Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, KH. Abdullah Muadz, M. Sc memimpin Tim Safari Ansyithah Ramadhan 1440 H ke Mesjid Al-Huda, Rancateja, Tambakmekar, Kamis (9/5/19).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Tim Safari Ansyithah Ramadhan 1440 H bersinergi dengan Pemerintah Desa Tambakmekar dalam pelaksanaannya.

Dimana dalam pelaksanaan hari pertama, dihadiri langsung oleh Ketua Umum As-Syifa, KH. Abdullah Muadz, Ketua BPD Desa Tambakmekar Ustadz Sopian Nugraha, Ketua MUI desa Tambakmekar serta jajaran pegawai As-Syifa dan pemerintahan Desa.

Besar Harapan dengan dilaksanakan kegiatan Safari Ramadhan ini, menjadi sarana untuk semakin memperkuat ukhuwah islamiyah antara Pengurus Yayasan As-Syifa, Pemerintahan Desa Tambakmekar serta Warga desa Tambakmekar.

#safariramadhan
#ansyithohramadhan
#assyifaalkhoeriyah

Segala puji bagi Allah yang telah menyampaikan kita pada titik ini, saat ini, pada nafas yang masih bisa kita hirup dan lepaskan.

Setelah berlalu sekian lama, menunggu dan mempersiapkan. Alhamdulillah, Allah memperkenankan diri ini menyambutmu, bulan yang suci lagi penuh ampunan. Bulan dimana setiap kebaikan berlipat dengan kebaikan pula.

Keluarga Besar Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1440 H.

Semoga di bulan yg suci ini, membuat kita semakin meningkat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Kurang lebih sebanyak 300 peserta terdiri dari unsur Warga, Pelajar serta Pegawai Pemerintahan Desa Tambakmekar mengikuti kegiatan Pawai Taaruf yang dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H, Sabtu (04/05/19).

“Pawai ini dilaksanakan dalam rangka menguatkan ukhuwah serta mengingatkan kepada segenap warga desa tambakmekar untuk bersama menyambut bulan suci ramadhan 1440 H dengan persiapan yang terbaik. Besar harapan semoga ramadhan kali ini bisa lebih baik dari sebelumnya,” Ujar Kepala Desa Tambakmekar.



Kegiatan sendiri dilaksanakan mulai pukul 13.00 s.d 15.00 WIB dengan mengambil rute awal dari Kantor Desa Tambakmekar – SD Saluyu – Rancateja – Patrol – Assyifa – Mekarjaya dan selesai kembali di Kantor Desa.

Adapun kegiatan terlaksana atas kerjasama Pemerintah Desa Tambakmekar, MUI Desa Tambakmekar dan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.

Alhamdulillah kegiatan pawai ini berjalan dengan Lancar, semarak dan penuh kebahagiaan baik dari peserta atau segenap warga desa yang turut serta memeriahkan dari halaman rumah masing-masing.

#TarhibRamadhan
#PawaiTaaruf
#Ramadhan1440H

Sahabat, Alhamdulillah ASWAJA ( As Syifa Wanareja) telah menyelenggarakan kegiatan Tarhib Ramadhan dengan Tema :

” Mengupas Kiat Mengoptimalkan Diri dalam Menyambut Ramadhan ”

Dengan Narasumber & Sub Pembahasan :

1. Ustzh Rita Kurniasih , A.M.Keb ( Kepala As Syifa Medika) — Kiat tetap sehat dan bugar dibulan Ramadhan

2. Ust Bambang Tri Hardiono , SP ( Ketua ODOJ Subang ) — ‘Kebelet’ Baca Qur’an dibulan Ramadhan

3. Ust Gozali Sudirjo Lc ( Kepala SMAIT Aswaja / Founder Referensi Muslim ) — Fiqih Ibadah Ramadhan


–YUK SAHABAT LET’S PREPARE, SAMBUT RAMADHAN DENGAN ISTIMEWA–

Terimakasih untuk Bapak/Ibu Donatur yg telah Menyalurkan ZISWAF Ramadhan nya Melalui As Syifa Peduli, Semoga Allah senantiasa melimpahkan Keberkahan dan Pahala Terbaik untuk Para Donatur sekalian

Rekening Donasi Zakat Fitrah dan Infaq Ramadhan 🇲🇨🇲🇨

🏦 Syariah Mandiri
di no Rek : 702.0373.061
atas nama As Syifa Peduli

As Syifa Peduli

” Berbagi Kepedulian Menebar Senyuman ”

Subang, 27 Oktober 2018

Keinginan manusia sudah tentu ingin menjadi pribadi lebih baik minimal untuk pribadi dan akan lebih baik bisa menebar manfaat bagi orang lain, nampak suasana serius dengan rona wajah yang dag dig dug.

Itu hanyalah salah satu dari penampakan seleksi babak penyisihan pada Ajang As-Syifa Teacher Festival (ATF) yang di selenggarakan oleh Bagian Pengembangan Kurikulum Yayasan As-Syifa dalam rangka meningkatkan kompetensi dan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, Menurut Ust Heri Sugiyanto, M. Pd selaku ketua pelaksana ATF pada tahun ini di gelar ajang perlombaan buat PTK (Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) dilingkungan Bidang Pendidikan As-Syifa dengan kategori Lomba.

1.Olimpiade Guru (Buat Guru Akademik)

2.MHQ (Buat Guru Tahfidz)

3.Wali Asrama Terbaik (Untuk Wali Asrama/Musyrif)

4. Service Excellent (Untuk tim Operator dan Staff)

5. Puisi dan Cerpen (Untuk seluruh PTK)

Event Tahunan ini diharapkan agar setiap civitas akademika memiliki jiwa yang siap fastabikul khoirot, siap selalu meng upgrade diri dan bisa memberikan inspirasi bagi orang lain, Selama ini tidak hanya murid-murid As-syifa saja yg bs memiliki daya saing dan bisa menjadi juara, guru pun harus memiliki semangat yang sama, karena sejatinya dibalik murid yang berprestasi pasti ada guru yang hebat dalam membimbing dan melatihnya.Karya Inovasi adalah yang di tunggu sehingga bisa memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkah.

Red :FR

Sejak tahun 2015 ditetapkan sebagai hari santri nasional, tepatnya tanggal 22 oktober, ini merupakan peringatan yang memberikan apresiasi kepada kaum santri dan megingatkan kembali bangsa Indonesia terhadap jasa dan rantai perjuangan kaum kiai dan santri dalam kemerdekaan bangsa Indoensia, antara lain KH. Hasyim Asy’ari yang merupakan salah satu tokoh yang mendirikan Nahdatul Ulama, KH. Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, A.Hassan dari Persis, Ahmad Soorhati dari Al-Irsyad, dan Abdul Rahman dari Matlaul Anwar. Sejarah mencatat terkait perjuangan kaum kiai dan santri dalam dalam melawan penjajahan dan memerdekakan bangsa ini salah satu yang fenomenal adalah ketika KH Hasyim Asya’ri mengeluarkan resolusi jihad“ membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap orang”. Resolusi jihad yang dicetuskan pada tanggal 22 Oktober pada tahun 1945 di Surabaya untuk mencegah dan menghalangi kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA. Seruan jihad itulah yang di kobarkan untuk membakar semangat para santri Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Kita mengetahui bagaimana sejarah perjuangan pahlawan nasional KH Zainal Mustofa dan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Sukamanah yang begitu gigih melawan penjajah jepang dan menjadikan pesantren dan santri-santrinya sebagai benteng pertahanan. Pasukan “berani mati” yang terdiri dari santri dan warga telah terbukti bagian dari semangat nasionalismenya, dan pada akhrinya tidak sedikit yang gugur sebagai syuhada dan KH Zainal Mustofa sudah terbiasa mendapat ancaman, intimidasi dan keluar masuk penjara menjadi kebiasaannya, akan tetapi sedikitpun tidak melunturkan semangat juang membela NKRI .

Selain itu kita mengenal Pahlawan Nasional yang masyhur berasal dari pesantren atau ulama antara lain Pangeran Diponegoro dan Panglima Jenderal Sudirman, mereka berjuang gigih dalam kemerdekaan Indonesia dengan menjadikan landasan agama menjadi modal dan semangat mengobarkan juang terhadap rakyat dan pasukannya. Dengan jelas bahwa bangsa ini banyak berhutang terhadap ulama dan santri , sehingga hal yang sangat miris ketika ada yang berpandangan bahwa antara agama dan negara harus di pisahkan, bahkan kita tahu bahwa Pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) sangat takut dan menjadikan Ulama dan pesantren sebagai musuh utama dan terbukti tidak sedikit para kiyai dan santri di bunuh dengan sadis, banyak pesantren dan masjid di bakar tanpa belas kasihan.

Makna dan Santri Masa Kini

Secara umum kita mengetahui bahwa santri adalah panggilan untuk sesorang yang sedang menimba ilmu pendidikan agama islam selama kurun waktu tertentu dengan jalan menetap di sebuh pondok. Adapun secara definisi kalau melihat kontek kekinian sangat beragam dan debatebel. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah kata santri berarti (1) orang yang mendalami agama Islam; (2) orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh (orang yang saleh); (3) Orang yang mendalami pengajiannya dalam agama islam dengan berguru ketempat yang jauh seperti pesantren dan lain sebagainya. Pendapat lain pun bermunculan seperti contoh ada suatu pendapat yang mengatakan makna santri adalah bahasa serapan dari bahasa inggris yang berasal dari dua suku kata yaitu sun dan three yang artinya tiga  matahari. Matahari adalah titik pusat tata surya berupa bola berisi gas yg mendatangkan terang dan panas pada bumi pada siang hari. Sebagaimana kita ketahui matahari adalah sumber energi tanpa batas, matahari pula sumber kehidupan bagi seluruh tumbuhan dan semuanya dilakukan secara ikhlas oleh matahari. namun maksud tiga matahari dalam kata Sunthree adalah tiga keharusan yang dipunyai oleh seorang santri yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Ada juga yang menyebut, santri diambil dari bahasa ‘tamil’ yang berarti ‘guru mengaji’ ini adalah pendapat Prof. Dr. Zamakhsyari Dhofier yang mengutip pendapat Prof. Johns. Cliford Geertz menduga, bahwa pengertian santri mungkin berasal dan bahasa sansekerta ‘shastri’, yang berarti ilmuan Hindu yang pandai menulis, yang dalam pemakaian bahasa modern memiliki arti yang sempit dan arti yang luas. Dalam arti sempit, ialah seorang pelajar yang belajar disekolah agama atau yang biasa disebut pondok pesantren, sedang dalam arti yang lebih luas, santri mengacu pada bagian anggota penduduk Jawa yang menganut Islam dengan sungguh-sungguh, yang bersembahyang ke masjid pada hari Jumat, dan sebagainya. Pada akhirnya para ahli berbeda pendapat dan tidak menemukan titik kesepakatan terkait makna santri. Hal ini disebabkan karena luasnya makna dan sudut pandang. Dalam hal ini bisa muncul pertanyaan Santri apa, yang mana dan bagaimana?. Sebagai contoh Ada istilah santri profesi, dan ada santri kultur. ‘Santri Profesi’ adalah mereka yang menempuh pendidikan atau setidaknya memiliki hubungan darah dengan pesantren. Sedangkan ‘Santri Kultur’ adalah gelar santri yang disandangkan berdasarkan budaya yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Dengan kata lain, bisa saja orang yang sudah mondok di pesantren tidak disebut santri, karena perilakunya buruk. Dan sebaliknya, orang yang tidak pernah mondok di pesantren bisa disebut santri karena prilakunya yang baik. Dari segi metode dan materi pendidikan, kata ‘santri’ pun dapat dibagi menjadi dua. Ada ‘Santri Modern’ dan ada ’Santri Tradisional’, Seperti halnya juga ada pondok modern dan ada juga pondok tradisional.

Sedang dari segi tempat belajarnya, ada istilah ‘santri kalong’ dan ‘santri mukim’. Santri kalong adalah orang yang berada di sekitar pesantren yang ingin menumpang belajar di pondok pada waktu-waktu tertentu tanpa tinggal di asrama pesantren. Sedangkan santri mukim ialah santri yang menuntut ilmu di pesantren dan tinggal di asrama pesantren (kobong). Dari segi waktu juga ada santri kilat hanya berdurasi dalam ukuran minggu dan bulan ada juga santri yang cukup panjang dalam menempuh lama pendidikan bisa dalam kurun waktu tahunan.

Terlepas dari semua itu yang terpenting adalah makna yang terkandung di dalamnya. Siapapun orang yang mempelajari ilmu agama Islam (memiliki kapasitas yang mumpuni) dan dipakai untuk membela agamanya demi kemaslahatan ummat terlepas mereka berhak menyandang santri atau bukan yang jelas ini merupakan fenomena kekinian yang ada ditengah kita semua. Dunia teknologi pun hadir mewarnai cara orang memperoleh ilmu pengetahuan, bisa membantu menjadikan alternatif tambahan dalam berguru, lingkup tempat dan suasana yang di dapatkan.

Dewasa ini kapasitas santri sudah berkembang bukan hanya fokus menguasai ilmu agama Islam (Syariah) saja melainkan bertransformasi menjadi ahli dalam bidang sains dan teknologi sehingga outputnya pun sangat beragam ada yang menjadi ahli fiqh dan menguasai ilmu ekonomi atau sebaliknya ada yang menjadi dokter dan hafal Al-Quran 30 juz  sebagaimana dicontohkan ulama pada zaman dulu dan terkenal di dunia, antara lain Ibnu Sina, Al-Khawarizmi dan Ibnu Kholdun. Mereka tidak hanya pandai dalam hal menguasai Ilmu kedokteran, Matematika dan Ekonomi melainkan merekapun sebagai ulama yang menguasai ilmu agama Islam dan hafal Al-Quran.

Feri Rustandi
(Alumni Santri PPI 76 Garut dan Guru di As-Syifa Boarding School Subang)

Senin (10/19), Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah Subang menjadi tempat Kunjungan Peserta Diklat Fungsional bagi Guru Ahli Muda Angkatan IX (Jenjang MTs) dan Angkatan X (Jenjang MA) yang diadakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Kemenag Daerah Bandung. Sebanyak 60 Peserta mengikuti kegiatan Diklat Guru Ahli ini, yang dimana terbagai sebanyak 30 Peserta meliputi lingkup jenjang MTs / SMPIT dan 3 Peserta meliputi lingkup MA / SMAIT.
Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Kheoriyyah, KH. Abdullah Muadz, S.Pd.I, M.Sc, dalam prosesi penyambutan menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dan kesempatan yang telah diberikan kepada Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah sebagai tujuan tempat dilaksanakannya Diklat guru ahli ini, semoga selain bisa membantu proses yang sedang dilakukan, para peserta pun nantinya bisa berbagi pengalaman serta ilmunya bagi As-Syifa Al-Khoeriyyah dalam proses kegiatam belajar mengajar yang dilakukan.
 
Adapun Kunjungan diklat ini dimaksudkan sebagai study lapangan yang ditujukan dalam rangka mengimplementasikan berbagai konsep dan kerangka teoritis yang diperoleh selama proses pembelajaran dan mengambil best practice seperti Kurikulum, Proses Belajar Mengajar, Sarana Prasaran, dan SDM yang dilaksanakan pada kegiatan Pendidikan di Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah meliputi Lingkung SMPIT dan SMAIT As-Syifa Boarding School.
Alhamdulillah kegiatan diklat ini berjalan dengan lancar, dimana selain dilaksanakan kegiatan presentasi serta tanya jawab mengenai proses pembelajaran yang dilaksanakan di lingkungan As-Syifa, para peserta diklat juga berkeliling lingkungan sekolah untuk melihat dan mencermati kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. [Humas As-Syifa]

Bagian Pengembangan Kurikulum (Bangkur) As-Syifa Al-Khoeriyyah menyelenggarakan Workshop “Penyusunan Panduan Pengelolaan Dan Peningkatan Mutu Asrama As-Syifa Boarding School Dan LTIQ As-Syifa”. Kegiatan diselenggarakan pada Kamis (06/09) di Ruang R3 As-Syifa Al-Khoeriyyah mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan workshop ini merupakan rangkaian kerja Tim Pokja Mutu Asrama yang dikelola oleh bagian Pengembangan Kurikulum Yayasan Assyifa sebagai bentuk Optimalisasi dalam mengimplementasikan tradisi Mutu kekhasan As-Syifa khususnya di lingkungan Asrama. Adapun pengisi workshop dipaparkan langsung oleh Pemateri Bapak Erwin Kurnia Wijaya, S.Pd, M.Pd yang merupakan Konsultan Pendidikan Lembaga PULPEN.

Besar Harapan dari Workshop ini, Tim Pokja Mutu Asrama mendapatkan pembekalan terkait strategi membangun tradisi mutu di Asrama serta Strategi tersebut bisa tersusun melalui dokumen kekhasan mutu Asrama sebagai panduan dalam mengelola dan membina para Murid di Asrama. [Bangkur-Assyifa]

Alhamdulillah wa Barakallah kami ucapkan kepada Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah yang terpilih sebagai Bagian/Unit dengan Indeks Kinerja Terbaik bulan Agustus 2018…

Semoga apresiasi kinerja ini menjadi motivasi bersama untuk semakin meningkatkan kinerja dan peran Bagian/Unit serta Civitas Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menuju ke arah yang lebih Baik.

#UnitIndeksTerbaik
#Assyifa
#HRDAssyifa
#HumasAssyifa
#LitbangAssyifa
#Agustus

alshifacharity.com – Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melaksanakan Shalat Idul Adha 1439 H, Rabu (22/8) bertempat di 2 lokasi Kampus yaitu As-Syifa Boarding School Wanareja dan As-Syifa Boarding School Jalancagak. Dimana seluruh Keluarga Besar Yayasan meliputi Dewan Pembina, Jajaran Pengurus, Kepala Sekolah serta Wakil kepala sekolah, segenap pegawai dan Seluruh murid baik putra serta putri berkumpul bersama dengan khidmat dan seksama.

Pelaksanaan di As-Syifa Boarding School Wanareja dipimpin oleh Imam Ustadz Marhum Musyadad, Khotib Ustadz H. Ghozali, Lc dan adapun pelaksanaan di As-Syifa Boarding School Jalancagak dipimpin Imam shalat Ustadz Ruby Yanuasa Awaludin serta Khotib Ustadz H. Lalu Agus Pujiartha, Lc., MA.

Dalam salah satu Khutbah yang disampaikan Ustadz H. Lalu Agus Pujiartha, Lc., MA menyampaikan ” … dengan kita melaksanakan shalat Idul Adha, ini menjadi salah satu bentuk rasa syukur kita atas beberapa Nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Adapun dalam risalah yang tertuang melalui kisah Nabi Ibrahim as sendiri, Yaumul Mahad atau Idul Adha ini banyak hal hikmah yang bisa kita ambil sebagai bentuk rasa syukur dan pengorbanan-pengorbanan yang telah dilaksanakan. Dimana ketika pengorbanan yang dilakukan berlandaskan Tauhid karena Allah, Allah akan ada dalam setiap pertolongan berikutnya. Dan saat ini kita harus bisa mengambil Hikmah bersama baik sebagai Pelajar ataupun yang sudah berumah tangga, bahwa ketika kita melakukan sesuatu hal berlandaskan atas pengorbanan yang dilandaskan kepada Allah SWT, Insya Allah apa yang kita upayakan sekarang selalu berniat ibadah dan Allah SWT selalu ada membersamai prosesnya… “.

Alhamdulillah kegiatan shalat Idul Adha yang dilakukan berjalan dengan lancar, penuh kekhusukan, suasana religi dan penuh kebahagiaan pun menghiasai kegiatan pelaksanaanya. Kita bersama berharap semoga dari pelaksanaan ibadah-ibadah kita di bulan Dzhulhijjah ini, selain sebagai bentuk rasa syukur kita atas semua nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita, segala bentuk ibadah yang kita lakukan semuanya bernilai pahala dihadapan Allah. Aamiin.