Sebuah kelompok kajian yang selalu mengklaim paling Sunnah, memberikan materi ta’limnya dalam sebuah kajian tentang politik penuh dengan kebencian, buruk sangka dan bicara tanpa dalil, fakta dan data, karena emosi yang tidak terkendali.

Ketika menuduh kelompok lain penuh dengan pembodohan, kebencian, jauh dari fakta dan data, kemudian tidak bisa membedakan mana yang general dan mana yang kasus, semua dipukul rata. Akibatnya merasa punya kapling di surga dan hanya kelompoknya yang punya kunci pintu surganya, semua kelompok lain dianggap neraka, dengan hujatan dan caci maki yang sangat melampaui batas.

Semua Politikus Ambisi Kekuasaan.???

Persis seperti kelompok Syi’ah, menuduh para shahabat yang berkumpul di Tsaqifah bani Sa’idah sebagai orang yang berambisi dan rakus jabatan. Menurut kelompok Sunnah itu semua yang berkiprah dibidang poltik dipukul rata adalah orang yang rakus dan ambisi jabatan. Sudah mensejajarkan dirinya dengan Allah SWT yang tahu setiap hati orang, jadi seolah olah dia tahu bahwa tidak ada satupun politikus yang punya niat baik.

Nafsu dan kebencian yang sedemikian rupa sampai lupa menghakimi hati orang yang harusnya hanya Allah SWT saja yang tahu niat dari masing masing seseorang. Kemaksiatan yang begitu besar, masif, masal dan sistematik, dibeking oleh kekuatan gelobal tidak dilihatnya. Tetapi hati orang seolah-olah bisa diterawangnya.

Politik itu Hina, Kotor dan Najis ..???

Berulang ulang diucapkan bahwa politik itu urusan dunia yang terlalu kecil dan sangat hina, sehingga semua orang yang memperebutkan politik adalah orang yang paling hina didunia ini. Orang yang paling bersih adalah orang yang hadir dimajelis kajian islam kelompoknya terus mengamalkan sunnah sunnahnya.

Hal ini persis seperti orang yahudi yang menuduh Rasulullah SWT orang yang tidak pantas jadi Nabi dan Rasul, karena berjalan jalan di pasar, karena pasar tempatnya setan, banyak penipu dan yang berbuat curang dalam timbang menimbang. Sebagaimana Allah SWT lukiskan ejakan orang yahudi kepada Nabi Muhammad SWT dalam surah Al-Furqan ayat 7 :

“ Mengapa Rasul ini memakan makanan dan jalan di pasar pasar ….”

Mengeneralisir semua aktifitas dipasar itu kotor dan semua orang yang masuk didalamnya hina, sama dengan dengan menggenalisir politik. Kemudian mata hatinya buta akan fakta dan data tentang kemaslahat yang begitu banyak ada didalamnya. Karena mengukur mashlahat mudharat menggunakan Ijtihad Pribadi bukan berdasarkan Ijtihad kolektif (Ijma). Sehinngga penuh dengan tuduhan dan tidak melihat kemashlahatan yang begitu banyak. Sebaliknya dia mampu melihat hati seseorang, sehingga memvonis bahwa semua yang terlibat aktifitas politik adalah orang yang rakus dan ambisi jabatan.

Penafsiran Hizbiyah seenak perutnya…

Secara bahasa memang Hizb bisa diartikan partai, otomatis anggota dan pengikut partai bisa disebut Hizbiyyah. Sementara jika Hizbiyyah artikan lebih luas yang dalam Al-Qur’an adalah golongan atau kelompok. Dan yang dilarang dalam dalam surah Ar-Ruum ayat 32 adalah merasa bangga atau fanatik terhadap golongannya.

Allah SWT berfirman :

“ Orang-orang yang memecah belah agama, dan mereka menjadi beberapa golongan, setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongannya. “

(Surah ArRuum, ayat 32 )

Apa salahnya seseorang yang mau berdakwah masuk digedung parlemen, di pasar, di tempat pelacuran, di cafe cafe, di Lembaga Pemasyarakatan dan lain lain, mereka mau bergaul, tidak merasa dirinya lebih pintar, lebih suci. Sementara aturan yang berlaku baik resmi atau konvensional mengharuskan kita memakai payung hukum berupa lembaga atau oraganisasi untuk bisa diterima ditempat tempat tersebut.

Jadi lembaga tempat bernaungnya para da’i bukan untuk jadi sesuatu kebanggaan, apalagi tujuan, tetapi sekedar payung hukum agar dakwahnya bisa diterima. Buktinya mereka tidak ada yang merasa lebih dari orang lain, sehingga mudah bergaul dengan siapa saja, dimana saja, kapan saja.

Sebaliknya orang yang katanya Anti Hizbiyah, kajian pertamanya tentang “ Bab Ilmu “ padahal isinya mejelek jelaknya kelompok lain karena didalam thema tersebut ada syarat orang yang boleh memberi kajian hanyalah orang dari kelompok mereka, sementara yang lainnya ahlul bid’ah yang harus disingkirkan. Inilah yang namanya maling teriak maling.

Hari hari kajiannya penuh caci maki terhadap orang yang sudah taubat, sholat zakat, padahal maksiat yang begitu besar, masal, masif, dan sistematik didukung oleh para penjajah asing, sedikit sekali mendapat porsi pembahasan kajiannya. padahal Allah SWT berfirman :

“ Jika mereka sudah bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka mereka itulah saudaramu seagama….” ( Surah At-Taubah ayat : 11 )

Ketika buku Ustadz Abdus Somad terbit yang judulnya “37 masalah agama” seketika dalam waktu singkat muncul bantahan bantahannya. Sementara ada puluhan cabang ilmu tentang bagaimana “memberantas mafia narkoba “ puluhan cabang ilmu tentang : “ bagaimana memberantas para perampok kekayaan negeri ini “, dan sebagainya, hampir tidak pernah ada yang membahas atau menulis.. ???

Mencela Pemimpin atau Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Entah sengaja tidak mau melihat fakta atau memang hatinya yang sudah berkarat, lagi lagi mengeneralisr setiap kegaduhan publik selalu diartikan mencela pemimpin..?

Mencela itu biasanya diartikan menyebut nama, kemudian menyebut sifat sifat negatif bawaan sejak lahirnya baik fisik maupun mentalnya, hal ini jelas terlarang, haram hukumnya.

Sementara kemaksiatan yang begitu jelas, gamblang, nenggel, menabrak nash nash yang Qath’i dan ke Qath’i annya sudah muttafaqun ‘alaih, itu harus dicegah. Hukumnya wajib mencegah kemungkaran, dan akan menjadi terlaknat jika tidak mau mecegahnya, sebagaimana Allah SWT pernah melaknat bani Israil, karena mereka diam ketika melihat kemungkaran berada dihadapannya. Sebagaimana firman Allah SWT :

“ Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu”. ( surah al-Maidah ayat : 78 -79 )

Bahkan ketika kemungkaran itu sudah terang-terangan dilakukan, dengan rasa bangga, kemudian menyuruh rakyatnya untuk mengikutinya, maka Allah SWT pun menyebut nama Fir’aun, Abu Lahab bahkan diabadikan menjadi surah Al-Lahab.

Marilah kita buka mata hati kita untuk tidak selalu mengeneralisir sesuatu. Memang ada orang yang suka mencela dan kita terus mengingatkan agar berhenti mencela siapapun. Tetapi mencegah kemungkaran itu wajib hukumnya. Dan Sunnatullah nya pasti banyak yang tidak suka jika hawa nafsunya dilarang. Sehingga pasti akan menimbulkan kegaduhan publik. Jadi kegaduhan jangan diartikan sebuah kemudharatan.

Menganggap amal siyasi sebagai perbuatan sia sia

Sedemikian rupa mencela dan memvonis bahwa semua politikus adalah orang yang sedang mencari dunia, berupa kedudukan dan jabatan, semantara dunia itu sangat hina dan sangat kecil dibanding akhirat. Sehingga harus dijauhkan dunia politik dari kelompok mereka. Menganggap semua orang yang terlibat dalam politik orang yang sangat hina, dan melakukan aktifitas yang sia sia.

Mungkin penulis akan ditertawakan jika mengambil Contoh 35 Kemaslahatan yang telah dihasilkan oleh Erdogan di Turki. Penyakit sombong yang sudah terjangkit akan sulit menerima kelibihan orang lain. Penyakit hasad yang sudah berurata berakar akan membenci siapa saja yang punya kelebihan.

Mari kita belajar bagaimana Allah SWT menghargai perbuatan pelacur wanita yang memberi minum Anjing yang sedang kehausan ( HR. Bukhari no. 2363 dan Muslim no. 2244). Bagaimana Allah SWT memberi penghargaan upaya pengembaraan pereman yang sudah membunuh 100 orang, dalam pencarian lingkungan yang baik ( Imam Bukhari dalam Fathul Bari, 6/373.Imam Muslim dalam Syarah Imam Nawawi, Kitabut Taubah, juz 17 hal. 82.) Bagaimana Allah menghargai amal seseorang walau hanya sebesar sebuat biji

Allah SWT berfirman :

“ Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan). Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. {Q.s. Al-Zalzalah: 7-8}

Kesombongan adalah Sifat Iblis

Ada kalimat bahwa aktifis dakwah memang tidak punya pekerjaan lain kecuali memang itu, dan kemampuannya hanya itu doang. Merupakan ungkapan sifat sombong yang kemudian diwariskan kepada pengikut pengikutnya. Sehingga wajar saja jika wajah dan gestur tubuh mereka terlihat orang-orang yang menempatkan dirinya menjadi orang orang yang mempunya kelas yang lebih tinggi dari kelompok kelompok lain, serta menganggap rendah kelompok lain.

Hizbiyah yang sesungguhnya adalah kalimat Iblis dalam surar Al’Araaf ayat 12 :

“ Ana Khairam Minhu : Saya lebih baik dari dia (Nabi Adam)”

Jika diartikan lebih luas bisa “ Kelompok saya, golongan saya, manhaj saya, lebih baik dari mereka ” sehingga ada ciri yang paling menonjol yaitu :

  1. Mudah sekali menuduh, menjudge orang-orang diluar kelompoknya.
  2. Aktifitas yang dilakukan diluar kelompoknya dianggap tidak ada satupun yang bermanfaat, apalagi aktifitas politik .
  3. Terjadi mental block yang sangat sulit menerima masukan dari kelompok lain.
  4. Apa saja yang difatwakan dan dilaksanakan diluar kelompoknya sudah pasti salah.
  5. Bergaul dengan semua kelompok dan semua jenis manusia dengan niat ingin berdakwah akan dianggap talbisul haq bil bathil. (mencampur adukan antara yang hak dan bathil )
  6. Talbisul haq bil Bathil lebih berbahaya dari kebathilan itu sendiri sehingga mereka lebih membenci orang yang sudah masuk masjid dari pada gembong norkoba.

Manhaj Warung Kopi

Kemampuannya dalam menafsirkan ayat dan hadits mereka, kita akui paling baik. Kita pun menerima ketika menafsirkan nash nash itu difahami sebagai nilai nilai normatif yang harus kita laksankan.

Akan tetapi ketika Nash nash itu dikonfirmasi kedalam subuah kejadian atau peristiwa faktual inilah yang menjadi masalah. Sebab peristiwa faktual itu membutuhkan data yang lengakap yang terus berkembang, sehingga juga membutuhkan ke shahihan (validitas) bukan hanya Al-Quran dan Sunnah saja yang harus kita pastikan keshahihanya. Supaya kita tidak mudah menuduh kelompok lain.

Nash dalam Al-Qur’an dan Hadits tidak akan mungkin bertambah sampai kiamat, akan tetapi data dan fakta akan terus berkembang. Jadi jangan merasa dirinya paling tahu jika sudah bicara fakta dan data, apalagi memvonis hati seseorang. Kita sangat mengakui kefahaman mereka terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnahnya, tapi jangan kemudian juga merasa paling tahu tentang fakta dan data sebagai alat konfirmasi yang bisa menjudge seseorang. Itulah yang menyebabkan seseorang mudah menuduh, memvonis serta memonopoli kebenaran. Menempatkan Teks bukan pada konteksnya.

Tidak Mengeneralisir

Penulis juga tidak ingin ikut ikutan mengeneralisir semua kelompok Sunnah sebagai orang yang suka mencaci maki. Masih banyak diantara mereka yang baik baik. Penulispun banyak bergaul dengan kelompok mereka yang baik baik, bahkan membuat banyak program bersama. Sementara yang menjadi kekhawatiran penuliis adalah jika kelompok yang ekstrem itu berbicara di posting di Medsos, merupakan makanan bergizi yang gratis untuk mereka yang tidak suka Ummat ini bersatu. Padahal persatuan ummat ini sangat dibutuhkan untuk keselamatan NKRI.

Alangkah indahnya para da’i yang beramar makruf nahi mungkar tidak mencela siapapun, sementara para da’i yang dalam kelompok Sunnah tidak mencaci maki sesama da’i. Kita sepakat kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah merupakan satu satunya jalan menuju persatuan. Tetapi tafsir tunggal terhadap konteks ayat merupakan jalan kehancuran, karena itu adalah jalannya para ahbar dan ruhban ( Surah At-Taubah 31). Penafsiran itu dianggap sahih jika berasal dari kelompoknya, tidak boleh ada penafsiran dari kelompok lain… maka sampai kiamatpun ummat ini akan sulit bersatu.

( Wallahu ‘Alam bis Showaab )

Abdullah Muadz

Siapa Pahlawan Siapa Penjahat

Westerling adalah tokoh yang dianggap pahlawan oleh masyarakat Belanda, sebaliknya ia adalah penjahat besar untuk bangsa Indonesia. Gorge W Bush adalah pahlawan, setidaknya bagi 85% rakyat Amerika, tetapi dianggap penjahat oleh sebagian rakyat Irak, setidaknya 900.000 keluarga korban tewas akibat pembantaian.. Xanana Gusmao adalah seorang tokoh pahlawan bagi masyarakat Timor Leste, sebaliknya pernah dipenjara oleh pemerintah Indonesia. Begitu pula Presiden pertama RI Bpk Ir. Soekarno. adalah tokoh proklamator sekaligus pahlawan, tetapi oleh Belanda telah berkali-kali dipenjarakan.

Perbedaan pandangan itu karena memakai kacamata Nasionalisme masing masing. Nasionalisme itu bersumber dari sebuah padangan masyarakat kumpulan manusia yang pasti punya cara pandang masing-masing, maka hasilnya menjadi relative.

Pahlawan Dalam Arti Sempit

Bagi seorang yang sedang sakau maka pahlawan bagi mereka adalah para pemasok dan pengedar narkoba. Bagi seorang pemabuk, maka boss yang mentraktir minuman itulah yang jadi pahlawan. Bagi orang-orang miskin maka orang semodel Robinhood itu juga bisa manjadi pahlawan. Bagi para mucikari/germo, juga pengusaha diskotik, maka para pembacking yang biasanya terdiri dari aparat itu sebagai pahlawan. Seorang pemuda yang menampung uneg-uneg seorang gadis ketika terjadi masalah keluarga, sehingga sang gadis bertambah dendam terhadap orang tuanya dan semakin sejuk dengan sang pemuda, itu bisa dianggap pahlawan bagi si gadis (lihat status-status di BBM).

Maka pengertian pahlawan disini adalah siapa saja yang menjadi pembela kepentingan seseorang itulah dia, terlepas bentuk kepentingan apa saja, tidak perlu lihat halal haram lagi.
Sebaliknya perbuatan sebaik apapun jika ada orang lain yang merasa kepentingannya terancam, akan ada saja yang memusuhi bahkan dianggap penjahat atau lebih dari itu. Sebaik apapun akhlaq yang telah ditunjukan oleh Rasulullah SAW, sampai sampai pujiannya langsung datang dari Allah SWT : “Sesunggguhnya Engkau (wahai Muhammad) memang memiliki akhlaq yang sangat Agung “, tetap saja ada yang memusuhi, bahkan dari kalangan keluarganya sendiri. Karena ada orang yang merasa kepentingannya terancam. Apalagi kita yang bukan nabi, lebih wajar kalau yang membenci itu lebih banyak lagi.

Resiko yang dihadapi oleh Rasulullah SAW adalah berbagai teror mental, dituduh orang gila, tukang sihir sampai upaya penganiyaan fisik. Berbagai ujian cobaan, tantangan, rintangan, hambatan, gangguan, silih berganti bertubi-tubi silih berganti tak pernah berhenti menimpa diri Nabi. Mulai dari peleparan kotoran unta, penimpaan batu besar, pengeroyokan, upaya pemboikotan, sampai upaya-upaya pembunuhan.

Soal Kepentingan dan Standar Nilai

Kalau ukuran berjasa, membantu dan menolong menurut kepentingan perorangan, kelompok, suku, sampai pada bangsa dan negara, bisa dipastikan akan menemukan hasil yang relatif. Sehingga harus ada standar yang universal. Sementara sentdar universal itu biasanya dikaitkan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Lagi-lagi jika pendangan kemunisaan itu menurut pribadi, kelompok dan golongan pasti akan berbeda lagi. Sehingga tidak akan pernah menemukan kebenaran yang hakiki dalam memandang nilai kemanusiaa.

Bagi akal yang sehat seharusnya berfikir bahwa yang paling pantas membuat standar nilai kemanusiaan adalah Sang Pencipta Manusia itu sendiri. Maka nilai kemanusiaan tidak bisa dilepas dengan setandar yang dimiliki oleh Allah SWT sebagai Pencitpta manusia. Selanjutkan kita bisa menentukan ukurang berjasa atau tidak seseorang jika dia berhasil ikut mengangkat nilai-nilai kemanusian dan nilai-nilai kebenaran.

Jadi Pahlawan itu Siapa ?
“Pahlawan” adalah sebuah kata benda. Secara etimologi kata “pahlawan” berasal dari bahasa Sanskerta “phala”, yang bermakna hasil atau buah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.
Pahlawan adalah seseorang yang berpahala yang perbuatannya berhasil bagi kepentingan orang banyak. Perbuatannya memiliki pengaruh terhadap tingkah laku orang lain, karena dinilai mulia dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat bangsa atau umat manusia.
Jika kita memakai kata kunci “ Kebenaran dan Pahala” maka tidak mungkin ada standar lain keculai tata nilai yang bersumber dari Sang Pencipta (Khalik) sebagai sumber kebenaran. Akal sehat kita menuntut bahwa Sang Pencipta pasti yang paling tahu barang ciptaanya senidri, maka Dialah yang paling pantas dan berhak menurutkan sumber tata nilai untuk makhluq manusia sebagai ciptaannya.
Seorang pejuang dan pahlawan dalam Islam, adalah seorang yang hanya ingin cari muka dihadapan Allah SWT, hanya ingin perhatian dan penilaian dihadapan Allah SWT, jika hanya pandangan manusia akan sangat relative sifatnya. Satu bilang si fulan pahlawan semantara yang lainnya bilang si fulan itu penjahat. Bararti seorang pejuang harus tegar “tidak takut celaan orang-orang yang suka mencela” (Q.S Al-Maidah (5) ayat : 54.

Hari ini para pejuang akan berhadapan dengan nafsu liar manusia yang dibacking oleh penguasa dan pengusaha yang terus mengeksploitasi nafsu jalang dan liar manusia, sambil terus dikipas-kipas oleh syaithan laknatullah, kemudian dihias oleh sarana dan prasarananya, serta dipercantik oleh ilmu pengetahuan dan teknologinya. Makin banyak orang yang terkapar tidak berdaya, tidak sedikit juga para tokoh agama yang akhirnya ikut bungkam, entah karena takut atau karena gaptek.

Siapa yang berani mengatakan bahwa : “Kuis berhadiah melalui SMS yang tarifnya diatas normal itu Judi”..? Siapa yang berani mengatakan bahwa acara pildacil itu ada unsur judinya..? Siapa yang berani mengatakan bahwa sekarang ini hiburan sudah sangat Over Load..? Siapa yang mampu melihat bahwa kondisi pelajar kita sudah sangat memprihatinkan, dari aspek orientasinya, motivasinya, visi misinya, akhlaqnya, pergaulannya, serta sikap dan keperibadiannya.

Pertanyaan tersebut diatas mempunyai resiko tinggi bagi siapa saja yang mau manjawab dengan jujur. Sebab akan berhadapan dengan banyak orang dan kepentingan, juga mungkin tidak sedikit tokoh agama yang juga sudah terlanjur ikut menikmati, sehingga takut “Kaburo Maqtan” ( Q.S Asshaaf (61) ayat : 2-3.

Seorang ayah yang telah memelihara anak dari bayi, begitu menyayangi dan mencintai anaknya, hanya karena latar belakang pendidikan yang kurang, maka cara mengekspresikan kasih sayang dan cintanya berbeda dengan keinginan anak. Banyaknya perintah dan larangan membuat sianak salah faham, timbulah kebencian kepada orang tuanya. Saat itulah datang pemuda ganteng yang menampung semua uneg-unegnya, menawarkan berbagai kebebasan, serta membuka jendela hatinya sambil bersedia menjadi soulmate nya. Jadilah pemuda itu sebagai pahlawan dimata gadis tersebut.

Padahal tidak sedikit laki-laki yang hanya menginginkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Pertolongan yang diberikannya pun hanya alokasi khusus kepada orang-orang tertentu yang menjadi sasaran tembaknya. Kepincutlah si anak jadilah si Pemuda yang tidak pernah ngasih makan dan merawat dari kecil menjadi pahlawan serta arjuna bagi si gadis yang merasa nyaman terhadap pemuda tadi. Pilu hati si ayah ketika anaknya lebih percaya kepada orang lain dari pada orang tuanya sendiri.

Tak kalah pilunya nasib guru, terlebih-lebih guru agama. Dari segi urgensi tidak begitu dianggap oleh pemerintah terlihat dalam implementasi kurukulum, membawa dampak pelajaran agama diremehkan oleh para siswa. Sisi lain jam pelajaran yang kurang, sehingga berdampak kurangnya pelajaran aqidah yang begitu penting dalam membentuk pandangan hidupnya. Sisi lain lagi pelajaran agama lah yang banyak berbenturan dalam realitas kehidupan sehari-hari, karena apa yang ditampilkan di Televisi misalnya lebih banyak pertentangannya. Sementara masih ada sebagaian guru agama dengan keterbatasannya belum menguasi metode mengajar yang menarik. Maka guru agamalah yang dianggap paling banyak perintah dan larangan. Paling cerewet, ngebetein, menyebalkan dan paling banyak mengekang.

Sementara ada guru lain atau karyawan yang punya pandangan agak permisif, mempunyai kemempaun berkomunikasi dengan baik, menjadi tempat bernaungnya anak-anak, tempat yang dianggap menyejukan. Jika tidak ada lingkungan yang kondusif serta tidak ada upaya perbaikan kualitas dan keterampilan guru-guru agama, maka jadilah guru agama seolah seolah sperti penjahat dan guru lain yang menganut kebebasan seperti pahlawan, di mata para siswa..

Saat inilah dibutuhkan para pejuang bermental baja, yang punya ketegaran jiwa, kekokohan mental, berani tampil, tidak takut celaan manusia, karena takunya hanya kepada Allah SWT, dan hanya ingin menjadi Pahlawan hanya di hadapan Allah SWT.

Perhatikanlah  .. Renungkanlah.. dan Gunakanlah..

Rambu-Rambu Untuk Sukses – Sekecil apa pun kesempatan yang tersedia bagi Anda, manfaatkanlah! Sebesar apa pun penghalang di depan Anda, loncatilah!Marshall Field, salah seorang pebisnis paling sukses di dunia, menceritakan rahasia suksesnya yang kemudian disebut sebagai “10 Petunjuk Sukses Marshall Field”, yaitu:
index1. Nilai waktu, jangan membuang-buangnya
George Downing pernah mengatakan, “Istilah tidak ada waktu jarang selalu merupakan alasan yang jujur karena pada dasarnya kita semua memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat.” Hari ini, sudahkah kita memaksimalkan waktu yang ada untuk menghasilkan karya terbaik untuk kelangsungan masa depan kita?

2. Nilai kegigihan, jangan menyerah
Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kita jatuh. Sang pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang menyerah tidak akan pernah menang. Jadi, putuskanlah untuk menjadi pemenang sejati dan jangan biarkan apa pun mengalahkan kita.

3. Kenikmatan kerja keras, jangan malas
Si pemalas dibunuh oleh keinginannya karena tangannya enggan bekerja. Dan, tangan yang lamban membuat miskin. Akan tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Jangan pernah menunda apa yang seharusnya kita lakukan hari ini sebelum datang penyesalan yang tiada akhir.

4. Martabat kesederhanaan, jangan memperumit
Hidup ini sudah sulit. Jadi jangan mempersulitnya lagi dengan mengisi hari-hari kita dengan keraguan dan kekhawatiran. Janganlah kita khawatir akan hari esok karena esok memiliki kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

5. Harga watak, jangan curang
Johan Wolfgang Goethe mengatakan, “Manusia bisa berbuat salah, tetapi berpura-pura itulah yang sebenarnya menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan.”

6. Kekuatan budi baik, jangan masa bodoh
“Orang tidak peduli berapa banyak yang Anda ketahui sampai mereka mengetahui berapa banyak Anda peduli,” demikian ungkap John C. Maxwell. Kita tak dapat hidup seorang diri di dunia ini. Oleh karena itu belajarlah untuk bersosialisasi dengan sesama. Berikan waktu untuk mendengarkan curahan hati sahabat, terbarkan senyum terbaik kepada setiap orang yang kita temui setiap hari, dan berikan peluk hangat bagi orang-orang yang kita kasihi.

7. Panggilan tugas, jangan menghindari tanggung jawab
Erich Watson berkata, “Kualitas seseorang tidak hanya dilihat dari kecerdasannya, tetapi juga dari bisa dipercaya atau tidaknya seseorang.” Karena itu, kerjakanlah setiap pekerjaan dan kewajiban kita dengan sebaik-baiknya. Ketika kita memberikan yang terbaik, percayalah alam semesta ini pun akan memberi kita yang terbaik juga.

8. Kebijaksanaan ekonomi, jangan boros
Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya. Belajarlah untuk mengendalikan keinginan mata. Sesuatu yang kita inginkan belum tentu menjadi kebutuhan utama kita. Jadi, bijaklah dalam mengelola keuangan. Dan, yang tidak kalah penting, ingatlah untuk selalu menabung dan berinvestasi untuk hari depan.

9. Kebajikan kesabaran, jangan mudah kesal.
Setiap manusia tidak hanya dituntut untuk bersikap sabar terhadap sesamanya, tetapi juga bersabar terhadap Sang Pencipta dalam menunggu janji-janji-Nya. Jeremy Collier berkata, “Menanti dengan penuh kesabaran kerap kali merupakan jalan terbaik untuk melakukan kehendak Ilahi.”

10. Peningkatan keahlian, jangan berhenti berlatih
Setiap hari, bertanyalah pada diri kita sendiri, “Bagaimana saya bisa menjadi lebih baik?” Bacalah suatu hal yang positif atau tulislah catatan tentang hal yang positif. Denis Waitley pernah mengatakan, “Pembelajaran berkesinambungan merupakan persyaratan minimum untuk sukses dalam bidang apa pun.”

Semoga petunjuk sukses Marshall Field di atas, berguna bagi kehidupan kita. Selamat mencoba, sukses untuk Anda! untuk info artikel tentang tips sukses terupdate lainnya bisa lihat www.alshifacharity.com . Terimakasih sudah berkunjung.

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (dari rahmat Allah Swt). (QS. Al Kautsar : 1-3)

Berqurban adalah sebuah amalan yang sangat diutamakan dalam Islam. Ia nya adalah salah satu Sunnah Muakaddah (sunnah yang diutamakan) dari Sunnah Rosululloh SAW. Bahkan Beliau SAW sering mencontohkan sendiri amalan berqurban ini, sebagaimana sebuah hadits :

“Sesungguhnya Nabi Saw menyembelih dua ekor kambing gemuk berwarna putih kehitaman dan bertanduk, lalu ia membaca basmalah dan bertakbir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diantara kutamaan berqurban sebagaimana disebutkan dalam hadits ‘Aisyah, adalah menyembelih qurban termasuk amal salih yang paling utama.

Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim)

Adapun hikmahnya adalah meneladani Nabi Ibrahim dan kepedulian sosial. Sebagaimana disebutkan dalah hadits Rasulullah Saw, sesunguhnya hari ini (Idul Adha) hari jamuan makan-minum dan mengagungkan Allah Swt.

BERQURBAN MELALUI AS SYIFA PEDULI

Assyifa Peduli adalah sebuah lembaga kemanusiaan yang menghimpun berbagai sumber daya untuk melakukan aksi membangun, membina serta melayani sesama yang membutuhkan pertolongan. Bertekad ingin menjadi lembaga yang profesional dan terpercaya dalam menghimpun, menyalurkan serta memberdayakan berbagai sumberdaya, baik sumberdaya manusia, sumberdaya alam maupun sumberdaya finansial.

Salah satu program tahunan yang diselenggarakan oleh Assyifa Peduli adalah program Tebar Qurban Peduli. Program ini memberikan kemudahan bagi kaum muslimin yang hendak berQurban tanpa harus direpotkan dalam pencarian hingga pendistribusian hewan qurban kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Untuk itu As Syifa peduli memberikan penawaran terbaik kepada Anda dalam pelayanan hewan Qurban.

by : Abdullah Muadz
Bumi langit dan semua isi yang terkandung didalamnya termasuk diri kita adalah milik Allah SWT milik Allah, ayatnya begitu banyak silahkan buka Al-Qur’an lagi…

Manusia bukan pemilik, lahir ke dunia tanpa selembar benangpun, mati juga hanya membawa kain kafan. Tidak sepantasnya punya obsesi untuk memiliki sesuatu. Kebahagiaan dan kenikmatan tidak harus dengan jalan memiliki.

Yang paling menikmati rumah megah dan mewah mungkin para pembantunya..
Yang paling manikmati villa-vila mewah mungkin para penjaganya, ,
Yang paling menikmati gonta ganti mobil mungkin para da’i atau penceramah dengan jemputan panitianya. Jadi ketika kita bisa menikmati sesuatu tidak harus berfikir memiliki..

Berbagai kasus konflik dari yang kecil misalnya rebutan waris, sampai yang paling besar perang antar negara, sebagian besar sebabnya adalah soal kepemilikan..
Rusaknya persaudaraan, ributnya organisasi, pecahnya kongsi dagang, sebagian besar adalah karna soal kepemilikan, ,

Sebaliknya kebahagiaan banyak didapatkan sebagian besar oleh orang yang tidak memiliki apa apa.. lihat fakta sejarah. Kematian tragis dan mengenaskan atau kisah-kisah tragis sebagian besar adalah orang yang banyak memiliki apa apa.

Konflik pertama yang menjadi tragedi manusia angkatan pertama anak-anak Nabi Adam adalah soal kepemilikan. Penyakit hasad bisa menghanguskan semua amal kita, berasal dari paradigma yang salah soal kepemilikan.

Akankah kita lari dari fakta-fakta tersebut ? disisi lain ada manusia yang rela diatur oleh ideologi sosialis yang meniadakan sebagian besar hak kepemilikan. Ideologi sosialis memang bertentangan dengan islam karena menutup fitrah manusia yang ingin memiliki, tetapi itu adalah sebuah fakta pilihan untuk menekan kesenjangan, dengan cara diluar Islam. Terbukti dapat mengatasi kesenjangan dan meredam konflik masyarakatnya

Islam tidak membatasi hak kepemilikan, kecuali yang memang sudah dibatasi Allah SWT melalui kitab suciNya, karena itu adalah fitrah manusia ingin memiliki, sepanjang cara pendapatkannya, cara pengeluarannya, dan bagian-bagian kewajiban terhadap hartanya dipenuhi..

Tetapi Islam juga tidak menutup orang yang ingin mengambil jalan hidup sederhana seperti Rasulullaah membiarkan gaya hidup Abu Zar al-Ghifari. Sementara itu Rasulullaah sendiri sebagai kepala negara sampai akhir hayatnya mengambil jalan hidup sederhana. Padahal Beliau pernah menjadi pedagang sukses yang kaya raya, terbukti dengan emas kawin yang diberikan kepada Khodijah yang luarr biasa..

Tetapi setelah diutus menjadi rasul dan sekaigus menjadi publik figur, Beliau mencontohkan gaya hidup sederhana. Sebagai kepala negara beliau sering kelaparan, sering ganjal perut dengan batu pakai ikat pinggang, pernah solat rakaat berikutnya gak kuat berdiri karena menahan lapar, pernah puasa sunnah niatnya baru siang karena tidak makanan siang, , dll

Seorang Umar bin khottob mantan preman, harusnya tegar, tetapi bisa nangis tersedu ketika masuk kedalam rumah Rasulullah, kepala negara yang tidak punya apa-apa kecuali baju perang dan tiker dari pelepah kurma,

Rasulullah meninggal sebagai kepala negara tidak banyak mewariskan harta benda kepada anak anaknya. Sekedar memenuhi permintaan anaknya Fathimah untuk memiliki pembantu, untuk menumbuk tepung gandum, karena tangannya lecet, Beliaupun menolak.
Kita akan mendapat deretan cerita panjang orang-orang yang mencari kebahagiaan dengan jalan mengambil cara hidup sederhana. Masihkah kita ragu ?

Semakin banyak yang kita miliki, semakin banyak beban fikiran yang harus kita tanggung, baik untuk menjaga, melindungi, melengkapi, merawat, memelihara, menggunakan, membelanjakan, mangatur, memanfaatkan, membagi, mewariskan, mempertanggung jawabkan, dan segudang beban lainnya…

Kebahagiaan, kesedihan, itu ada dihati, semantara panca indra dan akal fikiran yang akan terus memberi masukan-masukan kepada hati untuk bisa mengolah sebagai bahan pertimbangan. Jika bahan masukannya lebih banyak beban-beban fikiran serta rangsangan Indra yang berhadapan dengan serba materi, maka bisa dipastikan hati akan tidak kuat mengolah untuk mencari rumus kebahagiaan yang sejati. Kareana semua akan menuntut, tanpa ada ujungnya…

Begitu mata melihat baju, maka fikiran yang berkembang memenuhi tuntutan baju mulai dari Mesin cuci, ember, sikat, gayung, keran, selang, mesin pompa air, sabun cuci, cairan pewangi, jemuran, jepitan, hanger, keranjang, sterika, meja sterika, lemari pakaian, kamper, jarum, benang, mesin jahit, motor pengerak mesin, listri dan seterusnya…. tanpa akhir, tanpa ujung, terus menuntut…

Jadi dimana letaknya kebahagiaan.. itu.???

Kesuksesan abadi adalah kesuksesan dunia dan akhirat. Barang siapa buta hatinya di dunia niscaya akan lebih buta di akhirat. Untuk itu, membangun diri harus dimulai dengan kesuksesan dunia. Desain sukses harus dimulai dengan …

1.       Kita dengan diri kita.

Yaitu dengan mengembangkan potensi spiritual, Emisonal, Intelektual, Fisik dan menguasaai Teknologi terapan pada berbagai bidang yang kita butuhkan. Kata kunci sukses pada wilayah ini adalah integritas, dan pada puncak sukses posisi kita pada wilayah ini berupa karakter Shalih.

Kata kunci : Spiritual, Emosional, Intelektual, Fisik, Integritas, Shalih.

2.       Kita dengan orang lain

Yaitu Bagaimana kemampuan kita dalam melakukan komunikasi untuk menyampaikan ide dan mempengaruhi mereka, Kenyamanan dan kesuksesan dengan orang lain dimulai dengan dari keluarga dan masyarakat sosial kita. Setelah lingkungan prima kita sukses, maka kita membangun tim  hingga memperoleh kesuksesan. Sukses tanpa proses regenerasi dan dakwah, maka akan berusia pendek.

Untuk sukses jangka panjang, maka kita memerlukan proses pembinaan sumber daya manusia, regenerasi, learning dan menyiapkan insfratruktur pendidikan yang kuat. Kata kunci kesuksesan pada wilayah ini  adalah bekerja dengan sinergi. Hidup ini harus sinergi dan menghasilkan sesuatu yang positif, dan puncak sukses posisi kita adalah sebagai pemimpin.

Kata kunci : Komunikasi, keluarga-Sosial, Tim, Regenerasi, Sinergi, Kepemimpinan.

3.       Kita dengan lembaga

Yaitu bagaimana kemampuan kita dalam bekerja dilembaga kita. Kita harus mampu mengelola system organisasi dan manajemen kelembagaan kita, yaitu arah dan strategis transformasi organisasi. Desain arah dan strategi akan berjalan jika kita memiliki sumber daya, sehingga kemampuan menyiapkan dan mengelola sumber daya yang kita butuhkan menjadi sangat vital. Dengan sumber daya yang berkualitas, kita melakukan kegiatan produksi yang dapat menghasilkan produk, baik itu barang maupun jasa. Setelah produk yang berkualitas kita miliki, maka kemampuan pemasaran untuk menjual produk menjadi indicator keberhasilan yang  penting. Inilah puncak nafiun lighairihi dari aspek kelembagaan.

Kata Kunci : Organisasi Sumber Daya, Produksi, Pemasaran, Teknologi, Profesional.

Mengubah kondisi menjadi peluang sukses

Sesungguhnya, bersama kesulitan itu adan kemudahan (QS.alam nasyrah,94:5-6). Kita harus mampu mengubah kondisi dan tantangan menjadi peluang. Kondisi yang diistilahkan dengan Change, Challenge, Complexity, Crowded, Un-Certanty, Conflict, kami beri nama dengan cincin millennium, karena bagaikan atmosfer yang melingkari bumi yang hanya dapat dilewati kecuali dengan kekuatan. Untuk meraih kesuksesan pada wilayah tersebut hingga memperoleh kesuksesan akhir, kita memerlukan mutu dan kekuatan dalam bekerja (QS.Ar-rahman,55:33).

Sukses bukanlah sesuatu yang mudah diperoleh, karena kondisi eksternal organisasi sangat menantang, sehingga diperlukan mutu kerja yang tinggi agar kita dapat meraih peluang yang kita harapkan. Ada kondisi eksternal yang terlihat adalah syaithan, penggoda abadi dan musuh sebenarnya manusia. Dia tidaki terlihat tetapi ada. Sebagaimana keberadaan Allah yang tidak terlihat tetapi ada. Hanya konsep Ihsan yang dapat meraih sukses, itulah kekuatan sipiritual yang menjadi dasar dari segala kekuatan kita.

Jadi, Model TRUSTCO adalah salah satu alternative untuk mendapatkan sukses dalam mengembangkan diri, penerapan tim, dan lembaga. Sebagai Kunci keseluruhan , untuk  mudah mengingat model TRUSTCO, selalu bekerjalan dengan :

·         Kerja Ikhlas ; Spiritual

·         Kerja Mawas ; Emosional

·         Kerja Cerdas ; Intelektual

·         Kerja Keras ; Fisik

·         Kerja Tuntas ; Profesional

Kata Kunci Sukses

True, kebenaran, Spiritual

Untuk mengembangkan manusia kita perlu menguatkan nilai, system nilai dan keyakinan yang kuat dalam dirinya. Landasan keyakinan yang paling kuat dapat digali dari nilai-nilai spiritual. Kerja Ikhlas.

Responsible, Tanggung jawab, Emosional

Banyak orang yang telah mengerti kebenaran, namun kita harus menumbuhkan tanggung jawab untuk membuat seseorang lebih sukses. Tanggung jawab merupakan puncak kesadaran emosi yang  harus dibangun. Hasilnya akan terbentuk pengendalian diri . Kerja Mawas.

Unique, Berbeda, Kreativitas, Intelektual

Kita harus membangun manusia diatas kekuatan intelektual untuk dapat menghasilkan konsep, ide yang baru, unik dan lebih menarik, sesuatu yang lebih efektif, efisien. Kerja Cerdas

Sacrifice, Pengorbanan, Fisik

Ide dan keyakinan belum dihitung sebagai kerja, karena puncak kerja pada amal. Seluruh konsep harus dapat diwujudkan dalam amal nyata.Puncak ilmu adalah amal, sehingga kita hrus beramal dan berkorban untuk mewujudkan cita-cita. Kerja Keras

Technology, Penerapan Ilmu, Teknologi

Kita memerlukan kemampuan penguasaan, penerapan dan pengembangan teknologi dalam berbagai bidang.Teknologi yang paling universal adalah manajemen, karena manusia sebagai Khalifah. Kerja Tuntas

Condition, Kondisi, keadaan lingkungan Sosial

Kondisi lingkungan social manusia penuh dengan tantangan, dinamis, tidak menentu, penuh persaingan, dan tidak dapat dipastikan. Kondisi inilah yang memaksa kita untuk melakukan amal dengan baik dan professional.

Opportunities, Peluang, Sukses Dunia Akhirat.

Untuk dapat mengubah kondisi menjadi peluang sesuai dengan cita –cita atau obsesi kita,maka diperlukan pribadi yang memiliki karakter TRUST di atas. Kita harus bekerja dengan standar mutu untuk meraih sukses

Sumber utama perubahan pribadi dapat berasal dari banyak hal, dua diantara nya adalah penderitaan (Khauf) dan ilmu (Informasi) serta keyakinan mendalam yang dapat menyadarkan seseorang untuk mendambakan sesuatu (Raja’) yaitu rasa takut-Cemas dan rasa harap-Bahagia.

Penderitaan yang berasal dari kekecewaan, kecemasan, kegagalan, kematian, hubungan yang putus dengan keluarga atau temen, sikap percaya yang di langgar, kelemahan pribadi yang disadari, ketawaran hati, kebosanan, ketidakpuasan, kesehatan yang lemah, kecacatan fisik, akibat keputusan yang buruk, kesepian, ketakutan, tekanan leuangan, ketidakamanan pekerjaan, ketidakseimbangan hidup.

Hal-hal tersebut diatas  akan mampu menyebabkan perubahan besar dalam diri seseorang. Umumnya potensi yang luar biasa akan muncul ketika dalam kondisi yang terdesak, semua akan mungkin. Jika kita tidak merasakan penderitaan, jarang kita termotivasi untuk melakukan hal-hal yang besar.

Rasa takut yang mendalam juga dapat mendorong seseorang untuk melakukan pekerjaan, dan kreativitas akan mumcul. Ingatlah Siksa neraka, bayangkan neraka itu ada dan siksa yang sangat pedih atas diri kita. Semuanya akan mampu menggerakan diri kita secara luar biasa.

Rasa harap juga mampu mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Ingatlah, ketika seorang remaja jatuh cinta, maka mereka siap berkorban. Bayangkan sekuat tenaga kita. Bahwa kita berharap bertemu dengan Allah swt di surge, dan relakan diri kita untuk siap berkorban demi memenuhi harapan yang kita nantikan. Semua tergantung kekuatan imajinasi kita, karena itulah nilai-nilai yang ghaib seperti surge dan neraka harus mampu kita hadirkan dengan utuh dalam  keyakinan dan mimpi kita. Miliki kekuatan untuk perubahan.

End of Mind

Dunia adalah tempat menanam, barangsiapa ingin mendapatkan sukses negeri akhirat, maka harus menyiapka diri ketika di dunia. Pada QS Al Mukminuun,23:1-11, diterangkan ciri-ciri orang mukmin shalih yang akan mendapatkan sukses negeri akhirat, yaitu memiliki ciri-ciri sewaktu di dunia adalah sebagai berikut :

1.       Kekuatan Spiritual

Orang yang akan masuk surge hanyalah orang yang khusuk dalam shalatnya. Dia akan memiliki kemampuan imajinasi positif untuk membayangkan bahwa : Allah itu ada, surga itu ada, neraka itu ada, malaikat itu ada, siksa padang mahsyar itu ada, siksa kubur itu ada, dan perjumpaan dengan Allah itu sesuatu yang pasti. Nilai-nilai asasi yang harus dimilki seseorang agar memiliki kekuatan spiritual meliputi :

·         Keseluruhan akidah (salimul ‘aqidah-rukun iman)

·         Kebenaran ibadah (shahihul ibadah-rukun islam)

·         Sifat ihsan dalam bentuk kekokohan akhlak (matinul khuluq).

Ihsan adalah engkau menyembah (percaya dan mengabdikan diri) kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, sekalipun engkau tidak melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu. (Hadist Shahih Muslim No.2)

2.       Amal Shalih

Orang yang akan masuk surga hanyalah orang yang menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak memiliki manfaat.(laghwi). Jadi, dia selalu melakukan pekerjaan, baik amal maupun ucapannya selalu produktif dan bermanfaat. Seorang muslim harus dapat bekerja dengan konsep efektivitas, efisiensi, dan optimal. Untuk dapat bkerja dengan konsep tersebut, maka seorang muslim harus memiliki wawasan yang luas (mutsaqaful fikr) terhadap berbagai disiplin ilmu yang diperlukan.

Seorang muslim harus mampu memanfaatkan seluruh sumber daya dan memperbaiki system secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dalam bekerja dan melakukan teknoligi transformasi  dari input (sumber daya) mampu melakukan optimalisasi teknik. Seluruh proses kegiatan dan amal dikalkulasikan untung ruginya, dengan cermat, tidak ada nilai nilai yang mubazir. Seorang muslim harus mampu melakukan sinergisitas dalam memanfaatkan potensi yang ada.

Dengan menerapkan tehnik manajemen untuk memperoleh nilai-nilai efektivitas,efisiensi dan optimalisasi, maka kerja akan dapat memberikan berkah untuk diri dan pelanggan. Pelanggan dalam beramal dapat berupa keluarga, oranglain, lembaga, atau masyarakat. Konsep produksi dan kerja dalam islam dapat menggunakan teknologi yang menghindarkan nilai mubazirm yaitu prinsip produksi dengan :

·         High profit production

·         High utilities production.

·         Zero defect production

·         Low cost production

·         Low reject rate production.

Dengan demikian, konsep menjauhi perkataan dan perbuatan mubazir dapat terwujud. Jadi, untuk beramal shalih dan mendapatkan produktivitas tanpa mubazier, maka diperlukan kemempuan manajemen diri (munazham fi syu’nihi) dan manajemen waktu (haritsun ‘ala waqtihi).

3.       Kepekaan Sosial.

Orang yang masuk surga hanyalah orang yang menunaikan zakat. Orang paling baik adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain (nafiun lighairihi), dan kemampuan seseorang  membayar zakat adalah wujud bermanfaatnya seseorang bagi orang lain. Orang yang mampu menunaikan zakat dengan baik hanyalah mereka yang memiliki kepekaan sosisal yang tinggi, memiliki harta dan memiliki kekuatan spiritual. Untuk itu seorang muslim harus mampu hidup dengan kecukupan agar dapat memberi berkah kepada orang lain (Qadirun ala kasbi). Untuk mampu hidup dengan baik, maka kita harus membekali diri dengan berbagai keterampilan hidup (life skill) sesuai dengan wilayah zaman saat kita hidup.

Kita hidup harus mau peduli dan memiliki empati kepada orang lain, keluarga, tim, dan seluruh anggota dalam berorganisasi. Kita harus mampu merasakan bagaimana perasaan sahabat dan anggota tim kita. Orang yang dapat melayani sepenuh hati kepada tamu, orang tua, anak, istri,sahabat, masyarakat hanyalah mereka yang memilki kepekaan bathin yang tinggi . Kemampuan komunikasi kepada seluruh orang yang bersama kita menjadi keharusan untuk dimilki.

Kepekaan social dapat diasah dengan intensitas bergaul bersama orang yang berstatus lebih rendah dari pada kita secara kontinyu. Jika kita selalu melihat hanya pada sekumpulan orang yang berstatus di atas kita, maka kepekaan social akan menjadi berkurang. Untuk itu, kita harus memilki konsep yang kita tanamkan dalam diri tentang pelayan sepenuh hati, pelayanan yang penuh kasih. Ingat, kita masuk surga karena justru karena adanya yatim piatu, kesulitan orang, dan kesengsaraan orang. Dengan kondisi buruk itulah kemudian kita beramal dan diterima Allah SWT.

4.       Kredibilitas Moral

Oramg yang akan masuk surga hanyalah orang yang dapat menjaga dan meyalurkan kebutuhan seksualnya dengan benar, memiliki pasangan hidup yang sah dan tidak berzina.Prediksi masa depan penyakit seksual dan moral semakin meningkat. Ini merupakan indicator kegagalan seseorang dalam mengendalikan dorongan kebutuhan seksual yang begitu hebat. Bahwa kesuksesan seseorang tidak dipengaruhi oleh kekuatan intelktual mereka.

Melainkan kekuatan emosional dan moral mereka. Orang yang cerdas adalah mereka yang dapat mengendalikan hawa nafsunya dan mampu berpikir ke depan hingga pasca kematian, dan tidak hanya berangan-angan tentang masa depan (Hadist). Untuk dapat sukses dalam kredibilats moral, maka kita membutuhkan kemampuan bermujahadah terhadap diri sendiri, kemampuan disiplin diri, dan pengendalian diri (mujahiduna li nafsihi)

5.       Memenuhi Amanah : Kepemimpinan Sosial

Orang yang akan masuk surga hanyalah orang yang dapat memenuhi apa yang telah diamanahkan kepadanya. Amanah adalah sesuatu yang harus dikerjakan bukan karena kemauan diri sendiri  saja, melainkan sudah menjadi kebutuhan standar sosial. Seseorang yang bekerja dikantor, tentunya mendapatkan amanah mengelola keuangan.

Seseorang yang ditunjuk menjadi pemimpin, dia akan mendapatkan amanah untuk mengelola sumber daya demi kemakmuran rakyatnya. Seseorang yang ingin mendapatkan sukses akhirat, maka harus mampu memenuhi  apa yang diamanahkan kepadanya, ini adalah nilai-nilai kepemimpinan social. Untuk dapat memenuhi amanah, maka sangat diperlukan disiplin tinggi dan penuh kesadaran. Seseorang akan dapat menjaga amanahnya dengan baik jika memiliki soliditas moral dan spiritual. Ingat, bahwa salah satu ciri orang munafik yaitu apabila dia diberi amanah dia ingkar, dan orang munafik tempatnya dikerak neraka

6.       Memenuhi Janji (Integritas)

Orang yang akan masuk surga hanyalah mereka yang dapat memenuhi janjinya dengan baik. Janji adalah sesuatu harus dikerjakan karena konsekuensi terhadap apa yang telah disetujui atau diikrarkan oleh diri nya sendiri. Ingat, salah satu ciri orang munafik adalah apabila berkata (janji) maka dia berbohong. Seseorang yang ingin mendapatkan sukses akhirat maka harus mampu memenuhi apa yang telah ia janjikan. Untuk dapat memenuhi janji, maka sangat diperlukan pengetahuan dan prediksi cukup tinggi, yaitu apakah dia sanggup melaksanakannya atau tidak.

Janjihanya dapat dipenuhi jika kita memeiliki kebiasaan disiplin tinggi. Janji dapat dipenuhi dengan baik jika melakukan janji dengan penuh kesdaran. Iman kita mengalami kondisi naik turun, Rasulullah Saw mengatakan “al imanu yazid way ankus”, sehingga kita harus mampu dan selalu menyegerakan janji kita untuk dapat selalu konsisten terhadap apa yang kita janjikan, Seseorang akan dapat menjaga janjinya dengan baik jika memiliki soliditas moral dan spiritual.

Kata kunci yang harus kita miliki adalah integritas diri, yaitu kesatuan antar keyakinan, ucapan dan tindakan. Integritas merupakan wujud dari sehatnya prinsip moral, sifat keutamaan yang tidak membusuk, terutama dalam hubungan dalam kebenaran dan perlakuan adil, kejujuran, ketulusan, dan keikhlasan. Integritas merupakan landasan kepercayaan, dan kepercayaan diperlukan untuk memperoleh kesuksesan dalam tim dan organisasi.

7.       Konsisten : Program Menjaga Mutu Amal

Orang yang akan masuk surge hanyalah orang yang mampu memelihara (Istiqomah) shalat. Untuk mendapatkan sukses dengan mutu tinggi, maka kita harus bekerja secara konsisten atau memiliki karakter : “Small, Continuous, and improvement” Bekerja memulai dari yang kecil-kecil, tetapi secara terus menerus  dan sambil meningkatkan diri untuk mencapai kualitas prima. Dalam manajemen kita mengenal tehnik benchmarking, yaitu suatu tehnik untuk mendapatkan sukses, maka lembaga atau seseorang harus mencari model (qudwa) secara terus menerus. Lembaga atau diri kita dapat dibandingkan dengan lembaga model sapai kita kuasi, dari proses penguasaan menuju proses penerapan yang kita sebut sebagai benchlearning. Dengan adanya program benchmarking dan benchkearning, kita akan meniru model (qudwah) yang telah kita pilih.

BAGAIMANA MEMPEROLEH SUKSES

Orang yang ingin sukses, sebaiknya iya memiliki sesuatu yang ingin dicapai. Sesuatu yang ingin dicapai itulah yang disebut dengan cita-cita. Cita-cita itu harus mampu menggambarkan kebahagian dan kesenangan yang ingin diperoleh. Keinginan besar atau visi pribadi yang baik, adalah sebuah visi yang dapat memberikan dorongan semangat dan inspirasi jika di kenang. Semakin jelas cita-cita seseorang, maka ia semakin bersemangat dan termotivasi untuk berusaha mencapainya.

 

Kehidupan ini penuh onak dan duri, setiap orang akan menghadapi berbagai masalah, baik itu masalah pribadi yang spesifik maupun masalah umum yang setiap orang juga menghadapinya. Di dunia ini kita akan berhadapan dengan problem hidup yang luar biasa, yaitu  berupa kondisi-conditions lingkungan yang penuh dengan : Change, Conflict, Chalenge, Competitive, Complexity, Crowded, Uncertainty.

 

Tetapi, Dibalik problem yang rumit, menantang, dan komplek tersebut, ada peluang-peluang –Opportunities. Itu semua tergantung kemampuan kita untuk memilah, memanfaatkannya menjadi peluang yang memihak kepada kita. Allah mengajarkan kepada kita dengan firmannya “kami memberimu minum dari air susu yang bersih antara tahi dan darah (QS.An-nahl,16:66). Dunia kini dihadapkan pada transisi demografi, teknologi, epidemiologi, dan perubahan global lainnya. Akibatnya,dunia pekerjaan dihadapan anda kini penuh dengan tantangan. Untuk mampu mengubah kondisi yang menantang  menjadi peluang yang memihak kepada anda, maka anda perlu menyiapkan empat kekuatan dasar manusia, yaitu

 

Ø  Spiritual (True-T)

Ø  Emosional (Responsible-R)

Ø  Intelektual (Unique-U)

Ø  Fisik (Scarify-S)

Dan

Ø  Penguasaan dan penggunaan teknologi yang relevan (Technologi-T) di bidangnya masing-masing, yaitu untuk mengubah

Ø  Kondisi (conditions-C) dan kendala yang berupa perubahan, tantangan, kompleksitas, ketidakpastian, dan konflik agar menjadi

Ø  Peluang (Opportunities-O), baik itu peluang berupa kemenangan dunia dan kemenangan akhirat,

Ø  Kemudian kami menyebutnya sebagai model dengan nama T.R.U.S.T.C.O           

Jadi, agar memiliki kemampuan mengubah dari kondisi-C menjadi peluang –O, maka kita harus menyiapkan TRUST. Camkan pengajaran Allah dalam QS.Alam Nasyrah, 94: 4-8 berikut

 

“ Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Camkan…

 

Kita mampu mengubah kondisi-C menjadi peluang-O yang menguntungkan kepada kita, bahkan memperoleh kemenangan dengan syarat kita harus mampu menyiapkan diri dengan aspek TRUST yang baik, dengan membiasakan diri bekerja propesional dengan menggunakan berbagai teknologi terapan-T, yaitu sarana (wasail), system (ijraat), dan metode (uslub) yang terus kita perbaharui. Dengan tetap bersikap tawakal kepada Allah, tidak sombong, angkuh, maka kemenangan akan dapat kita raih.

 

Self Development : Memeulai membangun  Diri Dengan Belajar      

Bagaimanakah hubungan antara belajar dengan perubahan tingkah laku dengan diri seseorang.

·         Belajar adalah proses mendapatkan informasi, kemudian

·         Informasi akan mampu mengubah paradigm seseorang, kemudian

·         Paradigma akan mengubah persepsi seseorang, kemudian

·         Persepsi akan mengubah motivasi seseorang, kemudian

·         Motivasi yang akan menggerakan tingkah laku seseorang.

 

Untuk itu, kita perlu belajar Al-Quran, mengkaji dan mendapatkan informasi sebanyak mungkin, tentang kehidupan dan tujuan dalam hidup kita. Ingat : Moco Quran angen-angen sak maknane – Baca Quran sekaligus mentadaburi maknanya.

Pendidikan merupakan alat perubahan yang paling dapat diandalkan, karena dalam pendidikan terjadi proses tranformasi informasi dan pengetahuan yang sistematis. Kita harus belajar untuk mengubah kehidupan kita sendiri. “Nasib seseorang tidak akan berubah, kecuali dia sendirilah yang akan merubahnya.” (QS.Ar-Ra’d,13:11). Hanya manusia, diantara seluruh makhluk Allah yang dapat mengubah diri menjadi lebih baik, karena diilhamkan dalam diri manusia itu sifat keburukan (fujur) dan kebaikan (takwa) (QS.Asy-Syams,91:8). Allah telah menciptakan manusia, kemudian

Allah mengeluarkan manusia dan memberikan kemampuan untuk mendengarkan, melihat, berpikir dengan akal dan hati (QS.An-Nahl,16:78)

 

Kita harus mampu memilih yang terbaik, mengasah peruntungan, dan mengatur hidup kita sendiri. Ini berarti kita harus menjalani suatu program pelatihan untuk membuat kebiasaan kita akan :

·         Perubahan Diri (Taghyirun Nafs)

·         Menyusun Kurikulum Pribadi (Self Cirriculum)

·         Pendidikan Diri (Tarbiyah Dzatiyah)

·         Belajar Mandiri ( Inquiry)

Jadi, kita dapat mengubah diri kita sendiri dengan cara mengubah persepsi, pemikiran, sikap dan tindakan kita secara kreatif. Kita dapat mengubah diri kita dengan :

1.       Membaca.

2.       Mendengar.

3.       Belajar.

4.       Perenungan.

5.       Berbicara dengan diri sendiri.

6.       Berjanji dengan diri sendiri

7.       Beribadah.

8.       Berdoa.

9.       Tawakal kepada Allah.

10.   Bersedia bertaubat dan menghukum diri sendiri jika bersalah.

 

Penggunaan akal dan hati (al afidhah) adalah kunci keberhasilan. Sel-sel otak bagaikan otot manusia, dia memiliki kelenturan. Semakin sering otot digunakan, maka kelenturan semakin baik. Demikian pula dengan otak dan hati kita, Semakin sering digunakan semakin baik. Namun demikian, unsur  tawakal  harus kuat kita miliki, karena factor kegagalan selain datang dari kita juga datang dari syaitn, iblis atau manusia yang selalu mengganggu kita menuju jalan yang lurus. Untuk itu, control diri, kesedian untuk bertobat jika bersalah dan kemampuan menghukum diri menjadi instrument mahal dalam meraih sukses dunia dan akhirat.

 

Marilah kita merenung lebih jauh, apakah kita akan sukses melewati proses sakaratul maut, proses alam kubur, dan sidang pengadilan kebenaran di padang mahsyar ? Apakah kita menerima hasil catatan perbuatan kita selama di dunia dengan tangan kanan atau tangan kiri, berapa lama kita akan di Neraka ? semua ini memerlukan perenungan mendalam dan memerlukan manajemen kesuksesan.

Belajar dan Berpikir

Jalan mudah dan cepat untuk menciptakan perubahan dalam diri, yaitu dengan mempunyai sasaran dan bekerja keras untuk mencapainya.

diantara tantangan, hambatan, cita-cita, dan kesuksesan hidup di dunia dan akhirat                                                                          

Berjuta-juta orang telah mengubah dirimya sendiri dari lemah menjadi kuat, dari pengecut menjadi pahlawan, dari malas menjadi ambisius, dari pelit menjadi dermawan, dari tak berguna menjadi suka membantu orang lain. Lebih jauh proses perubahan itu diawali dengan perubahan :

  • Persepsi kita
  • Diri kita.
  • Keluarga kita.
  • Tim Kita.
  • Lembaga Kita.
  • Komunitas Kita.

Itu semua adalah wilayah jelajah yang harus kita lalui untuk mendapatkan perubahan untuk sukses dunia.

 

Model Sukses Dunia – Akhirat : Tujuh Model Strategi Sukses.

Dunia adalah tempat menanam barangsiapa ingin mendapatkan sukses negeri akhirat, maka harus menyiapkan diri ketika di dunia. Hal ini juga berlaku agar kita sukses di alam kubur dan padang mahsyar, maka kita harus beramal dengan baik di dunia. Sebuah hadist terkenal yang diriwayatkan Imam Bukhari : Dari Abu Hurairah ra dari nabi Muhammad SAW, beliau bersabda : Tujuh golongan yang dilindungi oleh Allah SWTdi bawah lindungan Nya, waktu tidak ada lindungan selain lindungan Nya :

  1. Imam yang adil
  2. Pemuda yang dalam masa mudanya beribadah kepada Allah.
  3. Orang yang menyebut Allah ketika sendirian, lalu meneteskan air matanya.
  4. Laki-laki yang tergantung hidupnya di masjid
  5. Orang yang berkasih sayang karena Allah semata-mata.
  6. Laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan cantik, tetapi dia mengatakan (menolak) : Sesungguhnya saya takut kepada Allah.
  7. Orang yang bersedekah dan disembunyikan, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat (diberikan) oleh tangan kanan.

Tujuh Kelompok inilah yang kita jadikan sebagai model dalam manajemen sukses pribadi. Dari hadist tersebut di atas, kita dapat mengambil pelajaran penting untuk mendapatkan sukses di padang mahsyar, yaitu perlu nya kita memilki keterampilan :

  1.      Keterampilan Kepemimpinan (Leadership Skill) : Adil

Imam yang adil, yaitu ciri seseorang memilki keterampilan kepemimpinan. Kalau kita ingin sukses dan selamat akhirat, maka didunia ini kita harus memilki keterampilan dalam memimpin. Kita harus dapat menjadi pejabat, manejer dan pemimpin yang baik. Kita harus mampu mengelola rumah tangga, pekerjaan kita masing-masing, dan pemimpin terhadap orang yang kita pimpin. Jadilah kita sebagai pemimpin yang adil.

 

    Pemuda shalih : Generasi, Regenerasi

Pemuda yang dalam masa mudanya beribadah kepada Allah, adalah ciri seseorang dengan sosok pribadi generasi penerus yang shalih. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka didunia ini kita harus mampu mencetak anak cucu kita, para pemuda yang shalih sebagai generasi penerus pengganti kita. Harus ada mekanisme tauritsulajyali (regeneerasi) yang baik. Yaa Allah, ampunilah dosa ayah dan ibu kami, jadikanlah anak-anak kami menjadi anak yang shalih, yaitumereka yang mau mendoakan kami ketika kami sudah terbujur di kubur. Mari kita siapkan pemuda yang dalam masa mudanya beribadah kepada Allah.

 

     Kekuatan Spiritual

Orang yang menyebut Allah ketika sendirian, lalu meneteskan air matanya, adalah ciri seseorang yang memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka didunia harus memiliki kekuatan spiritual. Hidup penuh dengan Cobaan, jangan sampai kita tidak mampu mengendalikan hawa nafsu diri, jangan sampai menipu diri kita sendiri. Seorang pemikir besar mengatakan, bahwa :

  • Anda bisa membohongi seseorang.
  • Anda bisa membohongi sekelompok orang dalam satu waktu
  • Anda bisa membohongi sekelompok orang dalam rentang waktu yang panjang. Tetapi
  • Anda tidak mampu membohongi diri anda sendiri (hati nurani)
  • Anda tidak dapat  membohongi seluruh manusia dan seluruh waktu.
  • Anda tidak dapat membohongi Tuhan anda.

Marilah kita mulai sering mengenali diri kita dengan dosa-dosa kita, sudahkah kita siap untuk mati. Jadilah kita orang yang menyebut Allah (berdoa dan memohon ampunan) ketika sendirian, lalu meneteskan air matanya.

   Membangun institusi dakwah : Propesional

Laki-laki yang tergantung hidupnya di masjid adalah seseorang yang memiliki kemauan dan kemampuan membangun kekuatan institusi dakwah. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka selama didunia kita harus menjadi orang yang dapat profesional menguasai teknologi dalam mengelola lembaga, sumber daya, asset, dan potensi umat. Selain itu, kita juga harus Profesional dalam  mengelola aktivitas produksi  lembaga, mempunyai kemampuan mempromosikan, dan menyiarkan nilai-nilai islam kepada masyarakat. Masjid merupakan institusi pusat perubahan, sehingga untuk dapat berfungsi dengan baik diperlukan orang orang yang professional untuk mengelola dan istiqomah pada lembaga tersebut.

Gambaran istiqomahnya adalah ia tetap bekerja untuk masjid dari muda hingga tua. Untuk menjadi terikat dengan masjid, maka memerlukan proses pembiasaan sehingga kita menjadi seorang multadzim, orang yang memiliki iltizam dan menjadi terbiasa lazim dalam pekerjaan baik, bahkan tanpa beban. Agar sesuatu menjadi habit, maka kita memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan kemauan untuk melakukan pekerjaan tersebut.

 

   Teamwork : Ta’liful Qulb

Orang yang berkasih sayang karena Allah semata-mata, adalah ciri seseorang yang mampu melakukan amal jama’i. Sikap tersebut memerlukan integritas moral dianggota tim. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka di dunia jadilah orang yang dapat berkasih sayang karena Allah semata-mata, khususnya kita dengan keluarga kita. Kita harus membangun ikatan keluarga kita kepada yang lebih baik.

Masa depan kehidupan manusia diberbagai bidang kehidupan semakin sulit, sehingga banyak pekerjaan yang harus dikerjakan dengan mengandalkann kekuatan hubungan tim (Teamwork). Pada masa depan nanti, kemampuan kerjasama merupakan indicator sukses yang kuat. Sukses masa depan sangat mengandalkan komitmen bersama, loyalitas bersama, kemampuan berbagai pengalaman, pikiran dan bekerja bersama.

 

     Kredibilitas Moral

Laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan cantik, tetapi dia mengatakan (menolak): sesungguhnya saya takut kepada Allah adalah ekspresi jika ingin sukses memerlukan kredibilitas moral. Menurut pemeo orang atau riset non formal, godaan dunia adalah tahta, harta, dan wanita. Tetapi jika dikaji lebih dalam dengan pernyataan dalam QS.Ali ‘Imran,3:14, bahwa urutan godaan manusia adalah syahwat terhadap wanita, anak-anak,harta kendaraan (gengsi,tahta), harta dll.

 

  Kekuatan Ekonomi

Orang yang bersedekah dan disembunyikan, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat (diberikan) oleh tangan kanannya. Orang dapat bersedekah dengan baik jika mereka memiliki hartadan ikhlas dalam beramal (qadirun ‘ala kasbi). Empat orang sahabat yang dijamin masuk surga oleh rasulullah saw ternyata tiga orang memiliki harta yang cukup, kecuali Ali Bin Abu Tholib ra. Sepuluh orang yang dijamin masuk surge oleh Rasulullah saw, memiliki harta yang cukup, kecuali Ali Bin Abu Thalib rad an bilal Bin Rabbah. Karakter ini menunjukan seseorang yang telah memiliki kemapanan ma’isyahnya dan meletakan dunia dan isinya (harta) tidak dihati, melainkan ditelapak tangan : seraya berdo’a : Ya Allah, letakan dunia ini ditanganku, jangan letakan dunia ini dihatiku – Allahuma ja’alna dunya fi aidina wala taj’alna dunya fiqlbina. Kalau kita ingin sukses dan selamat diakhirat, maka didunia jadilah kita sebagai orang yang betrsedekah untuk orang lain.

 

Ciri akhir : Menjadi Muttaqin.

Orang yang bersedekah dan disembunyikan, sehingga tangan kirinya tidakmengetahui apa yang diperbuat (diberikan) oleh tangan kanannya (full power empathy). Orang yang dapat bersedekah dengan ikhlas tanpa mengungkit-ungkit amalannya adalah ciri orang yang tidak sekedar muslim, mukmin, shalih, mushlih (melakukan perubahan, pemimpin, da’i), mutqin (propesional)tetapi sudah pada level muttaqin (memenuhi seluruh tuntutan Allah). Kita dilarang memiliki sifat iri dengki, tetapi kita boleh iri terhadap oramng kaya tapi dermawan atau kepada orang yang memiliki ilmu dan mau mengajarkan kepada orang lain. Jadilah kita menjadi diri kita sendiri. Kita akan menjadi apa yang ada dalam pikiran kita.

Pengertian Sukses

Semua orang berharap untuk mendapatkan sukses atau kemenangan (al falah). Manusia akan hidup dalam dua alam, yaitu dunia dan akhirat. Kemenangan di akhirat dan kemenangan dunia adalah sesuatu yang tidak dipisahkan, dia bagaikan sisi mata uang yang tidak akan bermakna jika salah satu sisinya hilang. Bahkan Allah SWT berfirman, “ Barangsiapa yang buta hatinya di dunia, niscaya di akhirat nanti akan lebih buta.” ( QS.Al Israa’,17:72 ). Kemenangan bukanlah suatu yang tiba-tiba, melainkan sebuah pencapaian yang perlu perencanaan yang matang. Perencanaan yang matang sangat dipengaruhi oleh sejauh mana ketersediaan informasi dalam memprediksi ke depan, sedangkan masa depan tanpa perencanaan dan ridho Allah adalah sesuatu yang mustahil untuk sukses. Untuk itu, kita perlu mengkaji bagaimana kita harus mengatur diri kita agar mendapatkan sukses tersebut

Berpikir strategis (strategic thingking ) biasanya dimulai dari tujuan akhir yang kita inginkan                  ( begin with end of mind ), orang kemudian menyebut dengan istilah :

 

Think big, Start small, Act now

Yaitu berpikir besar, mulai dari yang kecil dan aksi sekarang juga, atau istilah lain dengan think globally-act locally. Teknik strategic thingking ini sama dengan hadist Rasulullah SAW yang mengatakana “ Amal itu tergantung pada niatnya.“ Maksudnya, bahwa niat adalah sesuatu yang penting dan diletakan pada awal. Niat adalah gambaran akhir yang ingin kita capai dan dipengaruhi oleh keyakinan seseorang. Nilai-nilai ini ditegaskan Hasan Al Banna dalam Ushul Isryn, yang mengatakan bahwa Al Aqidah Asasul Amal,Wal Amalul Qalb Minal Amal Jahir. Akidah adalah fondasi amal, dan amalan hatu lebih penting dari amalan fisik.

 

Makna Kemenangan dan Sukses Dunia-Akhirat

Kita perlu menelusuri motif diri kita yang paling dalam.Hal –hal apakah yang mampu menggerakan diri kita untuk melakukan hal-hal yang sangat besar, serta kemenangan apakah yang kita harapkan ? Banyak pejuang islam dalam mengelola hidupnya telah rela meneteskan darah segar dari dadanya, keringat dari tubuhnya, dan air mata untuk rela berjuang di jalan Allah.

 

Sukses itu ada yang bersifat jangka panjang dan ada juga yang bersifat jangka pendek. Sukses yang bersifat jangka panjang (long term success) adalah kesuksesan akhirat. Sedangkan sukses yang bersifat jangka pendek (short term success) adalah kesuksesan negeri dunia.

 

1.       Sukses yang bersifat jangka panjang  (long term success)

Makna sukses akhirat adalah sebagaimana Allah SWT katakana, “ Maka Allah akan menga,puni dosa-dosamu, dan memasukan kedalam surga yang indah.” ( QS.Ash-Shaf,61:12). Makna sukses yang lain, yaitu “Jika seseorang dijauhkan dari api neraka dan dimasukan dalam surga itulah orang yang sukses.” (QS.Ali’Imran,3:185) Gambaran sukses negeri akhirat menurut Al quran, secara garis besar dapat dikelompokan menjadi 4 bagian berikut :

 

1.       Pertemuan dengan Tuhannya (Liqai Rabbihii).

2.       Mendapatkan ampunan akan kesalahannya (maghfirah).

3.       Terbebaskan dari api neraka.

4.       Tinggal di surga dengan segala keindahannya, dan secara otomatis dijauhkan dari neraka.

 

Tentunya ini semua akan dapat diperoleh dengan keridhaan Allah SWT. Untuk mampu menimbulkan Imajinasi kreatif dalam diri kita akan tujuan jangka panjang akhirat,maka kekuatan “rukun iman” sebagai ekspresi percaya pada yang ‘ghaib’. Percaya pada Allah, para Malaikat, Kebenaran kitab-kitab-Nya, iman hendak bertemu dengan Allah, risalah kenabian, hari kebangkitan dan kiamat,serta akan qadar-Nya (shahih muslim no.3) adalah sarana terbesar untuk memahami sukses jangka panjang sebelum kita berpikir dengan apa yang harus kita kerjakan. Dengan demikian, membiasakan diri dengan selalu berpikir dari tujuan aktivitas kita (niat) adalah sesuatu yang penting. Covey kemudian meletakan kebiasaan efektif keduanya dengan mulai dari tujuan akhir (begin with end mind) sebagai kebiasaan efektif yang harus kita miliki. Rasulullah Saw mengatakan bahwa niat adalah apa yang akan dituju atau “end of mind”. Sesungguhnya, yang akhir itu lebih baik dan lebih abadi,dan yang akhir itu lebaik baik dari yang awal (QS Al A’laa,87:17).

2.       Sukses yang bersifat jangka pendek (Short Term Succes)

Makna sukses dunia adalah sebagaimana Allah Swt katakan,”Dan ada lagi yang lain yang kamu sukai, yaitu pertolongan Allah SWT dan kemenangan yang dekat.” (QS.Ash-Shaff,61:13) Berkatalah dengan jujur kepada diri kita, Mintalah kepada Allah : Apa yang sebenarnya kita inginkan tentang do’a “fii dun ya hasanah”. Tuliskan versi anda tentang kebaikan dunia yang kita inginkan !!

 

Sukses negeri dunia menurut beberapa buku dan ensiklopedia bahwa kesuksesan manusia di dunia dikelompokan menjadi 14 bagian berikut :

 

1.       Peningkatan pekerjaan dan karier (‘amal).

2.       Kesehatan (qawiyul jism) dan kenikmatan hidup.

3.       Peningkatan keuangan dan rasa nyaman (qadirun ‘alakasb).

4.       Keteguhan hati dan kepercayaan diri (matinul khuluq).

5.       Kepribadian dan pergaulan dengan orang lain (ukhuwah).

6.       Kebahagiaan dan kedamaian akal budi (akal sehat)

7.       Pengembangan diri dan pendidikan diri (mutsaqaful fikr).

8.       Sasaran dan arah hidup, serta keteraturan program diri (munazham fi syu ‘nihi)

9.       Disiplinj diri dan penguasaan diri (mujahiduna linafs).

10.   Cinta dan kehidupan keluarga

11.   Kaidah emas dan tanggung jawab (haritsun ‘ala waqtihi)

12.   Kawan dan persahabatan.

13.   Matang secara altruistic (bermanfaat bagi orang lain-nafiun lighairi) dan menjadi tua secara mulus.

14.   Kemampuan mengaitkan hidup dengan kematian (ketenangan batin dan kebenaran jiwa).

 

Visi sukses dunia setiap individu mungkin akan bervariasi, hal ini sangat tergantung dari sejauh mana dia mmpu merumuskan visi sukses akhirat. Visi tersebut sangat tergantung dengan value (nilai) yang kita yakini kebenarannya. Dari 14 poin tersebut diatas, bisa jadi skala prioritas seseorang

 

Kesimpulan :

 

Sukse adalah tercapainya cita-cita yang kita inginkan, dengan mendapat kebahagian zhahir bathin, dunia akhira, dengan mendapat Ridha Allah SWT, dan pengakuan minimal orang-orang terdekat..