Upacara Peringatan Hari Guru Nasional, Supremasi Nilai Kemanusiaan

0
72
Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menggelar serentak Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2018 di 2 Lokasi yaitu di Lingkungan Pendidikan As-Syifa Boarding School Jalancagak dan As-Syifa Boarding Wanareja, Senin (26/11/2018).
 
Dalam salah satu sambutannya, Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah KH. Abdullah Muadz, S.Pd.I, M.Si yang bertugas selaku pembina upacara menyampaikan sambutan yang menekankan beberapa hal yang diantaranya,
 
“Profesi Guru adalah profesi untuk membangun dan membina mental, karakter dan kepribadian manusia. Bukan untuk fisik sebagaimana dokter, babysitter, tukang cukur atau salon kecantikan. Padahal Allah tidak memandang fisik dan harta manusia tetapi kepada hati dan amal manusia, maka betapa mulianya guru.”
 
Pada hari ini kita dihadapkan pada zaman materialis yang harga celana dalam seorang artis lebih mahal daripada darah manusia. Berita pembantaian Rohingya, juga kasus-kasus kemanusiaan di Yordan dan Suriah hanya beberapa hari, sedangkan tentang aksesoris artis, bisa berminggu-minggu yang bahkan perharinya bisa 2 sampai 3 kali.
 
Padahal Allah subhanahu wa ta’ala telah memuliakan manusia dalam surat al Isro’ ayat 70, “Dan sungguh telah kami muliakan bani Adam dan Kami angkut mereka di daratan dan lautan juga Kami berikan rizki yang baik serta Kami unggulkan dari ciptaan Kami lainnya. Oleh sebab itulah amanat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan pada hari guru ini ada tiga, yaitu:
1. Guru menjadi profesional pada kompetensi intinya
2. Guru menjadi manusia yang terus berbenah untuk pengembangan diri
3. Guru menjadi agen perubahan
 
Pada poin ke tiga inilah, para Guru harus membangun, membina mental spiritual dan karakter murid agar pada masa depannya tidak menjadi peminta-minta. Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam mengajarkan kita agar tidak berhutang dan selamat dari tekanan krediturnya. Kalau berhutang saja, kita harus berlindung apalagi menjadi pengemis. Sebuah peradaban yang naif kalau sampai kita berhutang hanya untuk sebuah bangunan fisik dan BUKAN mementingkan supremasi nilai kemanusiaan yang dimuliakan Allah bukan dari fisiknya tetapi peran besarnya dalam peradaban kemanusiaan. Ujar KH. Abdullah Muadz dalam sambutannya.
Dan pada kesempatan ini juga beliau berpesan untuk terus menyambung do’a bagi seluruh guru-guru kita, semoga Allah SWT membalas setiap detik waktu yang dikeluarkan, setiap langkah yang diikhtiarkan serta setiap ilmu yang sudah disampaikan kepada murid-muridnya. Insya Allah semua itu akan menjadikan suatu amal jariyah yang akan menjadi saksi ibadah dan bernilai pahala yang tiada putusnya. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*