XV ini masih akan digelar 2 hari kedepan di lokasi yang sama dan terbuka untuk umum, yakni hari Sabtu 11 Mei 2019 besok, mulai pukul 07.00 s.d 12.00, dan Ahad 12 Mei 2019 mulai pukul 13.00 s.d Selesai dengan agenda materi dari beragam pembicara, pelatihan keterampilan hingga ifthar jama’i. Acara juga dimeriahkan dengan beragam hiburan seperti penampilan Tari Saman dari Siswi SMAIT As-Syifa Boarding School serta pembagian puluhan doorprizes.

Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, KH. Abdullah Muadz, M. Sc memimpin Tim Safari Ansyithah Ramadhan 1440 H ke Mesjid Al-Huda, Rancateja, Tambakmekar, Kamis (9/5/19).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Tim Safari Ansyithah Ramadhan 1440 H bersinergi dengan Pemerintah Desa Tambakmekar dalam pelaksanaannya.

Dimana dalam pelaksanaan hari pertama, dihadiri langsung oleh Ketua Umum As-Syifa, KH. Abdullah Muadz, Ketua BPD Desa Tambakmekar Ustadz Sopian Nugraha, Ketua MUI desa Tambakmekar serta jajaran pegawai As-Syifa dan pemerintahan Desa.

Besar Harapan dengan dilaksanakan kegiatan Safari Ramadhan ini, menjadi sarana untuk semakin memperkuat ukhuwah islamiyah antara Pengurus Yayasan As-Syifa, Pemerintahan Desa Tambakmekar serta Warga desa Tambakmekar.

#safariramadhan
#ansyithohramadhan
#assyifaalkhoeriyah

Segala puji bagi Allah yang telah menyampaikan kita pada titik ini, saat ini, pada nafas yang masih bisa kita hirup dan lepaskan.

Setelah berlalu sekian lama, menunggu dan mempersiapkan. Alhamdulillah, Allah memperkenankan diri ini menyambutmu, bulan yang suci lagi penuh ampunan. Bulan dimana setiap kebaikan berlipat dengan kebaikan pula.

Keluarga Besar Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1440 H.

Semoga di bulan yg suci ini, membuat kita semakin meningkat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Kurang lebih sebanyak 300 peserta terdiri dari unsur Warga, Pelajar serta Pegawai Pemerintahan Desa Tambakmekar mengikuti kegiatan Pawai Taaruf yang dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H, Sabtu (04/05/19).

“Pawai ini dilaksanakan dalam rangka menguatkan ukhuwah serta mengingatkan kepada segenap warga desa tambakmekar untuk bersama menyambut bulan suci ramadhan 1440 H dengan persiapan yang terbaik. Besar harapan semoga ramadhan kali ini bisa lebih baik dari sebelumnya,” Ujar Kepala Desa Tambakmekar.



Kegiatan sendiri dilaksanakan mulai pukul 13.00 s.d 15.00 WIB dengan mengambil rute awal dari Kantor Desa Tambakmekar – SD Saluyu – Rancateja – Patrol – Assyifa – Mekarjaya dan selesai kembali di Kantor Desa.

Adapun kegiatan terlaksana atas kerjasama Pemerintah Desa Tambakmekar, MUI Desa Tambakmekar dan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.

Alhamdulillah kegiatan pawai ini berjalan dengan Lancar, semarak dan penuh kebahagiaan baik dari peserta atau segenap warga desa yang turut serta memeriahkan dari halaman rumah masing-masing.

#TarhibRamadhan
#PawaiTaaruf
#Ramadhan1440H

Sahabat, Alhamdulillah ASWAJA ( As Syifa Wanareja) telah menyelenggarakan kegiatan Tarhib Ramadhan dengan Tema :

” Mengupas Kiat Mengoptimalkan Diri dalam Menyambut Ramadhan ”

Dengan Narasumber & Sub Pembahasan :

1. Ustzh Rita Kurniasih , A.M.Keb ( Kepala As Syifa Medika) — Kiat tetap sehat dan bugar dibulan Ramadhan

2. Ust Bambang Tri Hardiono , SP ( Ketua ODOJ Subang ) — ‘Kebelet’ Baca Qur’an dibulan Ramadhan

3. Ust Gozali Sudirjo Lc ( Kepala SMAIT Aswaja / Founder Referensi Muslim ) — Fiqih Ibadah Ramadhan


–YUK SAHABAT LET’S PREPARE, SAMBUT RAMADHAN DENGAN ISTIMEWA–

Terimakasih untuk Bapak/Ibu Donatur yg telah Menyalurkan ZISWAF Ramadhan nya Melalui As Syifa Peduli, Semoga Allah senantiasa melimpahkan Keberkahan dan Pahala Terbaik untuk Para Donatur sekalian

Rekening Donasi Zakat Fitrah dan Infaq Ramadhan 🇲🇨🇲🇨

🏦 Syariah Mandiri
di no Rek : 702.0373.061
atas nama As Syifa Peduli

As Syifa Peduli

” Berbagi Kepedulian Menebar Senyuman ”

Dalam rangka meningkatkan Persamaan dan rasa persatuan, khususnya dalam bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Forum Pusat Kerja Gugus Kabupaten Way Kanan Propinsi Lampung melaksanakan Kegiatan Kunjungan Studi Wisata ke Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Jumat (16/11/2018).

 

Kegiatan ini pun secara langsung diterima oleh Ketua III Bidang Kerumahtanggan Ustadzah Hj. Lulu Ludiawaty, S.Psi. M.M, Ketua TKIT As-Syifa Ustadzah Sri Wahyuningsih S.IP beserta seluruh staff pengajar Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) As-Syifa.

Adapun Kegiatan kunjungan ini dalam rangka study banding dan memperkenalkan kegiatan pendidikan di Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah yaitu pada jenjang TKIT As-Syifa kepada seluruh peserta kegiatan. Dimana sebanyak 155 Peserta dari lingkup Kepala Sekolah serta beberapa Guru Gugus Kabupaten Way Kanan Propinsi Lampung mengikuti kegiatan ini.

Semoga dengan dilaksanakan kegiatan kunjungan ini, menjadi jalan bersama dalam mengkaryakan ilmu dan pengalaman dalam membangun pendidikan indonesia terutama dalam pendidikan anak usia dini dan kunjungan ini pun bisa menjadi jalan silaturahim untuk kedepannya. Aamiin. [Humas-Assyifa]

Subang, 27 Oktober 2018

Keinginan manusia sudah tentu ingin menjadi pribadi lebih baik minimal untuk pribadi dan akan lebih baik bisa menebar manfaat bagi orang lain, nampak suasana serius dengan rona wajah yang dag dig dug.

Itu hanyalah salah satu dari penampakan seleksi babak penyisihan pada Ajang As-Syifa Teacher Festival (ATF) yang di selenggarakan oleh Bagian Pengembangan Kurikulum Yayasan As-Syifa dalam rangka meningkatkan kompetensi dan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, Menurut Ust Heri Sugiyanto, M. Pd selaku ketua pelaksana ATF pada tahun ini di gelar ajang perlombaan buat PTK (Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) dilingkungan Bidang Pendidikan As-Syifa dengan kategori Lomba.

1.Olimpiade Guru (Buat Guru Akademik)

2.MHQ (Buat Guru Tahfidz)

3.Wali Asrama Terbaik (Untuk Wali Asrama/Musyrif)

4. Service Excellent (Untuk tim Operator dan Staff)

5. Puisi dan Cerpen (Untuk seluruh PTK)

Event Tahunan ini diharapkan agar setiap civitas akademika memiliki jiwa yang siap fastabikul khoirot, siap selalu meng upgrade diri dan bisa memberikan inspirasi bagi orang lain, Selama ini tidak hanya murid-murid As-syifa saja yg bs memiliki daya saing dan bisa menjadi juara, guru pun harus memiliki semangat yang sama, karena sejatinya dibalik murid yang berprestasi pasti ada guru yang hebat dalam membimbing dan melatihnya.Karya Inovasi adalah yang di tunggu sehingga bisa memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkah.

Red :FR

Sejak tahun 2015 ditetapkan sebagai hari santri nasional, tepatnya tanggal 22 oktober, ini merupakan peringatan yang memberikan apresiasi kepada kaum santri dan megingatkan kembali bangsa Indonesia terhadap jasa dan rantai perjuangan kaum kiai dan santri dalam kemerdekaan bangsa Indoensia, antara lain KH. Hasyim Asy’ari yang merupakan salah satu tokoh yang mendirikan Nahdatul Ulama, KH. Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, A.Hassan dari Persis, Ahmad Soorhati dari Al-Irsyad, dan Abdul Rahman dari Matlaul Anwar. Sejarah mencatat terkait perjuangan kaum kiai dan santri dalam dalam melawan penjajahan dan memerdekakan bangsa ini salah satu yang fenomenal adalah ketika KH Hasyim Asya’ri mengeluarkan resolusi jihad“ membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap orang”. Resolusi jihad yang dicetuskan pada tanggal 22 Oktober pada tahun 1945 di Surabaya untuk mencegah dan menghalangi kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA. Seruan jihad itulah yang di kobarkan untuk membakar semangat para santri Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Kita mengetahui bagaimana sejarah perjuangan pahlawan nasional KH Zainal Mustofa dan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Sukamanah yang begitu gigih melawan penjajah jepang dan menjadikan pesantren dan santri-santrinya sebagai benteng pertahanan. Pasukan “berani mati” yang terdiri dari santri dan warga telah terbukti bagian dari semangat nasionalismenya, dan pada akhrinya tidak sedikit yang gugur sebagai syuhada dan KH Zainal Mustofa sudah terbiasa mendapat ancaman, intimidasi dan keluar masuk penjara menjadi kebiasaannya, akan tetapi sedikitpun tidak melunturkan semangat juang membela NKRI .

Selain itu kita mengenal Pahlawan Nasional yang masyhur berasal dari pesantren atau ulama antara lain Pangeran Diponegoro dan Panglima Jenderal Sudirman, mereka berjuang gigih dalam kemerdekaan Indonesia dengan menjadikan landasan agama menjadi modal dan semangat mengobarkan juang terhadap rakyat dan pasukannya. Dengan jelas bahwa bangsa ini banyak berhutang terhadap ulama dan santri , sehingga hal yang sangat miris ketika ada yang berpandangan bahwa antara agama dan negara harus di pisahkan, bahkan kita tahu bahwa Pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) sangat takut dan menjadikan Ulama dan pesantren sebagai musuh utama dan terbukti tidak sedikit para kiyai dan santri di bunuh dengan sadis, banyak pesantren dan masjid di bakar tanpa belas kasihan.

Makna dan Santri Masa Kini

Secara umum kita mengetahui bahwa santri adalah panggilan untuk sesorang yang sedang menimba ilmu pendidikan agama islam selama kurun waktu tertentu dengan jalan menetap di sebuh pondok. Adapun secara definisi kalau melihat kontek kekinian sangat beragam dan debatebel. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah kata santri berarti (1) orang yang mendalami agama Islam; (2) orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh (orang yang saleh); (3) Orang yang mendalami pengajiannya dalam agama islam dengan berguru ketempat yang jauh seperti pesantren dan lain sebagainya. Pendapat lain pun bermunculan seperti contoh ada suatu pendapat yang mengatakan makna santri adalah bahasa serapan dari bahasa inggris yang berasal dari dua suku kata yaitu sun dan three yang artinya tiga  matahari. Matahari adalah titik pusat tata surya berupa bola berisi gas yg mendatangkan terang dan panas pada bumi pada siang hari. Sebagaimana kita ketahui matahari adalah sumber energi tanpa batas, matahari pula sumber kehidupan bagi seluruh tumbuhan dan semuanya dilakukan secara ikhlas oleh matahari. namun maksud tiga matahari dalam kata Sunthree adalah tiga keharusan yang dipunyai oleh seorang santri yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Ada juga yang menyebut, santri diambil dari bahasa ‘tamil’ yang berarti ‘guru mengaji’ ini adalah pendapat Prof. Dr. Zamakhsyari Dhofier yang mengutip pendapat Prof. Johns. Cliford Geertz menduga, bahwa pengertian santri mungkin berasal dan bahasa sansekerta ‘shastri’, yang berarti ilmuan Hindu yang pandai menulis, yang dalam pemakaian bahasa modern memiliki arti yang sempit dan arti yang luas. Dalam arti sempit, ialah seorang pelajar yang belajar disekolah agama atau yang biasa disebut pondok pesantren, sedang dalam arti yang lebih luas, santri mengacu pada bagian anggota penduduk Jawa yang menganut Islam dengan sungguh-sungguh, yang bersembahyang ke masjid pada hari Jumat, dan sebagainya. Pada akhirnya para ahli berbeda pendapat dan tidak menemukan titik kesepakatan terkait makna santri. Hal ini disebabkan karena luasnya makna dan sudut pandang. Dalam hal ini bisa muncul pertanyaan Santri apa, yang mana dan bagaimana?. Sebagai contoh Ada istilah santri profesi, dan ada santri kultur. ‘Santri Profesi’ adalah mereka yang menempuh pendidikan atau setidaknya memiliki hubungan darah dengan pesantren. Sedangkan ‘Santri Kultur’ adalah gelar santri yang disandangkan berdasarkan budaya yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Dengan kata lain, bisa saja orang yang sudah mondok di pesantren tidak disebut santri, karena perilakunya buruk. Dan sebaliknya, orang yang tidak pernah mondok di pesantren bisa disebut santri karena prilakunya yang baik. Dari segi metode dan materi pendidikan, kata ‘santri’ pun dapat dibagi menjadi dua. Ada ‘Santri Modern’ dan ada ’Santri Tradisional’, Seperti halnya juga ada pondok modern dan ada juga pondok tradisional.

Sedang dari segi tempat belajarnya, ada istilah ‘santri kalong’ dan ‘santri mukim’. Santri kalong adalah orang yang berada di sekitar pesantren yang ingin menumpang belajar di pondok pada waktu-waktu tertentu tanpa tinggal di asrama pesantren. Sedangkan santri mukim ialah santri yang menuntut ilmu di pesantren dan tinggal di asrama pesantren (kobong). Dari segi waktu juga ada santri kilat hanya berdurasi dalam ukuran minggu dan bulan ada juga santri yang cukup panjang dalam menempuh lama pendidikan bisa dalam kurun waktu tahunan.

Terlepas dari semua itu yang terpenting adalah makna yang terkandung di dalamnya. Siapapun orang yang mempelajari ilmu agama Islam (memiliki kapasitas yang mumpuni) dan dipakai untuk membela agamanya demi kemaslahatan ummat terlepas mereka berhak menyandang santri atau bukan yang jelas ini merupakan fenomena kekinian yang ada ditengah kita semua. Dunia teknologi pun hadir mewarnai cara orang memperoleh ilmu pengetahuan, bisa membantu menjadikan alternatif tambahan dalam berguru, lingkup tempat dan suasana yang di dapatkan.

Dewasa ini kapasitas santri sudah berkembang bukan hanya fokus menguasai ilmu agama Islam (Syariah) saja melainkan bertransformasi menjadi ahli dalam bidang sains dan teknologi sehingga outputnya pun sangat beragam ada yang menjadi ahli fiqh dan menguasai ilmu ekonomi atau sebaliknya ada yang menjadi dokter dan hafal Al-Quran 30 juz  sebagaimana dicontohkan ulama pada zaman dulu dan terkenal di dunia, antara lain Ibnu Sina, Al-Khawarizmi dan Ibnu Kholdun. Mereka tidak hanya pandai dalam hal menguasai Ilmu kedokteran, Matematika dan Ekonomi melainkan merekapun sebagai ulama yang menguasai ilmu agama Islam dan hafal Al-Quran.

Feri Rustandi
(Alumni Santri PPI 76 Garut dan Guru di As-Syifa Boarding School Subang)